Ini hanya karya fiksi.
Bagaimana kabar mu hari ini? Apa semua berjalan dengan lancar? Atau mereka masih suka mengganggu mu?
Tenang, bila itu terjadi aku akan selalu melindungi mu dari bangun hingga terlelap mu, sebagai imbalannya biarkan aku menyatu dengan jiwa mu.
Ikuti terus alur cerita pendek menarik dalam setiap judulnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reski Muchu Kissky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab XXXII (Kamar No 20 Part II)
Ida yang tak mau ikut campur akan masalah wanita itu, memutuskan untuk bergegas masuk ke dalam kamarnya.
Saat malam hari, di lantai 3 tepatnya di kamar kedua temannya itu, mereka melakukan makan-makan besar setelah seharian bekerja keras membersihkan kamar kosan masing-masing, tidak lupa mereka memakan mangga segar yang Ida petik tadi siang.
Mereka bercengkrama hingga pukul 02:00 dini hari, Ida yang sudah merasa ngantuk pun memutuskan untuk kembali ke kamarnya yang ada di lantai 2.
Suasana kos waktu itu sudah sepi, karena semua penghuninya telah beristirahat.
Ida tang menuruni anak tangga sendirian merasa seperti ada yang mengikutinya dari belakang.
Karena penasaran, Ida mencoba menoleh ke belakang, namun tidak ada siapapun.
Karena merasa sedikit takut, Ida pun mempercepat langkahnya, menuruni anak tangga serta melewati koridor kosan yang begitu sepi dan cahaya lampu yang temaram.
Sesampainya Ida di depan kamarnya, lagi-lagi ia mendengar suara tangisan dari kamar nomor 20.
“Cewek itu kenapa sih? Kenapa dari tadi nangis terus?” itulah yang ada dalam benak Ida.
Ida pun membuka pintu kamarnya, lalu masuk ke dalam kamar.
“Uwah!! Ngantuk bangat, sebaiknya aku tidur.” gumam Ida.
Ida membaringkan tubuhnya di atas kasur lantai yang ukurannya hanya untuk satu orang saja.
Baru sebentar ia memejamkan mata, tiba-tiba ia mendengar ada yang mengetuk pintunya dari luar.
Tuk! Tuk! Tuk!
Ida heran, siapa yang mengetuk pintunya sedini itu.
Karena mengantuk Ida pun tidak memperdulikannya, namun ketukan itu terus saja berlangsung.
Tuk! Tuk! Tuk!
Karena kesal, Ida langsung berdiri dari tidurnya dan segera membuka pintu.
Cetek!
Kriett!!
Saat pintu terbuka, tidak ada siapa pun di hadapannya, “Siapa sih yang usil di jam segini?” batin Ida dengan perasaan merinding.
Saat Ida ingin menutup pintu kembali, ia mendengar suara tangisan yang semakin kencang dari kamar nomor 20.
Ida yang mulai merasa terganggu memutuskan untuk mengetuk kamar itu, dengan niat bertanya, apakah wanita itu baik-baik saja.
Tok tok tok...
Setelah Ida mengetuk pintu kamar nomor 20, tiba-tiba si wanita berhenti menangis.
“Mbak maaf, apa mbak baik-baik saja?” tanya Ida yang berdiri di depan pintu.
Lalu tak lama terdengar suara dari dalam kamar, yang akan membuka pintu.
Cetek!
Saat pintu terbuka, Ida melihat di depan matanya seorang wanita berambut panjang, berpakaian kaus oblong dan celana training, ya seperti anak kos pada umumnya.
Wanita itu hanya diam saja setelah membuka pintu, dan Ida juga melihat suasana kamar yang tanpa penerangan, tampilannya sangat gelap gulita.
“Apa mbak baik-baik saja?” tanya Ida kembali.
“Iya, saya baik-baik saja.” jawab si wanita.
“Maaf kalau saya lancang, tapi kenapa dari siang sampai malam begini mbak nangis? apa ada masalah?”
Sang wanita mengangguk dengan menundukkan kepalanya.
“Apa mbak mau masuk ke kamar saya?” si wanita menawarkan Ida masuk ke dalam kamarnya.
Tapi karena sudah teramat ngantuk sekali, Ida pun menolak dengan halus.
“Saya sebenarnya mau, tapi saya sudah ngantuk bangat mbak, dan besok hari saya masih ada kuliah.”
Sang wanita pun mengerti dan tak memaksa Ida.
“Kalau begitu, lain kali datanglah kesini.” ujar si Wanita.
Setelah percakapan itu, Ida pun kembali ke kamarnya untuk tidur lagi.
Keesokan harinya, seperti yang sudah terjadwal, Ida dan kedua temannya, pergi kuliah dari pagi hingga sore hari.
Selesai kuliah, mereka kembali ke kosan, Ida yang lelah dan memang kurang tidur, memutuskan untuk tidur sore itu, meski waktunya agak ganjil, karena sebentar lagi akan azan magrib.
Karena merasa gerah Ida yang tadinya tidur, kini terbangun, lalu di raihnya handphone yang ada di sebelah kepalanya, yang ternyata telah menunjukkan pukul 21:00 malam.
“Ya ampun, aku udah tidur selama ini? Pada hal aku belum mandi.”
Tubuh Ida yang penuh keringat dan bau tak sedap membuatnya ingin segera mandi.
Ida bangun dari kasur, dan buru-buru mengambil handuk dan tempat sabun nya, setelah itu ia beranjak ke kamar mandi.
Kriett!
Ketika pintu kamar mandi terbuka, ia pun masuk, dan menutup pintunya kembali.
Karena ingin mendapatkan udara sejuk saat mandi, Ida pun membuka jendela kamar mandi yang mengarah ke pohon mangga besar di belakang kosan.
Wuss!!!
Benar saja, baru saja jendela di buka Ida sudah di sambut dengan angin sepoi-sepoi kas malam hari.
“Umm!! Segar bangat deh.” seru Ida seraya mulai mengerjakan hajatnya.
Yang tanpa ia sadari, ada sosok wanita, berambut hitam panjang sampai ke tanah sedang bertengger di ranting pohon mangga seraya menguncang-uncang kakinya dan menonton Ida yang sedang mandi.
Ida terus saja mengguyur air ke badannya dengan sangat santai, namun lama kelamaan ia merasa angin malam yang masuk ke kamar mandi semakin dingin.
Lalu Ida memutuskan untuk menutup jendela itu kembali, sejurus dengan itu ternyata sang kuntilanak sedang terbang ke arahnya.
Tab!
Ida berhasil mengunci jendela, sebelum kuntilanak itu masuk ke dalam kamar mandi, beruntungnya Ida tak melihat sosok itu.
Namun yang membuat Ida merasa khawatir sekarang adalah, di belakang ia berdiri, ada seseorang yang menempelkan badannya pada Ida.
“Siapa di belakang ku? Bukannya aku tadi tutup pintu?” dengan tubuh gemetaran Ida pun mencoba membalik badannya.
Betapa Ida kaget bukan main, ternyata yang ada di belakangnya adalah wanita yang ada di kamar nomor 20.
“Hah!” Ida langsung memegang jantungnya.
“Mbak ngapain disini? Masuk dari mana?!” tanya Ida dengan panik.
“Aku kau buang air, habis kamu terlalu lama mandinya.” ucap si wanita dengan nada yang pelan.
Lalu karena tidak nyaman Ida pun membalut badannya dengan handuk, dan segera keluar dari dalam kamar mandi.
Cetek!
Ida bergegas meninggalkan kamar mandi itu, sesampainya ia ke kamarnya, ida memakai baju, setelah itu Ida rebahkan kembali badannya di atas kasur seraya menceritakan pada temannya, kejadian yang baru ia alami melalui group WhatsApp mereka.
Pas Ida mengetik soal pintu tertutup, disitu Ida baru sadar, kalau tadi ia keluar dengan membuka engsel pintu kamar mandi terlebih dahulu.
Langsung saja Ida merasa merinding tak karuan.
“Udah enggak benar ini, pasti wanita itu bukan manusia.” itulah yang ada dalam benak Ida.
Lalu saat tengah malam lagi-lagi Ida terbangun karena ada yang mengetuk pintu kamarnya. Dengan pelan Ida berkata seraya masih rebahan di kasur.
“Siapa?” namun sipengetuk pintu tidak menjawab sama sekali.
Waswas kalau itu bukan manusia, Ida berinisiatif untuk melihat dari celah pintu bagian bawah, karena jarak bawahan pintu dengan lantai ada seujung jari telunjuk, jadi lumayan buat Ida memastikan, yang mengetuk pintu punya kaki atau tidak.
Perlahan Ida bangkit dari tidurnya, seraya ia nyalakan lampu kamarnya, yang tadinya keadaan gelap gulita, kini telah terang benderang.
Tuk tuk tuk tuk!
Lalu Ida menungging, dan menempelkan pipinya ke lantai, untuk melihat siapa itu yang ada di luar.
Namun betapa Ida tak dapat di buat bergerak, saat Ida melirik ke celah pintu, ternyata ada sepasang mata bulat merah menyala, sedang mengintip juga, jadi Ida dan sosok yang tak jelas itu apa jenisnya, saling bertemu mata.
Deg deg deg deg!
Bersambung...
HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA FOLLOW, KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️
Instagram :@Saya_muchu
Jangan lupa mampir ke karya author di bawah ini ya.
Mohon lbih teliti lagi sblm updte bab ato bisa direvisi biar lbih ciamik🙏
Semngt thor
Thanks 😊