NovelToon NovelToon
Aku Belum Mati, Suamiku!

Aku Belum Mati, Suamiku!

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Berondong / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat
Popularitas:21.1k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

Kecelakaan tragis menimpanya, dianggap sudah mati. Rinda kembali ke rumah setelah beberapa bulan.

Namun ketika kembali, bukan sebuah sambutan selamat datang, melainkan sebuah pesta pernikahan megah antara suami dan kakaknya.

"Jasad ku tak kau cari, Gani! Dan kalian malah menikah lalu menggelar pesta megah? Ingat, aku masih istrimu, dan aku masih pimpinan TBBA!"

Semua mata menatap Rinda dengan tubuh yang bergetar takut. Seolah dirinya bangkit dari kematian. Tak terkecuali dengan Gani dan Teani

Namun diantara ketakutan semua orang, ada satu orang yang tersenyum atas kembalinya dirinya. Sang asisten pribadi, Jexen. Pria muda itu terus saja tersenyum ke arahnya.

Lalu, apakah Rinda akan bertahan dalam pernikahannya lalu menerima Teani sebagai madunya, atau melepaskannya?

Dan bagaimana reaksi Rinda ketika Jexen mengungkapkan perasaannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Hidup 14

"Semuanya sudah ada di sini, kita mulai rapat kecil kita sebelum mengumpulkan semua bagian. Apa yang kalian tahu soal kerugian yang terjadi. Tiga bulan yang lalu semua masih aman saja. Pembayaran juga lancar dan tak ada kendala. Jex, kamu bahkan memberikan laporan itu padaku secara rutin."

Rapat kecil yang hanya dihadiri 4 orang itu dimulai dengan langsung ke pokok bahasan. Jexen kembali mengeluarkan laporannya waktu itu.

Rinda mengerutkan alisnya saat tak melihat ada hal lain setelahnya yang Jexen kerjakan. Tatapan Rinda beralih dari laporan ke wajah Jexen.

Seolah tahu apa yang ditanyakan sang atasan, Jexen memberikan jawaban yang pertanyaannya belum terlontar.

"Saya resign saat berita Anda kecelakaan, Bu Rinda. Jadi setelah itu, saya sama sekali tidak mengetahui apa yang terjadi pada perusahaan," jawab Jexen. Dia mengangkat kedua tangannya.

Rinda hanya menghela nafasnya panjang. Dia tak tahu bahwa Jexen ternyata pergi. Rinda pikir, Jexen tetap berada di TBBA dan menjadi aspri nya Teani.

"Kenapa kamu tidak tingga;?" tanya Rinda sembari menatap wajah Jexen.

"Hanya kamu yang aku layani. Hanya kamu nona ku, jadi kalau kamu tidak ada, maka ya untuk apa aku tetap tinggal," jawab Jexen santai.

Rinda menggelengkan kepalanya cepat. Dia tak mengerti jalan pikiran pria yang usianya 4 tahun lebih muda darinya.

Baru tadi dia mendengarkan perkataan Lina soal tawaran Teani kepada Jexen untuk jadi asisten pribadi dengan gaji fantastis, tapi Jexen dengan tegas menolak.

Gaji besar, pekerjaan bagus, tapi Jexen hanya bergeming. Dan malah berkata demikian. Rinda sungguh tak mengerti jalan pikiran Jexen.

"Baiklah, lupakan itu. Sekarang soal kantor cabang, jangan ditutup. Kasian orang-orang yang ada di sana. Mesk prospeknya tidak banyak, tapi toko cabang yang ada di Pekalongan tetap lah menghasilkan. Aku akan menutup kerugian itu dengan uang pribadiku agar Cash Flow kita tetap aman," ucap Rinda. Baru sehari kembali ke perusahaan, Rinda sudah langsung membuat sebuah penyelesaian. Dia berpikir dengan tenang dan tepat.

"Apa semua akan Anda tanggung sendiri? Dari tabungan Anda?" tanya Aina. Meski dia tahu setiap owner pasti memilik dana cadangan, akan tetapi tetap saja seharusnya tidak hanya diusung oleh satu orang saja.

Setidaknya Teani, Nania dan juga Gani ikut andil dalam hal seperti ini.

"Ya, aku akan melakukan semuanya sendiri. Ini milik ku, milik keluarga ibu ku. Jadi aku harus menjaga semuanya dengan baik."

Tangan Rinda yang berada di atas meja mengepal erat. Dimana hal tersebut tertangkap mata oleh Jexen.

Drtzzz

Ponsel Rinda berdering. Matanya menyipit saat melihat nomor yang tak dikenal.

Awalnya Rinda membiarkannya, lalu sebuah pesan masuk yang mana langsung membuat Rinda untuk menghubungi kembali.

"Selamat siang. Apa benar anda dari Suryoprojo Grup (SJ Grup) maaf saya tadi mengabaikan Anda."

Rinda beranjak dari duduknya, dia sedikit menjauh dari ketiga anak buahnya.

"Ya benar. Nama saya adalah Marwan, saya asisten pribadi Tuan Jeremy Suryoprojo. Beliau ingin berinvestasi kepada TBBA. Kami mendengar TBBA sedang mengalami sedikit kendala. Kalau Anda berkenan, besok silakan datang ke SJ Grup pada pukul 10.00 pagi."

Rinda menelan saliva nya dengan susah payah. Dia tidak menyangka bahwa akan ada orang dari SJ grup yang menghubunginya.

Sudah jadi rahasia umum bahwa untuk menjalin kemitraan dengan SJ grup itu bukan sesuatu yan mudah. Maka dari itu Rinda tertegun sejenak saat orang dari SJ grup menghubunginya.

Bak oase di padang pasir yang panas, Rinda sangat senang mendengar hal itu.

"Siapa Bu Rinda?' tanya Lina. Wajah Rinda tampak senang, dimana Lina yakin apa yang baru saja diterima Rinda pasti sebuah kabar baik.

"SJ Grup, katanya belau mau berinvestasi ke kita. Puji Tuhan, ini benar-benar pertolongan Tuhan buat aku," jawab Rinda dengan riang. Ia terus saja tersenyum.

"Alhamdulillah," ucap Lina dan Aina secara bersamaan. Berapapun investasi yang akan diberikan oleh SJ Grup, Rinda akan menerimanya. Setidaknya aliran dana di perusahaan mereka akan aman.

"Jex, tolong buatkan proposal. Besok kamu ikut aku untuk ketemu pimpinan SJ Grup."

"Ya?"

Jexen tersentak mendengar permintaan Rinda. Ia menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.

Rinda mengerutkan alisnya. Belum pernah Jexen bingung seperti ini. Biasanya setiap Rinda memerintahkan sesuatu, pria itu akan langsung mengerjakannya tanpa protes atau mengeluh.

"Kenapa Jex, kamu tidak bisa membuatnya kah? Atau, kamu masih tidak ingin kembali ke TBBA untuk jadi asisten ku?"

Rinda sedikit cemas, jika Jexen memang tak mau kembali bekerja di TBBA maka dia harus dengan cepat mencari pengganti Jexen. Bekerja tanpa asisten akan cukup melelahkan.

"Bukan begitu Mbak, aku mau lah kerja di sini. Kalau seandainya aku tidak mau, aku tidak akan ikut rapat ini. Hanya saja untuk menemani Mbak ke SJ ... ."

Jexen menggantungkan kalimatnya sambil kembali menggaruk kepalanya. Membuat proposal, jelas bukan masalah besar baginya. Tapi untuk datang ke SJ, itu yang akan jadi persoalan.

"Kenapa Jex? Kamu takut kah? Tidak perlu takut, kamu hanya akan diam dan menemaniku. Aku nanti yang akan bicara. Memang sih katanya Tuan Jeremy Suryoprojo itu orang yang sulit, tapi aku yakin bisa. Jadi kamu tak perlu takut juga," papar Rinda panjang.

Wanita itu paham dengan apa yang diragukan oleh Jexen. Jexen adalah pemuda yang cerdas dan juga kompeten. Tiga tahun menjadi asistennya, Jexen tak pernah membuat kesalahan apapun. Dia selalu bisa mengerjakan pekerjaannya tanpa ada kekurangan.

Tapi untuk menghadapi seorang Jeremy Suryoprojo, mungkin adalah hal yang berbeda. Suryoprojo bukan lah keluarga yang sembarangan. Keluarga tersebut memilik koneksi bisnis yang besar. Bahkan kakak ipar dari Jeremy Suryoprojo adalah Dokter Jenius pemilik Rumah Sakit Awal Brown.

Ya, keluarga Brown dan Keluarga Suryoprojo termasuk dua keluarga besar yang sangat terpandang. Berhadapan dengan mereka tentu membutuhkan nyali yang besar. Dan mungkin bagi Jexen akan sedikit membuatnya ketakutan. Itu dalam pikiran Rinda.

"Semua akan baik-baik saja, Jex. Kamu hanya perlu diam," ucap Rinda sekali lagi.

"O-oke, baiklah," jawab Jexen. Pemuda itu tersenyum lebar namun senyumnya begitu kaku.

"Aku bukan takut sama Tuan Jeremy, tapi aku takut ketahuan," ucap Jexen dalam hati.

Rinda meminta Jexen segera membuat proposal yang mana hari ini harus selesai. Lina dan Aina juga diminta untuk mengumpulkan semua kepala bagian untuk rapat dadakan.

Kembalinya Rinda cukup mengejutkan bagi mereka semalam. Namun semua karyawan terlihat senang. Mereka mengucapakan selamat datang kepada Rinda, yang mana belum sempat mereka ucapkan tadi malam.

Selama rapat berlangsung, mereka tak henti-hentinya menatap Rinda. Masih ada rasa tidak menyangka bahwa orang yang selama ini dkabarkan telah tiada, berdiri di depan mereka.

"Terimakasih untuk semuanya. Sekarang, mari kita kembali bekerja."

"Baik Bu."

TBC

1
GiZaNyA
denger tuh Jexen.. jangan kebablasan lhooo sama Rinda... bisa dijadiin penyetan kamu sama keluarga kamu kalo macem2🤣🤣🤣
GiZaNyA
heh Gani... situ kenapa Rinda kecelakaan ngga dicari dulu main langsung nikah aja... ya sekarang makanlah penyesalan kamu dan bersiap untuk diceraikan oleh Rinda...
dewi rofiqoh
Harus bersabar jexen! Dan harus bisa menahan diri 🤭🤭
GiZaNyA
akhirnya Rinda ngurus berkas cerai nya.... gaya banget si Teani mau balik ke TBBA... bae2 kena sleding Jexen kalo kerjanya main2...
Arin
Tapi lumayan lah hari ini bisa peluk Rinda sambil curi kecupan di kepala nya..... iya kan Jex. Mumpung Rinda gak sadar🤣🤣🤣
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
huh sok pamer tp bukan harta km dasar mokondo
GiZaNyA
pepet teeusss Rinda nya Jex... 🤣🤣
Arin
Ternyata yang ditakutkan Gani adalah kehilangan penopang hidupnya🤣🤣🤣. Gak ada yang biayain lagi untuk berfoya-foya dan bergaya seperti orang kaya. Sokor
Mundri Astuti
makanya buruan pisah rinda
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
di kristen mana bisa suami atau istri lebih dari satu
@$~~~tINy-pOnY~~~$@: berarti mualaf cmn buat bisa nikah aja?
total 6 replies
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
bisa jd kecelakaan itu emng disengaja tinggal siapa pelakunya blm jelas
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
pede bgt km masih ditempatkan posisi direktur kerjaan ajh g becus
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
orang numpang tapi mau menguasai huh,ada itu g ada hak ny
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
boleh g sih di gampar biar tau km tuh g PNY apa apa atas harta rinda
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
ada hak apa yang bangun itu rumah PNY ibunya Rinda,hak apa yg km mau akui km tuh cm numpang
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
alasan aja padahal mah mau dekat sama Rinda
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
hahahah kaget kan km
dewi rofiqoh
Sepertinya rinda harus mengkaji ulang jabatan yang diberikannya pada temani! 🤔🤔Jika perlu tendang aja si tes dari TBBA
Sri Supriatin
Kalau kalimatnya bisa dimengerti hanya typo buat sy g masalah thor 👍👍👍
Ilfa Yarni
yg tegas ya rinda parasit hrs disingkirkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!