NovelToon NovelToon
Ketulusan Yang Nyata

Ketulusan Yang Nyata

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Percintaan Konglomerat / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:202
Nilai: 5
Nama Author: dtf_firiya

Freya Rodriguez seorang wanita cantik anggun dan dewasa dijodohkan oleh orang tuanya dengan pria misterius yang dingin bahkan tak seorangpun tau kehidupannya dengan jelas. Pria itu bernama Pablo Xander seorang pria yang hidup sendirian setelah kakeknya meninggal, kakeknya menjodohkan dia dengan freya yang mau tak mau harus menurut karena kakeknya adalah kesayanganya.

_
Tanpa disadari mereka berdua telah saling mencintai satu sama lain setelah pertemuan pertama. Freya yang menerima semua kekurangan Pablo begitupun sebaliknya membuat mereka berdua sangat bahagia dengan keluarga kecilnya bersama dengan anak Pablo yang selama ini di rahasiakan dari publik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtf_firiya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dante's destruction

Kehancuran Dante Valerius tidak datang seperti ledakan bom yang berisik; ia datang seperti air pasang di malam hari—sunyi, dingin, dan mematikan. Di dunia elit New York, kekuasaan tidak selalu diukur dari siapa yang paling keras berteriak, melainkan dari siapa yang memegang kendali atas aliran oksigen keuangan. Dan bagi Dante, Kakek Alan dan Joice Rodriguez baru saja menutup semua katup oksigen tersebut.

...----------------...

Dante Valerius duduk di kantor penthouse-nya yang menghadap ke arah Chrysler Building. Di meja depannya, tiga ponsel pintar bergetar hampir bersamaan. Ia masih mengenakan setelan jas sutra Italia seharga sepuluh ribu dolar, namun keringat dingin mulai membasahi kerah kemejanya.

Laporan pertama operasionalnya: "Tuan, Bank of Manhattan baru saja membekukan lini kredit untuk proyek Waterfront. Mereka menyebut adanya 'peninjauan risiko mendadak' atas instruksi dewan direksi."

Laporan kedua dari pialang sahamnya: "Saham Valerius Holdings merosot 15% dalam pembukaan pasar. Ada aksi jual besar-besaran yang terkoordinasi. Seseorang membanjiri pasar dengan saham kita, Dante. Kita sedang digerogoti dari dalam."

Dante melempar gelas kristalnya ke dinding. Ia tahu siapa pelakunya. Ia pikir ia bisa memeras Pablo dan Freya dengan rahasia Nael, namun ia lupa bahwa menyerang seorang Rodriguez berarti mengundang seluruh kekuatan dinasti untuk menghancurkannya.

...----------------...

Sementara Dante panik di kantornya, Joice Rodriguez duduk dengan tenang di ruang rapat pribadinya. Di depannya ada lima layar monitor yang menampilkan grafik merah yang menukik tajam—grafik kekayaan Dante Valerius.

Joice tidak bekerja sendirian. Ia telah menghubungi tiga mitra strategisnya di London dan Hong Kong. Dengan satu perintah singkat, Joice menarik semua deposito besar keluarga Rodriguez dari bank-bank yang terafiliasi dengan proyek Dante. Di dunia perbankan, penarikan dana dari keluarga Rodriguez adalah sinyal kematian.

"Dante pikir dia bisa bermain catur dengan kita," gumam Joice kepada sekretarisnya. "Dia lupa bahwa kitalah yang memiliki papannya."

Joice kemudian melakukan panggilan telepon yang paling mematikan pagi itu. Ia menghubungi Jaksa Wilayah New York, seorang pria yang kariernya dibantu oleh donasi keluarga Rodriguez selama bertahun-tahun.

"Jim, aku punya dokumen menarik tentang penggelapan pajak di anak perusahaan Valerius Holdings di New Jersey," ucap Joice dengan nada bicara seperti sedang memesan kopi. "Kirimkan tim auditmu sekarang. Aku ingin kantornya digeledah sebelum jam makan siang."

Serangan Kakek Alan: Sang Patriark yang Tak Kenal Ampun

Jika Joice adalah algojo finansial, maka Kakek Alan adalah pemegang palu keadilan yang sesungguhnya. Kakek Alan tidak tertarik pada sekadar uang; ia ingin menghapus nama Valerius dari daftar elit New York.

Alan mengundang para pemegang saham mayoritas dari konsorsium properti yang bekerja sama dengan Dante ke mansionnya. Di meja jati itu, ia tidak menawarkan negosiasi. Ia menawarkan pilihan: "Putuskan hubungan dengan Dante Valerius hari ini, atau kalian tidak akan pernah lagi mendapatkan kontrak dari proyek pembangunan infrastruktur Rodriguez-Xander di seluruh Pantai Timur."

Satu per satu, pria-pria berkuasa itu menandatangani surat pemutusan hubungan kerja. Mereka tahu bahwa berdiri di sisi Dante berarti bunuh diri secara profesional.

"Dante adalah pemuda yang sombong," ucap Alan kepada rekan-rekannya. "Dia mengira informasi adalah kekuasaan. Dia tidak sadar bahwa di New York, kekuasaan adalah tentang siapa yang tetap berdiri ketika semua lampu dimatikan."

Konfrontasi Terakhir: Di Ambang Kehancuran

Pukul dua siang, Dante Valerius sedang mengemasi barang-barangnya secara terburu-buru. Tim FBI dan auditor pajak sudah berada di lobi kantornya. Sirene polisi terdengar menggema di jalanan bawah.

Tiba-tiba, pintu kantornya terbuka. Bukan polisi yang masuk, melainkan Pablo Xander.

Pablo berjalan masuk dengan ketenangan yang menakutkan. Ia menatap Dante yang kini tampak kacau, rambutnya berantakan dan matanya merah karena kurang tidur.

"Kau pikir kau bisa menggunakan putraku sebagai alat pemerasan, Dante?" suara Pablo begitu rendah, hampir seperti bisikan predator.

"Kau menghancurkanku, Pablo! Kau dan mertuamu yang gila itu!" teriak Dante, suaranya pecah. "Hanya karena seorang anak kecil? Kau mempertaruhkan segalanya hanya untuk bocah itu?"

Pablo mendekat, mencengkeram kerah baju Dante dan menariknya hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa inci. "Bukan hanya untuk Nael. Tapi untuk Freya. Kau mencoba menghina istriku di depan umum. Di duniaku, itu adalah hukuman mati bagi kariermu."

Pablo melepaskan cengkeramannya dan melemparkan sebuah dokumen ke meja Dante. "Itu adalah surat sita atas penthouse-mu dan kapal pesiarmu. Semuanya sudah berpindah tangan ke yayasan amal yang dikelola Freya. Kau tidak punya apa-apa lagi, Dante. Bahkan nama belakangmu sekarang tidak lebih berharga daripada sampah di trotoar."

Satu jam kemudian, Dante Valerius digiring keluar dari gedungnya sendiri dengan tangan diborgol. Puluhan jurnalis yang sebelumnya ia undang untuk "mengungkap skandal Xander" kini justru memotret wajahnya yang tertunduk malu.

Kehancurannya lengkap. Bukan hanya secara finansial, tapi secara sosial. Di New York, tidak ada yang lebih mematikan daripada dikucilkan oleh keluarga Rodriguez dan Xander secara bersamaan.

Malam itu, suasana di mansion Pablo jauh lebih tenang. Berita tentang penangkapan Dante dan kebangkrutan Valerius Holdings menjadi selingan di televisi, namun Pablo segera mematikannya. Ia tidak ingin kebencian itu masuk ke dalam rumahnya.

Kakek Alan dan Joice datang untuk makan malam kecil. Mereka duduk di ruang tengah, menyesap wiski terbaik seolah-olah hari ini adalah hari kerja biasa, bukan hari di mana mereka baru saja menghapus satu dinasti saingan dari peta.

"Kau melakukannya dengan baik, Joice," ucap Kakek Alan, mengangkat gelasnya.

"Aku hanya menyelesaikan apa yang Freya mulai semalam, Daddy," jawab Joice dengan senyum tipis.

Freya masuk ke ruangan, menggendong Nael yang sudah mengenakan piyama. Nael tampak mengantuk, kepalanya bersandar di bahu Freya.

"Apakah semuanya sudah selesai?" tanya Freya lembut, menatap Pablo.

Pablo berdiri, menghampiri istrinya, dan mengecup keningnya. "Sudah selesai, Freya. Dante tidak akan pernah bisa mengganggu kita atau Nael lagi. Dia sudah menjadi masa lalu."

Kakek Alan memanggil Nael untuk mendekat. Ia mengambil sebuah jam tangan saku antik dari kantongnya dan memberikannya kepada bocah itu.

"Nael, ingatlah hari ini," ucap Alan dengan suara berat namun penuh kasih. "Hari ini keluargamu membuktikan bahwa tidak ada yang boleh menyentuh salah satu dari kita. Dunia mungkin luas, tapi tempat teraman bagimu adalah di balik nama Rodriguez dan Xander."

Nael menerima jam itu dengan mata berbinar. Ia mungkin belum mengerti tentang margin keuntungan, likuidasi aset, atau penggeledahan FBI, tapi ia mengerti satu hal: ia memiliki orang-orang yang akan melakukan apa pun untuk menjaganya.

Kehancuran dan Kebangkitan

Kehancuran Dante Valerius menjadi pelajaran bagi seluruh New York. Selama berminggu-minggu, orang-orang membicarakan betapa cepatnya sebuah kerajaan bisa runtuh jika mencoba mengusik privasi keluarga Rodriguez.

Namun bagi Pablo dan Freya, ini bukan tentang kemenangan atas musuh. Ini tentang pembersihan. Dengan hilangnya Dante, tidak ada lagi bayang-bayang yang menyelimuti pernikahan mereka. Rahasia Nael bukan lagi senjata bagi musuh, melainkan identitas yang dibanggakan.

Pernikahan yang awalnya direncanakan sebagai strategi bisnis kini telah ditempa melalui api konflik dan pengkhianatan. Hasilnya adalah ikatan yang jauh lebih kuat dari baja. Di bawah kepemimpinan Kakek Alan dan dukungan strategis Joice, Pablo dan Freya kini berdiri sebagai pasangan paling berkuasa di New York, bukan karena harta mereka, tapi karena kesetiaan mereka yang tanpa syarat.

Malam itu berakhir dengan keheningan yang damai di mansion Xander. Di luar, kota New York terus bergerak, namun di dalam, sebuah keluarga baru saja memenangkan perang terbesar mereka—perang untuk melindungi kebenaran dan cinta mereka.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!