NovelToon NovelToon
Suamiku Guruku

Suamiku Guruku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:6.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nurul Heldal Yani

[Tahap revisi]

Ini kisah seoarang murid yang dinikahkan dengan gurunya karena satu kejadian.

Latika murid SMA Ayyubiyah, ia gadis yang ceria, imut, namun suka terlambat datang kesekolah.
Kehidupannya harus berubah setelah ia menikah dengan Afriadi kepsek di sekolahnya.

Afriadi orang yang tak bisa dibilang dingin tapi sebenarnya tidak.
Afriadi mempunyai masalalu yang membuat ia berubah draktis.

Sebelum terikat, Latika sempat membuat masalah dengan Afriadi, waktu pertama kali Afriadi masuk ia di tabrak Latika di tangga sekolah, lalu Latika memberi pertanyaan aneh kepada Afriadi waktu di Aula, lalu Latika merusak ponsel Afriadi tampa sengaja.
Kejadian itu saja sudah sial bagi Latika apa lagi sekarang mereka suami istri.

Apa lagi yang akan terjadi?

Apakah Latika bisa mengubah Afriadi kembali seperti dulu?

Bagaimana kehidupan mereka?

Apa saja yang terjadi setiap hari dalam kehidupan mereka?

Apakah hidup mereka akan bahagia atau tidak?

Apakah akan timbul rasa cinta di antara mereka atau tidak?.

Simak ceritannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Heldal Yani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Angkot

Ke esokan harinya.

Latika pergi berangkat ke sekolah, naik angot ia dibolehkan untuk kembali bersekolah lagi setelah beberapa hari libur, dan sekarang keadaannya juga sedah membaik.

Pagi tadi sebelum Latika berangkat kesekolah, Bik Ipah memberi Latika uang jajan 1 bulan yang diberi Afriadi kepada Bik Ipah.

5 menit sebelumnya.

Latika berdiri di depan jalan konflek menunggu angkot atau ojek lewat, kepalanya memanjang melihat-lihat di ujung jalan ada tidak angkot atau ojek lewat.

Tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depan Latika, jendelanya bergerak menurun melihat kan wajahnya itu.

"Naik baiar kuantar," sahut orang di dalam mobil.

"Tidak," jawab Latika memasang wajah cemberutnya itu, "Apa kau ingin satu sekolah tahu dengan status kita. Aku lebih baik jalan kaki saja ke sekolah dari pada naik mobilmu."

Pas sekali angkot datang, Latika melambai-lambaikan tangannya. Angkot berhenti Latika langsung melangkah masuk tampa menghiraukan Afriadi.

Afriadi hanya bisa menarik nafas panjang, menggeleng kepala, menjalankan mobilnya.

Seperti biasa angkot selalu ramai dan sesak dipenuhi dengan penumpang anak-anak sekolah duduk di seberang Latika dan di samping Latika dan penumpang lainnya ada yang bawa ayam jago yang dari tadi sibuk berkokok membuat satu penumpang angkot emosi dengan ayam itu.

"Ramai, masih lumayan dari pada naik mobil bersama dia." Latika bicara dalam hati.

Kekkkoook.. Kukuruyukkk.. Suara ayam Jago yang di gendong laki-laki berkumis yang duduk di sebelah Latika.

Suaranya membuat kuping Latika berdengung, ingin rasanya Latika menyumpal mulut ayam itu.

Bukan sampai di situ saja, Latika yang geram melototi ayam Jago itu, enatah kenapa ayam itu bisa lepas dari gendongan tuannya sampai melompat ke arah Latika.

Kyaaaa.. Teriak Latika menepis ayam itu membuat ayam itu kabur melompat ke penumpang lainnya gara-gara Latika mempelototi ayam itu habis jadinya satu angkot jadi riuh dibuatnya.

Mungkin ini karma buat Latika karena bersikap tidak sopan dengan Afriadi suaminya sendiri.

Angkot mendadak berhenti gara-gara kaributan di belakang membuat supir angkot sulit menyetir.

Kerusuhan itu hanya terjadi sesaat saja, setelah seorang siswa SMA menengkap ayam jago yang hampir mencakar wajah Latika, Latika yang ketakutan menutup matanya, merasa ayam itu tidak sampai-sampai mencakar mukanya Latika membuka matanya perlahan.

Ha.. Ia terkejut melihat paruh ayam di hadapan wajanya, ia tidak melihat wajah siswa itu sebeb terhalang dengan ayam jago. Perlahan siswa itu menjauhkan ayam jago itu dari Latika memberikan ke pada pemiliknya.

Latika masih syok dengan kejadian yang akan menimpanya, menarik nafas panjang mencoba menenangkan dirinya.

Siswa itu kembali duduk di tempatnya tepat di hadapan Latika.

Setelah tenang Angkot kembali berjalan.

Selang beberapa menit kemudian Latika sampai ke sekolah tepat waktu, ia tidak terlambat lagi, Kodir stpam sekolah heran melihat Latika masuk sekolah setelah beberapa hari tidak muncul dan sekarag datang tepat waktu tidak terlambat lagi.

"Pagi Pak." Latika menyapa Kodir yang menjaga gerbang.

"Cepat datang biasanya lambat." Kodir yang bersandar di pagar melipat tangannya di dapan dada.

"Naik Angkot Pak, jadinya cepat." Latika berseru riang, hari seakan tersenyum padanya walau pagi ini ia sudah tertimpa musibah.

"Ooh.. Cepat masuk sebentar lagi bel berbunyi," perintah Kodir mulai menutup gerbang sekolah.

Cepat Latika melangkah masuk.

Pas sekali Latika masuk bel berbunyi, Kodir menutup gerbang.

Latika melanjutkan langkahnya santai menuju kelas, separuh jalan menuju kelas Latika dipanggil Bu Laila.

"Latika, kemari," panggil Laila melambai-lambaikan tangannya menyuruh Latika mendekat.

Latika membalikkan badannya hatinya sempat kesal dipanggil Laila takutnya nanti disuruh-suruh. Tapi, ia tetap pergi menghampiri Laila, "Ada apa Bu?"

"Mau ke kelas kan?" Laila menyorongkan kertas selembar kepada Latika, "Ini tugas untuk kalian. Saya ada urusan hari ini jadi tidak bisa masuk. Ibu buru-buru, kerjakan tugasnya siap tak siap antar."

Latika mengambil kertas itu, hatinya terhibur, "Apa ini bonus untuk aku yang masuk sekolah?"

Tampa basa basi lagi Laila segera pergi meninggalkan Latika kelihatannya Laila memang terburu-buru, segera Latika berbalik badan melanjutkan langkahnya senang sekali hati Latika kejadian di Angkot jadi terlupakan begitu saja.

Sesampainya di Kelas.

Seperti biasa Latika menulis di papan tulis tugas yang diberikan Bu Laila, karena dia sekretaris jadinya sudah tugasnya.

Teman-teman Latika yang sudah mendengar kabar kalau Bu Laila tidak masuk cepat meninggalkan kelas pergi ke sana ke sini, sudah diberi tahu kalau ada tugas tapi mereka malah mengacuhkan pergi meninggalkan kelas.

Di kelas hanya tinggal beberapa murid saja lagi. Salasiah, Nana, dan Hana tidak ada di Kelas sepertinya mereka sudah tahu tidak berlajar.

Latika selesai dengan tugasnya kembali duduk ke bangkunya.

Katika Latika duduk Hadi yang duduk tak jauh dari Latika mendekat, bertanya, "Oi! Latika, kau ke mana beberapa hari ini? Nomor kau tak aktif, fb tak on juga, ke mana kau beberapa hari ini?"

"Emm.. Itu.." Latika bingung mau jawab apa, jari telunjuknya menggaruk-garuk pipinya.

"Kata kepala sekolah kau sakit, butuh istirahat jadinya diberi izin" kata-kata Hadi membuat Latika melongo, "Kau sakit apa?"

"Ee.. Demam saja. Hehehe.." Latika tertawa getir mengambil bukunya dalam tas, menulis soal, berseru dalam hati, "Haduh, benar-benar tak bisa jaga mulut dia."

"Oh.." Hadi beroh pelan, tangannya bergerak dari bawah ingin menyentuh kening Latika, tapi ia batalkan, "Apa masih demam?"

Em.. Kepala Latika terangkat melihat Hadi yang duduk di depannya dengan wajah khawatirnya itu, "Tidaaaak.." Latika menjawab santai, disertai senyuman manisnya itu.

Egh... Wajah Hadi sedikit merah bersemu melihat senyum Latika yang manis, yang selama ini ia sering lihat tapi tak semanis hari ini.

"Had Had Had.." Latika melambai-lambaikan tangannya di depan Hadi, memutuskan hayalannya.

"Em, ya???." Hadi merespon polos. "Soalnya lumayan sulit, kita bagi 2 saja bagaimana? Kau lima aku lima mau?" Latika mengajukan usulan yang bagus.

Hadi mengangguk-angguk, "Boleh, aku nomor 1 sampai 5, kau 6 sampai 10."

Latika setuju, mereka mengerjakan soap yang sudah dibagi-bagi.

1
Erna Sudiastuti
Luar biasa
Nur Aminah Nst
nekt KK😊
DyAh
al-kahfi🤔.....gk smpe hbis kn thor panjang loh itu😁
Sarina So
kina jenius bgt 24 tahun msh SMA👍🏿
Rauhun Dikta
🥰
Yurniati
tetap semangat thorr
Ummu Abdul
0

0
0
p00

p0
Hi Hii
hmm kok gk ada sungkan 2nya teman Latika kayak gitu punya sopan santun aja ...maaf kalau gk setuju sama kelakuan temenya latika
Teh Ida Amk
lutunya nih cerita jd senyum2
Ummu Sakha Khalifatul Ulum
lanjut
Sri Lestari
revisi lagi thor.. dialog yg ini di ulang 2X
Arias Binerkah: permisi kakak ijin promo jika berkenan silahkan mampir di novelku judul Alexandria, terimakasih kak
total 1 replies
MissHaluuu ❤🔚 "NingFitri"
perutx pinter bsa ngomong lapar 🤭🤭😆😆
kavena ayunda
trauma ma lebay beda tipis😂
Indah Amelia
Wow 🤩 😯
Jupri Anto
ceritanya seru thorrrrr...
tapi tolong penulisannya yang rapi
Mahruf
ceritanya membingungkan
~s~♊
bahasa Banjar sakalinya😂
takajut mambacanyaa..😂
author ya urng Banjar kah🤭😂
Rafanda 2018
polisinya goblok saksinya bnyk klo dia suaminya ko di tahan,pngn tertawa tkt dosa
Rafanda 2018
polisinya ngapain ko sampai berbulan bulan,,terus tersangkanya kemana ga di interogasi ,,hhhh
Rafanda 2018
harusnya yg di interogasi itu tersangkanya thorrrrrrr,,,kan tersangkanya tertangkap,masa korban masih sok uda di tekan pertanyaan,belum pulang lg masih di tempat perkara,,hhhh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!