meyesal aku mengenal nya.....!
"dasar gila pergi sana om "
cerita tentang gadis yang berusia 16 tahun dan seorang pria 35 tahun
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Metha Arhadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
muka tembok
xixi
pikiran ku kosong, aku mengikuti semua naluri yang ada, nyaman dan hangat. (tok tok tok) sontak membuat ku kaget, dengan keadaan ku yang sedang berciuman panas ini dengan om sialan ini, aku mencoba mendorong dan memukul dada bidangnya. ku meronta-ronta menandakan ketidak nayamanan ku, wajah ku memerah malu dan kesal dengan respon nya.
pak go masuk ke rungan kami di saat kami sedang berciuman, om sialan ini tidak melepaskan pelukan dan ciumannya walau aku sudah meronta, ia tetap mencium ku dengan sangat dalam, ketika pak go mulai berbicara om sialan ini melepas ciumannya dan dengan santai memasang muka tembok. ia berbicara santai dengan pak go seolah tidak terjadi apa-apa, dan reaksi pak go itu seakan tidak melihat tindakan kami.
dengan santai dan cueknya pak go masuk dan keluar tanpa melirik atau bertanya. cihhh sial, malu sungguh memalukan aku hanya menenggelamkan wajah ku ke dada bidangnya, kaerna aku pun tak di ijinkan lepas dari pelukannya. setelah pak go menutup pintu, ia menunduk dan melihat wajah ku, dengan senyum licik penuh kemenangannya membuat ku sangat sangat jengkel di buat nya.
segera ku mendorongnya sekuat tenaga saat ia lengah ketika mengeluarkan senyum licik nya. aku berlari menuju lift untuk ke lantai dasar, di dalam lift aku jatuh lemas dan menutup kedua muka ku yang sudah memerah seperti tomat. "sial sial sial om sialan mesum gila sakit jiwa sinting akhhhhh apa yang baru saja terjadi akhh" ( masih menutup wajah dengan telapak tangannya.)
"om sialan aku dewasa belum waktunya" ucap ku dengan kesal, segera ku mengelap kasar bibir ku dengan sapu tangan yang ku bawa, berharap rasa ciuman itu bisa hilang dan terlupakan. "hilang hilang hilang akhhh ,gumamku"
perasaan panas tadi tidak bisa hilang begitu saja, rasanya setiap aku mencoba membuat rasa itu hilang pikiran ku terbayang-bayang apa yang baru saja terjadi.
bayangan itu di sertai dengan detak jantung ku yang tidak karuan. (tinggggg) suara lift berbunyi menandakan bahwa aku sudah sampai di lantai dasar, segera ku bangun dan berdiri tegap berusaha berpikir tidak terjadi apa-apa, ketika pintu terbuka. tapi......? "SALAM NYONYA."
barisan karyawan menyambut ku di depan lift dan memberi ku salam hormat, parahnya aku di panggil nyonya ciihh kenapa ketika ku berusaha membalasnya selalu aku yang terkena sial. tiba-tiba seseorang mendekat
"selamat siang nyonya , perkenalkan nama saya stuad, saya kepala pelayan di kediamanan tuan yuan, dan mungkin nyyonya sedikit mengingat saya ketika di villa tenag hutan, mari nyonya mobil yang akan mengantar anda sedang menunggu.
"tungguu tungu nyonya.....? heiii aku anak nyaaaa" mendengar ucapan xixi beberapa karyawan menahan tawa dan berbisik.
"nyonya sepertinya masih marah dengan tuan hihihi sandiwara nyonya sangat alami"
"ya benar, ssttt pura-pura tidak tau saja. hmmmm`'
xixi yang berdecak kesal berusaha, menjelaskan tidak di gubris dan membiarkan gosip begitu saja. ingin berteriak dengan lantang jika aku bukan istri nya tapi anak nya. tapi sepertinya sia-sia, melihat respon tanpa kaget membuat xixi down dan selalu mengumpat yuan dalam hati nya."om sinting muka tembok kepedean narsis gilaa akhhhhh."
xixi pasrah, niat mengubur gosip lama dengan gosip baru malah membuatnya semakin menderita oleh yuan. xixi melihat stuad yang menunggu responnya dengan senyum dan mulai bertanya polos."nyonya siapa....?" stuad pun membalas senyuman xixi dengan senyuman ramahnya, "anda nyonya xixi"
"kau salah orang salah orang" dengan gigih pantang mundur, "tidak mungkin saya salah orang nyonya, mari nyonya" xixi frustasi dengan semua jawaban stuad "aku anak nyaaaaaaaaa.....!? xixi berteriak, kepala pelayan itu menanggapinya dengan senyuaman "mari nyonya sopir sudah menunggu anda."
tidak bisa berkata kata-kata, xixi hanya patuh dan menuju mobil yang sudah di sedikan oleh yuan, padahal ia di antar oleh sopir yang ayahnya utus. xixi mengambil hp dan menelpon ayahnya, lalu meminta ayahnya menghubungi sopir agar tidak usah menunggunya karna ia di antar oleh kepla pelayan yuan.
aku memasuki mobil yang di bukakan kepala pelyan itu, ia duduk di depan mobil dengan sopir di sampingnya. om bodoh mencium ku dengan sangat dewasa tapi memperlakukan ku seperti anak-anak, aku tidak perlu di jemput aku tau jalan pulan bodoh, pikirnya. lagi pula cuma mengantar ku pulang kenapa juga harus kepala pelayannya yang menjemput ku dasar aneh.
tu tu tu tungguuuuu.......kepla pelayan......? mobil....? sopirrr....? jemputan.....? pikiran ku tertuju pada satu tujuan dengan berani aku bertnya, harap-harap cemas semoga saja jawabannya jauhh dari pikiran buruk dan pikran negatif ku.
"TRAGEDI SATU MALAM DENGAN COWOK MISTERIUS" semoga suka🤗