NovelToon NovelToon
Melarikan Diri Dari Raja

Melarikan Diri Dari Raja

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Fantasi / Time Travel
Popularitas:34.6k
Nilai: 5
Nama Author: Saasaa

Esmera, gadis yatim piatu yang dibesarkan oleh pelayan istana, tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah setelah Raja Edris Ruan memilihnya.

Mereka menikah, namun pernikahan itu serasa neraka bagi Esmera. Dan puncaknya, muncul seorang gadis bernama Lyra Arabella, dia mengaku sebagai adik kandung Esmera. Dan akan menggantikan posisi kakaknya sebagai Ratu.

Saat itulah Esmera mengetahui kebenaran yang mengerikan. Pernikahannya dengan Edris bukan sekadar kisah cinta. Dia telah dipersiapkan sejak bayi untuk menjadi pengantin keturunan raja pengkhianat, demi mematahkan kutukan keluarga Raja Edris.

Esmera dibunuh oleh Lyra, adiknya sendiri. Karena Lyra berpikir, jika kakaknya masih hidup, dia akan selalu menjadi yang kedua.

Namun keajaiban itu datang. Esme kembali ke masa lalu, disaat dia belum menjadi Ratu.

Kali ini Esmera tahu apa yang akan terjadi.

Sebelum Raja Edris menemukannya, Esmera akan melarikan diri dan mengubah takdirnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saasaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiba Di Tanah Utara

Setelah menempuh perjalanan hampir lima hari, akhirnya iring-iringan Raja Edris memasuki wilayah Utara.

Perjalanan panjang itu membuat Esmera merasa tubuhnya benar-benar lelah. Meskipun sebagian besar waktunya hanya dihabiskan dengan duduk di dalam kereta, jalanan menuju Utara yang semakin sulit membuat tubuhnya terasa pegal dan sakit. Udara pun jauh lebih dingin dibandingkan wilayah yang mereka lewati sebelumnya.

Namun, rasa lelah itu sedikit teralihkan ketika rombongan kerajaan mulai memasuki wilayah pemukiman Utara."Ini pertama kalinya aku datang ke Utara, walaupun udaranya cukup dingin, tetapi pemandangan yang ada di sini sangat memanjakan mata." Gumam Esmera, yang terus saja berdecak kagum ketika mulai memasuki kawasan Utara.

Tempat yang akan mereka kunjungi adalah kediaman keluarga Duke Utara, Relis Gordon. Selama berada di Utara, Edris berencana tinggal di salah satu kastil milik sang Duke.

Kedatangan rombongan kerajaan rupanya telah dinantikan oleh rakyat.

Begitu iring-iringan kerajaan terlihat dari kejauhan, suara sorakan mulai terdengar dari berbagai penjuru. Rakyat berdiri di sepanjang jalan, sebagian membawa bunga, sementara yang lainnya hanya ingin melihat langsung kedatangan sang raja.

Edris yang berada paling depan dengan kudanya segera menjadi pusat perhatian.

"Yang Mulia Raja!"

"Selamat datang di Utara! Panjang umur untuk Yang Mulia!"

"Semoga Yang Mulia dapat menyelesaikan masalah kami!"

Suara-suara itu terdengar bersahutan.

Beberapa rakyat bahkan melemparkan bunga ke arah Edris. Bunga-bunga berwarna cerah berjatuhan di sekitar kudanya, sementara Edris hanya memberikan senyum tipis dan anggukan sebagai balasan.

Mereka tampak begitu senang menyambut kedatangan sang raja. Terlebih lagi, kabar mengenai masalah yang terjadi di wilayah Utara telah membuat banyak rakyat berharap kedatangan Edris akan membawa jalan keluar.

Setelah melewati kerumunan rakyat, rombongan akhirnya tiba di kediaman Duke Utara.

Edris turun dari kudanya dan langsung disambut oleh seorang pria berusia matang dengan pakaian bangsawan khas wilayah Utara.

"Yang Mulia." Duke Relis Gordon membungkukkan tubuhnya dengan hormat.

"Duke Relis," balas Edris singkat.

Sementara itu, Esmera masih berada di dalam kereta. Gadis itu duduk di dekat jendela dan memperhatikan keadaan di luar melalui celah jendela.

Tatapannya mengikuti Edris yang sedang berbicara dengan Duke Relis. Wajah Edris masih tampak begitu segar tidak ada jejak kelelahan di sana, padahal perjalanan mereka cukup sulit, ditambah dengan udara dinginnya. Energinya sungguh luar biasa.

Namun, ketika tanpa sengaja Edris berbalik ke arah kereta, Esmera langsung tersentak. Tanpa berpikir panjang, Esmera buru-buru menutup jendela kereta. Hampir saja...

Dia kembali duduk dengan kikuk di pojok. Esmera berusaha bersikap seolah tidak terjadi apa-apa. Namun, beberapa detik kemudian terdengar suara langkah mendekat.

Jantungnya langsung berdegup sedikit lebih cepat.

Benar saja. Pintu kereta terbuka. Edris masuk ke dalam kereta. Begitu berada di dalam, pria itu langsung melepaskan jubah kebesarannya.

"Kemarilah."

Esmera yang masih duduk kikuk di pojok hanya menatapnya dengan bingun."Kenapa?"

"Esmera, bangun dan kemarilah." Kali ini suara Edris terdengar lebih tegas. Esmera sedikit terkejut dana takut. Kenapa dia marah? Dasar aneh.

Tanpa banyak bicara, Esmera akhirnya bangkit dan mendekati Edris. Namun, baru beberapa langkah, pria itu sudah membuka jubah besar yang tadi dilepaskannya. Edris kemudian memakaikan jubah tersebut pada tubuh kecil Esmera.

Tubuh Esmera pun langsung tenggelam di dalam jubah kebesaran itu. Entah kenapa gadis itu hanya diam, tidak melawan. Mungkin karena dirinya sudah cukup kelelahan akibat perjalanan jauh jadi energinya habis.

Jubah milik seorang raja tentu saja terlalu besar untuk tubuhnya. Bahkan bagian kepalanya ikut tertutup oleh tudung jubah tersebut hingga wajah Esmera hampir tidak terlihat sama sekali.

Hanya sedikit celah yang tersisa. Edris tampaknya justru puas melihat penampilan itu.

Esmera mengerutkan kening."Apa aku harus memakai ini?" akhirnya dia protes."Aku tidak bisa melihat apa pun."

Memang benar. Pandangannya menjadi sangat terbatas karena wajahnya tertutup jubah. Ia bahkan harus sedikit mengangkat bagian kain di depannya agar bisa melihat jalan.

Edris masih sibuk mengatur posisi jubah itu agar menutupi tubuh Esmera dengan sempurna."Memangnya apa yang ingin kau lihat?"

Esmera terdiam.

Edris kemudian menarik sedikit bagian tudung jubah itu, memastikan tidak ada bagian wajah Esmera yang terlihat dari luar."Kau tidak perlu melihat siapa pun, dan apapun," ucapnya dengan nada ketus. Tangannya masih sibuk merapikan jubah tersebut."Cukup lihat aku saja."

Esmera langsung menatapnya dari balik tudung. Wajah Esmera semakin bingung.

Kenapa sih dia?

Tiba-tiba kesal sendiri, lalu memakaikan jubahnya, menutup wajahnya, dan sekarang mengatakan hal aneh seperti itu.

Edris seolah tidak menyadari kebingungan Esmera. Setelah memastikan jubah itu terpasang dengan baik, dia akhirnya mengulurkan tangannya."Ini tempat asing, jadi jangan jauh-jauh dariku."

Esmera menatap tangan tersebut beberapa saat sebelum akhirnya meletakkan tangannya di sana.

Edris langsung menggenggamnya.

Kemudian dia menuntun Esmera keluar dari kereta. Pemandangan itu tentu saja langsung menarik perhatian orang-orang di sekitar mereka.

Terlebih lagi Duke Relis yang berdiri tidak jauh dari sana.

Tatapan Duke Relis jatuh pada Edris yang menggenggam tangan seorang wanita yang tubuhnya hampir seluruhnya tertutup jubah sang raja.

Bahkan wajah wanita itu sama sekali tidak terlihat.

Duke Relis mengerutkan kening. Ternyata kabar yang dia dengar bukanlah bualan belaka.

Raja Edris sedang dimabuk cinta.

Lihat saja tingkahnya. Dia bahkan tidak memberi kesempatan kepada orang-orang untuk melihat wajah wanitanya.

1
justFlio
aaahhh penasaran thor..alasan dia mgorbanin nyawanya..apa uda tau klo esmera tidak selingkuh atau si edrisnya memang jatuh cinta dalam
Diah Al Khalifi
aku ikut nangis bacanya🥹🥹
Diah Al Khalifi
aku suka cerita nya
Saasaa: terimakasih sudah suka ya😍
total 1 replies
justFlio
ak bolak balik nenggok thorr...belum up up 🤭🤭🤭
justFlio: 😍😍😍😍😍😍
total 2 replies
Diah Al Khalifi
up dong thaor🙏🙏🙏
Saasaa: Sudah di update, selamat baca ya
total 1 replies
𝐈'𝐦𝐄𝐥𝐥𝐢𝐞𝐍𝐨𝐭𝐋𝐢𝐞🔮
SUKAAAA BANGETTTT😘😘😘 Alur ceritanya itu jelas dan nggak bertele-tele, nggak klise meskipun mengulang kembali kehidupan, rapi dan enak buat dibaca~ Siap mantau sampee happy endingg😘😘 Semangatttt😘🥰❤🤗
Saasaa: Terimakasih 😍 semangat 💪
total 1 replies
𝐈'𝐦𝐄𝐥𝐥𝐢𝐞𝐍𝐨𝐭𝐋𝐢𝐞🔮
Makin seruu eeaakk😚 Lanjyuttt qhaqhaa, cemunguttt😚😚
Saasaa: Siap, semangat 😍
total 1 replies
𝐈'𝐦𝐄𝐥𝐥𝐢𝐞𝐍𝐨𝐭𝐋𝐢𝐞🔮
Ini si bunga anjeng ini nggak dimetongin juga? Request dong, dibuat matek gantung
𝐈'𝐦𝐄𝐥𝐥𝐢𝐞𝐍𝐨𝐭𝐋𝐢𝐞🔮
Nggak papa metong... Nanti minta nasi kotak aja, lumayan.. kan?
𝐈'𝐦𝐄𝐥𝐥𝐢𝐞𝐍𝐨𝐭𝐋𝐢𝐞🔮
Gamon keknya
𝐈'𝐦𝐄𝐥𝐥𝐢𝐞𝐍𝐨𝐭𝐋𝐢𝐞🔮
Keknya karena dia love nya ke yu, dan obses anjj nya ke yuu
𝐈'𝐦𝐄𝐥𝐥𝐢𝐞𝐍𝐨𝐭𝐋𝐢𝐞🔮
Beuhh... Udahlah salah paham, ditambah miskomunikasi 🤗🤗🤗
Saasaa: paket komplit 🤭
total 1 replies
𝐈'𝐦𝐄𝐥𝐥𝐢𝐞𝐍𝐨𝐭𝐋𝐢𝐞🔮
Obses kah??
𝐈'𝐦𝐄𝐥𝐥𝐢𝐞𝐍𝐨𝐭𝐋𝐢𝐞🔮
Ohh, jadii sikapnya sih Edris di kehidupan pertama yang dingin itu karena ini? Teruss, jangan-jangan dia memang cinta sama Esmera? Teruss, pas Esmera metong, makanya dia rela nukar nyawa demi Esmera idup lagi? Bjirrr... Oke, baru opini
justFlio
hulala ayok dikorek dikorek sampai alasan edris mempertaruhkan nyawa agar bisa hidup kembali
Saasaa: Hayuukk🤭
total 1 replies
Henda Wini
👍
Henda Wini
menarii ceritanya
Saasaa: Terimakasih sudah baca ya 😍
total 1 replies
𝐈'𝐦𝐄𝐥𝐥𝐢𝐞𝐍𝐨𝐭𝐋𝐢𝐞🔮
Wihh... Semangat buat lanjutin ceritanya Kakss😚😚🍉
Saasaa: Terimakasih 😍
total 1 replies
𝐈'𝐦𝐄𝐥𝐥𝐢𝐞𝐍𝐨𝐭𝐋𝐢𝐞🔮
Jadi, si Daisy ini sengaja supaya Esmera nggak nikah sama Edris? Apa jangan-jangan, ini yang ngebuat sikap Edris juga jadi dingin ke Esmera?
Saasaa: entah apa maunya si bibi ini🤭
total 1 replies
𝐈'𝐦𝐄𝐥𝐥𝐢𝐞𝐍𝐨𝐭𝐋𝐢𝐞🔮
Si anjirr...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!