NovelToon NovelToon
Hanya Mempelai Pengganti

Hanya Mempelai Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti
Popularitas:10.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rina kim

Pernikahan bisnis yang sudah di rancang sedemikian rupa terancam batal hanya karna mempelai wanita kabur di hari pernikahan. Bintang, selaku kakak yang selama ini selalu di sembunyikan terpaksa harus menggantikan Lidya.
"Yang ku inginkan adalah Lidya! Kenapa malah dia yang menjadi mempelainya?!" Pekik Damian pagi itu.
"Kita tidak punya pilihan, hanya ada dia."Jawab sang ayah.
Damian menatap Bintang dingin, "Baiklah, akan ku perlihatkan padanya apa yang namanya pernikahan itu."Balasnya dingin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejujuran Bintang

"Ngapain masih duduk di situ?"Tanya Damian saat melihat Bintang yang masih duduk di pojok kamar.

"Aku tidur di sini aja, nanti kamu nggak nyaman kan kasurnya sempit."Ujar Bintang, dia tidak ingin membuat Damian merasa tidak nyaman karna jika pria itu tidak nyaman maka dirinya yang akan serba salah.

"Kamu tidur di situ yang bakalan bikin aku nggak nyaman. Gimana nanti kalo ada kecoa atau tikus pas aku tidur sementara kamu di situ? Yang ada aku mati karna bakterinya."Ujar Damian, mencoba untuk mencari cari alasan agar Bintang mau tidur di dekatnya.

Bintang menghela nafasnya kemudian dia pun mendekat dan ikut berbaring di sebelah Damian yang nampak sangat tidak nyaman dengan kasur itu.

"Gimana mereka bisa tidur nyenyak pake kasur ini?"Gumam Damian, dia sama sekali tidak mengerti tentang bagaimana anak anak itu yang bisa lelap tidur di atas kasur yang tipis dan kasar ini.

"Mereka udah biasa, lagi pula mereka juga sadar diri dan tidak banyak mengeluh. Mungkin sakit, tapi mereka sudah membiasakan diri."Jawab Bintang dengan nada pelan. Dia sebenarnya juga merasa iba dengan keadaan anak anak di sini, tapi lagi lagi dia tidak punya cukup kuasa untuk memberikan kenyamanan pada mereka semua.

Mendengar itu tiba tiba saja Damian merasa sakit, dia yang biasanya tidur di kasur yang bagus dan dengan kamar yang sangat luas seolah tertampar oleh pemandangan ini.

"Seharusnya kamu lebih banyak besyukur, kamu beruntung lahir di keluarga kaya raya tapi kami tidak. Kamu juga harus lebih baik sama papa dan mulai menerima Raisa, dia baik dan sayang sama kamu. Punya orang tua itu adalah berkah, kamu harus tahu itu."Ujar Bintang dengan nada pelan, dia berbaring membelakangi Damian sementara pria itu menatap punggungnya dengan intens.

"Bintang."Panggil Damian dengan nada yang teramat lembut.

"Hm?"

"Kamu nggak penasaran sama siapa kedua orang tua kamu?"Tanya Damian hati hati, dia takut jika pertanyaannya akan membuat Bintang merasa sedih.

Hening beberapa saat, tatapan Bintang lurus ke depan seolah tidak tahu jawaban apa yang akan dia berikan kepada Damian.

"Penasaran. Dulu aku berharap bisa bertemu dengan kedua orang tuaku, tapi sekarang aku sudah tidak berharap lagi."Balas Bintang dengan jujur. Siapa yang tidak penasaran dengan siapa kedua orang tuanya? Bintang penasaran tapi dia pengecut, dia tidak berani mencari tahu siapa kedua orang tuanya dan alasan kenapa mereka meninggalkannya.

"Jika di berikan kesempatan apa kamu akan mencarinya?"Tanya Damian memastikan.

Bintang berbalik, mata keduanya bertemu untuk beberapa detik.

Gadis itu tersenyum, tapi sorot matanya menampakkan kesedihan yang mendalam.

"Tentu saja, aku tidak akan menyia nyiakan kesempatan itu."Ujar Bintang dengan nada yang terdengar sangat yakin.

Setelah menjawab pertanyaan itu, Bintang kembali membalikkan badannya dan membelakangi Damian.

Melihat punggung ringkih Bintang, Damian benar benar tidak tahan. Entah dorongan dari mana, dia tiba tiba saja memeluk punggung Bintang. Membuat si empunya punggung sedikit terkejut di buatnya.

"Biarkan seperti ini untuk beberapa saat, aku tahu kamu sedih."Ujar Damian dengan sangat ramah.

Bintang tak menjawab tapi pria itu benar, dia memang sedih dan pelukannya benar benar menghibur saat itu.

"Terimakasih."Ujar Bintang, dalam posisi seperti ini dia benar benar ingin serakah. Dia ingin membuat pria ini menjadi miliknya. Hanya beberapa detik, karna di detik selanjutnya dia kembali tersadar akan posisi dan juga statusnya.

'Ya tuhan apa aku salah jika berharap Damian terus terluka oleh Lidya dan berdoa jika gadis itu tak akan pernah kembali?' Gumam Bintang di dalam hatinya. Dia memejamkan matanya, kemudian air mata turut jatuh dan membasahi pipinya.

Hanya setetes, kemudian Bintang kembali menahan air mata itu. Dia tidak ingin menangis terlalu banyak pada harapan semu yang tak bisa dia gapai.

"Satu lagi, ada yang ingin aku tanyakan kepada kamu."Ujar Damian dengan nada yang serius, dia masih memeluk Bintang tanpa berniat untuk melepaskan pelukannya.

"Apa?"Tanya Bintang penasaran.

"Aku ingin kamu menjawab semuanya dengan jujur."Damian memberikan peringatan.

"Iya."Balas Bintang.

"Apa kamu di perlakukan dengan buruk oleh keluarga Bramono?"Tanya Damian. Dia menatap punggung Bintang dan gadis itu nampak gelisah di dalam dekapannya.

Hening, Bintang tak menjawab. Dia terlihat ragu ragu untuk memberikan jawaban kepada Damian.

"Bintang..."

"Kenapa kamu bertanya tentang ini? Bukankah dahulu kamu berpikir jika aku di perlakukan dengan baik?"Bintang balik bertanya.

"Aku tidak sengaja mendengar dari bu Inah jika kamu di perlakukan buruk oleh mereka."Ucap Damian dengan nada yang pelan dan menenangkan.

Hening kembali menyelimuti, gadis itu bungkam seolah berat untuk sekedar membuka mulutnya.

"Jujur saja, aku tidak bermaksud apa apa. Aku hanya ingin tahu kebenarannya."Damian mencoba untuk menenangkan.

"Iya. Mereka memperlakukan ku dengan buruk, aku hanya makan sekali sehari dan aku juga hanya tidur di kamar yang lebih kecil dari ini. Aku masak dan membereskan rumah, di pukul bahkan di hukum ketika aku tidak sengaja melakukan kesalahan."Balas Bintang dengan jujur. Dia melepaskan bebannya dan rasanya dada gadis itu jauh lebih lega dari pada sebelumnya.

"Termasuk Lidya?"Tanya Damian dengan nada penasaran.

"Tidak. Dia yang paling baik kepadaku."Balas Bintang dengan nada pelan, dia jelas ingat jika Lidya memang memperlakukannya lebih baik dari pada yang lainnya.

Damian menghela nafasnya lega, setidaknya dia tidak salah mengira tentang Lidya

"Kenapa kamu diam saja ketika aku menuduhmu? Kenapa kamu tidak membela diri?"Tanya Damian tak habis pikir.

"Memangnya kamu akan percaya?"Tanya Bintang.

Deg

Damian terdiam, jantungnya mencelos. Rasa bersalah tiba tiba saja melahapnya hanya karna satu kalimat dari Bintang.

Damian sadar, dia memang sudah memperlakukan Bintang dengan sangat buruk selama beberapa bulan ini dan seharusnya dia tidak menanyakan hal bodoh yang hanya akan menimbulkan rasa bersalah baginya.

"Setidaknya aku tidak akan salah sangka."Balas Damian lagi.

"Nggak apa apa, lagian bukan cuma kamu yang berpikiran tentang bagaimana baiknya perlakuan Keluarga Bramono terhadapku. Mereka membranding diri mereka dengan sangat baik, jadi tidak akan ada yang percaya dengan kata kataku."Ujar Bintang, dia tersenyum dengan air mata yang sudah menetes di sudut matanya.

Lagi lagi Damian terdiam, dia menyesali tindakannya. Seharusnya dia tidak mendengarkan masalah ini dari sebelah pihak, seharusnya dia juga mendengarkan penjelasan dari Bintang.

Pada saat itu dia benar benar sudah di butakan oleh cinta dan amarahnya terhadap kehilangan Lidya. Hingga tanpa sadar dia sudah menyakiti Bintang yang bersalah.

Damian sadar, dia memang sudah banyak bersalah terhadap gadis itu.

"Maafkan aku."Kata kata itu meluncur begitu saja dari bibirnya.

"Tidak apa apa, lagian bukan salahmu. Udah nggak usah di bahas, aku mau tidur aja."Ujar Bintang, dia hendak menghentikan rasa sedih ini dengan tidur. Jika tidak mungkin dia benar benar akan menangis di depan Damian dan dia tidak ingin hal itu terjadi.

"Baiklah, selamat tidur."Jawab Damian, kemudian dia pun ikut terlelap dengan tangan yang masih mendekap Bintang.

1
Dymas mulya
nampaknya bakalan buceen🤭
Reni Anjarwani
lanjut thor
Haikal Jibran alkhalifi
dah maallas bacanya
Reni Anjarwani
ternyata kejam kisahnya
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel upp
Dymas mulya
ga sabar lagi mau liat reaksi Damian pas tahu kalo penyelamatnya itu Bintang
Wirda Wati
ntar kamu kehilangan bintang baru tau rasa.
Reni Anjarwani
orang kok kejam bgt damian , makanya slidiki benar kemana larinya kekasihmu jangan asal nuduh bintang yg tdk2 katanya orang kaya nyari bukti kaya gitu kok goblok bgt yaa
Dymas mulya
mulutnya lemes amat
Haikal Jibran alkhalifi
jangan biarkan bintang mempunyai perasaan suka sama Damian Thor, biar Damian aja yg cinta sendiri, buat karakter bintang kalem,tapi tegas
Wirda Wati
semakin seruuuu👍
Wirda Wati
Semoga kamu menyesal Damian nantinya
Wirda Wati
Hempaskan bintang
Wirda Wati
semoga bintang sehat bisa balas dendam sama damian🤣
Wirda Wati
Damian memang bodoh
partini
ini novel ada di sebelah juga ya Thor
pinkeu_gongju: bukan kaka, terimakasih dukungannya ya ka😍
total 3 replies
Dymas mulya
lanjut thor
Dymas mulya
gemes banget sama yang honeymoon kedua🤣🤭
Dymas mulya
Penasaran sama alurnya, semangat thorr
pinkeu_gongju: jangan lupa kepoin terus ya kaka
total 1 replies
Dymas mulya
Lanjut kaka🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!