NovelToon NovelToon
Kebangkitan Sang Maharani Bodoh

Kebangkitan Sang Maharani Bodoh

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Ruang Ajaib / Sistem / Time Travel / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Sejak kecil, Shen Yuhan, sang putri mahkota, telah ditinggalkan orang tuanya. Ketiadaan kasih sayang dan pendidikan yang layak membuatnya tumbuh menjadi gadis yang polos, naif, dan mudah dibodohi. Ia hanya tahu bersenang-senang dan menghabiskan waktunya dengan para pria. Alhasil, saat ia diangkat menjadi Maharani, ia tak lebih dari boneka yang dikendalikan oleh para menteri dan pejabat licik yang haus kekuasaan.
Satu-satunya orang yang tulus mencintainya adalah suaminya, Mu Liu. Namun, sang pangeran kelima ini harus hidup dalam bayang-bayang luka perang besar yang membuat tubuhnya cacat dan lumpuh. Penampilannya yang buruk membuat Yuhan tak pernah meliriknya, apalagi membalas cintanya.
Semua berubah ketika seorang pembunuh bayaran dari abad ke-21, yang dikenal kejam dan tak kenal ampun, tiba-tiba terbangun di dalam tubuh Shen Yuhan. Roh aslinya telah tiada, digantikan oleh jiwa yang dingin dan mematikan.
Kini, dengan kecerdasan dan kekuatan barunya, sang Maharani boneka itu bangkit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MAHARANI 15

"Hamba membawakan sup bunga plum yang biasa hamba buatkan untuk Anda. Hamba sangat merindukan Anda, Yang Mulia."

Yuhan duduk di kursi kebesarannya, sementara Mu Lian yang sudah berpakaian rapi namun masih di kursi roda, keluar dari balik tirai dan mengambil posisi di samping Yuhan.

Zao Yun tersentak melihat kehadiran Mu Lian. "Pangeran Kelima... Anda juga ada di sini?"

"Ini adalah kamar istriku, Tuan Zao Yun. Di mana lagi aku harus berada?" tanya Mu Lian dengan suara yang sangat dingin, auranya yang setingkat Tian Di menekan Zao Yun hingga pria itu gemetar.

Zao Yun mencoba tetap tenang. Ia mengangkat mangkuk supnya. "Yang Mulia Maharani, minumlah sup ini selagi hangat. Ini sangat baik untuk menenangkan pikiran Anda."

Yuhan menatap mangkuk sup itu. Sup Penunduk, eh?

"Tuan Zao Yun," panggil Yuhan dengan nada manis yang dibuat-buat. "Kau sangat baik padaku. Tapi aku baru saja makan besar bersama Pangeran. Kenapa kau tidak meminumnya sendiri di hadapanku? Anggap saja sebagai tanda kesetiaanmu karena telah membuatkan sup ini dengan susah payah."

Wajah Zao Yun seketika memucat. "T-tapi Yang Mulia... ini khusus untuk Anda..."

"Minumlah," perintah Yuhan, kali ini suaranya sekeras es yang pecah. "Atau aku akan menganggap sup ini beracun dan akan memenggal kepalamu sekarang juga."

Mu Lian menatap Yuhan dengan rasa kagum yang tak terselubung. Ia menyadari bahwa Maharani-nya bukan lagi mangsa, melainkan pemburu yang paling berbahaya di istana ini.

Zao Yun menatap mangkuk sup di tangannya dengan tangan yang gemetar hebat. Ia tahu betul apa isi di dalamnya. Jika ia meminumnya, ia akan kehilangan kesadaran dan mungkin mengungkap semua rahasia Shen Bo. Tapi jika tidak meminumnya, pedang pengawal istana sudah menantinya.

"Kenapa diam saja, Zao Yun? Bukankah kau sangat mencintaiku?" tanya Yuhan sambil tersenyum kejam.

Mungkin sekali meminum racun ini tidak akan berakibat apapun. Setelah ini aku harus meminta penawarnya kepada pangeran kedua.

Zao Yun meminum sup itu dalam sekali teguk, dayan pelayan mengambil mangkok yang telah kosong tersebut.

Suasana di kamar tidur utama Istana Chiangnang mendingin seketika. Mu Lian menatap Zao Yun dengan tatapan yang bisa membekukan air, sementara gundik itu hanya menunduk dengan senyum simpul yang memuakkan di bibirnya. Mu Lian tahu betul siapa Zao Yun seorang penjilat yang menggunakan wajah tampannya untuk mengeruk kekayaan kerajaan, seorang parasit yang bekerja di bawah bayang-bayang Pangeran Kedua.

"Yang Mulia," suara Mu Lian berat, penuh dengan nada keberatan. "Hamba rasa tidak bijaksana membiarkan orang ini tetap di sini di saat Anda masih dalam masa istirahat."

Shen Yuhan mengalihkan pandangannya dari nampan sup ke arah suaminya. Tatapannya tidak lagi lembut seperti saat mereka berciuman tadi. Sorot matanya kini tajam, berkilat seperti mata pedang yang baru saja diasah, dingin dan tak tertembus.

"Kembalilah ke istanamu, Pangeran Lian. Istana Chengmeniang menunggumu," ucap Yuhan dengan nada datar namun penuh penekanan.

"Tapi Yang Mulia... orang ini..."

"Aku ingin menghabiskan waktu dengan Tuan Yun," potong Yuhan, suaranya naik satu oktaf, memberi isyarat bahwa perintahnya tidak bisa diganggu gugat. "Jangan membuatku mengulangi perintahku dua kali, Pangeran."

Mu Lian terdiam. Dadanya sesak oleh campuran rasa marah dan kecemburuan yang tak beralasan. Ia mengepalkan tangannya di atas pangkuan, merasakan denyut tenaga dalam Tian Di yang mulai stabil di tubuhnya. Dengan berat hati, ia memutar kursi rodanya.

"Baik, Yang Mulia. Hamba mohon pamit kembali ke istana," ucap Mu Lian kaku. Ia pergi meninggalkan ruangan itu tanpa menoleh lagi, meski hatinya tertinggal di balik tirai sutra Chiangnang.

Setelah pintu tertutup rapat dan hanya menyisakan Yuhan serta Zao Yun, suasana mendadak berubah menjadi lebih santai setidaknya bagi Zao Yun. Pria itu segera melangkah mendekat, menunjukkan senyum manis yang selama ini selalu berhasil meluluhkan hati Yuhan yang lama.

"Yang Mulia, Anda pasti sangat lelah setelah berurusan dengan menteri-menteri tua yang membosankan itu," rayu Zao Yun. Dengan gerakan gemulai, ia berlutut di depan kursi santai Yuhan dan mulai memijit kaki sang Maharani dengan lembut.

"Hamba mendengar kabar burung bahwa Anda baru saja mengeluarkan harta karun dari gudang pribadi. Ah, hamba sangat khawatir, Yang Mulia. Di luar sana banyak orang jahat yang ingin mengincar harta Anda. Jika Anda berkenan, hamba bisa membantu menjaganya... atau mungkin Anda butuh sesuatu yang baru untuk mempercantik istana ini?"

Yuhan menyandarkan kepalanya, matanya terpejam seolah menikmati pijatan itu. Namun, di balik kelopak matanya, pikirannya bekerja dengan sangat dingin. Ia mengikuti setiap langkah drama yang dilakukan Zao Yun. Ia tahu pria ini sedang mencoba memancing informasi tentang emas-emas batangan yang ia bawa dari dimensi ajaib.

"Benarkah begitu, Yun? Kau sangat mengkhawatirkanku?" tanya Yuhan pelan.

"Tentu saja, Yang Mulia! Nyawa hamba adalah milik Anda," sahut Zao Yun, jemarinya kini mulai merayap ke arah pergelangan kaki Yuhan, mencoba menunjukkan keintiman.

Tiba-tiba, tangan Yuhan bergerak secepat kilat. Ia mencengkeram dagu Zao Yun dengan kekuatan yang tidak terduga, memaksa pria itu untuk mendongak dan menatap langsung ke matanya yang kini menyala penuh ancaman.

"Dengar baik-baik, Tuan Yun," desis Yuhan. Cengkeramannya begitu kuat hingga Zao Yun meringis kesakitan. "Aku paling tidak suka dengan pembohong. Dan aku jauh lebih tidak suka jika ada orang yang merasa cukup pintar untuk membohongiku."

Wajah Zao Yun seketika memucat. Bedak di wajahnya tak mampu menyembunyikan keringat dingin yang mulai muncul. "A-ampun Yang Mulia Maharani... hamba... hamba tidak mungkin berani berbohong kepada Anda..."

"Bagus. Pastikan itu tetap seperti itu. Karena jika aku menemukan satu saja duri di balik lidahmu, aku akan memastikan lidah itu tidak akan pernah bisa bicara lagi," Yuhan melepaskan dagu Zao Yun dengan kasar, membuat pria itu terjerembap ke lantai.

"Sekarang pergi. Aku ingin beristirahat sendirian. Aku tidak butuh teman tidur malam ini," perintah Yuhan dingin.

Zao Yun ingin memprotes, ingin menggunakan rayuan terakhirnya untuk tetap tinggal, namun melihat aura membunuh yang keluar dari tubuh Yuhan, nyalinya menciut. Ia segera berdiri, merapikan pakaiannya yang berantakan, dan mundur dengan terburu-buru. "B-baik Yang Mulia. Hamba mohon pamit."

Setelah Zao Yun pergi, Yuhan memijat keningnya yang terasa pusing. Tekanan dari ritual penyembuhan Mu Lian dan sandiwara politik seharian ini mulai menguras energinya.

"Keluar," ucap Yuhan tiba-tiba ke arah sudut ruangan yang gelap. "Sampai kapan kau mau bersembunyi di sana?"

1
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
siapa ini?? jangan bilang itu paksu 🤔🤭
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
pantesnya disiksa ini orang dicambuk terus di kebiri 😤😠
𒈒⃟ʟʙc🏘⃝Aⁿᵘᴍɪss_dew 𝐀⃝🥀 ♉: nanti jadi Kasim donk🤭🤭🤭
total 1 replies
☠🤎3Gˢ⍣⃟ₛ
semoga pangeran ke-lima yang melesat menyelamatkan Yuhan dan Shen lan melihat sendiri klo suami kakaknya gak lumpuh lagi
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
hukum cambuk aja sih si zao yun biar jadi peringatan buat yang lain 😶
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
miskinkan aja ini menter, copot dari jabatannya terus suruh hidup susah di wilayah perbatasan
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
jahat banget euy siapa sih yang lakuin ini 😶
𒈒⃟ʟʙc🏘⃝Aⁿᵘᴍɪss_dew 𝐀⃝🥀 ♉: aduhhh euu🤣🤣🤭
total 1 replies
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
wakakaa biar diemin dulu aja tuh anak songong 😂
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
wakakaa kalau maharani ngomel iyain aja udah 🤫😂
☠🤎3Gˢ⍣⃟ₛ
duhhhh kurang banyak cikguuuuu ahhhh jadi makin ingin lihat wajah wajah kesal Han Tan , Shen Bo dan 'tikus ' ini sepertinya Zao Yun 🤔🧐
@Mita🥰
wuhaaaa ....🤣🤣🤣🤣
ˢ⍣⃟ₛ ɾҽƈƙʅҽʂʂ
Kaget gak tuh Shen Bo, Han Tan cs? kaget pasti😅 zonk. mksd hati mau ngeprank ternyata kena prank sendiri.
ˢ⍣⃟ₛ ɾҽƈƙʅҽʂʂ
Bagus Shen Lan, klu gak gitu, Lian gak ngerasa tertantang. Mang sepantasnya pendamping Yuhan harus sepadan.
@Mita🥰
wah cari mati yang merusak bibit kentang
☠🤎3Gˢ⍣⃟ₛ
wah sepertinya ada yang sabotase itu pasti orang orang suruhan pangeran kedua dan perdana menteri Han Tan harus tetap tenang lapor ke pangeran ke-lima atau Maharani aja cepat
ˢ⍣⃟ₛ ɾҽƈƙʅҽʂʂ
haiss baca bab ini jadi senyum sendiri 😅 klu Lian udah sembuh pasti mereka jadi pasangan yg serasi memimpin istana. Lian juga GK ngerasa insecure sama Yuhan.
☠🤎3Gˢ⍣⃟ₛ
adohhhh ini pangeran keempat nih gak asik ahhhh jadi ambyarrr kan harusnya romantisan gak jadi deh 🤭😆😆
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
laaah ganggu aja 😌 udah biar aja sih 🤫
𒈒⃟ʟʙc🏘⃝Aⁿᵘᴍɪss_dew 𝐀⃝🥀 ♉: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/ adik kesayangannya itu...
total 1 replies
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
waaah hebaaat 💪💪💪
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
udah langsung aja hukum dia 😶
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
hmmm apa ada racun atau peletnya 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!