NovelToon NovelToon
Perfect Partner

Perfect Partner

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen School/College / Karir / Duniahiburan / Persahabatan / Kisah cinta masa kecil / Romansa
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: nowitsrain

Ketika teman baiknya pergi ke Korea untuk menjadi seorang idol, Sena mengantarkan kepergiannya dengan senang hati. Menjadi penyanyi adalah impian Andy sejak kecil, maka melepasnya untuk menggapai mimpi adalah sebuah keputusan terbaik yang bisa Sena ambil.

Setelah kepergian Andy ke Korea, mereka kehilangan kontak sepenuhnya. Sependek pengetahuannya, persiapan menjadi idol berarti merelakan waktunya banyak tersita untuk berlatih banyak hal. Jadi hari-hari Sena lalui tanpa rasa keberatan. Malah, tak lupa selalu diselipkannya doa untuk teman baiknya, semoga kelak berhasil debut dan menggapai cita-citanya.

Namun siapa sangka, kerelaan hati Sena itu pada akhirnya membawa jalannya sendiri untuk kembali bertemu dengan Andy sang teman baik. Di pertemuan setelah sekian lama, akankah Sena menemukan Andy masihlah sama dengan Andy yang dikenalnya sejak masa kanak-kanak?
Masihkah mereka menjadi perfect partner bagi satu sama lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nowitsrain, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Friday Night

Sena merasakan sapuan angin musim panas yang terasa hangat menerpa wajahnya, ketika ia sedang berjalan di sekitar sungai Han. Langit di pagi di atasnya tampak cantik, merupakan perpaduan dari beberapa warna yang tergradasi sempurna, dengan hamparan sungai luas di bawahnya. 

Sebagai seseorang yang menyukai suasana pagi yang tenang dan hangat, Sena akan dengan yakin menyebut dirinya morning person. Setiap kali mendapatkan kesempatan, Sena akan selalu bersemangat bangun lebih pagi, utamanya di musim panas. Dia suka mengajak Nan berjalan-jalan, dengan semburat matahari pagi menggantung di atas kepala.

Nan menyentak, membangunkan Sena dari lamunannya sendiri, membuatnya kemali fokus pada anjing kesayangannya yang tampak sudah tidak sabar untuk bermain di taman. Seperti anjing-anjing lain yang sudah terlatih, Nan menunggu sampai Sena memberi instruksi, baru akhirnya berlari ke taman dengan riang gembira. Sena memperhatikan Nan bermain dengan anjing-anjing lain, tidak luput juga menyapa para pemiliknya seakan memperkenalkan diri. 

Setelah beberapa lama membiarkan Nan berkeliaran sendiri, Sena mengeluarkan bola tenis dari saku dan mengangkatnya tinggi-tinggi. "Nan!" panggilnya.

Ketika Nan menoleh dan menyadari keberadaan bola di tangannya, anjing itu langsung berlari dan duduk di hadapannya, menatapnya dengan sorot mata memelas. Sena membiarkan Nan mengendus dan mengobservasi bola di dalam genggamannya lebih dulu, lalu melemparnya jauh agar Nan bisa berlari mengejarnya. Nan mengejar bola itu dan dengan cepat mengembalikannya kepada Sena, di mana Sena akan langsung melemparnya lagi. Itu dilakukan berkali-kali, hingga Nan lelah dan berhenti, duduk di sebelahnya dengan napas ngos-ngosan.

"Hahaha, anak manis," ujar Sena, mengusap kepala Nan.

Mereka beristirahat sebentar. Sena sempat mengambil foto Nan dan mengunggahnya ke Instagram. Kemudian, setelah berjalan-jalan lebih lama di taman, mereka memutuskan pulang. Di waktu itu, orang-orang sudah mulai bangun dan memulai aktivitas. Jalanan mulai sibuk, dan Nan mengamati setiap orang yang mereka lewati—sama seperti yang biasa Sena lakukan.

Saat mereka tiba di kompleks apartemen, Sena melepaskan leash di leher Nan, membiarkan anjingnya berlarian mendahuluinya menuju unit mereka. Nan patuh menunggu di depan lift, menanti pintu terbuka dengan ekor yang bergerak-gerak lucu.

"Ayo, Sayang!" seru Sena begitu pintu lift terbuka. Dua orang keluar, digantikan oleh Sena dan Nan yang menjadi satu-satunya penumpang yang naik.

Setibanya di unit, Hana ternyata baru bangun. Gadis itu sedang menyantap sereal di meja makan. Dia menyapa Sena dengan bibir setengah penuh, dan tangannya sibuk menggulir layar ponsel.

Sena membalas sekenanya, beralih mengisi mangkuk makan milik Nan dan Mala, kemudian minum air dingin dari dalam kulkas. Setelahnya, dia kembali ke ruang tamu, menjatuhkan tubuhnya ke sofa dan mengeluarkan ponselnya dari saku. Layar diketuk dua kali, dan Sena menemukan notifikasi dari Instagram. Seseorang, yang dengan melihat username-nya saja sudah membuat senyumnya terkembang, membalas story yang diunggahnya beberapa waktu lalu.

...its_andyy...

Hei, dia imut sekali

^^^Oh, jelas. Dia memang imut^^^

^^^By the way, kau stalking akunku ya?^^^

Hell no

Aku tidak sengaja melihat profilmu di recent searh, dan sadar kau baru saja mengunggah story

^^^Kurasa tidak^^^

^^^Kau memang terobsesi padaku, Andy. Mengaku saja^^^

Oh, aku ketahuan

^^^Haha terima kasih sudah jujur^^^

Hahaha

Kau ada kuliah hari ini?

^^^Iya, ada beberapa kelas^^^

^^^Apa kau sedang di ruang latihan sekarang?^^^

Tidak. Jadwalnya masih beberapa jam lagi

Good luck dengan kelasmu ya

^^^Iya, terima kasih^^^

^^^Good luck juga dengan latihanmu^^^

^^^Jangan lupa istirahat^^^

Siap

Kau juga

^^^Tentu ^^^

^^^Byeee^^^

Byeee

...****************...

Sena akan sangat sibuk hari ini. Selain menghadiri dua kelas dengan durasi yang panjang, dia juga akan pergi bersama Hana. Maka ia segera bersiap, memasukkan barang-barangnya ke dalam tas dan mengganti pakaian yang nyaman.

Hana sudah menunggunya di bawah, menggenggam kunci mobil di satu tangan dan tas di tangan yang lainnya. Mereka meninggalkan unit, turun ke garasi, kemudian masuk ke dalam mobil.

Selama perjalanan menuju kampus, mereka menyalakan radio dan ikut menyanyikan lagu-lagu musim panas yang terputar. Musim panas sebenarnya bukan musim favorit bagi Sena, terapi ia menyukai vibes yang ada ketika musim ini tiba. Orang-orang tampak lebih bersemangat, menjalani hari-hari seakan lebih penuh warna.

Kelas hari itu terasa lambat berjalan. Di kelas terakhir, mereka duduk bersama Dong-Soo, teman lain yang juga mengambil jurusan kedokteran hewan.

"Jaehoon ingin berkumpul malam ini," kata Dong-Soo, bisik-bisik agar tidak menarik perhatian dosen. Ia memainkan pulpennya seraya melirik ke arah dua gadis di sampingnya, menunggu respons.

Sena mengangguk perlahan. "Ya, boleh saja. Mumpung hari Jumat."

"Boleh," sahut Hana, seraya menuliskan sesuatu di buku catatannya. "Mau keluar atau di rumah saja?"

"Aku sih lebih memilih keluar," usul Sena. Tanpa bantahan, Dong-Soo dan Hana langsung setuju.

Diam-diam, Dong-Soo mengeluarkan ponselnya dari bawah meja, mengirim pesan ke grup chat yang berisi dua teman mereka lainnya. Tak lama kemudian, balasan dari Byunho dan Yuhwa masuk. Keduanya setuju untuk bergabung dengan agenda. Mereka akan memutuskan bersama, ke mana harus pergi setelah semua mata kuliah mereka selesai hari ini.

Byunho dan Yuhwa tidak ada di jurusan kedokteran hewan. Keduanya masing-masing mengambil jurusan Bisnis dan Psikolog, sehingga mereka tidak bisa sering berkumpul dengan yang lain. Jadi kapan pun ada waktu, mereka akan mengusahakan untuk ikut.

Sena bersyukur memiliki lingkup pertemanan yang positif. Mereka sudah saling mengenal untuk waktu yang cukup lama, melewati masa-masa sulit maupun senang bersama, dengan penuh pengertian terhadap satu sama lain.

Malam itu, mereka memutuskan pergi ke sebuah kelab di pusat kota Seoul. Sena dan Hana berangkat bersama, janjian untuk bertemu dengan yang lain langsung di tempat. Sena segera berlari menghampiri Yuhwa dan memeluknya, lalu melakukan hal yang sama pada Byunho. Bersama-sama mereka masuk ke dalam kelab, dan langsung disambut dentuman keras dari musik yang diputar meriah.

Mereka berjalan menuju meja bar dan memesan minuman. Satu ronde dilaksanakan, diiringi sorakan riang kala merasakan sensasi hangat menjalar ke seluruh tubuh. Minuman-minuman lain dipesan setelahnya. Gelas-gelas diangkat, mereka bersulang atas nama persahabatan. Riuh tawa mengelilingi meja mereka. Kehangatan datang bukan hanya dari alkohol yang meresap ke sel-sel tubuh, tetapi juga interaksi dan perhatian mereka terhadap satu sama lain.

Setelah cukup menenggak minuman, mereka pindah ke lantai dansa. Kelimanya menari bebas, tapi tetap saling memperhatikan. Itu adalah janji yang selalu mereka tepati. Tidak boleh ada yang terpisah. Tidak boleh ada yang diganggu oleh orang lain, dan mereka harus saling melindungi.

Sena tak kuasa menahan tawa kala Yuhwa dan Byunho mulai berlagak seperti sedang berduet, menyanyikan lagu yang tengah diluar oleh disk jockey. Sementara Dong-Soo dan Hana, keduanya bahkan terbahak-bahak lebih parah, sampai nyaris terjatuh ke lantai.

Malam itu, bersama empat kawannya, Sena merasa hatinya kembali penuh.

Bersambung....

1
Zenun
jiaelah babang
nowitsrain: 😁😁😁😁😁
total 1 replies
Zenun
🥺🥺🥺🥺🥺🥺
Zenun
teman yang lebih dari teman🤭
Zenun
benarkah begitu😁
Zenun
setuju dengan Andy sih
Zenun
waduh
Zenun
bisa bahasa qalbu😁
Zenun
dan teman-temannya Andy datang
Zenun
Kirain Andy menjaga jarak
Zenun
mungkin Andy jadi canggung karena dia sebenarnya hanya menganggap teman😁
Zenun
Kasihan kamu Andy😄
Zenun
benarkah begitu? 😁
Zenun
kayanya mereka kompak mau mngerjaimu, Andy
nowitsrain: Andy yang malang
total 1 replies
Zenun
kalau begitu kredit aja
nowitsrain: No no ya
total 1 replies
Zenun
weh, gak mau jagain mereka😁
nowitsrain: Wkwk ditinggal biar berduaan
total 1 replies
Zenun
hayoloooo
Zenun
bisa main bareng lagi ya Sena😁
nowitsrain: Yoyoyy.. Bersama mengguncang dunia
total 1 replies
Zenun
akankah pertemanan itu akan berubah menjadi asmara?
nowitsrain: Jeng jeng jeng
total 1 replies
Zenun
Nah, coba saran Hana ini
nowitsrain: Oraitt
total 1 replies
Zenun
Mungkin sebenarnya Andy ngeh, tapi lagi mengingat-ingat kaya kenal muka tapi lupa nama😄
nowitsrain: Wkwk bisa juga
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!