Masih ingatkah kalian dengan pasangan fenomenal Satria dan Sarah?
Kini mereka sudah memiliki seorang anak laki-laki yang bernama Arkana.
Ya, kehidupan Arkana tiba-tiba saja berubah 360° saat dia harus bertanggungjawab dan menikahi seorang gadis yang tidak di kenalnya sama sekali.
Lalu bagaimana kehidupan mereka, akankah Arkana bisa menjadi suami yang baik, atah malah sebaliknya.
Simak cerita mereka dan sebelum itu baca dulu cerita sebelumnya oke.
My Wife Is, My sugar mommy.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kaget
Sepanjang perjalanan, Arkana terus saja melihat ke arah Rania yang sejak tadi membuang pandangannya ke arah luar kaca jendela mobilnya.
"Cil, calon suami Lo ini ganteng pake banget loh. kenapa mesti liat luar terus sih? Gak pengen liat gue gitu?" apa-apaan Arkana ini?
Tingkat kepercayaan dirinya memang sangat luar biasa sekali. Dia bisa mengatakan hal seperti itu dengan begitu mudahnya? sungguh luar biasa bukan?
"Cil, ngomong kenapa sih? Lo gak suka ya sama gue? Ya walau gue tau pernikahan ini gak Lo inginkan, seenggaknya gue coba untuk bertanggungjawab dan perbaiki semuanya. Gue tau gue salah, dan gak semestinya gue ngelakuin hal itu sama Lo. Gue-"
"Aku udah maafin om, kok."
Duarrr...
Om lagi? Oh my God!
"Seriusan lo udah maafin gue cil?" tanya Arkana lagi yang berusaha memastikan semuanya.
Rania hanya menganggukkan kepalanya saja tanpa ingin menjawab lagi.
"Oh my God! gue seneng banget cil, eh tapi tunggu dulu ya. Hp gue bunyi nih." Arkana berusaha menjawab panggilan telepon dari sekretarisnya.
Rania hanya mendengarkan saja tanpa ingin tau apa yang Arkana bicarakan dengan sekretarisnya, sampai dimana Arkana kembali mengatakan bahwa mereka harus pergi ke kantornya lebih dulu.
"Sorry, cil. Kita ke kantor gue bentar ya. Tiba-tiba ada meeting penting. Bisa gak?" sekali lagi, Rania hanya menganggukkan kepalanya saja.
Dia mau bilang apa lagi jika begini? Dia hanya penumpang yang tak tau jalan. Jadi dia ikut saja dengan Arkana yang sebentar lagi akan menjadi suaminya, karena kejadian malam itu. Malam kelam yang sebenernya ingin Rania lupakan. Tapi ternyata takdir berkata lain untuk mereka saat ini.
"Thanks, ya cil. Nanti gue beliin makan dulu deh. Lu pesen aja apa yang mau bilang aja sama sekertaris gue nanti oke." mobil melaju menuju kantor pusat tempat dimana Arkana bekerja.
Di usianya yang masih 25 tahun, dia sudah bekerja di perusahaan orang tuanya dan menjadi wakil dari ayahnya sendiri.
"Ayo," Arkana mengulurkan tangannya saat mereka sudah keluar dari dalam mobil.
Rania masih menatap gedung yang menjulang tinggi di depannya saat ini. Benarkan ini tempat kerja suaminya?
"Gue tau gue emang keturunan orang kaya cil, dans bentaran lagi lu jadi istri orang kaya. Jadi jangan kagum sama gue oke!" sumpah demi apapun Rania benar-benar tidak mengerti dengan maksud Arkana yang mengatakan hal seperti itu padanya.
"Udah ayo masuk! Gue mau meeting cil." akhirnya Rania ikut masuk bersama dengan Arkana yang menggandeng tangannya saat ini.
Apa yang di lakukan Arkana padanya menjadi pusat perhatian banyak orang. Apalagi para karyawan yang terang-terangan mencari perhatian padanya ikut bertanya-tanya siapa gadis yang bersama Arkana bos mereka. Setahu mereka Arkana memiliki kekasih bernama Rachel. Lalu kenapa ini beda lagi?
"Kenapa?" tanya Arkana melihat reaksi Rania yang berbeda.
"Malu, mereka liatin aku terus." jawab Rania seadanya.
"Bodo amat dah cil. Nanti gue bilang ke mereka buat jangan liatin elu. Lagian elu cantiknya kelewatan sih, makanya di liatin Mulu!" jawab Arkana yang membuat pipi Rania tiba-tiba saja terasa panas.
Melihat reaksi wajah Rania yang tersipu begitu membuat Arkana semakin bersemangat menggodanya. Sayang, waktunya mereka tidak banyak karena dia harus segera menghadiri meeting siang ini sebelum mereka pergi berbelanja keperluan untuk Rania nanti.
"Lu tunggu aja disini. Terserah lu mau buat apa. Gue meeting dulu oke!" ucap Arkana sambil mengelus puncak kepala Rania sebelum dia pergi meninggalkan gadis itu.
"Bye, cil." ucapnya lagi setelah itu benar-benar pergi meninggalkan Rania di ruangan kerjanya.
***
next my