NovelToon NovelToon
Tawanan Pangeran Siren

Tawanan Pangeran Siren

Status: sedang berlangsung
Genre:Dark Romance / Cinta Beda Dunia / Fantasi
Popularitas:667
Nilai: 5
Nama Author: Pena kira

JANGAN MAKAN AKU!
Aku hanyalah penyelam mutiara miskin yang bernasib sial. Niat hati mencari nafkah di kapal peneliti asing, aku justru terjebak dalam pembantaian keji di Teluk Bayangan. Kapal kami hancur, Sahabatku dibantai, dan laut berubah merah oleh darah.

Di hadapan para siren yang siap mengoyak dagingku, insting survivalku mendadak liar. Demi bertahan hidup, aku rela membuang harga diri, berlutut, menari dengan tubuh bersimbah darah, dan membualkan pujian setinggi langit untuk memohon ampunan. Bualan manisku rupanya menarik perhatian Pangeran Nataniel, iblis laut paling kejam dan mengerikan.

Bukannya dibunuh, aku malah diseret ke dalam istana karangnya sebagai satu-satunya tawanan manusia. Di mata Sang Pangeran, aku hanyalah seekor badut yang menarik untuk diamati. Di antara maut dan cengkramannya yang menyiksa, aku harus terus memutar otak dan bersilat lidah. Aku harus memastikan mulut manisku ini cukup ampuh untuk menjinakkannya, sebelum dia menjadikan ku santapan makan malam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena kira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rasa Yang Aneh

# Rasa Yang Aneh #

Sebelum jemari Nataniel menyentuhkan salep dingin tersebut ke kulitku, Pangeran Iblis itu justru makin mencondongkan wajahnya, menyatukan jarak hingga hembusan napas dinginnya menyumbat beku pori-pori kulit ku.

Tiba-tiba, sebuah sentuhan basah, dingin dan sangat pekat menyapu lembut tepat di atas luka lecet di punggung kiriku!

*SHHH!*

"AAHN—!"

Jeritan tertahan refleks lolos dari tenggorokanku! Seluruh tubuhku tersentak hebat, melonjak kaget saat merasakan lidah dingin bertekstur agak kasar milik Nataniel secara sengaja menjilat garis luka panjang di punggung mulusku!

Pangeran Iblis itu tidak langsung mengoleskan obat. Ia justru sengaja menggoda dan menjilat sedikit rembesan darah segar yang tersisa di permukaan lukaku dengan jilatan yang amat lambat, intens, dan penuh dominasi!

"P-Paduka...!" cicitku histeris dengan wajah yang mendadak memerah padam bercampur rasa horor yang luar biasa.

Nataniel tertawa rendah di belakang punggungku. Suara tawanya yang begitu memikat namun mengerikan bergema tepat di tengkukku, merasa sangat puas berhasil membuat manusia kecil ini menjerit panik.

("Ya Tuhaaaan...kenapa sih lukanya harus di daerah sensitif ku!") jerit hati yang tertahan, dengan rasa yang campur aduk. ("Iblis satu benar-benar aaarrrghhh!").

"Darahmu... memang memiliki rasa manis yang sangat langka, Serangga," bisik Nataniel dengan senyuman miring yang begitu tampan nan iblis. "Sensasi dingin Mutiara Laut Dalam meresap menguar sempurna, aroma nya wangi."

Baru setelah menjilat luka itu hingga bersih, jemari besarnya yang diolesi salep koral ajaib mulai mengusap lembut punggungku. Sensasi dingin luar biasa seketika menyebar dari ujung jarinya, menutup luka-luka lecet di kulitku dalam hitungan detik hingga tidak meninggalkan bekas sedikit pun.

Namun, sapuan jemarinya tidak berhenti di tempat luka. Nataniel sengaja mengusapkan sisa salep tersebut mengelilingi garis pinggang hingga menelusuri tulang belakangku, memberikan tekanan-tekanan halus yang begitu protektif namun teramat mengintimidasi.

Dada dan batinku seketika bergolak hebat! Perasaan yang teramat campur aduk membuat otaknya terasa mau meledak saat itu juga! Bahkan aku tak bisa menyembunyikan nafas berat ku yang mulai memburu, (sialaaaan...!")

Di satu sisi, jilatan basah dan usapan lembut jemari Nataniel mengirimkan sengatan hangat yang aneh, membuat jantungku berdetak liar tak terkendali dengan cara yang sangat memalukan. Namun di sisi lain, bayangan bahwa jilatan itu adalah tanda awal bahwa aku sedang dicicipi sebelum dimakan hidup-hidup membuat rasa frustrasi dan horor memuncak hingga ke ubun-ubun!

("Aaargh, persetan! Ini ikan purba bener-bener gila!") jerit batinku frustrasi setengah mati seraya memejamkan mata rapat-rapat. ("Ini perasaan apaan coba?! Kenapa rasanya geli-geli basah tapi sekalian bikin jantungan mau copot?! Dia sengaja mau bikin aku gila sebelum dijadiin makanan santapan utama, ya?! Dasar pangeran mesum sadis tak tahu diri!")

Sementara aku sedang bertengkar heboh dengan batinku yang frustrasi berat, Nataniel yang berada di belakangku makin memperkuat asumsinya. Melihat bahuku yang bergetar dan napas pendek-pendek yang kubuang, Pangeran Siren yang angkuh itu tersentuh kepuasan luar biasa. Ia yakin seratus persen bahwa manusia kerdil di hadapannya sedang ketakutan setengah mati. Ia mengira aku takut bahwa jika aku salah melangkah sedikit saja, Nataniel akan langsung menancapkan taringnya dan mengoyak tubuhku di atas ranjang ini.

Nataniel menarik tangannya, bangkit berdiri dengan keangkuhan mutlak Penguasa Samudra.

"Obatnya sudah meresap sempurna," titah Nataniel dingin seraya membersihkan jarinya dengan kain sutra. "Beristirahatlah, Serangga. Besok pagi, kau harus tampil sempurna saat mendampingiku di atas singgasana. Pakaian ini, hanya saat berada diarea pribadi ku. Jangan sekali-kali kau berani memakainya diluar kamar, pakai jubah kalau kau ingin keluar mencari makan."

Makan? Aku baru ingat kalau seharian ini aku belum mengisi perut ku, lagipula aku sudah tidak punya tenaga lagi untuk memasak makanan ku sendiri. Biasanya aku diam-diam menyelinap dan memasak makanan ku seadanya disudut istana yang tak terjangkau oleh penjaga. Menu ikan bakar andalan ku, dan aku rindu nasi. Sangat menyedihkan!

Meskipun hatiku menjerit-jerit frustrasi, refleks penjilat ulungku langsung mengambil alih kendali tubuhku secara otomatis demi mempertahankan kenyamanan dan leherku. Aku menyunggingkan senyuman manis paling mengabdi seraya menoleh pelan.

"H-Hamba mengerti, Paduka yang Maha Perkasa..." jawabku dengan nada memuja yang sangat meyakinkan, buru-buru menarik selimut koral tebal untuk menutupi bagian dada bikini laknatku. "Terima kasih atas kebaikan dan perhatian agung Paduka yang tiada tandingannya ini!"

Nataniel menyunggingkan senyum sombongnya, sangat puas melihat sikap menyembah dari manusia kecil ini. Setidaknya sekarang aku bisa tenang, karena hanya Nataniel yang akan melihat ku setengah telanjang ini. Ia melangkah menuju sofa kristal di sudut kamar, mendudukkan tubuh tegapnya di sana seraya memejamkan mata untuk bermeditasi, membiarkanku berada di atas tempat tidur mewahnya.

Suara hembusan napas teratur Nataniel perlahan mengisi keheningan malam. Aku berbaring miring, memeluk Mutiara Laut Dalam dengan erat di dalam dekapan selimut. Punggungku yang baru saja dijilat masih terasa membakar dan menyengat, meninggalkan jejak sensasi asing yang terus mengacaukan pikiranku.

("Sialan...") gumamku pelan menatap langit-langit kamar yang bertabur kristal malam. ("Besok persidangan para menteri... aku harus bisa bertahan hidup dan terus menjilat biar nggak beneran dimakan sama ini pangeran gila.")

Malam makin melarut di dasar Samudra Teluk Bayangan. Suasana istana yang semula hening mendadak berubah ketika gelombang hawa dingin luar biasa melintas di luar jendela kamar.

*KREK... KREKKK...*

Tanpa ada angin atau pergerakan air yang mencurigakan, lapisan es tebal tiba-tiba merambat cepat menutupi seluruh kaca kristal Kamar Utama!

Aku tersentak kaget, mendudukkan diri di atas ranjang seraya menatap jendela dengan mata terbelalak.

Nataniel di sofa sudut kamar seketika membuka matanya! Iris keemasannya meledak memancarkan aura membunuh yang teramat pekat! Ia melompat bangkit dalam satu gerakan kilat, menyambar tombak nya di samping sofa!

Bukan cuma es biasa yang menempel di jendela.

Di balik kaca kristal yang membeku tersebut, muncul puluhan bayangan merah menyala berukuran raksasa mata-mata predator purba milik Klan Es Utara yang telah dinyatakan punah ribuan tahun lalu!

Dan yang paling mengerikan, sebuah suara bisikan gaib berfrekuensi ultra-tinggi yang sanggup memecahkan gendang telinga tiba-tiba merambat menembus dinding batu Kamar Utama, bergema lurus di dalam kepala kami berdua.

*"Serahkan Manusia Murni pemilik Mutiara Laut Dalam... atau malam ini, seluruh Teluk Bayangan akan kami bekukan menjadi kuburan abadi!"*

*PRANGGG!*

Kaca kristal Kamar Utama meledak hancur berkeping-keping! Hawa beku mematikan menyeruak masuk menyapu seluruh isi ruangan, langsung membekukan permukaan lantai kristal dan kain-kain sutra di sekitar ranjang!

"Paduka!" jeritku panik seraya mendekap Mutiara Laut Dalam tinggi-tinggi.

Nataniel melesat berdiri di hadapanku, mengibaskan tombak gravitasinya hingga menciptakan dinding tekanan udara yang menahan gumpalan es beku tersebut. Namun, kening pria angkuh itu sedikit berkerut. Penggunaan sihir gravitasi beruntun sejak di arena tadi sore mulai menyulut pembakaran halus di dalam dada dan organ dalamnya!

"Tetap di belakangku, Serangga!" gertak Nataniel penuh nada perintah yang mengintimidasi, walau napasnya terdengar sedikit lebih berat dari biasanya.

Sesosok makhluk bertubuh jangkung berlapis sisik es kebiruan menyeruak menembus pecahan jendela, mengacungkan tombak es purba lurus ke arah dadaku!

⭐ ⭐⭐⭐⭐

SERANGAN MENDADAK DARI KLAN ES UTARA!! 😱🔥 Pangeran Nataniel siap membantai musuh, tapi organ dalamnya mulai terbakar lagi! Akankah Alessia terpaksa menyerahkan darahnya saat itu juga demi menyelamatkan Nataniel?

Yuk, Kiravers! Gass lanjut ke Bab 27 sekarang juga buat bongkar pertempuran sengit selanjutnya! ✨

1
Helmy Faldy Alaydrus
ini si alesia makan apa thor
Pena kira: ikan lele kak😄
total 1 replies
Helmy Faldy Alaydrus
👍👍👍👍
Pena kira: 🙏 terimakasih kak
total 1 replies
Helmy Faldy Alaydrus
ada akademi vokal di dunia siren yak😄
Pena kira: mau join kak😄
total 1 replies
Helmy Faldy Alaydrus
ttp kek bocil😄
Pena kira: xixixixi
total 1 replies
Helmy Faldy Alaydrus
cobain dulu lah kabur
Pena kira: kesian kang ikan lele Dumbo nya kak kalo ditinggal kabur
total 1 replies
Helmy Faldy Alaydrus
lawak lawak
Pena kira: 🤣🤣🤣 terimakasih kk
total 1 replies
Helmy Faldy Alaydrus
👍👍👍👍
Pena kira: terimakasih kk
total 1 replies
Pena kira
tapi gantengnya nggak ngotak kak😭
Best
seramnye..
Pena kira: tapi gantengnya nggak ngotak kak 😭
total 1 replies
Helmy Faldy Alaydrus
ikut mual njirrr🤢
Pena kira: minum antimo kak..aman😅
total 1 replies
Helmy Faldy Alaydrus
👍👍👍 lanjut thor
Pena kira: asiap kak
total 1 replies
Helmy Faldy Alaydrus
👍👍👍
Pena kira: makasih kakak
total 1 replies
Best
hadir Thor..
Pena kira: thanks a lot kak
total 1 replies
Helmy Faldy Alaydrus
gila kuat banget mental si alessia
Pena kira: sempat hidup generasi sandwich kak 😂
total 1 replies
Helmy Faldy Alaydrus
bagus lho tapi masih sepi. semangat thor bagus cerita nya..next👍
Best: "Baby or Babi." judul novel terbaru aku. Romansa yang di taburi juga dengan humor dan fantasi. Yuk mampir
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!