Lusy peri muda yang tidak memiliki sihir seperti peri lainnya. Dia berkeinginan menjadi ratu peri yang melampaui ratu peri generasi sebelumnya.
Lusy di remehkan oleh kaumnya sendiri. Namun, suatu ketika dia menemukan sebuah teknik terlarang dan sebuah pedang leluhur peri yang membuatnya bisa membangkitkan kekuatan sejatinya.
Lusy bangkit menjadi peri terkuat tanpa sihir, tapi banyak orang yang masih tidak menerima sebuah kenyataan kalau Lusy adalah peri terkuat di alam Peri.
Akankah Lusy berhasil menjadi Ratu Peri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia Papendang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Belajar Hari Pertama 1
Lusy awalnya di tawari untuk menjadi guru juga di Akademi kekaisaran peri, tapi karena dia dari kecil tidak pernah bergaul dengan teman sebayanya. Lusy lebih memilih menjadi Siswa.
Para guru Akademi tentu tahu tentang Lusy, mereka juga tidak akan berani meremehkan Lusy, karena di usianya yang masih sangat muda, dia sudah ikut di medan perang.
Pikiran mereka benar-benar sudah di permainkan oleh Lusy.
...****************...
Saat memasuki kelas, Lusy melihat Adiknya, meskipun dia sudah tidak bertemu selama sepuluh tahun lamanya. Lusy yakin kalau dia adalah Adiknya.
"Yo, selamat datang di kelas kami Lusy!"
Frei menegur Lusy yang tertegun di pintu masuk kelas.
Seketika semua siswa menoleh ke arah Lusy.
Creid dan Moris menggertakkan gigi, karena mereka ternyata satu kelas dengan Lusy.
Sementara para wanita terpesona dengan ketampanan Lusy.
"Perkenalkan semua, dia Lusy, teman baru kalian! Pak guru harap kalian akan cepat akrab!"
Frei memperkenalkan Lusy, tapi karena Lusy sedang menyamar, dia menggunakan nama Lusy.
"Lusy, silahkan duduk di tempat yang kamu suka." ucap Frei ramah.
Lusy hanya mengangguk, dia berjalan ke kursi paling belakang, karena dirinya masih merasa asing dengan teman sebayanya, dia pikir lebih baik menghindari mereka terlebih dahulu.
Semua wanita menatap ke arah Lusy, mereka seolah jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap Lusy.
Sementara para pia, mereka merasa jengkel karena kehadiran Lusy membuat mereka semua tidak lagi memiliki kesempatan mendekati para wanita.
Resa memandangi wajah Lusy, dia seolah tidak asing dengan wajah tersebut meski baru pertama kali bertemu.
Pelajaran di mulai dengan membahas penggunaan energi sihir yang bisa di lakukan dengan cara mentransfernya ke dalam tubuh dan mengubahnya menjadi sihir.
Lusy memerhatikan dengan serius, dia benar-benar ingin bisa menggunakan sihir, karena selama ini dia hanya bisa menggunakan sihir penguatan tubuh saja, itu juga dia tidak sadar kalau menggunakan sihir penguatan tubuh.
Setelah beberapa waktu, Frei kemudian mengajak mereka untuk melakukan praktek sihir di ruangan terbuka.
"Baiklah semuanya, kita akan melakukan praktek di luar!"
Seketika semua siswa sangat bersemangat, terutama untuk para pria yang ingin menarik perhatian Wanita.
Creid dan Moris yang suka pamer, mereka juga sangat senang, karena dengan begini mereka berdua bisa menyombongkan diri di hadapan Lusy.
Beberapa tarikan napas kemudian, mereka semua sampai di tempat praktek Lusy berdiri sendirian karena dia memang belum memiliki seorangpun teman.
Frei memanggil satu persatu siswa mereka, untuk mengalahkan Golem yang dia buat menggunakan sihir penciptaan.
Creid maju pertama, dia dengan percaya bisa mengalahkan Golem yang di panggil Frei.
"Semangat pangeran!"....
"Semangat Pangeran!"....
Bawahan Creid berteriak mendukung tuannya, suatu kejadian yang wajar di kerajaan, mereka yang berstatus tinggi pasti akan di junjung setinggi langit.
Creid mengeluarkan pedangnya dari selongsong, dia menghunuskan pedangnya kedepan sambil mengaliri energi sihir Api biru kedalam pedangnya.
Lusy manggut-manggut mengerti, ternyata seperti itu cara menggunakan energi sihir pada senjata.
Hahahaha....
Creid berteriak keras, dia ingin menunjukkan pada teman-temannya, kalau dirinya bisa mengalahkan Golem itu dengan mudah.
Swuzzz...
Blaarrr...
Golem tersebut terbakar Api biru saat pedang Creid mengenainya.
Creid pikir dia sudah menang, tapi sayangnya Golem tidak bisa terbakar Api, kecuali Api tersebut sangatlah kuat.
Golem meraung marah, dia menyerang Creid dan menendang masa depannya, hingga Creid langsung tersungkur di sana.