NovelToon NovelToon
Who Is My Husband

Who Is My Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak / Pernikahan Kilat
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: sky tulip

Nella sudah jadi istri, ini ajaib.
Tidak terima dan kecewa adalah kesan pertama tapi, karena ini keputusan keluarganya ia harus terima dengan terpaksa dan siapa suaminya sekarang Nella sama sekali tak kenal.
Kehidupannya berubah drastis saat memilih menerima suaminya menjadi sah untuk dirinya bersamaan dengan rasa kecewa itu.
Selama waktu berjalan Nella akhirnya tahu suami yang menikahi dirinya bahkan seluruh kekurangannya adalah orang yang sama sekali tak pernah Nella bayangkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sky tulip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Maila kalah

"Nyonya?" Shinta membawa sesuatu di tangannya. Bau sesuatu keluar dari bungkusan pink dengan emoti meringis itu.

"Kamu bawa apa?" Tunjuk nya dengan sorot mata ke arah bungkusan di tangannya.

"Oh ini makanan ringan Nyonya, saya belum makan siang apa Nyonya mau ikut makan, saya beli porsi besar?"

Menawarkan dengan wajah berharap kalo Nella mau makan bersamanya.

"Oh yaa, boleh?" Anggukan kepala Shinta. Keduanya makan bersama di ruang tengah dan sesekali Shinta merasa kalo nyonya bersikap aneh kadang-kadang.

"Rujaknya enak, kamu beli dimana shin?"

"Oh ini langganan biasa."

Shinta kadang merasa kalo Nyonya Kayla datang kadang ia datang seperti seorang ibu dari putranya atau mertua dari Nyonya Nella tapi, hari ini seperti seorang ibu untuk mereka. Sebenarnya bukan urusan Shinta juga kenapa ia juga kepikiran.

Tiba-tiba Nella bangun dari duduknya mengambil dua air dari kulkas dan duduk kembali.

"Kenapa anda tidak meminta saya saja nyonya?"

Tersenyum Nella membukakan untuk Shinta dan dirinya.

"Yaa gak apa lah lagian juga kita makan bareng kenapa sih santai aja, oh iya Shinta kamu kan pengawal pasti kamu tahu sesuatu tentang bos kamu?"

"Bos?"

"Iyaa! Shinta... Javier pasti pernah jajan diluar atau dia pasti pernah pergi sama perempuan lain atau dia pernah nyebut nama Maila atau apapun."

Sambil dengar sambil berekspresi berpikir.

Sebenarnya Shinta berusaha terlihat bodoh tapi, ia juga berpikir kalo nyonya nya sedang mencari tahu sesuai, jajan yang di maksud adalah bermain celup di barkan ya. Nyonya Nella memang mencintai Tuannya sepertinya, cintanya yang besar disini Nyonyanya bukan Tuannya, wah indah sekali ya hubungan mereka berdua.

Beda kenyataan kalo Shinta tau yang sebenarnya.

Nella menepuk bahunya.

"Eh iyaa nyonya, menyebut nama Maila? Pernah tapi itu saat Nyonya bertemu dengannya di taman itu dan saya di minta untuk menjaga anda dari orang bernama Maila itu, sudah tidak ada lagi."

Nella menarik nafas dan menghelanya pelan, percuma sepertinya.

***

Masalah itu tidak datang sendiri ia datang kalo gak di jemput yaa gak di sengaja, Nella sekarang nyari masalah dan mengundang Maila bertemu dengannya di salah satu resto mencari tahu tentangnya dulu beberapa hari sebelum bertemu.

Mungkin memang dunia damai tidak datang pada Nella dengan mudah karena Nella sukanya hanya dengan masalah.

"Kau mengundangku? Nyonya Javier?" Maila duduk di hadapan Nella sambil bersikap tenang cantik bahkan terlihat kalo dia sangat tahu apa yang akan Nella bicara kan dengannya.

Nella tersenyum.

"Kamu kenapa meninggalkan Javier, harusnya kalian yang bersama kenapa kamu juga mengugurkan kandunganmu, bukannya kamu bisa gunakan itu menarik perhatian Javier?"

Maila sedikit kaget dengan ucapan blak-blakkan Nella yang sebenarnya ia tahu itu sejak kapan sih, perasaan semuanya sudah di bungkam oleh keluarga besarnya.

"Aku tidak menyukainya, aku harus menyingkirkannya, walaupun itu anak tidak berdosa yang ada dalam rahimku." Berbisik malu tapi, Nella bisa lihat kalo Maila mengatakannya dengan sangat mudah.

"Yaa yaa.. Kau memang jahat, kau tahu Maila... Aku sepertinya datang ke kehidupan Javier dan melihat kalian kasihan."

"Sialan, kau kira aku suka di kasihani, apa lagi itu darimu, kau tidak perlu mengungkit itu kenapa kau mau bertemu denganku?"

Terkekeh Nella sedikit meminum kopi latenya dan mengelap bibirnya dengan tisu.

"Aku hanya mau lihat dirimu dan ternyata memang belum berubah, tadinya jika sikapmu tidak seperti tadi aku punya ide untuk menyatukan kalian lagi. Dari pada Renata yang ada di posisi mu sebelah Javier, hem?"

Terkekeh bahkan tambah keras hingga jadi suara tawa yang membuat beberapa orang menoleh. Tawanya terpaksa dan mengejek Nella.

"Kau serius, kau tidak menangis darah kau bahkan tak punya keberanian itu, kau ragu dengan semua yang ada di sekitarmu bahkan ragu dengan Javier, kau itu juga munafik Nella, bahkan lebih bodoh dari yang aku duga."

Nella tersenyum kecil. Bagaimana Mak lampir munafik ini menilainya munafik padahal ia pernah menjadi pembunuh, yaah memang gila untuk melangkah dan berdiri di posisi Maila.

"Yaa kau anggaplah aku seperti itu, kau sengaja cerai tidak terhormat dari suamimu lalu mengugurkan kandungan dengan sengaja lalu menjadi model lalu menggoda suami orang dan kau bertemu dengan suamiku pun kau sepertinya memang sudah menginginkannya sejak awal, rencanamu berjalan lancar terus yaa, aku kagum."

Maila terdiam.

"Kau bahkan tidak bisa menandingi ku Maila. Anggapanmu aku memang bodoh tapi, jika aku pun tidak mencintai Javier aku jelas tetap akan mengurus anak itu jika aku memang mengandungnya, kita tak sama dan kau yang lebih bodoh buruk rupa sifatnya bahkan predikat pembunuhan berencana pun sudah kau pakai di belakang namamu, karir yang cemerlang menutupinya... Sepertinya kau mulai bosan, oh yaa aku sudah membayar semuanya kau bisa makan dan habiskan aku takut kau tak menggoda lagi di mata suami orang."

Wajah Maila sudah merah marah matanya sudah membuang pandangan kearah lain ia merasa sumpek sekarang, sialan ia tidak tahu kalo Nella bisa berani bicara lancar hal yang membuatnya sangat malu, Maila kira ia perempuan yang baik yang memikirkan perasaan orang lain atau mengutamakan kebahagiaan orang lain.

Sepertinya memang ia harus melihat siapa lagi lawannya mudah sekali terbaca tapi, saat berhadapan langsung sialnya kalah bicara Maila.

Nella sudah pergi dan tidak terlihat dari hadapannya.

Tiba-tiba seorang anak SMA mendekatinya sambil membuka topi membaliknya kebelakang dan satu lagi anak kuliahan yang tiba-tiba mengambil makanannya.

"Kau sama seperti Renata."

"Iyaa dia bodoh ya kak!"

"Kalian saudari Javier, Kanaya dan Kalinya, kalian sialan!" Berdiri Maila menatap keduanya yang asik makan tak menganggap ucapan Maila.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!