namanya Mahesa Kalandra, seorang duda yang bangkrut hingga istrinya membuangnya dengar seorang anak gadis yang masih berumur lima tahun, istrinya lari dengan boss nya dan lebih nelangsanya lagi ketika orang tuanya menfitnah dengan meminjam uang di suatu pinjaman online dengan mengatas namakan identitasnya, kini dia lari di kejar rentenir hingga hidupnya nyaris berakhir, mampukah dia bangun dari keterpurukan ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Cun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rahasia Rizki
Adakalanya manusia itu tak bisa mengukur kemampuan dirinya, jaman sekarang yang penting ada uang apapun bisa jalan, kebanyakan manusia lebih mementingkan perut kenyang dari pada moral, maka dari itu kadang manusia berpendidikan rendah pun bisa jadi pejabat dengan cara menyuap, tentunya ada uang dan kesempatan meski kemampuan dibawah rata-rata,dan hasilnya tatanan yang amburadul yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin.
Begitulah kira kira yang di pikirkan Mahendra, setelah tadi sekali lagi om Jo menawarkan jabatan penting dalam kantornya dan tetap saja dia menolak, setidaknya jika itu suatu amanat maka dia akan memantaskan diri dulu untuk menempati jabatan itu, dia tak mau makan gaji buta yang tak bisa kerja dengan baik tetapi memaksakan diri.
Setelah mengantar Karina pulang dan mengambil motornya, saat ini Mahendra sudah mampu beli motor sport dan motor matic yang dulu di pakai di kembalikan pada yang punya meski itu hadiah Mahendra tak mau menerima sesuatu dengan gratis.
Berhubung pulang nya kemalaman, putrinya sudah tidur dan Kiara meminta izin supaya Checil di bolehkan tidur di tempatnya, tadi sebelum tidur Checil juga sudah setuju untuk menginap, berhubung besuknya tanggal merah sekolahnya juga libur.
"Biarin dia nginep disini mas, lagi pula si Ririn sudah tak ada disini semuanya aman, Checil kan takut kalau sama dia, jangan kwatir aman kok, nanti tidur sama mbak Karin juga". Kiara mohon izin dan Karina pun mengangguk menyetujui Kiara, akhirnya Mahendra mau tak mau mengizinkan putri nya untuk nginep.
Mahendra pamit pulang sama om Jo, dan Karina mengantarkannya sampai ke pintu gerbang sebelum Mahendra pergi Karina tersenyum manis dan mengedipkan mata kirinya, dan itu sungguh membuat hati Mahendra meleleh laksana coklat ice cream yang terlalu lama di luar kulkas.
Mahendra tersenyum sendiri, dia sadari dia jatuh cinta untuk kedua kalinya, tapi kali ini jatuh cinta sama wanita cantik lembut dan mandiri, semua masalah bisa dia atasi sendiri, seandainya cinta itu terbalas mampukah Mahendra mengimbanginya?
Beribu hayalan ada dalam angan Mahendra sambil melajukan motor sportnya dengan lumayan kencang, tiba tiba didepan sana dia melihat ada perkelahian, seperti nya satu orang berkelahi dengan empat orang ,satu lawan empat? seperti nya itu bukan perkelahian tapi pengeroyokan, seorang pemuda di keroyok dan di hajar oleh empat orang, bagaimana Mahendra mau menolong, dan ketika Mahendra lebih dekat dengan tempat kejadian sekilas Mahendra melihat pemuda berambut ikal itu dan ..ya Allah itu kan si Rizky?.
Mau tak mau Mahendra harus menolong anak dari Mbak Imah yang telah dianggap saudaranya itu meski Mahendra tak begitu dekat dengan Rizki.
Mahendra mencari ide bagaimana cara melawan empat orang yang seperti nya preman debt kolektor, lelaki tinggi besar dengan tatto di seluruh badannya, jika hanya dua dia pasti mampu, tapi ini empat walaupun dia juga menguasai ilmu bela diri meski tak sampai sabuk hitam tapi jika melawan empat preman dia realistis saja , tak mau mati konyol.
Dan jalan pintasnya adalah dia membunyikan sirine polisi dari hp nya sambil teriak.
"polisi polisi bubar bubar". Teriak Mahendra dan membuat empat preman itu lari kalang kabut melajukan motornya masing masing.
Si Riski meski dalam keadaan babak belur tetapi masih sadar dan tidak pingsan, Mahendra mendekati Rizki yang meringkuk di bawah pohon beringin sambil melindungi kepalanya dan teriak,
"Ampun bang ampun, saya akan secepatnya mengembalikan uang itu, ampuni saya". Teriaknya tanpa melihat siapa yang ada di hadapannya.
"Rizki, hei ini aku Mahendra, kamu kenapa?" tanya Mahendra sambil menggoyang goyangkan tubuh Rizki dan akhirnya spontan Rizki terduduk ketika dia tahu siapa yang ada di hadapannya seketika dia memeluk Mahendra dengan erat sambil menangis.
"ceritakan padaku ada apa ini dan siapa mereka?" tanya Mahendra.
"Makasih mas Hendra telah menolongku, seandainya Mas Hendra nggak datang pasti aku sudah mati di gebukin mereka". Ucap Rizki sambil terus terisak Isak.
"laki-laki kok nangis, sudah kalau kamu nggak mau cerita kita pulang saja ke rumahku, kita bahas masalahmu disana, tentunya kamu juga perlu di obati". Ucap Mahendra yang ternyata kaki kirinya patah tepat di bagian tungkai mungkin saking kerasnya para preman itu menginjak kaki Rizky.
Hendra memapah Rizky keatas jok motornya dan kemudian melajukan motornya dengan pelan untuk pulang, sesampainya di rumah Hendra kembali memapah pemuda itu lalu di baringkan ke atas dipan di ruangan tempat prakteknya.
"Mas Hendra disini jadi tabib, bukankah dulu Mas Hendra seorang PNS dan menjadi guru?" tanya Rizki sambil meringis menahan ngilu di kaki dan siku tangannya, sementara mukanya sudah bonyok tak berbentuk .
"ceritanya panjang, aku obati dulu lukamu, dan buka kaosmu". Perintah Mahendra.
Rizki perlahan membuka kaos kumalnya dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya yang dalam keadaan patah makin membengkak, Mahendra mengoleskan ramuan yang di buatnya sendiri, rasa dingin menjalar di kaki dan tangan Rizki, mukanya pun di lap dengan air hangat campur rebusan ramuan penghilang nyeri dan bengkak, sungguh Rizki yang tadinya merasa tulangnya seperti di cabut semua kini menjadi rileks, setelah selesai membersihkan luka dan mengolesi minyak biawak, kaki dan tangan Rizki di bebat dengan kain kasa, setelah itu Mahendra memapah Rizki ke dipan dan membaringkannya setelah memberinya segelas susu kambing etawa.
"sudah kamu istirahat dulu, tidur biar besuk bangun dalam keadaan fresh, ingat jangan dulu ganti posisi, biar terus terlentang semalaman, ceritanya besuk saja kalau kamu sudah rileks", nasehat Mahendra , Rizki mengangguk dengan senyum tulus seakan ingin mengucapkan rasa terimakasih yang setulus tulusnya.
" Mas Hendra pun seperti nya punya cerita hidup yang tidak mudah" batin Rizki sambil menatap langit-langit di ruangan itu, kemudian dia pejamkan mata, aneh sekali belum sampai lima menit sudah terdengar suara dengkuran halus dari si pemuda, Mahendra mendekat dan menatap wajah Rizki dalam dalam.
"Ada apa denganmu Rizki, apa yang kau coba sembunyikan dari emak mu?" batin Mahendra.
Kemudian Mahendra pun masuk ke kamarnya mandi dan membersihkan diri di lanjut dengan sholat isya di tengah malam hampir jam satu, di lanjutkan dengan sholat taubat karena hari ini dia merasa sangat berdosa , telah kehilangan akal sehatnya telah hampir kebablasan bermesraan dengan Karina, andaikan tak ada klakson mobil dari belakang mungkin mobil bergoyang ala Devan dan Ririn terjadi lagi, dan meski di hardik dan di hina oleh sang sopir, Hendra percaya itu adalah salah satu cara Tuhan untuk memberinya peringatan.
"Terimakasih ya Allah atas segala kesempatan yang Engkau berikan agar aku menjadi lebih baik, dan maafkan atas segala dosa dan khilaf ku untuk hari ini". Doanya, sampai dia tertidur diatas sajadahnya hingga adzan subuh berkumandang, Mahendra tak segera melaksanakan sholatnya tetapi menengok Rizki yang ternyata sudah bangun dan terlihat lebih segar.
"Sudah bangun Ki?" tanya Mahendra.
"sudah mas, aneh sekali ini kakiku sudah sembuh sama sekali tak sakit tanganku juga,tinggal mukaku yang lebam". Jawab Rizki girang.
"kalau gitu mandilah dulu, ganti baju kita sholat subuh sama sama". Ajak Mahendra dan Rizki mengangguk dengan semangat.
💪💪💪💪