Di masa lalu, Sheng Long adalah Kaisar Iblis Kuno terkuat yang pernah ada. Kekuatannya begitu mengerikan hingga seluruh ras bersatu hanya untuk satu tujuan—menyegelnya selamanya.
Menolak tunduk pada takdir, Sheng Long membelah jiwanya dan bereinkarnasi demi menghindari segel tersebut. Ia terlahir kembali sebagai putra Keluarga Shen, namun dengan harga yang kejam. Kekuatan masa lalunya tersegel, tubuhnya lemah, dan ia dicap sebagai tuan muda sampah yang sakit-sakitan.
Menganggap keberadaannya sebagai aib, keluarganya menikahkannya dengan seorang gadis sederhana yang tak memiliki latar belakang apa pun. Namun justru dari gadis itulah, Shen Long merasakan kehangatan dan ketulusan yang tak pernah ia miliki sebelumnya. Untuk pertama kalinya, ia merasakan arti kebahagiaan.
Sayangnya, kebahagiaan itu menjadi dosa di mata keluarganya.
Didorong oleh iri dan kebencian, mereka merebut gadis itu dari hidupnya. Tindakan kejam tersebut menghancurkan segel yang membelenggu jiwa Sheng Long. Kaisar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17: Pembataian massal
Ketakutan yang belum pernah dirasakan selama jutaan tahun kini mencengkeram jutaan makhluk dari aliansi berbagai ras. Melihat Dewa Tertinggi Yuan hancur menjadi debu, moral mereka runtuh seketika.
"Lari! Dia bukan lagi Kaisar Iblis, dia adalah perwujudan Kiamat!" teriak seorang Panglima Iblis sambil memacu binatang tunggangannya secepat mungkin menuju gerbang dimensi.
Shen Long menatap pelarian massal itu dengan mata merah yang berkilat tenang—ketenangan sebelum badai menghancurkan segalanya.
"Lari?" bisik Shen Long, suaranya merambat melalui getaran molekul udara hingga terdengar jelas di telinga setiap makhluk dalam radius ribuan mil. "Di hadapanku, ruang dan waktu adalah penjara kalian."
Shen Long merentangkan kedua tangannya. Sepuluh jarinya bergerak seolah sedang memainkan kecapi tak terlihat.
"Seni Terlarang: Jaring Laba-laba Kematian!"
Seketika, garis-garis energi hitam yang setipis rambut namun lebih tajam dari pedang tingkat dewa muncul, menjalar ke seluruh cakrawala. Garis-garis itu membentuk jaring raksasa yang mengunci seluruh atmosfer planet. Para kultivator dan makhluk suci yang mencoba menembusnya seketika terpotong menjadi ratusan bagian rapi sebelum mereka sempat menyadari apa yang terjadi.
Langit berubah menjadi hujan potongan daging yang tak ada habisnya.
Shen Long melesat ke tengah kerumunan Ras Siluman Kuno. Ia tidak lagi menggunakan pedang. Ia ingin merasakan setiap nyawa yang ia cabut dengan tangannya sendiri. Ia mencengkeram sayap naga suci yang mencoba terbang, lalu dengan satu tarikan kasar, ia merobek sayap itu hingga tulang belakang sang naga ikut tercabut.
Raungan kesakitan naga itu belum berhenti saat Shen Long sudah berpindah, menghantamkan kepalanya ke arah pasukan raksasa, membuat tengkorak-tengkorak mereka meledak hanya karena tekanan aura kepalanya.
"Serang dia bersama-sama! Kita masih punya jumlah!" teriak seorang tetua Ras Spiritual yang mencoba menyatukan energi jutaan muridnya.
Mereka membentuk formasi lingkaran, menembakkan jutaan sinar penghancur jiwa ke arah Shen Long.
Shen Long berdiri diam di tengah hujan serangan itu. Tubuh aslinya menyerap semua ledakan tersebut seolah itu hanyalah percikan air. Ia kemudian menarik napas dalam-dalam, dadanya membusung, dan ia melepaskan sebuah teriakan.
"RAAAUUUUGGGHHHH!"
Raungan naga purba meledak dari tenggorokannya. Gelombang suara yang terlihat secara fisik itu menghancurkan gendang telinga, organ dalam, hingga menghancurkan jiwa jutaan makhluk di depannya. Formasi mereka hancur berkeping-keping. Mereka yang berada di garis depan langsung menguap menjadi kabut darah, sementara yang di belakang terlempar menembus atmosfer hingga membeku di luar angkasa.
Shen Long mendarat di atas tumpukan mayat yang menggunung setinggi bukit. Ia mengambil kembali pedang Pembantai Surga yang kini bergetar hebat, kegirangan karena haus darah yang terpuaskan.
"Aku ingat wajah-wajah kalian," ucap Shen Long sambil berjalan pelan di atas genangan darah yang sudah menyerupai danau. "Kalianlah yang tertawa saat tubuhku dirantai ribuan tahun lalu. Kalian yang bersulang saat jiwaku dicabik-cabik."
Ia mengayunkan pedangnya secara vertikal ke arah bawah.
SLASH!
Daratan planet itu terbelah menjadi dua bagian besar. Magma dari inti bumi menyembur keluar, membakar jutaan prajurit yang masih mencoba bersembunyi di dalam gua-gua bawah tanah. Planet itu kini benar-benar menyerupai neraka yang sesungguhnya.
Penyiksaan berlanjut. Shen Long menangkap para pemimpin ras yang masih hidup, mengikat jiwa mereka dengan api hitam, dan memaksa mereka melihat seluruh kaum mereka dibantai habis di depan mata mereka. Ia membiarkan keputusasaan memenuhi udara, karena baginya, rasa sakit mereka adalah satu-satunya persembahan yang layak untuk mengenang Lin Er.
Hanya dalam hitungan jam, jutaan pasukan aliansi yang tadinya menutupi langit kini hanya tersisa tumpukan daging dan tulang yang tak bernyawa. Shen Long berdiri di puncak tertinggi dari gunung mayat tersebut, jubah hitamnya basah kuyup oleh darah dewa dan iblis.
Shen Long menatap telapak tangannya yang kini dipenuhi oleh esensi jiwa dari jutaan makhluk yang ia bunuh. Ia meremas udara, dan tiba-tiba seluruh planet yang sudah hancur itu mulai bergetar hebat, seolah akan meledak dari dalam.
"Satu dunia sudah habis... kini saatnya aku mendatangi rumah kalian masing-masing."