NovelToon NovelToon
Rajawali Sakti Dari Pesisir Selatan

Rajawali Sakti Dari Pesisir Selatan

Status: sedang berlangsung
Genre:Ilmu Kanuragan / Perperangan / Dikelilingi wanita cantik / Identitas Tersembunyi / Action / Epik Petualangan
Popularitas:12.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ebez

Jenar Karana harus mengejar para pembunuh yang telah mencelakai guru nya, Resi Mpu Tagwas dan membawa lari Mustika Naga Api milik Padepokan Pesisir Selatan. Menurut Resi Mpu Tidu, di kotak kayu yang menjadi tempat Mustika Naga Api ini tersimpan mengenai rahasia tentang dirinya.



Berbekal sepasang pedang pemberian eyang gurunya Maharesi Siwanata yang disebut sebagai Pedang Taring Naga dan Pedang Awan Merah serta ilmu kanuragan yang tinggi, Jenar Karana memburu gerombolan pembunuh itu yang konon katanya berasal dari Kerajaan Pajajaran.



Berhasilkah Jenar Karana melakukan tugasnya untuk merebut kembali Mustika Naga Api yang juga menyimpan rahasia jati diri nya? Temukan jawabannya dalam kisah RAJAWALI SAKTI DARI PESISIR SELATAN, tetap di Noveltoon kesayangan kita semua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ebez, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sarang Siluman

"Ada orang yang bisa membunuh anggota Gerombolan Bajing Ireng, pasti bukan pendekar sembarangan.

Tapi siapa? ", gumam Dyah Rangga seolah-olah mengungkapkan isi hati semua orang yang ada disitu.

" Hamba.... "

Omongan Bahula itu sontak membuat semua orang menoleh kepada nya.

"Kau??!

Bukankah kau sudah dijatuhkan lebih dulu oleh Si Lembana pimpinan Gerombolan Bajing Ireng itu? Kalau mau ngaku-ngaku, pakai otak sedikit dong", tukas Si Kundu dengan nada tak senang.

Semua orang langsung menatap tajam ke arah Bahula setelah Si Kundu bicara. Nyalinya langsung ciut seketika.

"S-salah paham, Saudara Kundu. Ini semua salah paham..

Aku tadi belum selesai bicara. Maksudnya hamba tidak tahu, Gusti Pangeran. Itu saja yang sebenarnya tadi ingin hamba katakan. Iya hanya seperti itu", sambung Bahula segera.

Huuuuuuuu....

" Makanya kalau bicara jangan setengah setengah, biar orang tidak salah mengartikan Saudara Bahula. Siapapun orang yang membunuh sisa-sisa dari Gerombolan Bajing Ireng itu, dia adalah orang yang berjasa besar untuk masyarakat di kaki selatan Pegunungan Serayu ini. Jika kita berjumpa dengan nya, hamba minta Gusti Pangeran memberikan hadiah besar kepada nya", ujar Wanapati yang langsung disambut anggukan kepala oleh Dyah Rangga.

"Aku setuju dengan pendapat mu, Wanapati...

Sudahlah, sudah waktunya kita berangkat melanjutkan perjalanan. Rama Mpu Linggih, aku mengucapkan terimakasih atas jamuannya. Jika kelak kau sedang melewati wilayah Kadipaten Bhagawanta, silahkan mampir ke istana dan sebut nama mu. Aku mohon pamit... "

"Selamat jalan Gusti Pangeran...

Semoga Hyang Agung selalu memberkati perjalanan mu ke Galuh Pakuan", balas Mpu Linggih sembari menghormat pada Dyah Rangga.

Pagi hari itu juga, rombongan Dyah Rangga bertolak meninggalkan Wanua Seling ke arah barat, menyusuri jalan di kaki Pegunungan Serayu Selatan.

Tepat menjelang matahari di atas kepala, rombongan ini sampai di Alas Purbawangi, sebuah hutan lebat yang konon penuh dengan binatang buas ataupun istana para dedemit. Jalan yang semula lebar kini sudah menyempit hanya cukup untuk satu kereta kuda saja. Jalan yang banyak ditumbuhi rumput liar dan semak berduri menjadi penanda bahwa jalan ini jarang sekali dilewati oleh kendaraan atau para pedagang.

Ketika sampai di tengah-tengah Alas Purbawangi, tiba-tiba kabut tebal turun dan menghalangi pandangan mata. Terpaksa perjalanan harus dihentikan karena jarak pandang yang sangat terbatas.

"Ada yang tidak beres dengan kabut ini.. ", celetuk Jenar Karana yang merasakan sesuatu tidak benar sedang terjadi.

Sejak memasuki Alas Purbawangi ini, perasaannya sudah tidak enak. Ini bukan ketakutan tetapi lebih pada pandangan mata batin yang sempat ia asah bersama dengan Maharesi Siwanata. Meskipun belum tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi, tetapi indra keenamnya telah memberi peringatan pada dirinya.

Wanapati yang mendengar apa yang dikatakan oleh Jenar Karana, langsung berteriak lantang.

"Semuanya, waspada!!!

Perhatikan keadaan sekitar, jangan ada yang terlewat dari pandangan mata kalian!!! "

Tiba-tiba...

Huukk huukk haaauuuuuuuuuu...!!!!

Lolongan serigala terdengar, membuat semua orang langsung bersiap siaga menghadapi segala kemungkinan. Mereka semua tahu bahwa tempat itu bukan tempat yang aman, maka segera mencabut senjata masing-masing. Si Kundu yang paling penakut diantara mereka, langsung mengeluarkan sebuah tasbih dari biji genitri dari balik bajunya.

"Setan setan setan...

Semuanya kalah di tangan para dewa. Jangan datang, aku membawa senjata suci yang bisa menghancurkan kalian semua. Pergi pergi pergi.. ", gumam Si Kundu sambil gemetaran memutar tasbih nya.

Suasana menjadi tegang tak terelakkan lagi. Andai ada jarum yang jatuh ke tanah saja, pasti akan terdengar sebab semua orang seolah-olah sedang menahan nafas agar bisa berkonsentrasi penuh.

Dari pekat nya kabut itu, tiba-tiba...

Whhuuussss whhuuussss whhuuussss!!!

Ratusan sosok bayangan hitam bermunculan, mengepung rombongan Dyah Rangga. Tanpa harus menunggu lama, sosok sosok hitam itu langsung menyerbu ke arah rombongan dari Kadipaten Bhagawanta. Pertarungan antara mereka pun segera terjadi.

Jenar Karana, Limbu Jati dengan cepat melompat maju diikuti oleh Gelarsena dan Wanapati. Para anggota pengawal pribadi Dyah Rangga lainnya pun tak kalah berani untuk melindungi majikan mereka.

Chhrraaassss chhrraaassss!!!

Dua tebasan pedang Jenar Karana mampu memotong leher mahkluk hitam itu. Dia langsung roboh dengan badan terpisah. Tapi sebuah keajaiban terjadi.

Dari potongan tubuh makhluk hitam ini, perlahan muncul bagian tubuh yang utuh. Segera sosok yang terbunuh sebelumnya bangkit. Jumlah mereka pun bertambah banyak setiap kali terbunuh. Ini membuat Jenar Karana harus kembali bertarung dan ini sungguh menguras tenaga nya.

Belum selesai mereka menghadapi makhluk aneh ini, sesosok perempuan cantik berbaju hijau muncul sambil terbang di udara dan meniup sesuatu di telapak tangan kanannya.

Serbuk harum kerlap kerlip seketika menyebar luas, menutupi seluruh tempat itu. Satu persatu anggota pengawal pribadi Dyah Rangga roboh tak sadarkan. Jenar Karana berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan kesadarannya. tetapi akhirnya tumbang juga. Dia menjadi orang terakhir yang menyaksikan semua kawannya tak berdaya di bawah pengaruh serbuk harum kerlap kerlip itu.

Begitu Jenar Karana tumbang, perempuan cantik berbaju hijau tua ini tersenyum penuh kemenangan.

"Bawa mereka ke dalam ruang tahanan..!!! "

Mendengar perintah perempuan itu, makhluk makhluk aneh segera menyeret tubuh tubuh pengawal pribadi Dyah Rangga ke dalam kabut tebal. Sebentar kemudian Dyah Rangga dan para pengawal nya sudah menghilang dari tempat itu, menyisakan kereta dan kuda tanpa seorangpun yang menjaga.

'Ini ada dimana? ', batin Jenar Karana sembari memperhatikan keadaan sekitar.

Saat ini tangan dan kakinya terikat oleh rantai di dinding batu. Saat ia hendak meronta untuk melepaskan diri, tiba-tiba terdengar derit pintu tahanan dibuka. Melihat itu Jenar Karana pura-pura kembali pingsan untuk tidak menarik perhatian.

Dua orang perempuan cantik berbaju minim masuk ke dalam ruangan dimana Jenar Karana ditahan. Saking minimnya, kemben yang menutupi payudara mereka cuma mampu menutup separuh dari buah dada mereka.

"Kangmbok Wandira, sepertinya orang ini yang paling tampan diantara tahanan lainnya. Bagaimana? Apa kau berminat untuk mencicipi kehangatan tubuh nya? Hihihihihi.. ", perempuan cantik berkemben hitam terkekeh kecil sambil mengelus dagu Jenar Karana.

" Aku sih tertarik, Ranti...

Tapi kau tahu kalau guru sampai tahu aku main gila dengan tawanannya, bisa-bisa dia mengamuk tak terkendali. Ihh takut aku", jawab si perempuan berkemben ungu segera.

"Masalah itu gampang diatur Kangmbok..

Nanti kau main dengan nya, aku jaga diluar. Kalau ada apa-apa, aku akan segera memberitahu mu. Tapi aku punya permintaan", sahut Si Ranti, si perempuan berkemben hitam, tersenyum penuh arti.

" Lekas katakan, jangan berbelit-belit.. ", tukas Wandira tidak sabar.

"Sisakan tenaga nya sedikit, aku juga ingin mencoba bagaimana rasanya main dengan lelaki setampan dia", balas Si Ranti sambil tersenyum genit.

" Gampang, nanti aku selesai main satu kali, kau masuk dan aku akan berjaga diluar. Kita gilir lelaki ini, kita peras tenaga nya sampai kita puas hihihihi.. "

Ranti tersenyum senang mendengar omongan Wandira dan segera keluar dari dalam bilik tahanan ini. Begitu ia menutup pintu, Wandira langsung mendekati Jenar Karana mengusap wajah tampan murid Padepokan Pesisir Selatan ini.

"Kalau terikat seperti ini, aku pasti tak akan puas bermain dengan mu. Lebih baik ku lepas saja rantai yang membelenggu mu, pemuda tampan... "

Wandira segera meraih kunci di pinggangnya dan melepas gembok yang mengikat Jenar Karana. Begitu terlepas ia langsung memapah Jenar Karana ke atas ranjang batu. Setelah Jenar Karana telentang diatas sana, Wandira langsung berbalik badan dan menarik tali kemben nya hingga payudara besarnya memunculkan bentuk aslinya.

Saat ia memutar badan, mata Wandira melebar tatkala melihat Jenar Karana sudah berdiri dan menyeringai lebar ke arah nya.

"K-kau tidak pingsan?!! "

Tanpa menjawab pertanyaan Wandira, Jenar Karana melesat cepat dan menerjang nya.

Whhuuugggggg....

Meskipun kaget karena pemuda tampan yang ia incar sudah siuman, Wandira melompat mundur sambil meraih kemben nya. Secepat mungkin Wandira mengikat tali kemben nya dan bertarung melawan Jenar Karana.

Suara gaduh di dalam ruang tahanan itu membuat Ranti yang berjaga diluar, tersenyum lebar sambil bergumam lirih,

"Edan benar Kangmbok Wandira main nya.. "

1
Hendra Yana
lanjut
Batsa Pamungkas Surya
mksh atas sajian ceritanya kang Ebez
👍
mf lom bs ksih kopi🙏
Idrus Salam
Apapun yang terjadi... akan lebih baik jika disegerakan up kembali 😄
Hendra Yana
lanjut
Tamburelo
Di daerah kita mah gak ada serigala kang. Yg ada asu....asu ajag.🤣🙏
Mujib
/Good//Good//Good/
Mujib
/Pray//Pray//Pray/
Mujib
/Rose//Rose//Rose/
Mujib
/Wilt//Wilt//Wilt/
Mujib
/Sun//Sun//Sun/
Mujib
/Heart//Heart//Heart/
Mujib
/Drool//Drool//Drool/
Mujib
/Angry//Angry//Angry/
Mujib
/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
Mujib
/Casual//Casual//Casual/
Mujib
/Frown//Frown//Frown/
Mujib
/Smile//Smile//Smile/
Mujib
🤣🤣🤣
Mujib
/Coffee//Coffee//Coffee/
Mujib
😅😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!