NovelToon NovelToon
Kontrak Dua Minggu

Kontrak Dua Minggu

Status: tamat
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Wanita Karir / Tamat
Popularitas:152
Nilai: 5
Nama Author: kikyoooo

Marisa Sartika Asih sedang berada di titik terendah hidupnya. Dalan satu hari, ia kehilangan pekerjaan dan batal menikah karena tunangannya, Bara, berselingkuh dengan sahabatnya sendiri. Ditengah keputusasaan dan jeratan kebutuhan biaya rumah sakit ibunya di kampung, Marisa bertemu dengan Dalend, seorang Pria asing yang misterius.

Dalend menawarkan sebuah kesepakatan tak terduga. Marisa cukup berpura-pura menjadi pasangannya di depan keluarganya selama dua minggu hingga satu bulan. Imbalannya adalah uang tunai sebesar 50 juta rupiah. Terdesak oleh gengsi dan kebutuhan ekonomi, Marisa pun dihadapkan pada pilihan sulit antara harga diri atau jalan keluar instan dari keterpurukannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikyoooo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 20 (part 2) END

"Besok adalah urusan asistenmu. Malam ini adalah urusan kita," Dalend menuntun Marisa ke area outdoor restoran, sebuah teras yang menghadap langsung ke gedung-gedung pencakar langit Jakart

Di sana, sebuah meja kecil telah ditata ulang. Hanya ada satu lilin yang menyala di tengahnya. Cahaya kota terpantul  di mata Dalend, menciptakan pemandangan yanh membuat napas Marisa tertahan.

"Dulu, di panggung Angkasa Raya, aku memberimu cincin safir itu sebagai bagian dari sandiwara," Dalend memulai,  suaranya terdengar emosional.  Ia merogoh saku jasnya dan mengeluarkan sebuah kotak kecil beludru berwarna biru tua.

Marisa merasakan jantungnga berdegup kencang. "Dalend..."

"Waktu itu, aku bilang itu adalah trofi keberanianmu. Tapi malam ini, aku ingin menggantinya dengan sesuatu yang  lain," Dalend membuka kotak itu. Di dalamnya terdapat sebuah cincin berlian dengan potongan emerald yang jernih dan elegan. Tidak mencolok, namun sangat berkelas.

Dalend berlutut di depan Marisa. Kali ini bukan di bawah lampu sorot pesta mewah, tapi di bawah sinar rembulan Jakarta yang jujur.

"Marisa Sartika Asih. Kamu adalah wanita yang mengubah pria manja yang hanya tahu cara membuang uang menjadi pria yang mengerti arti perjuangan. Kamu adalah anchor-ku, pelabuhan terakhirku. Aku tidak butuh kontrak seumur hidup yang tertulus di kertas. Aku butuh kamu untuk menulis masa depan bersamaku."

"Maukah kamu menikah denganku? Benar-benar menikah denganku?" Air mata yang sejak tadi di tahan Marisa akhirnya jatuh juga. Ia melihat ke sekeliling-restoran miliknya sendiri, Pria yang ia cintai, dan masa lalu yang sudah ia taklukkan.

."Iya," bisik Marisa, suaranya bergetar karena bahagia.

"Iya, Dalend. Tanpa syarat. Tanpa kontrak."

Dalend menyelipkan cincin berlian itu di jari manis Marisa, tepat di atas cincin safir birunya. Dua cincin itu kini menyatu, melambangkan perjalanan mereka dari kebohongan menuju kebenaran yang indah.

Dald bangkit dan memeluk Marisa, mengangkat tubuhnya sedikit dan memutarnya. Tawa mereka pecah di tengah kesunyian malam SCBD.

....

Setelah momen emosional itu, mereka duduk berdua di teras terbagi sepotong Strawberry Cheesecake yang tersisa dari menu hari itu.

Dalend mengambil sedikit krim merah dengan jarinya dan menyentuk ujung Marisa. "Sekarang, kamh adalah Nyonya Angkasarapu masa depan. Artinya, aku punya hak istimewa untuk mencicipi qemua masakanmu sebelum orang lain."

Marisa tertawa, mengusap hidungnya dan membalas dengan mencubit pipi Dalend. "Statusmu sebagai tunangan resmi tidak memberimu hak untuk masuk ke dapurku tanpa izin, Manajer Operasional. "

"Oh ya?" Dalend menarik Marisa lebih dekat, melingkarkan tangannya di pinggang wanita itu. Ia mencium leher Marisa dengan lembut, membuat Marisa mendesah kecil. "Bagaimana kalau aku memberikan "Suap' berupa liburan ke paris setelah pernikahan nanti?"

"Hmm, tawaran yang menarik, " goda Marisa. Menyandarkan kepalanya di bahu Dalend. "Tapi aku lebih suka kalau kita pulang ke kampung ku dulu. Aku ingin menunjukkan cincin ini pada Ibu."

"Tentu," Dalend mencium rambut Marisa. "Kita akan pulang. Sebagai pemenang "

Malam itu, di bawah bayang-bayang gedung Angkasa Raya yang menjulang, dua orang yang dipertemukan oleh skandal palsu itu akhirnya menemukan kebenaran yang paling murni. Marisa menyadari bahwa terkadang, badai ter hidup tidak datang untuk menghancurkan, melainkan untuk membersihkan jalan menuju kebahagiaan yang sesungguhnya.

Dan bagi Dalend, ia belajar bahwa kekayaan sejafi bukanlah apa yang ada di rekening banknya, melainkan wanita di pelukannya yang memiliki aroma bawang putih , rempah-rempah, dan cinta yang tak ternilai harganyanya.

1
Naynatcha
mangatt, kak💪
kikyoooo: 😍maaci
total 1 replies
Sherlys01
Semangat yaa😁💪
Diana Febbriyanti Rukmana: semangat
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!