Sejak bapaknya seolah tidak lagi mempedulikannya, dia mulai berpetualang di luar rumah. Dia mencari teman-teman yang bisa mengisi hari-harinya yang kosong.
Hanya Jono, supir keluarga mereka yang masih peduli padanya. Namun kepedulian Jono tidak cukup, dia merasa harus mengenal dunia luar yang tampaknya lebih berwarna.
Akhirnya dia terjerumus ke dunia gelap. Apakah Agni akan berhasil keluar dari kegelapan itu?
Saat dia akhirnya memutuskan untuk menikah dengan seorang Bos Preman dia sudah senang karena tidak lagi harus melayani laki-laki lain, namun ternyata suaminya itu kerap mengabaikannya. Bagaimana akhir kisah cinta Agni? Ikuti terus kisahnya hanya di "Cinta Tak Bertuan".
Visual ada di episode 27 🙏
Selamat membaca!
Follow me on IG: @tomsonsilalahi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Murka
Penjaga itu datang dengan muka ditekuk ke bawah, dia melihat lantai yang ada di bawah, dia melihat kakinya melangkah semakin maju menuju Victor yang sudah menunggunya di ruang tamu.
“Pak!” Penjaga itu tidak berani memandang wajah Victor.
“PLAK!” Victor menampar wajah penjaga yang ketakutan itu.
“Maafkan saya, pak?” penjaga itu minta maaf, dia sudah tahu kesalahannya.
“Mengapa saya harus memaafkanmu?” Victor bertanya dengan nada tinggi pada penjaga itu.
Penjaga itu tidak menjawab, dia masih tertunduk saja, dia bahkan tidak berani memegang wajahnya yang perih karena tamparan Victor yang keras itu.
“Jawab!” Victor membentak. Penjaga itu mundur selangkah.
Penjaga itu jarang-jarang melihat Victro marah, namun sekali marah, Victor bisa sangat tidak berperasaan, dia akan menghajar siapa saja yang melawan padanya.
“Mengapa kau biarkan perempuan itu keluar dari rumah ini?” Victor kembali berteriak.
Penjaga itu masih terdiam, tidak menjawab, tidak bergerak sedikitpun, dia bergeming.
Baca juga: Zora's Scandal (Lihat pada profil) 😎
“Maaf, pak!” Akhirnya penjaga itu mengeluarkan suaranya.
“Maaf kenapa? Pertanyaanku belum kau jawab sedikitpun!” Victor masih membentak, suaranya menggelegar.
“Aku yang memintanya untuk membairkan Agni pergi dari sini, aku sudah mencoba menahannya, tetapi dia tidak mau, dia sudah menyerah katanya, dia tidak tahan pada sikapmu padanya!” Mbo Ratih muncul, dia tidak mau penjaga gerbang itu dimarahi sedemikian rupa oleh Victor, bukan salah dia, hanya saja Mbo Ratih memintanya untuk membiarkan Agni pergi dari rumah itu.
“Tidak tahan bagaiman?” Victor melihat ke arah Mbo Ratih yang datang dari belakang.
“Kau tidak bisa bersikap sesukamu lagi sekarang, kau harus mengerti perasaan orang lain, apalagi dia adalah istrimu sendiri, dia sedang hamil, tidak pantas kau perlakukan demikian, Victor!” Mbo Ratih memberi wejangan pada Victor, seperti ibu memberi wejangan pada anaknya yang beranjak dewasa.
“Kau bisa pergi dari sini!” Victor tidak mau penjaga itu mendengar apa yang disampaikan Mbo Ratih padanya, dia tidak mau ada seorang pun yang melihat Mbo Ratih sedang memberinya wejangan.
Penjaga itu meninggalkan mereka berdua di sana, Mbo Ratih dan Victor, masih dengan takut-takut dan ragu.
“Apakah dia mengadu padamu?” Victor menatap Mbo Ratih.
“Tentu saja dia mengadu, hanya aku tempat dia mengadu di rumah ini, dia mencoba mengadu padamu, tapi kau tidak pernah memberikan kesempatan padanya!” Mbo Ratih mengingatkan Victor yang terlalu cuek pada Agni, istrinya sendiri yang sedang mengandung anaknya.
“Jadi, apa yang harus aku lakukan?” Victor dengan tatapan memohon petunjuk pada Mbo Ratih.
“Kau carilah dia, dan bujuk, berjanjilah kalau kau tidak akan melakukan apa-apa yang akan melukai perasaannya, kalau aku lihat dari caranya bertahan selama beberapa bulan di sini, dia sangat menyukaimu, sebenarnya, tetapi kau tidak pernah menunjukkan hal itu padanya, kau malah melakukan hal-hal sebaliknya!” Mbo Ratih memegang tangan Victor.
“Baiklah, aku sendiri yang akan mencari dia sekarang!” Victor mengangguk kecil pada Mbo Ratih, tanda keseriusannya kali ini.
“Jangan sekarang, biarlah dia tenang dulu di sana, di manapun dia berada, besok baru bisa kau jemput dia, kau tahu dia akan ke mana kan?” Mbo Ratih menggenggam lebih erat tangan Victor.
“Iya, mbo, aku tahu dia di mana sekarang!” Victor sangat yakin denga napa yang dipikirkannya.
“Kalau begitu, berjanjlah untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak baik lagi!” Mbo Ratih mengingatkan Victor, lagi-lagi seperti orang tua sedang memberi nasihat pada anak mudanya.
Jangan lupa like, komen dan share cerit ini, danke...
nambah dukungan 👍👍👍
jadi agni klu boleh saranin sih,bertemulah ma polisi tampan itu siapa tahu dia adalah sandaranmu kelak 😁🤭✌️
.penasaran bngt