NovelToon NovelToon
Hantu Pedang Menantang Takdir

Hantu Pedang Menantang Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:99.1k
Nilai: 5
Nama Author: Boqin Changing

Sebuah kisah tentang seorang pria dari masa lalu yang bangkit di masa ini.

Di masa ini, ia bertemu dengan perempuan yang mirip dengan seseorang yang ia cintai di masa lalunya. Seseorang yang tidak berani ia gapai karena kondisi fisiknya yang seperti monster saat itu.

Akankah ia berhasil menyingkirkan kenangan buruk masa lalunya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menuju Kota Wuye

Lan Suya terdiam beberapa saat. Ia sendiri tidak tahu harus menjawab apa.

Setelah mengingat kembali ucapan Bong Min, ia akhirnya menggelengkan kepalanya.

“Tidak mungkin.”

Bong Min mengangkat alis.

“Kenapa?”

Lan Suya menarik napas pelan.

“Aku merasa sangat tidak sopan jika meminta Senior Sha Nuo melakukan hal seperti itu.”

“Dia adalah seorang pendekar yang kemampuannya bahkan menyamai seorang Kaisar Wilayah. Bagaimana mungkin aku memintanya berpura-pura menjadi kekasihku?”

Semakin ia memikirkannya, semakin Lan Suya merasa ide tersebut tidak masuk akal. Sha Nuo memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Bahkan tanpa membawa nama Boqin Changing, kekuatan pria itu sendiri sudah cukup untuk membuat banyak kekaisaran berhati-hati.

Memintanya menjadi kekasih palsu hanya demi menyelesaikan masalah perjodohan? Lan Suya merasa dirinya akan terlalu tidak tahu malu jika benar-benar melakukannya.

Bong Min terdiam sejenak.

“Kalau begitu, jika bukan dia, siapa lagi?”

Lan Suya menggelengkan kepala.

“Jangan berpikir macam-macam dengannya.”

Ia berusaha berbicara setenang mungkin.

“Kita bahkan tidak tahu apakah Senior Sha Nuo sudah memiliki kekasih di luar sana atau tidak.”

Bong Min yang semula masih ingin mengatakan sesuatu akhirnya mengangguk.

“Itu benar.”

Ia mulai menyadari bahwa idenya tadi memang sedikit keterlaluan.

“Kalau begitu lupakan saja.”

Lan Suya menghela napas lega.

“Aku akan mencari sendiri siapa orang yang bisa berpura-pura menjadi kekasihku nanti.”

Bong Min tidak memberikan saran apa-apa lagi. Ia hanya bersandar di kursinya sambil memandang sahabatnya.

Masalah Lan Suya kali ini memang terlalu pelik. Tidak mudah mencari seseorang yang bersedia memainkan peran tersebut, terlebih lagi ketika keluarga yang akan dihadapi adalah Keluarga Lan dan Keluarga Fang.

...*******...

Hari berganti keesokan harinya. Pagi datang seperti biasa di Penginapan Kayu Mawar.

Di ruang makan, Sha Nuo dan Gao Rui sudah duduk bersama. Keduanya menikmati sarapan sambil berbincang santai.

Setelah beberapa saat, Sha Nuo meletakkan sumpitnya.

“Rui’er.”

“Ya, Paman?”

“Hari ini aku memutuskan untuk melatihmu.”

Gao Rui yang sedang mengambil makanan langsung berhenti. Ia tampak sedikit kaget. Namun bukannya langsung bersemangat, Gao Rui justru mengernyitkan kening.

“Paman lupa?”

Sha Nuo terdiam.

“Lupa apa?”

Gao Rui menatapnya heran.

“Beberapa hari lalu aku sudah mengatakan bahwa hari ini aku akan menemani Bibi Lan Suya pergi ke Kota Wuye.”

“Katanya ada urusan Harta Langit di sana.”

Sha Nuo langsung menepuk jidatnya.

“Oh iya.”

“Aku lupa.”

Ia mengambil cangkir tehnya lalu meneguknya.

“Lalu siapa yang akan mengawal kalian?”

Gao Rui menggelengkan kepala.

“Aku tidak tahu.”

“Namun setahuku Senior Rou Xi, Senior Bai Kai, dan Senior Yuang Dao tidak ikut.”

“Mereka sedang memiliki urusan masing-masing.”

Sha Nuo mengerutkan kening. Ketiga nama yang baru saja disebut Gao Rui bukanlah pendekar biasa.

Rou Xi, Bai Kai, dan Yuang Dao merupakan tiga pendekar terkuat di kelompok Harta Langit. Jika mereka tidak ikut dalam perjalanan, berarti Lan Suya dan Gao Rui akan pergi tanpa pengawalan tiga orang tersebut.

Gao Rui seolah memahami kekhawatiran Sha Nuo.

“Paman tidak perlu khawatir.”

“Kota Wuye tidak terlalu jauh dari ibu kota.”

“Kalau menggunakan kereta kuda, kami hanya membutuhkan waktu sekitar setengah hari.”

Ia kemudian menambahkan,

“Lagipula akan ada belasan orang dari kelompok Harta Langit yang ikut bersama kami.”

Gao Rui tersenyum.

“Selain itu, ada Bibi Ya.”

“Dia juga seorang pendekar suci yang kuat.”

Sha Nuo memandang Gao Rui beberapa saat sebelum akhirnya tersenyum.

“Itu benar.”

“Kalau begitu kalian berdua harus tetap berhati-hati.”

Gao Rui mengangguk.

“Tentu, Paman.”

Tidak lama kemudian, suara langkah kaki terdengar dari arah pintu ruang makan. Lan Suya datang.

“Rui’er.”

Gao Rui langsung menoleh.

“Bibi.”

Lan Suya tersenyum lalu duduk bersama mereka.

“Maaf membuat kalian menunggu.”

“Tidak apa-apa,” jawab Gao Rui.

Sha Nuo juga mengangguk.

“Selamat pagi, Nona Ya.”

“Selamat pagi, Senior.”

Lan Suya mulai menikmati sarapannya. Percakapan hangat pun kembali memenuhi ruangan.

Mereka membicarakan perjalanan menuju Kota Wuye, beberapa urusan Harta Langit, bahkan Gao Rui sempat menceritakan latihan yang diberikan Sha Nuo kepadanya beberapa hari terakhir.

Lan Suya sesekali tertawa mendengar keluhan Gao Rui tentang betapa sulitnya teknik yang diberikan Sha Nuo. Sha Nuo hanya tersenyum sambil menikmati tehnya.

Suasana pagi itu terasa sangat tenang. Tidak ada yang menyadari bahwa bagi Lan Suya, duduk berhadapan dengan Sha Nuo membuatnya teringat kembali percakapannya dengan Bong Min semalam. Ia segera membuang pikiran itu.

Setelah sarapan selesai, Lan Suya berdiri.

“Senior Sha Nuo, kami harus berangkat sekarang.”

Sha Nuo mengangguk.

“Semoga perjalanan kalian lancar.”

Lan Suya tersenyum.

“Terima kasih, Senior.”

Gao Rui juga berdiri dari kursinya.

“Ayo, Bibi.”

Lan Suya hendak berjalan meninggalkan ruang makan.

Namun baru beberapa langkah, Gao Rui tiba-tiba berhenti. Ia menoleh kepada Sha Nuo.

“Paman.”

Sha Nuo mengangkat wajah.

“Ada apa?”

Gao Rui tersenyum.

“Paman sedang tidak sibuk, kan?”

Sha Nuo sedikit bingung.

“Tidak.”

Gao Rui menggerakkan tangannya.

“Kalau begitu ayo ikut saja ke Kota Wuye bersama kami.”

Lan Suya langsung terdiam. Ia sama sekali tidak menyangka Gao Rui akan mengatakan hal tersebut. Entah mengapa, justru dirinya yang merasa canggung.

Sha Nuo segera menggelengkan kepala.

“Tidak perlu.”

“Aku takut malah merepotkan kalian.”

Gao Rui langsung menggeleng kuat-kuat.

“Mana mungkin merepotkan?”

“Paman juga tidak sedang ada urusan.”

Ia kemudian menoleh kepada Lan Suya.

“Benar, kan, Bibi?”

Lan Suya membeku sesaat.

Tatapan Gao Rui membuatnya tidak bisa menghindar. Ia perlahan mengalihkan pandangan kepada Sha Nuo.

“I-ini...”

Lan Suya terdiam sebentar sebelum tersenyum sopan.

“Jika Senior tidak keberatan, tentu saja kami tidak merasa direpotkan.”

Nada suaranya tetap tenang dan penuh hormat.

Namun di dalam hatinya, Lan Suya justru semakin gugup. Ia baru saja mengatakan kepada Bong Min bahwa dirinya tidak mungkin meminta Sha Nuo berpura-pura menjadi kekasihnya. Sekarang pria itu malah berdiri tepat di hadapannya dan hendak ikut bersamanya ke Kota Wuye. Lan Suya tidak tahu apakah dirinya harus merasa senang atau justru semakin canggung.

Gao Rui kembali menatap Sha Nuo dengan penuh harap.

“Paman, ikutlah.”

Sha Nuo mengangkat alis.

“Kenapa kau begitu ingin aku ikut?”

Gao Rui tersenyum.

“Karena perjalanan kami akan jauh lebih aman jika Paman Nuo ikut.”

Ia kemudian menambahkan,

“Memang Bibi Ya adalah seorang pendekar suci, tetapi Paman jauh lebih kuat.”

“Kalau ada orang yang berani mengganggu kami, mereka pasti akan berpikir berkali-kali jika melihat Paman.”

Sha Nuo menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.

Ia melirik Gao Rui, kemudian tanpa sadar pandangannya beralih kepada Lan Suya. Wanita itu masih berdiri tidak jauh dari Gao Rui. Wajahnya terlihat tenang, tetapi Sha Nuo dapat melihat sedikit kecanggungan dalam tatapannya.

Sha Nuo terdiam sejenak. Sebenarnya ia memang tidak memiliki urusan penting hari ini.

Jika ikut ke Kota Wuye, setidaknya ia bisa menghabiskan waktu bersama Gao Rui. Tidak ada alasan baginya untuk menolak.

“Baiklah.”

Sha Nuo akhirnya menghela napas.

“Jika kau memaksa...”

Wajah Gao Rui langsung berseri-seri.

“Benarkah?”

Sha Nuo mengangguk.

“Ya.”

Gao Rui segera berbalik menghadap Lan Suya.

“Bibi, Paman ikut bersama kita!”

Lan Suya yang sejak tadi diam akhirnya tersenyum.

“Ya.”

Ia memandang Sha Nuo.

“Kalau begitu, terima kasih sudah bersedia ikut, Senior.”

Sha Nuo tertawa kecil.

“Tidak perlu berterima kasih. Aku juga tidak sedang melakukan sesuatu yang penting.”

Gao Rui langsung berjalan mendekati pintu.

“Kalau begitu ayo! Kereta kuda kita pasti sudah menunggu.”

Lan Suya ikut berjalan, sementara Sha Nuo menyusul di belakang mereka.

Namun ketika melewati pintu ruang makan, Sha Nuo tiba-tiba tersenyum tipis. Ia tidak tahu mengapa.

Perjalanan menuju Kota Wuye yang awalnya hanya perjalanan biasa, kini terasa sedikit berbeda. Terutama karena Lan Suya juga ikut di dalamnya.

1
Nanik S
Paman Nuo.... minum tehnya gak usah pedulikan yang lain kecuali Gao Rui
Nanik S
Paman Nuo... kenapa Rui suruh bersiap memang Kejutan apa yang akan Paman Berikan 🤣🤣🤣👍👍👍
tariii
bersiap apa nich, paman?? jangan buat penasaran lah...🤣🤣🤣🤣
Rinaldi Sigar
lnjut
miss blue 💙💙💙
gou rui sama paman nuo pasti mau bikin pesta sendiri 🤣🤣🤣
angin kelana
waduh apakah akan ada penyerangan???💪💪💪
John Travolta
bagusss 👍👍👍👍👍👍
Eka Haslinda
ternyata paman Nuo benar2 gak terkenal 🤣🤣🤣
Warda Rahmawati
apakah paman nuo akan hilang disini??
ibarumbung
⭐⭐⭐⭐⭐
Eko🍤
akan ada kehebohan nih🤣🤣👍semua pasti kaget 🤣👍
ibarumbung
⭐⭐⭐⭐⭐
Akhmad Baihaki
🤭🤭🤭🤭🤭lucuuuu
Andy Silalahi
makin lama makin keren ceritanya. sangat layak utk dibaca
Andy Silalahi
bruakaakkaka cerita paling kacau tp itu yg bikin novel ini makin gua suka. tq Thor utk idenya
Nanik S
Bagaimana nanti LAN Suya akan memperkenalkan Sha Nuo diperjamuan
Nanik S
Paman Nuo... Rui memang paling enak diajak bergurau dan Usilnya jangan ditanya🤣🤣🤣
tariii
/Good//Good//Good//Good//Good//Good/
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!