NovelToon NovelToon
Married With Duda

Married With Duda

Status: tamat
Genre:Duda / Cinta Terlarang
Popularitas:43M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nidia

Sarah tidak menyangka jika ia akan di pertemukan dengan seorang duda yang memiliki 2 putra lucu, imut, dan tampan. Tentu saja ketampanan itu berasal dari ayahnya. Namun sayang Dia berjanji tidak ingin menjalin hubungan apalagi menikah setelah istrinya mengkhianatinya. Namun saat bertemu Sarah ia melanggar janjinya itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nidia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 29: Taman Rumah

"Sayang, ayo bangun..nanti kita terlambat ke sekolah" ucap ku menepuk pelan lengan Damien.

"Dami masih mengantuk mom" ucapnya pada ku lalu meletakkan kepalanya di pahaku. Ku lirik jam yang ada di dinding. "ya sudah 5 menit lagi ya, setelah itu Damien harus bangun, kalau tidak Dami tidak dapat bekal hari ini".

"Ok mom" ujarnya pada ku, Aku mengelus-elus rambut halusnya dengan lembut.

"Jam berapa sekarang?" ucap Devano membuat ku terkejut.

"Jam 6".

"Astaga, Aku harus pulang. Aku akan menjemput Darren dulu, Aku titip Damien" ucapnya lalu bangun dan memakai baju nya.

"Hmmm...hati-hati di jalan" ujar ku padanya lalu Devano pergi.

Satu jam kemudian Devano datang bersama Darren dengan pakaian yang sudah rapi. Setelah itu mereka sarapan kemudian berangkat ke sekolah. Sedangkan Devano pergi ke perusahaannya setelah mengantar anak-anak ke sekolah.

*****************************************************

Tiga bulan sudah Aku melewati hari-hari ku dengan Darren dan Damien juga dengan Devano. Hari-hari ku lebih hidup setelah bertemu dengan anak-anak. Aku tidak merasa kesepian lagi. Akhir-akhir ini Aku kadang tidur di rumah Devano karena permintaan anak-anak yang tidak bisa di tolak. Seperti sekarang ini kami berempat sedang berada di taman rumah Devano. Darren, Damien dan Devano sedang bermain bola. Sementara Aku hanya duduk menyaksikan mereka bermain bola.

"Sepertinya kukis buatan ku sudah matang, Aku akan mengambilnya dulu" gumam ku setelah Aku melihat jam tangan ku.

Aku kembali ke taman dengan membawa nampan yang berisi minuman dingin dan kukis buatan ku.

"Ayo siapa yang mau mencoba kukis buatan mommy" ucap ku pada mereka.

"Aku...Aku mom" ujar Darren berlari menghampiri ku.

"Aku juga mom" timpal Damien.

"Aku juga mau" ucap Devano.

Sekarang kami sedang menikmati minuman dan kukis buatan ku di kursi yang ada di taman rumah.

"Pelan-pelan minumnya Dami, nanti kamu bisa tersedak".

"Ia mom, Dami sangat haus".

"Ah segarnya" ujar Darren. "Dad setelah ini kita berenang ya, rasanya sudah lama kita tidak berenang".

"Oke, apa pun untuk anak-anak daddy".

"Dami sudah tidak sabar untuk mengalah kan kalian" ujar Damien dengan mulut yang penuh dengan kukis.

Darren dan Devano saling bertatapan. "pufftt..." keduanya ingin tertawa mengingat setiap kali mereka bertanding Damien tentu saja kalah dari mereka. Tentu saja karena badannya yang masih kecil dan juga Dia belum terlalu mahir. Saat Damien kalah, Ia akan menangis dengan kuat. Oleh karena itu Darren dan Devano akan mengalah, mereka akan pura-pura untuk kalah, supaya Damien diam.

Aku yang melihat Darren dan Devano menahan tawa menjadi penasaran. Rasa penasaran ku mungkin terlihat dari mimik wajah ku hingga Devano mendekat dan menceritakan dengan suara pelan apa yang membuat mereka menahan tawa. Mendengar itu tentu saja Aku ikut tertawa namun ku tahan.

Aku sudah berada di kolam bersama anak-anak, mereka sudah mengganti pakaiannya menjadi pakaian renang. Aku tidak ikut berenang bersama mereka karena Aku tidak membawa pakaian ganti ku. Damien dan Darren turun ke kolam menuju sisi yang dangkal.

Devano telah siap dengan pakaian renangnya berupa celana pendek ketat tanpa atasan sehingga menunjukkan tubuh kotak-kotaknya. Ia berjalan menuju kolam.

1
matchariee??
kurang asik
matchariee??
.
Anonymous
Plis lahh baru baca kurang srek aja gitu.. maaf nihh, author nya pernah belajar b.indo kan ya? Trus pasti ada yg namanya sudut pandang nahh kalau dlm penulisan haruanya dikasih keterangan. Ini gw baca cuma sampe chapter 2 aja udh ga nyaman seolah” ini pov outhornya berdasarkan real life karna ada kata “aku”. Kalau mungkin memang bgi sebagian org ga masalah tpi bagi yg udh bnyk baca karya/cerita org pasti ga nyaman. Mohon di koreksi ya thor.
Eka Sari Agustina
👍👍👍👍
Alaric Zikri
Luar biasa
oma lina katarina
seneng baca nya dari susah hingga senang nya , bagus ceritanya Thor
oma lina katarina
keluarga harmonis 👍👍
Aries suratman Suratman
Author emang suka bikin yang baca ceritanya jadi jengkel dan Emosi, dikasih tahu tapi...tak direspon 🤦💆
Aries suratman Suratman
Kalo sampai episode:10 Masih pakai bahasa Seolah cerita kehidupan pribadi author(Berarti Author ngga butuh kritik dan saran)👏👏👏🤷
Aries suratman Suratman
Intinya kalo ceritanya masih kaya cerita kehidupan pribadinya Author
yang baca ceritanya jadi kurang nyaman dan terasa kurang pas
Aries suratman Suratman
Baca ceritanya kurang nyaman, Seolah-olah Sedang Menceritakan kisah pribadi Author, Harusnya Author itu belajar dari pengalaman yang udah ada (Novel itu ceritanya dunia hallu imajinasi, bukan cerita kehidupan pribadi)🙆💆💆💆👍✌️
chtiana 75
Luar biasa
Nisa Sugiarti
Lumayan
Muji Erawati
Luar biasa
Muji Erawati
q sukak ceritanya
M Yustina
tanda kasih syg seorang lbu ..... D nanti Damian/Smile/
Ryan Jacob
semangat Thor nulisnya
Dini Dadi
Luar biasa
faraakila
tiba-tiba pov devano
faraakila
katanya orang kaya tapi gak ada kamar tamu 😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!