NovelToon NovelToon
Anne Dan Anna

Anne Dan Anna

Status: tamat
Genre:Teen / Cintapertama / Contest / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:269.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: tompealla kriweall

Dianjurkan membaca Novel TK berjudul Lelaki Berkacamata agar lebih paham jalan cerita novel berikut ini.

Annemie, biasa di panggil Anne. Dia adalah anak yang cerdas, ceria dan baik hati. Dia dibesarkan di panti asuhan sejak masih bayi. Entah dari mana asalnya.

Berbanding terbalik dengan Anna teman sebayanya di panti asuhan. Meskipun Anna juga anak yang cerdas tapi dia lebih pendiam dan juga perasa.

Seiring berjalannya waktu, banyak cinta yang datang dengan cara yang tidak biasa. Ada Alan, Larry, dan Dinda yang mengelilingi mereka membuat cinta menjadi lebih rumit. Apakah mereka masih akan bertahan sebagai saudara atau saling benci karena cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tompealla kriweall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab XXXI

Bolehkah aku bercerita

Pada dunia tentang rasaku

Tentang rinduku

Juga tentang semua cita dan cinta

Bolehkah aku bercerita

Pada mentari ,bulan, awan

Tentang gundah di dada

Tentang semua yang menjadi rahasia

*****

Awan tipis berarak di langit Jakarta. Membawa hawa panas pada setiap penghuni kota yang sedang beraktivitas. Membawa kegundahan rasa yang ingin segera mendapatkan kesejukan. Bukan hanya angin yang berhembus semilir, tapi juga kepastian hidup yang semakin tidak pasti di ibu kota yang katanya kejam ini.

Anna berjalan tanpa semangat. Dia hanya mengikuti langkah Anne yang sedari tadi terus bercerita tentang lomba yang dia ikuti pagi tadi bersama dengan Larry.

"Kamu tahu kan Ann, mereka semua... maksudku para peserta yang ikut serta rata-rata adalah anak-anak yang jenius dari berbagai sekolah unggulan!" Anne bercerita dengan antusias, sedangkan Anna mendengar tanpa memberikan komentarnya.

"Tadi ada peserta yang sangat manis tapi sedikit centil gitu. Eh... malah berani-beraninya menggoda Larry yang jelas-jelas sedang bersamaku!" Anne berkata dengan penekanan yang Anna sadari jika ini tidak seperti biasanya.

Sepanjang perjalanan pulang Anne terus bercerita. Berbeda dengan Anna yang diam. Dia malah melamun dengan apa yang tadi terjadi saat pulang sekolah dan menunggu Anne pulang dari keikutsertaan lombanya.

*****

"Kak, Dinda nebeng!" teriak Dinda dari tempat duduknya sendiri.

"Pulang sendiri saja!" jawab Alan tanpa menoleh.

"Ah... kakak jahat!" rengek Dinda kesal.

"Kakak ada perlu!" Alan memberikan alasan dengan menatap Dinda yang sudah terlihat sangat kesal.

"Jangan bilang mau nganter pacar bohongan ya!" Dinda sudah sangat kesal sehingga mulai mengancam.

Alan menoleh kearah Dinda dengan memicingkan mata. Dia terkejut dengan perkataan Dinda yang bisa menebak apa yang sebenarnya terjadi.

"Apa maksud kamu Dinda?" tanya Alan mencoba menguasai situasi dengan cepat.

"Kakak gak perlu bersandiwara deh. Dinda tahu kakak cuma pura-pura kan jadian sama Anna?" Dinda berkata tidak terima karena merasa dibohongi.

"Kakak tidak pura-pura?" jawab Alan cepat. Dia tahu apa yang akan terjadi setelah ini.

"Kakak jahat!" Dinda berkata dengan kesal dan menangis. Dia berlari keluar kelas tanpa menghiraukan teman-temannya yang lain.

"Sono susulan!" Alan memerintah teman-teman Dinda yang diam saja sedari tadi sebagai penonton.

"Kalian ikut tangung jawab dengan semua tingkah dia selama ini. Awas saja jika kalian tidak bisa menghiburnya!" Alan mengancam mereka semua. Dan dengan gerakan cepat semua teman-teman Dinda berhamburan mengejar Dinda yang sudah tidak terlihat lagi.

"Al, apa yang kamu lakukan? Dia sepupu kamu lho!" Anna merasa tidak enak hati karena masalah ini berhubungan dengan dirinya.

"Santai saja. Dinda hanya caper saja kok!" Perkataan Alan membuat Anna semakin tidak nyaman dengan situasi ini. Bagaimana besok dia harus menjelaskan pada Dinda, jika ternyata semua ini malah semakin mempersulit pertemanan dengan dirinya dan Dinda.

*****

"Ann...Anna!" Merasa ada yang memanggil namanya, Anna segera menoleh. Ternyata Anne sudah turun dari angkutan kota dan menunggu dirinya yang belum juga turun.

"Eh, maaf. Maaf pak!" Anna berkata dengan gugup sambil meminta maaf pada pak supir.

Anne mengelengkan kepalanya melihat tingkah saudaranya yang tidak biasanya seperti ini. Dia tidak tahu ada apa dengan Anna sekarang ini, tapi dia yakin ada sesuatu yang terjadi saat dia tidak bersamanya seharian tadi.

Bapak supir hanya tersenyum menanggapi permintaan maaf Anna. Setelah Anna turun angkutan kota tersebut segera melaju kembali, mengantar para penumpang dan juga menjemput penumpang yang membutuhkan jasanya.

"Kamu kenapa ann?" tanya Anne heran karena Anna berjalan tanpa menunggu dirinya. Padahal tadi dialah yang menunggunya turun dari angkutan kota.

"Eh, aku pikir kamu sudah jalan di depan!" Anna semakin terlihat aneh di mata Anne yang paham bagaimana sikap dan perilakunya selama ini.

"Aku tidak kenapa-kenapa kok!" kata Anna lagi karena melihat tatapan aneh yang ditujukan oleh Anne padanya.

"Kenapa?" tanya Anne pendek.

"Gak ada inne... sudah ayok!" Anna pun kembali ke tempat Anne yang masih berdiri di tempatnya yang tadi. Dia segera mengandeng tangan Anne untuk di ajak pulang segera.

"Kamu aneh Ann!" Anne berkata sambil berjalan mengikuti langkah Anna yang ada di sampingnya.

"Ada apa sih?" tanya Anne lagi karena merasa penasaran. Tapi jawaban yang di berikan Anna hanya gelengan kepala saja. Akhirnya Anne pun menyerah dan tidak lagi bertanya pada Anna.

*****

Mobil yang menjemput Larry sudah datang. Tadi dia kembali ke sekolah setelah selesai lomba bersama Anne. Tapi Anne tidak mau menunggu untuk dia antar dan langsung pulang begitu bertemu dengan Anna.

"Sorry boy lama!" Om Tio berkata begitu Larry masuk ke dalam mobil.

"Iya gak apa-apa om." Suara yang di keluarkan oleh Larry untuk menjawab permintaan maaf om Tio terasa aneh di dengar. Om Tio jadi memicingkan matanya memastikan jika apap yang dia dengar tidak salah.

"Ada masalah boy?" tanya om Tio tidak sabar menunggu Larry yang menjelaskan. Tapi Larry hanya diam tanpa ada keinginan untuk menjawabnya.

"Kalau di tanya itu di jawab boy, bukan malah mode diam yang di pake!" Om Tio berkata menyindir keponakanya yang memang sulit ditebak pikirannya. Tapi sepertinya Larry memang tidak ada keinginan untuk mengeluarkan suaranya.

"Ya sudah kalau gitu. Om gak ikut-ikutan ya!" Om Tio masih berusaha memancing agar Larry mau bercerita. Tapi sepertinya sia-sia saja usahanya itu. Justru Larry merebahkan senderan kursi mobil agar dia bisa memposisikan dirinya untuk tidur.

"Hah... serasa ngomong sama tembok saja aku ini." Dengan pelan om Tio bergumam mengeluarkan kekesalan yang sudah sering dia rasakan selama menjadi pendamping keponakanya ini.

Om Tio berpikir jika ini pasti masalah dua cewek yang sering mereka bahas atau bisa jadi soal lomba yang baru saja Larry ikuti.

"Apa kita perlu ke panti asuhan untuk membuka mulutmu boy?" Pancing om Tio dengan idenya yang aneh. Larry tampak menoleh tapi tak lama kembali pada posisi semula tanpa terpancing dengan perkataan om Tio.

"Ok, kita kesana sekarang!" kata om Tio memutuskan. Tapi ternyata Larry tidak juga mengeluarkan suara protes ataupun setuju. Tentu saja ini semakin membuat om Tio pusing dan tidak tahu harus berbuat apa.

"Kayak emak-emak komplek kehilangan jemuran saja sih om Tio ini!" Larry akhirnya mengeluarkan suaranya di tengah perjalanan menuju ke arah Pondok Aren. Sayangnya om Tio merasa di ejek dengan perkataan Larry yang memang tidak ada salahnya juga.

"Hehehe... kamu sih kayak orang bisu saja sedari tadi!" kata om Tio sambil tertawa kecil.

"Terus jadi gak ini ke panti asuhan?" tanya om Tio meminta pendapatnya.

"Om kan yang pengen ke sana?" tanya Larry berbalik menyerang perkataan om Tio. Dengan mata terbelalak om Tio menghentikan mobilnya secara mendadak karena perkataan Larry.

****Terima kasih masih setia. Pasti mampir balik meskipun sering telat 🙏✌️😍

1
Luciana Dwiningyad
lha kok sampe sekarang ga berlanjut, judul sama ceritanya ga nyambung
Dyah Oktina
lah... dgantung thor... kpn lanjut ceritannya..
Dyah Oktina
eh...iya... thor kla larry sdh curiga siapa adeknya knp ngak tes DNA aja.. dari pd penasaran & kelamaan kasihan mama yolanda
Dyah Oktina
yg pop tadi bukannya larry ya kok pop end nya jd alan ya thor???
TK
Kamu kapan ini Aku tulis lagi 🙊
triana 13
semangat kak
triana 13
lanjut
triana 13
like
triana 13
lanjut
triana 13
like
Restviani
lanjut
Restviani
maaf, baru bisa datang lagi
Restviani
gintani datang lagi yaaa...
lanjut...
Reo Ruari Onsiwasi
mampir lagi
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
done
🐾Ocheng🐾
hai, ocheng datang bawa Like👍semangat 💪
🐾Ocheng🐾
hadir bawa Like👍
👑Meylani Putri Putti
nyicil
👑Meylani Putri Putti
like selalu
👑Meylani Putri Putti
hadir kk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!