NovelToon NovelToon
PEREMPUAN PEREMPUAN MILIK CEO

PEREMPUAN PEREMPUAN MILIK CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: EmeLBy

Angkasa adalah CEO sukses yang sudah beristri. Rumah tangganya terlihat sempurna di mata semua orang.
‎
‎Tapi di balik kesempurnaannya, ia harus berjuang setiap hari.
‎
‎Dikelilingi oleh perempuan-perempuan yang menyayanginya dengan caranya masing-masing.
‎
‎Ada yang menyayanginya seperti seorang ibu, ada yang mencintainya dengan gairah, ada yang memujanya dengan ketulusan, dan ada yang menantangnya dengan kebencian yang berubah menjadi cinta.
‎
‎Godaan datang tanpa diduga. Di kantor, di rumah, bahkan di saat ia paling lengah.
‎
‎Mampukah Angkasa menjaga rumah tangganya tetap utuh?
‎Mampukah ia menghalau setiap godaan dan tetap menjadi suami yang setia?
‎Dan mampukah ia bersabar menunggu... sampai akhirnya ia dipanggil dengan sebutan "AYAH"?
‎
‎Karena menjadi CEO itu mudah.
‎Menjadi suami yang setia dan ayah yang dirindukan? Itu pertaruhan sesungguhnya.
‎
‎Siimak kisah lengkapnya, hanya di Noveltoon.
‎
‎

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EmeLBy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19 : KENALIN ASISTEN BARU KU

Hari pertama Jingga masuk kerja. Pagi-pagi sekali ia sudah datang. Kemeja putih kebesaran, celana hitam longgar, flat shoes tanpa hak, rambutnya di ikat cepol sederhana, tanpa poni. Tidak ada parfum menyengat, tidak ada lipstik merah. Ia sengaja datang 30 menit lebih awal dan langsung duduk di pantry.

Jam 08.00, Bintang datang dengan semangat. Ia habis dari Bali, hatinya masih hangat.

“Mbak Jingga, maaf gak bawa banyak. Ini cuma kebagian kacang disco.” Bintang memberikan sebungkus kacang dengan kemasan khas Bali.

“Wah … dari Bali nih.” Komentar Jingga melihat kemasannya.

“Iya Mbak. Kebetulan weekend kemarin saya dan suami baru pulang honeymoon.” Ungkap Bintang dengan wajah senang.

“Hem … ikut Bahagia bu.” Jawab Jingga sangat santun.

“Terima kasih mbak.”

“Bu … sebenarnya saya merasa kikuk saaat ibu panggil saya mbak.” Ujarnya.

“Terus mau di panggil apa? Mbak Jingga itu usianya sama dengan pak suami saya. Kalo saya 3 tahun di bawah kalian. Nanti aku kenalkan.” Lanjut Bintang dengan ceria. Kemudian mereka pun larut dalam pengenalan pekerjaan. Bintang yang selalu antusias dalam hal berbagi ilmu dan pengetahuan. Bintang tidak pernah pelit informasi.

"Mbak Jingga! Sudah makan siang? Ayo ikut saya," sapa Bintang saat masih di ambang pintu Dirut.

Jingga mengangguk .

“Iya, sudah bu. Baru dari Kantin.” Jawabnya.

“Sini.” Lambainya agar Jingga masuk keruang Dirut.

"Siap, Bu." Jingga maju mendekati Bintang.

Bintang menggandengnya pelan makin masuk dalam ruang Dirut.

Di dalam, Angkasa sudah duduk di balik meja besar, kemeja navy, sibuk menandatangani berkas. Untuk sesaat, napas Jingga tertahan. Jantungnya berdegup kencang. Ini pertama kalinya mereka bertemu lagi setelah pertemuan di Surabaya minggu lalu, saat Bintang masih sibuk mengecek kayu mentah di Sidoarjo. Pertemuan di cafe Surabaya itu, di mana Angkasa memberinya amplop 2 juta dan alamat email loker.

"Sa. Kenalin asisten baruku. Namanya Jingga." Singkat tanpa keterangan yang banyak dari Bintang.

Angkasa mengangkat wajah. Matanya bertemu dengan mata Jingga untuk sepersekian detik.

Dingin.

Datar.

Seperti melihat pelamar yang benar-benar baru. Ia berdiri, profesional. Tangannya tidak terulur untuk salaman, hanya mengangguk formal.

"Oh, Bu Jingga. Selamat bergabung di Kusuma Land," kata Angkasa dengan suara Dirut yang tegas. Tidak ada  Kassa yang Jingga kenal ramah dan akrab. Benar-benar seperti orang asing. Jingga pun membalas dengan sama dinginnya. Ia menunduk sopan.

"Terima kasih, Pak Angkasa. Mohon bimbingannya, Pak," jawab Jingga kaku.

Bintang melihat interaksi itu dan merasa lega. Bagus, suaminya profesional. Walau ada rasa janggal, karena saat ia di ruanga HRD kemarin sempat membaca Riwayat Pendidikan Jingga. Assiten barunya itu satu sekolah dengan Angkasa. Tapi Bintang simpan dulu fakta itu.

Ketika malam datang, Bintang dan Angkasa sudah terlihat duduk Santai. Angkasa main game dan Bintang membaca novel online, bukan hobi hanya sekedar ikut trend orang-orang di kantor yang kadang heboh nungguin cerita On Going.

"Sa, kamu bener gak kenal mbak Jingga?” di tengah lengangnya suasana rumah tangga itu.

Angkasa tercekat. Jari lincahnya terhenti bergerak di atas benda pipih di tanganya.

“Gimana?”

“Kemarin pas ku baca dalam DRHnya. Dia lulusan SMA yang sama dengan mu. Satu Angkatan. Usia kalian juga sama 35.” Bintang dengan tenang menyampaikan ingatannya.

“Siapa juga yang hapal dengan anak anak satu Angkatan. Satu kelas aja 40 orang, sampe sekarang sudah ada yang ku lupa Namanya siapa, wajahnya kek mana?” tanggap Angkasa kembali melanjutkan mainannya.

Bintang membenarkan jawaban Angkasa. Maka ia tak lagi menanyakan hal itu. Bukankah Rumah tangga mereka baru anyep, Bintang tidak mau merusak suasana hanya karena overthinking.

“Bu Bintang kalo ada waktu bisa cek email. Desain Kitchen set yang baru sudah saya kirim, kalo desain itu oke. Besok saya bisa cari bahan dan mulai kerja” Itu chat dari Devan. Yang selalu intens melapor progress kerjanya.

“Oke, Pak Devan besok saya respon ya.” Ketik Bintang cepat.

“Uh … males banget malam gini buka email.” Ujar Bintang bicara sendiri.

“Ada apa?”

“Pak Devan ada bilang ada kirim email progres.”

“Kenapa? Udah malas Kerjasama  dengan dia? Batalin aka kontraknya.” Segampang itu Angkasa nge-ide buat Bintang.

Bersambung...

1
bunda n3
Betul kata mentari, lagian susah banget ngelepas Hendro, jangan sampai Mentari lagi nanti jadi korban
bunda n3
Bintang pemaaf banget😍
bunda n3
siap siap aja soal jingga terkuak
Eka Burjo
terimakasih update nya Nyak, oke lanjut 👍
Eka Burjo
setuju' eh🤭
@alfaton🤴
ini baru mentari Tang .....masih ada lagi rintangan mu......jingga......asistenmu..... kepercayaan mu......tempat curhat mu.......siapa yang akan membuka tabir jingga pada bintang...... Sigit kah......Heru kah ..... mentari kah.....bumi.....atau kamu sendiri angkasa......yang sabar ya Tang punya siau macem angkasa bahagia kah.....
@alfaton🤴
good bik Asih......biar bintang juga tau......jangan kayak angkasa ceritanya sepotong sepotong kayak es potong kan jadi ga jelas akhirnya salah paham kan😅😅😅😅
@alfaton🤴
kasih pelajaran buat tari biar bisa membedakan mana yang baik benar dan tidak.......yang halal dan tidak....biar bisa menghormati dan menghargai kebaikan orang lain tau batasan 😭😭😭
@alfaton🤴
jadi pingin nonjok angkasa AQ😠😠
Eka Burjo
Ok lanjut
bunda n3
panik ga tuh angkasa? 😄
bunda n3
yaudah pergi yg jauh aj lah mentari
Eka Burjo
tiada maaf bagimu Mentari 😂🤭
Eka Burjo
senengnya lihat Angkasa panik gitu😂🤭
Eka Burjo
hayo Nyak tanggung jawab, rider marah tuh, akupun mau marah tapi mau ketawa juga, lihat Angkasa panik😂😂😂😂🤭
bunda n3
Bintang kamu jangan nekat dong, mending tinggalin aja tuh angkasa raya daripada kamu nyakitin diri sendiri
Aryati Ningsih
rasain luh Angkasa ..makanya jgn sok jd pahlawan untuk wanita lain ..kayak masih PERJAKA aja ..semua wanita di tolong 🤭
bunda n3
kebiasaan nih angkasa, ngilang mulu
bunda n3
lagian ya angkasa nih, duh koq gemes banget sih
Eka Burjo
😲 kira kira seperti ini ya ekspresi Mentari 😂🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!