NovelToon NovelToon
Higanbana

Higanbana

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Supernatural / Contest / Pembunuhan / Tamat
Popularitas:158.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Pipit Otosaka

SEASON 6!

*Diwajibkan melihat seluruh deskrip, sebelum baca, ehe ^^

SINOPSIS:
Dennis dan teman-temannya pergi mengunjungi kampung halaman Mizuki sekaligus ingin berlibur di sana. Tak jauh dari rumah Mizuki, mereka menemukan rumah kecil di dalam hutan yang sudah tidak ditempati dan terdapat banyak bunga Lycoris Radiata, atau yang sering disebut oleh orang Jepang sebagai bunga Higanbana.

Bunga itu terlihat indah. Tapi yang membuat heran adalah kenapa bunga itu bisa mekar sebelum waktunya?

Tak hanya itu, salah satu dari mereka tiba-tiba jatuh sakit dan mulai saat itu, kematian aneh yang diakibatkan oleh bunga tersebut kembali bermunculan dan meneror satu desa. Bunga tersebut memang memiliki makna kematian, tapi tidak sebenarnya bisa menyebabkan kematian ketika menyentuhnya. Sebenarnya apa yang terjadi pada bunga tersebut?
=============================

GENRE LENGKAP: Horor, misteri, supranatural, teen, romance, gore, action

COVER: ORIGINAL BUATAN AUTHOR!

JADWAL UPDATE: SETIAP HARI!! (Kalau up-nya bolong", positif thinking aja authornya sibuk ya :v)

[ PERINGATAN! Novel ini mengandung unsur kekerasan, pertumpahan darah, pembunuhan yang berlebih (gore). Yang tidak nyaman dengan hal itu, disarankan untuk membaca novel lain. ]

IG: @pipit_otosaka8

Terima kasih telah mampir ^^

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pipit Otosaka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 31– Sebuah Pertanda

Mizuki menguncir rambutnya jadi model ponytail. Lalu setelah itu ia membawa tas selempangnya dan berjalan cepat ke arah genkan atau koridor depan rumah. Di sana, ia mengambil sepatunya lalu pergi ke luar rumah.

Namun setelah membuka pintu, ia terkejut dengan kehadiran kakaknya di depan sana. Ternyata Natsuki baru saja pulang dan ia langsung minta makan pada Mizuki. Tapi Mizuki ingin kakaknya mengambil makan sendiri karena ia ingin pergi ke suatu tempat sekarang.

Mendengarnya, Natsuki jadi ingin mengantar Mizuki dengan alasan untuk menemaninya karena di jalan sendirian itu berbahaya. Apalagi untuk seorang wanita.

Mizuki menghela napas, lalu mengangguk. Ia memperbolehkan kakaknya untuk ikut dengannya tapi harus cepat sekarang. Tanpa bersiap-siap pun Natsuki langsung ikut dengan Mizuki saja. Tapi sebelum pergi, Mizuki memanggil Sachiko sejenak.

Setelah adiknya datang, Mizuki ingin Sachiko menjaga rumah sebentar dan juga jaga teman-temannya. Ia tidak akan pergi terlalu lama.

Sachiko mengangguk paham dan ia akan melaksanakan tugasnya. Tapi ada satu hal yang ingin Sachiko beritahu. "Onee-chan! Kalau aku bawa teman-teman ke rumah boleh, ga?"

"Oke dah, tapi jangan sampai berantakin rumah."

"Oke, Yeay!" Sachiko terlihat sangat senang. Lalu setelah itu, Mizuki dan Natsuki pun pergi. Setelah mereka pergi, Sachiko mengunci pintu depan lalu kembali ke belakang untuk bermain dengan teman-temannya. Ternyata mereka semua sudah datang.

Di luar rumah saat perjalanan menuju ke kereta, Natsuki yang penasaran pun bertanya, "Sebenarnya kita mau ke mana?"

"Membuntuti Dian." Jawab Mizuki dingin. Nada bicaranya membuat Natsuki merinding, tapi juga sangat senang.

...****************...

"Eh? Mizuki pergi juga?" tanya Dennis setelah ia mendengar info dari Sachiko. Sachiko hanya mengangguk. Lalu ia mengajak teman-temannya untuk bermain di luar rumah dan menyerahkan tanggung jawabnya ke teman-temannya Mizuki saja.

Adel ingin ikut dengan Sachiko karena bermain dengan anak-anak yang manis sepertinya akan menyenangkan. Tak lupa juga ia mengajak Yuka untuk ikut bersenang-senang.

Mereka semua tidak keberatan kalau hanya menjaga rumah Mizuki. Jadi biarkan saja. Tapi sekarang, setelah kenyang makan pagi, mereka kembali bosan karena tidak ada aktivitas yang lain. Kecuali dengan si kembar. Mereka selalu sibuk dengan ponselnya sendiri.

Merasa bosan juga dengan buku yang dibacanya, Yuni pun menutup buku itu lalu menghela napas panjang. Ia meregangkan badan karena merasa pegal telah duduk bersandar di tembok dengan waktu yang lama.

"Penghuni rumah ini sedang pergi, ya?" tanya si pendiam Yuni setelah ia bosan dengan bukunya dan memutuskan untuk bergabung dengan temannya.

"Ah iya. Tapi aku tidak tahu mereka pergi ke mana." Jawab Dennis.

"Katanya, kakaknya Mizuki ikut dengannya, ya?"

"Eh, iya kah? Sachiko tidak bilang begitu."

"Aku merasa aneh dengan orang itu." Gumam Yuni. Karena sekarang orangnya sedang tidak ada, mungkin waktunya ia memberitahu kesimpulannya tentang Natsuki yang sudah ia curigai selama ini.

"Eh, ada apa?" tanya Rei.

"Natsuki tidak suka dengan kedatangan kita. Ia selalu mengawasi kita entah karena apa tujuannya." Jawab Yuni.

"Dari mana kau tahu?"

"Aku suka membaca isi hatinya. Dia mengetahui banyak tentang Higanbana, tapi ia masih belum tahu soal ciri-ciri orang yang terkena racun dari rumah itu. Dari awal, dia berusaha untuk mencegah kita agar tidak ikut masuk ke markasnya yang di hutan. Rumah tua itu adalah ... tempatnya merencanakan sesuatu yang aneh.

"Lalu dia juga ... berteman dengan makhluk tak kasat mata." Yuni menjelaskan tanpa melirik ke lawan bicaranya. Tapi sebelum melanjutkan, tiba-tiba saja seseorang jatuh dari atap rumah dan mendarat tepat di halaman depan engawa.

Orang itu ternyata adalah si Xio. Dia tertawa setelah jatuh dan tidak mengeluh sakit apapun. Tapi Setelah ia kembali berdiri, Dennis yang cemas mencoba untuk memeriksa keadaannya. "E–eh, kau baik-baik saja?"

"Hehe ... Xio ceroboh lagi." Ia memasang wajah konyolnya dengan disengaja, lalu melirik ke arah mainannya, yaitu Jenga. Setelah menyentuh mainan itu, ia jadi teringat dengan hukumannya.

"Oh iya! Xio belum lari keliling lapangan sebanyak sepuluh kali, ya?"

"Eh? Kenapa kau mau melakukan itu?" tanya Rei heran.

Sebelum menjawab, seketika Rashino menghentikan permainannya dan membentak Xio. "Ah! Iya itu. Kau kembali karena ingat dengan hukumanmu, ya? Sekarang ayo mulai saja! Aku tidak mau kalau hanya kau saja yang tidak menerima hukumannya."

"Hehe iya. Makanya Xio kembali ke sini untuk menerima hukuman itu. Aku sudah menepati janjiku. Berlari adalah kegiatan yang menyenangkan." Xio mulai melakukan hukumannya. Tapi tidak di lapangan dan hanya di depan pagar Mizuki saja. Ia berlari melingkar dengan luas tiga meter dengan senangnya. Seperti biasa, anak itu selalu terlihat ceria.

Dennis yang memperhatikan larinya Xio hanya bisa tersenyum. Lalu tak lama ia bergumam, "Sepertinya hanya dia saja yang menerima hukuman dengan bahagia."

"Eh? Sebenarnya apa yang kalian lakukan saat aku tidak ada?" tanya Rei heran. Tentu ia tidak tahu karena ia tidak ikut bermain Jenga tadi.

"Kami hanya memainkan permainan milik Xio untuk menghilangkan kebosanan saja. Yang kalah harus dapat hukuman." Jawab Dennis. "Termasuk Xio. Dia kalah soalnya."

"Oh, lalu yang menang siapa?" tanya Rei lagi.

"Si Zain yang menang. Dia keren banget bisa bertahan sampai akhir dan mengalahkan semuanya."

"Oh ya ngomong-ngomong soal Zain ... ke mana dia sekarang?" tanya Cahya. Semuanya juga baru menyadari kalau Zainal tidak ada di dekat mereka.

Karena khawatir, Dennis pun masuk ke rumah untuk mencari Zainal. Di ruang tamu tidak ada, di dapur tidak ada. Ternyata Zainal ada di kamar. Ia terlihat sedang memegang ponsel dengan posisi di pojokan membelakangi pintu. Dennis menduga pasti dia sedang bicara dengan Ethan lewat teleponnya. Kalau gitu, biarkan saja. Ia tidak mau ganggu dan kembali ke halaman belakang.

Namun nyatanya, Zainal menggunakan ponselnya itu untuk memukul-mukul seekor tikus yang temukan sampai mati. Tatapan matanya kosong dan tanpa ekspresi. Lalu setelah tikus itu mati, ia langsung menggigit kepalanya dan memakannya.

Setelah kepalanya habis, ia langsung memasukan tubuh sisah si tikus ke mulutnya. Lalu berdiri kemudian membuka jendela dan melompat keluar. Ia tidak berhasil mendarat dengan kaki dan malah mendarat menggunakan punggungnya.

Ia kembali bangun terduduk lalu mengelus-elus punggungnya karena merasa sakit. Tak lama ia sadar kalau mulutnya sedang mengunyah sesuatu dan rasanya tidak enak. Dengan cepat ia memuntahkan isi mulutnya dan terkejut karena ia baru saja mengoyak badan tikus dengan giginya.

Zainal yang terkejut pun teriak, lalu pergi mencari air untuk membersihkan mulutnya. Dennis dan yang lainnya mendengar suara teriakannya itu. Arahnya dari samping rumah Mizuki dan langsung saja mereka menuju ke sana.

Namun sebelum Dennis dan teman-temannya, Zainal sudah lebih dulu muncul. Ia masih panik dan berusaha untuk mencari air. Tak hanya itu, dirinya pun merasa mual dan ingin muntah. Jadi dari halaman belakang Mizuki, Zainal naik ke engawa dan langsung berlari menuju kamar mandi untuk mengeluarkan isi perutnya.

" ... hah ... hah ... apa yang ... aku lakukan?" batin Zainal heran. Ia menyentuh kepalanya yang sedikit pusing, lalu kembali memuntahkan semua yang ia makan di toilet. Lalu langsung menyiramnya. Kemudian kembali berdiri. "Aku merasa tidak enak badan. Ada sesuatu yang bergerak di kepalaku. Tapi apa?"

"Zainal ... kau baik-baik saja, kan?"

Dennis mendadak muncul dan mengejutkannya. Karena kaget, Zain langsung menepis tangan Dennis yang ingin menyentuhnya lalu membentak, "Jangan suka muncul tiba-tiba!!"

Dennis tersentak lalu mundur ke belakang sedikit menjauh dari Zainal. Ia meminta maaf sambil mengelus-elus tangan kanannya dan menundukkan kepala.

"Eh, tidak. Itu ..." Zainal tidak berniat untuk membentak Dennis. Mendadak emosinya meningkat tadi. Ia tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya. Semenit sekali seperti ada yang mengendalikan tubuhnya. Tapi untuk sekarang, Zain masih bisa menahan dirinya.

"Kau sakit lagi, Zain?" Cahya bertanya dengan nada lembut. Ia tidak ingin membuat Zain ketakutan.

Zain hanya menjawab kalau dirinya baik-baik saja. Hanya pusing sedikit. Tapi ia tidak menceritakan soal tikus yang ia makan tanpa sadar. Jadi hanya itu saja jawabannya. Tak lama juga, tubuhnya kembali seperti semula. Tidak mual lagi dan kepalanya pun kembali membaik.

"Yakin tidak apa-apa?" tanya Cahya lagi.

"Iya tidak apa-apa. Mungkin karena masuk angin." Ia mengangguk. "Maaf selalu membuat kalian cemas." Kemudian ia berjalan mendekati dapur dan mengambil segelas air lalu meneguknya. Lagi-lagi air itu terasa enak dan satu gelas saja tidak cukup. Ia pun kembali minum air bening segelas lagi.

Rei sedari tadi hanya diam saja, tapi terus memerhatikan tingkah Zainal. Akhir-akhir ini sikapnya agak berubah dan hal itu membuat Rei sedikit mencurigainya.

...****************...

Hari menjelang sore, tapi Akihiro dan Mizuki masih belum kembali. Teman-temannya terus menunggu mereka sampai makan malam. Sekarang juga, Cahya memulai masak lebih awal untuk malam nanti karena tidak ada yang membantunya.

Namun saat pukul lima sore, mereka mendengar suara pintu depan terbuka dan ucapan kedatangan Mizuki pun terdengar. Ia melepas sepatunya, lalu berjalan cepat menuju kamar tanpa menyapa orang di rumah yang sudah menunggunya.

Tak lama setelahnya, Akihiro juga pulang. Dengan tergesa-gesa seakan sedang mengejar Mizuki sedari tadi. Saat sampai di rumah pun, ia membuka sepatu dengan asal lalu berteriak memanggil Mizuki dan ikut masuk ke kamar.

Teman-temannya yang terkejut melihat kedua pasangan itu langsung berdiri, tapi tidak berani untuk mendekati kamar yang baru saja dimasuki dan ditutup oleh Akihiro. Mungkin karena urusan pribadi suami istri, mereka tidak akan ikut campur dan memilih untuk menjauhi kamar itu.

Saat Dennis dan yang lainnya pergi ke ruangan lain, Natsuki akhirnya datang lewat pintu. Wajahnya terlihat senang dan sesekali ia tertawa kecil, lalu bergumam, "Inilah ... moment yang kutunggu-tunggu."

*

*

*

To be continued–

1
Apriyan_Claymore280401
Cahya sama natsuki malah sibuk sendiri, padahal keadaan nya sedang tegang malah adu bacot🤣🤣🤣
Apriyan_Claymore280401
Dian masih sempet sempetnya melawak,sok buat rencana tau nya peta yang di bawanya aja salah.bikin ngakak🤣🤣🤣
dunia cerita
yaampun Dennis anak mu itu ingin ku bejek bejek rasanya
Mpit
Luar biasa
Karci Deka
ya bagus
Anak Emak
udah update nih
Dark Black
novel baru bulan januari tanggal berapa thor?
Mpit: 15 Januari
total 1 replies
Rosi
novel nya ada di apk apa kak author, penasaran mo baca yang collab antara Dennis dan Derrel soalnya karakter favorku
Mpit: tetep di sini,, ga pindah ke mana",, cuma nanti January mulai liris
total 1 replies
Rita Rahimah Bintang
novel si anonim ap judul ny. biar baca
Mpit: cek aja ke profilnya yang [ Anonim ]
total 1 replies
Aulia Lia
novel baru yeey(≡^∇^≡)
Alinnn
cakep cakep banget yak😌
Hyuka
terus chara berambut putih siapa? rada lupa
Mpit: ooh Alex itu,, ga masuk dia :v
total 3 replies
Hyuka
Dennisnya kagak reinkarnasi
Hyuka: :| Si Alam
total 2 replies
.SAID.
End juga akhirnya, gak yangka kak dennis bakalan pergi 😭😭😭.

di tunggu novel selanjutnya nya kak pipit, tetap semangat 💪💪💪
bian: Tetap mengharapkan denis ber rengkarnasi dari awal😭😭
total 2 replies
nata
Uda end?
Mpit: iya...
total 1 replies
♛ɢɪɴᴢᴢ☠♛
anak kls 5 SD pacaran 🤦🏻‍♀️🤣🤣🤣🤣🤣
♛ɢɪɴᴢᴢ☠♛: dasar bocil 😭🤣
total 2 replies
Mr.XXX
Update lagi thor penaran selanjutnya.Tetap semagat ya bikin karya karyanya!
Mr.XXX: iya sama sama thor
total 2 replies
Lely
wah like pertama ternyata😁
Mpit: nice ~
total 1 replies
.SAID.
Bawang bertaburan, auah 😭😭😭. akhirnya tamat juga novel, saya harap cerita selanjutnya Brian jadi tokoh utamanya .


Kak Dennis kau ialah pelawan yang sebenarnya. kau bisa menyimpan rasa sakit di relung hatimu, kau kuat untuk menerima takdir. kau ialah pahlawan sebenarnya 😭😭😭😭


Hiks... hiks... hiks... 😭😭😭😭


biasa akhir cerita menyenangkan, kali ini berbeda 😭😭😭
Angel Poerba
sedih😭😭😭Dennis udh pergi untuk selamanya
Angel Poerba: masih lanjut kk ?
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!