NovelToon NovelToon
ABC ( AMARAH, BENCI, CINTA)

ABC ( AMARAH, BENCI, CINTA)

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Misteri / Contest / Mafia / Tamat
Popularitas:260.4k
Nilai: 5
Nama Author: poppy susan

Season 1

Kiara Anggun Taylor, seorang wanita cantik yang mempunyai trauma karena waktu kecil dia harus menyaksikan semua anggota keluarganya dibantai oleh sekelompok mafia kejam.

Hingga akhirnya, tidak sengaja Kiara bertemu dengan Frans Wild Blood seorang ketua Mafia paling kejam dan juga psyco yang tidak lain merupakan anak dari orang yang sudah membunuh keluarga Kiara.

Disisi lain, muncullah seorang pria tampan yang merupakan intel dari kepolisian, saat ini dia sedang mengemban tugas mengusut tragedi pembantai satu keluarga 20 tahun lalu yang ternyata adalah keluarga Kiara.


Season 2

Gerrald Alexander Crush, seorang ketua mafia paling kejam dan ditakuti diseluruh dunia merasa jatuh cinta kepada wanita cantik nan menggemaskan yang ditemuinya di pesawat yang tidak lain adalah Gladis Taylor Prayoga puteri dari Kiara dan Al.

Bisakah Gerrald mendapatkan hati Gladis?sedangkan orangtua Gladis sangat membenci segala hal yang berhubungan dengan mafia dan berusaha memberantas para mafia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 31 Season 2

🔪

🔪

🔪

🔪

🔪

Keesokkan harinya...

Seperti biasa Fikri menjemput Gladis ke rumahnya dan berangkat bersama-sama menuju kampus.

Sesampainya di kampus, semua mahasiswa sedang berkumpul di sebuah papan pengumuman. Gladis tampak bingung bahkan diantara mereka ada beberapa mahasiswi yang menangis.

"Ada apa itu ya?" tanya Gladis.

"Ga tahu, yuk kita lihat," ajak Fikri.

Gladis dan Fikri menghampiri kerumunan para mahasiswa itu, dengan susah payah akhirnya Gladis dan Fikri pun bisa menembus kerumunan dan melihat apa yang ada di papan pengumuman itu.

Mata Gladis dan Fikri melotot melihat foto-foto yang tertera di sana. Reflek Gladis menutup mata dan menyembunyikan wajahnya ke dada Fikri membuat Fikri terdiam mematung.

"Kenapa foto mengerikan itu bisa dipajang disini, Fikri?" tanya Gladis yang masih menyembunyikan wajahnya di dada miliknya.

Perlahan tangan Fikri terulur mengusap lbut kepala Gladis.

"Lebih baik kita pergi," ajak Fikri.

Fikri pun membawa Gladis pergi dari tempat itu, seketika Gladis menjauhkan dirinya saat sadar kalau dari tadi dia menyembunyikan wajahnya di dada Fikri

"Ah, maafkan aku Fikri."

"Tidak apa-apa, ayo aku antar kamu ke kelas kamu."

Gladis pun menganggukkan kepalanya...

Sementara itu Gerrald baru saja tiba di kampus, dia tidak memperdulikan kerumunan orang-orang, dengan santainya Gerrald melewati mereka dan melangkahkan kakinya menuju kelas.

"Siapa yang sudah membunuh Kiko?"

"Mengerikan sekali, pasti pembunuhnya seorang psikopat."

Begitulah desas-desus yang terdengar, Gerrald tampak menyunggingkan senyumannya saat mendengar pembicaraan para mahasiswa itu.

Ya, foto yang terpampang di papan pengumuman adalah foto Kiko yang tewas dalam kondisi mengenaskan. Tangan dan kakinya sudah tidak ada, bibirnya tampak robek, bahkan kedua bola matanya pun sudah tidak ada. Sungguh sangat mengerikan dan membuat siapapun yang melihatnya bergidik ngeri.

Gladis sudah duduk di kelasnya, foto tadi masih terbayang-bayang di otaknya sungguh sangat mengerikan.

"Hai..." sapa Gerrald.

"Hai Ge."

"Kamu kenapa? kok bengong?"

"Itu Ge, aku kebayang sama foto yang ada di papan pengumuman, ngeri banget pasti yang bunuh dia seorang psikopat," sahut Gladis.

"Mungkin..."

Gladis menatap Gerrald...

"Apa sebelumnya kita pernah bertemu?" tanya Gladis.

"Memangnya kenapa?"

"Enggak, aku serasa pernah bertemu saja denganmu."

Gerrald hanya tersenyum walaupun samar...

"Kenapa aku merasa segan ya sama Gerrald, perasaan aku di diri Gerrald ada sesuatu yang disembunyikan," batin Gladis.

"Aku akan mendapatkanmu, Gladis," batin Gerrald.

Disela-sela mereka sedang mengikuti pelajaran, ponsel Gerrald bergetar dengan cepat Gerrald melihatnya dan ternyata dari anak buahnya. Seketikan Gerrald menoleh ke arah Gladis yang sedang fokus memperhatikan Dosennya.

"Jadi kamu anak seorang Jenderal Polisi? dan orang yang selalu bersama kamu seorang Polisi juga, aku harus lebih hati-hati," batin Gerrald.

Waktu pulang pun tiba, seperti permintaan Gladis kali ini Fikri menunggu Gladis di dalam mobilnya. Gladis berjalan beriringan dengan Gerrald membuat semua mahasiswa menatap lucu kepada mereka berdua.

Tiba-tiba langkah Gladis dan Gerrald terhenti saat empat orang mahasiswa menghalangi jalan mereka. Semua mahasiswa menghindar dari keempat orang itu seolah-olah mereka merasa takut.

"Kenapa semuanya terlihat ketakutan? memangnya mereka siapa?" batin Gladis.

"Hallo cantik, kenapa kamu jalan dengan si culun ini mending kamu jalan sama aku, si culun ini ga pantes dampingi wanita secantik kamu," seru pria yang bernama Jovan itu.

Jovan merupakan anak seorang konglomerat, semua orang tidak mau berurusan dengan Jovan soalnya kalau sampai ketenangan Jovan terusik, orang itu siap-siap di depak dari kampus.

Kampus itu adalah salah satu milik keluarga Jovan, makannya Jovan semakin menjadi-jadi dan sangat berkuasa di kampus.

Gladis mundur dan bersembunyi dibalik punggung Gerrald.

"Hai cantik, kenapa kamu menghindar? sini ikut sama aku saja kita bersenang-senang, apapun yang kamu mau akan aku belikan untukmu," seru Jovan dengan menarik tangan Gladis.

Gerrald menahan tangan Jovan membuat Jovan menatap tajam ke arah Gerrald karena baru pertama kali ini ada orang yang berani ikut campur urusannya.

"Lepaskan dia," seru Gerrald dingin.

Jovan tertawa terbahak-bahak dan diikuti oleh ketiga temannya. Jovan berdiri tepat di hadapan Gerrald, jari telunjuknya menekan kening Gerrald.

"Siapa kamu, berani menahanku. Kamu hanya anak baru disini, bahkan kamu tidak punya kekuasaan apapun disini. Kalau kamu masih ingin kuliah, jangan ikut campur urusanku. Aku Jovan Mahendra akan menyingkirkan siapa saja yang berani mengusik kehidupanku," seru Jovan.

Mata Gerrald terbelalak mendengar kata Mahendra, tangannya mengepal sangat kuat bahkan kuku-kukunya pun sudah memutih.

"Akhirnya aku menemukan keturunanmu Mahendra," batin Gerrald dengan seringainya.

Jovan mundur satu langkah, dia merasa ngeri melihat seringai Gerrald yang menurutnya sangat aneh.

"Kamu kenapa? jangan bilang kamu gila," ledek Jovan.

Gerrald menarik tangan Gladis dan meninggalkan Jovan serta teman-temannya tanpa sepatah katapun.

"Wah, tuh si culun rupanya berani nantangin kamu bos," seru salah satu teman Jovan.

"Apa perlu kita kasih pelajaran sama si culun," sahut yang satunya lagi.

Jovan mengangkat tangannya pertanda mereka harus diam.

"Aura dia sangat berbeda, aku yakin dia bukan orang sembarangan, aku akan bongkar siapa dia sebenarnya," batin Jovan.

Gerrald terus menarik tangan Gladis, bahkan saat ini Gladis sudah meringis kesakitan karena Gerrald menggenggam tangan Gladis dengan sangat kuat.

Fikri yang sudah sangat lama menunggu Gladis, akhirnya terkejut saat lihat Gladis ditarik oleh Gerrald. Fikri segera keluar dari mobilnya dan berlari menghampiri Gladis.

"Lepaskan Gladis," seru Fikri.

Gerrald menoleh ke arah Gladis yang sedang meringis kesakitan. Reflek Gerrald langsung melepaskan genggaman tangannya, terlihat tangan putih Gladis memerah akibat kecerobohan Gerrald.

"Maaf..."

"Iya tidak apa-apa."

"Gladis, ayo kita pulang," ajak Fikri.

Sebelum pergi Fikri sempat saling tatap dengan Gerrald, ada aroma persaingan diantara mereka.

"Tadi kenapa pria itu narik-narik kamu?" tanya Fikri.

Gladis menoleh ke arah polisi tampan itu.

"Tadi ada yang gangguin aku, dan Gerrald yang membantuku."

"Siapa?"

"Kalau ga salah namanya Jovan Mahrndra."

"Apa? Jovan Mahendra? kamu harus hati-hati sama dia, keluarga Mahendra itu termasuk salah satu jaringan Mafia, kita pihak Polisi sudah sangat lama ingin menangkap keluarga Mahendra tapi mereka licin sekali tidak ada bukti untuk bisa menjebloskan mereka ke penjara."

"Apa? jaringan Mafia? kenapa tidak ada bukti?" tanya Gladis.

"Kerja mereka sangat rapi tidak meninggalkan jejak sama sekali, bahkan gembong narkoba pun tidak mau membuka mulutnya saat di tanya pihak Polisi padahal kami sudah sangat curiga kalau dibalik perdagangan manusia dan jual beli narkoba itu ada campur tangan keluarga Mahendra."

"Makannya itu alasana Pak Jenderal memasukkan kamu di kampus yang sama denganku karena beliau tidak mau sampai terjadi kenapa-napa sama kamu, karena kelompok mereka paling benci dengan yang namanya Polisi. Maka dari itu, beliau merahasiakan identitas kamu karena keluarga Mahendra masih kerabatnya Pram Wild Blood, entah siapa dia yang jelas Pak Jenderal hanya menjelaskannya segitu, kalau kamu ingin tahu cerita detilnya kamu bisa tanyakan kepada Pak Jenderal."

Gladis hanya manggut-manggut mendengar penjelasan Fikri.

🔪

🔪

🔪

🔪

🔪

Hayo loh, ternyata yang masih kerabatnya Frans itu bukan si Mr.G tapi Jovan😁😁

Bagaimana kelanjutan kisah kedua kelompok Mafia yang saling bermusuhan satu sama lain ini, siapakah yang paling hebat?

Jangan lupa

like

gift

vote n

komen

TERIMA KASIH

LOVE YOU

1
Qaisaa Nazarudin
Tapi kata2 nya sama kayak Frans,Yang mengkalim dan memaksa sesuka hati..
Qaisaa Nazarudin
Gerrald anak siapa? Yg pasti bukan anak Frans kan??
Qaisaa Nazarudin
Alex yg milih gak Nikah2 Ternyata Jodohnya Isteri dari sahabatnya..
Qaisaa Nazarudin
Heran deh Al dan Kiara udah tau ada anak dan isteri Kim disana,malah mau pergi gitu aja,padahal mereka sudah menangkap Kim,tentulah Anak dan isterinya gak bakalan tinggal diam..Aneh..
Qaisaa Nazarudin
Tembak anak dan isterinya,itu adalah kelemahannya..Bukannya tadi dia dirumah Pram ya?? Kapan dia kabur? Tau2 sudah ada di bandara aja?? 🤔🤔😇😇
Qaisaa Nazarudin
Nah kan biasanya emang gitu,orang JAHAT yang Ingin membunuh musuhnya,Yang ada malah Orang yg mereka sayangi yg terbunuh..Itu lah KARMA nya dari kejahatan sendiri..
Qaisaa Nazarudin
Nah kan inilah saat nya yg ku tunggu-tunggu,Pengen liat reaksi Frans,mau gak tuh bunuh Kiara..🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
CKK POLOS BIN BODOH..🤦🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
SEMOGA Al BERHASIL..🤲🤲🤲
Qaisaa Nazarudin
Nah kan..Harusnya jangan keluar rumah,Susah payah Alex menyembunyikan kalian puluhan tahun, Akhirnya dengan kebodohan kamu,semuanya malah terbongkar 🤦🤦🙄🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Hadeeuuuh bikin MASALAH deh...🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
OMG SEMOGA FRANS TIDAK MENDENGAR APA YG MEREKA BICARAKAN TTG KIARA TADI YA..🙏🙏🙏🥹🥹
Qaisaa Nazarudin
SETUJU banget tuh...
Qaisaa Nazarudin
Untung aja Kiara sudah tau siapa Frans...Maaf ya thor di.awal aku kira Kiara nikahnya sama Frans,gak terima aja aku..Taoi saat ku baca ulang sinopsisnya oh baru lega, Ternyata Kiara Nikahnya sama Al yang nama anak mereka itu Gladis kan? Baru lega aku..😁😁🙏🙏
Qaisaa Nazarudin
Percaya sama Al,Dia JODOH kamu,Dan orang baik,pasti dia akan melindungi kamu..
Qaisaa Nazarudin
MILIKKU🤣🤣🤣🤣 Apa yg akan kamu lakukan saat tau kalo wanita itu yg selama ini kamu cari dan ingin kamu bunuh??
Qaisaa Nazarudin
Nah ini sodorkan saja dia ke Frans, COCOK tuh
Qaisaa Nazarudin
Ntar saat udah ketemu bukannya Bunuh, tapi kamu Nikahin..aneh..
Qaisaa Nazarudin
Pram ini kan yg memperkosa Mamanya Kiara dan Yg membawa Chen papanya Kiara masuk ke dunia hitam...ckkk
Qaisaa Nazarudin
Sekarang aja benci dan marah,tapi hujung2 nya malah Nikah dengan orang yg ada sangkut-paut nya dengan kejiadian pembantaian itu,aneh gak sih..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!