NovelToon NovelToon
IBU SUSU UNTUK DOKTER DUDA

IBU SUSU UNTUK DOKTER DUDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter / Romantis / Ibu susu / Ibu Pengganti / Duda / Romansa
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: syahri musdalipah tarigan

Maya Anita, seorang gadis berusia 16 tahun, harus menelan pahitnya kenyataan bahwa cinta remaja tidak selamanya indah. Di usia yang seharusnya dihabiskan di bangku sekolah, ia justru terjebak dalam pernikahan dini akibat hamil di luar nikah.

Demi menyambung hidup, Maya dipaksa bekerja keras di sisa-sisa tenaga kehamilannya yang sudah tua. Namun, takdir berkata lain. Sebuah insiden tragis membuatnya kehilangan bayi yang ia kandung di usia 9 bulan.

Dr. Arkan, seorang dokter spesialis kandungan yang tampan namun penyendiri, diam-diam memperhatikan penderitaan Maya melalui laporan perawat. Arkan adalah seorang duda yang menyimpan luka serupa. Istrinya meninggal saat melahirkan, meninggalkan seorang putra kecil yang sangat haus akan ASI.

“Aku mohon, bantu anakku. Tubuhmu memproduksi apa yang sangat dibutuhkan putraku untuk bertahan hidup,” pinta Arkan dengan nada penuh permohonan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syahri musdalipah tarigan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. Pendekatan Fadli alias Zavier

Angin sepoi-sepoi menerpa helai rambut Maya, memberikan kesegeran di tengah jam istirahat yang terik. Maya duduk tenang di kursi panjang, membuka kotak bekalnya. Aroma tumis brokoli dan udang segar membangkitkan selera. Ia mengunyah pelan, menikmati setiap suapan sambil memperhatikan beberapa murid yang berlarian di lapangan.

“Huf…huf…huf! Aduh, panas, panas!”

Suara berisik itu datang dari seorang pria yang mendekat dengan langkah terburu-buru. Zavier datang membawa semangkuk bakso yang uapnya masih mengepul tebal. wajahnya meringis menahan panas mangkuk di tangannya, namun matanya berbinar saat melihat Maya.

“Di kantin ramai sekali seperti pajak. Boleh, ya, aku numpang makan di sini?” tanya Zavier tanpa menunggu jawaban, langsung meletakkan bokongnya di kursi yang sama.

Maya hanya melirik sekilas dengan pipi yang masih menggembung karena makanan, lalu mengangguk kecil.

“Wah, bekalmu kelihatan enak sekali. Siapa yang masak?” tanya Zavier semangat. Belum sempat Maya menjawab, sendok Zavier sudah mendarat di kotak bekal Maya, menyambar sepotong udang dan brokoli.

Tanpa ragu, ia melahapnya. Maya terdiam, memperhatikan ekspresi wajah pria di sampingnya itu dengan heran.

“Hemmm! Lezat! Pasti ibu kamu yang masak, ya? Rasanya pas sekali di lidah,” puji Zavier dengan mulut yang penuh. Ia sengaja mengatakan itu untuk melihat ekspresi klien barunya itu.

Maya hanya tersenyum tipis dan menggeleng perlahan. Ia tidak ingin menjelaskan bahwa dialah yang memasak semua itu demi menjaga nutrisi tubuhnya.

“Kenalkan, aku Fadli. Pria macho pecinta keindahan. Buahahaha!” Zavier tertawa renyah, tawanya yang blak-blakan itu seolah menular ke udara.

Maya menatap Zavier cukup lama. “Kamu selalu terlihat bahagia, Fadli. Pasti kehidupanmu tidak sulit, ya?” ucap Maya pelan, membuat tawa Zavier perlahan meredup.

Zavier terdiam sejenak, lalu mengambil butiran bakso dengan garpunya. “Sesulit apa pun kehidupan yang aku jalani, kuncinya cuma satu, Maya. Hanya tersenyum. Kalau kita cemberut, galau, masalah tidak akan pergi.”

Ia kemudian mengarahkan garpu berisi bakso itu ke depan mulut Maya. “Aaa, ayo buka mulutmu. Aku ingin kau mencicipi bakso paling legendaris di kantin ini.”

Maya menggeleng cepat, “Tidak, aku tidak bisa.”

“Tenang saja, ini bukan bakso pesugihan, bukan bakso tikus, apalagi bakso daging manusia. Ini murni bakso sapi! Ayolah, tanganku sudah pegal nih,” desak Zavier dengan wajah memelas yang dibuat-buat.

Maya tak kuasa menahan tawa kecilnya, lalu akhirnya melahap bakso itu.

“Gimana? Enak, kan?” tanya Zavier semangat.

Maya meresapi rasa bakso itu sebelum menelannya. “Menurutku ada bahan yang kurang.”

“Masa sih?” Zavier langsung mencicipi sisa baksonya. “Enak kok, lidahku bilang ini sempurna.”

“Kamu suka bakso?” tanya Maya lembut.

“Suka! Sangat suka!” sahut Zavier dengan mata berbinar.

Di lorong yang tak jauh dari Maya dan Zavier duduk. Dina dan gengnya berjalan mendekat dengan wajah yang kusut. Pakaian mereka tampak sedikit berantakan dan basah, sisa hukuman membersihkan toilet.

“Eh, lihat. Bukannya itu Fadli?” bisik Azuza, suaranya terdengar lemas karena kelelahan.

“Iya, kenapa gadis miskin itu bisa kenal dengan Fadli?” sambung Fransiska dengan nada tidak suka.

Dina menghentikan langkahnya, menatap tajam ke arah bangku taman. “Cih, biarkan saja. Aku rasa Fadli sedang mencari mangsa baru untuk hiburannya,” ucap Dina ketus, namun matanya tidak lepas dari kebersamaan Zavier dan Maya.

Dina, lalu berjalan pergi dengan angkuh. Teman-temannya saling lirik penuh heran, lalu berlari kecil mengikuti langkah Dina yang terburu-buru.

***

Di posisi paling depan, seorang pria berwajah blasteran, Agung berdiri mematung. Matanya terpaku pada pemandangan di kursi taman, Maya yang sedang tersenyum tipis dan Zavier yang masih asyik dengan mangkok baksonya. Tangan kanan Agung mengepal erat di sisi tubuhnya, hingga buku-bukunya memutih.

“Gung, kenapa?” tanya Juan, salah satu temannya yang merasakan perubahan pada wajah Agung.

Nanda, teman satu lagi, menyipitkan mata mengikuti arah pandang Agung. “Apa kau juga mengincar anak baru itu? Cantik sih, tapi kelihatannya pendiam,” goda Nanda sambil menyikut lengan Agung.

“Tidak. Ayo lanjut,” sahut Agung dingin. Suaranya datar, namun ada nada tertahan di sana. Ia kembali melangkah, memutari sekolah untuk menuju kelas mereka, yang kebetulan rutenya harus melewati tempat duduk Maya dan Zavier.

Begitu langkah kaki Agung semakin dekat, percakapan antara Maya dan Zavier terhenti. Agung dan Zavier kini saling pandang dengan jarak beberapa meter. Meski bibir Zavier masih menyunggingkan senyum manis pada Maya, tatapan matanya saat beralih ke Agung berubah menjadi sangat tajam dan mematikan.

Sebaliknya, Agung membalas dengan tatapan dingin. Di antara mereka berdua, ada sebuah rahasia besar yang hanya mereka dua yang tahu.

Agung terus melangkah tanpa menoleh lagi, namun hatinya bergemuruh.

****

Bunyi bel sekolah yang nyaring memecah ketegangan di taman. Maya segera merapikan kotak bekalnya dan berjalan menuju kelas.

Di dalam kelas, Maya mengeluarkan buku pelajaran berjudul Fisiologi Manusia.

Di bangku lainnya, Agung duduk dengan posisi bersandar, namun matanya tak lepas dari punggung Maya. Pikirannya tidak tertuju pada pelajaran yang akan segera dimulai, melainkan pada teka-teki mulai terbentuk di kepalanya.

“Siapa sebenarnya kamu, Maya?” batin Agung gelisah.

Agung bukan siswa biasa, latar belakang keluarganya membuatnya memiliki akses informasi yang cukup luas. Ada dua nama besar yang kini tertanam di kepalanya, Dr. Arkan dan Zavier.

“Dr. Arkan,” gumam Agung nyaris tak terdengar.

Ia sangat tahu siapa Arkan. Seorang dokter spesialis kandungan yang sangat berintegritas dan dihormati. Arkan dan adiknya, Yudha, dikenal berbeda dari keluarga besar mereka yang gila kehormatan dan status.

“Setahuku, Arkan hanya fokus pada pekerjaannya dan putra kecilnya yang baru berusia tiga bulan. Apa mungkin Maya bekerja sebagai pengasuh Leon?”

Namun, kerutan di dahi Agung semakin dalam saat memikirkan nama kedua, Zavier. Zavier adalah pria yang lahir dan besar di dunia hitam. Zavier memang sempat berada di jalan yang lurus, namun kegilaannya membuatnya keluar dan kembali mengambil alih bisnis keluarganya yang mendunia. Kehadirannya di lingkungan ini bukan tanpa alasan. Zavier tidak pernah melakukan sesuatu tanpa keuntungan.

“Ba*jingan itu,” Agung mengepalkan tangannya di bawah meja. “Kedatangan Zavier ke sini sudah pasti ada misi tersendiri. Tapi apa hubungannya dengan gadis se-polos Maya? Apa Maya menjadi targetnya, atau justru Maya adalah kunci dari sesuatu yang sedang diincar Zavier?”

Agung melirik Maya yang sedang mencatat dengan tekun. Di matanya, Maya tampak seperti domba kecil yang sedang dikelilingi oleh serigala.

Di barisan paling belakang, Dina menyembunyikan ponselnya di bawah laci meja. Jemarinya menari lincah di atas layar, mengirimkan pesan kepada sosok yang selama ini dikenal sekolah sebagai Fadli, sang fotographer sekolah.

📨 “Tahu juga mana yang polos.”

Tak butuh waktu lama, balasan dari Zavier masuk. Ia masih duduk di kantin, menyeka sisa kuah bakso dari bibirnya dengan tatapan yang kini sedingin es.

📩 “Apanya yang polos?”

📨 “Aku lihat kau dekat dengan Maya. Apa gadis munafik itu target untuk pemuas nafsumu?”

Zavier menyandarkan punggungnya ke kursi kayu kantin. Senyum manisnya yang tadi ia tunjukkan ke Maya, digantikan oleh seringai tajam seorang pemegang takhta dunia hitam.

📩 “Hahaha, aku sedang memikirkan itu.”

📨 “Kalau kau ingin lebih dekat dengannya, aku bisa mengundangnya nanti malam ke pesat besar kita. Tapi jangan lupa, bawa pesanan yang aku katakan.”

Zavier menyipitkan mata. Ia tahu Dina bukan sekadar siswi popular, dia adalah perantara bisnis gelap, serta seorang mucikari muda di kalangan dunia elit.

📩 “Emang kau bisa mengundangnya?”

📨 “Tentu saja bisa. Tapi, kali ini bayaran untuk barangku gratis, ya?”

📩 “Tidak bisa. Kalau tentang bisnis, kau harus tetap membayarku. Soal Maya, itu baru urusanku.”

Dina menutup aplikasi pesan singkatnya dengan puas. Ia mendongak, menatap punggung Maya yang masih fokus mencatat penjelasan guru di papan tulis.

“Tanpa mengotori tanganku sendiri, kau akan tersingkirkan, Maya. Dan Agung, dia harus menjadi milikku,” gumam Dina dalam hati.

...❌ Bersambung ❌...

1
~~N..M~~~
Benar, cuci aja pakai pemutih😂😂🤣🤣
~~N..M~~~
enggak, sudah bener itu🤣
~~N..M~~~
Pingin ku tampar itu mulut si Shiti
~~N..M~~~
Bagus. walaupun berat, kau harus menentukan masa depanmu sendiri, Ar
~~N..M~~~
Bener-bener merinding plus campur haru. Akhirnya alm. Lily membuka jalan baru untuk arkan
~~N..M~~~
Iih, merinding aku bacanya.
Manyo
memang bia*dab ibu tirinya. dan yang lebih bi*adab para pria, tapi bukan aku.
Manyo
sih paling fiktor 🤣
Manyo
Miris kali kurasa masa lalunya
Lisa
Arkan udh lega nih karena alm.Lily udh memberi restu supaya dia membuka hati utk wanita lain
Chici👑👑
Vote melayang untuk mu kak
sari. trg: terima kasih kak/Smile/
total 1 replies
~~N..M~~~
Bibinya kayak makcomblang
~~N..M~~~
Jadi gak sabar gebrakan apa yang akan dibut arkan
Lisa
Bersyukur ibu & baby nya selamat..dokter Arkan benar2 dokter yg handal 👍
~~N..M~~~: Bener, kak. Serumit apa pun masalahnya, dia tetap profesinya.
total 1 replies
Sunaryati
Kejam amat Arkan
~~N..M~~~
Zavier lembutnya hanya pada Maya, dan korban lainnya.
~~N..M~~~
Waktu tidak sadar kau bilang tangguh. Enggak teciummu lagi laki laki yang gak mandi berhari-hari itu
Manyo
Hahahaha, belum gosok gigi kali
Manyo
tegas👍
Manyo
banyak bacot mamanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!