NovelToon NovelToon
LULA, SI PUTRI KECIL KESAYANGAN EMPAT CEO

LULA, SI PUTRI KECIL KESAYANGAN EMPAT CEO

Status: tamat
Genre:Anak Genius / CEO / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:279.4k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Lula, bocah 5 tahun yang hidup luntang-lantung di kerasnya jalanan Jakarta, mendadak jadi putri bungsu kesayangan keluarga konglomerat Ayodhya setelah kekuatan supernya menyelamatkan nyawa sang istri CEO. Kini, dengan kemampuannya berbicara dengan hewan dan melihat kabut nasib buruk, Lula bukan cuma jadi jimat penyelamat Grup Lentera, tapi juga pusat dunia bagi empat kakak laki-lakinya yang kelewat protektif.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Kemampuan Lula untuk mendengar suara sekecil apapun dan melihat niat buruk kembali membuktikan segalanya.

Cakra yang biasanya ramah kini menatap Rika dengan sangat dingin.

"Ternyata Tante iri karena Papa mau mewariskan harta pada Lula juga kan?" tebak Cakra tepat sasaran.

Wajah Rika langsung pucat pasi karena rencana liciknya terbongkar sempurna oleh anak berumur lima tahun.

Anak gemuknya mulai menangis karena takut melihat semua orang marah.

"Keluar dari rumahku sekarang juga," usir Adrian dengan suara rendah yang sangat mengancam.

"Sebelum aku memanggil satpam dan menyeret kalian berdua ke jalan raya."

Rika tidak berani menjawab lagi, dia langsung menarik tangan anaknya dan berlari keluar rumah dengan memalukan.

Pintu utama dibanting keras oleh pelayan tepat di belakang mereka.

Suasana ruangan perlahan kembali tenang namun masih menyisakan ketegangan.

Bastian segera mengambil sapu dan membuang benda aneh itu ke tempat sampah di luar rumah.

Adrian menunduk menatap Lula yang masih memeluk lehernya.

"Kau tidak apa-apa? Benda itu tidak menyentuhmu kan?" tanya Adrian khawatir.

Lula menggelengkan kepalanya pelan lalu tersenyum manis.

"Lula tidak apa-apa Kak Adrian, asapnya tidak bisa tembus karena Kak Adrian memeluk Lula kuat sekali."

Mendengar jawaban polos itu, dada Adrian terasa sangat hangat.

Pria dingin itu menghela nafas lega dan mengusap punggung adiknya perlahan.

Arini mendekat dan ikut mengusap kepala Lula dengan sayang.

"Maafkan Mama ya sayang, Mama tidak tahu Tante Rika punya niat sejahat itu," ucap Arini menyesal.

"Tante tua itu memang selalu iri pada keluarga kita Ma," sahut Dewa kesal.

"Lain kali kalau dia berani datang lagi, aku yang akan melemparnya pakai sepatu."

Baskoro tertawa pelan mendengar ancaman putra bungsunya itu.

"Sudahlah, jangan biarkan orang seperti dia merusak pesta kita hari ini," kata Baskoro menenangkan keluarganya.

"Kita lanjut makan saja, Papa sudah memesan banyak daging wagyu mahal hari ini."

Sorak sorai langsung terdengar dari mulut Cakra dan Dewa mendengar kata daging wagyu.

Mereka semua berkumpul di ruang makan dengan meja yang penuh dengan hidangan lezat.

Adrian mendudukkan Lula di kursi sebelahnya dan mulai memotongkan daging kecil-kecil.

Bastian sibuk menuangkan jus jeruk ke gelas semua orang.

Sedangkan Cakra dan Dewa saling berebut potongan daging yang paling besar.

"Ini punyaku Dewa! Kau makan yang kecil saja!" protes Cakra sambil menahan garpu adiknya.

"Enak saja, siapa cepat dia dapat!" balas Dewa tidak mau kalah.

Lula tertawa lepas melihat pertengkaran kedua kakaknya yang sangat lucu itu.

Dia mengambil garpunya dan menusuk sepotong sosis lalu memasukkannya ke mulut.

"Keluarga Lula sangat ramai dan seru," batin Lula dengan sangat bahagia.

Di sudut rumah, pot bunga anggrek milik Arini ikut bergoyang tertiup angin malam.

"Makan yang banyak anak manis, kau pantas bahagia," bisik tanaman anggrek itu pelan.

Lula mengangguk pelan ke arah tanaman itu tanpa ada yang menyadari interaksi kecil mereka.

Malam itu pesta keluarga berjalan dengan sangat meriah dan penuh kehangatan.

Adrian benar-benar membuktikan janjinya untuk terus berada di dekat Lula.

Dia bahkan rela dipakaikan bando berbentuk telinga kucing oleh Lula tanpa marah sedikitpun.

Baskoro yang melihat kejadian langka itu langsung memotretnya diam-diam menggunakan ponselnya.

"Foto ini akan kujadikan ancaman kalau Adrian berani melawan perintahku di kantor," bisik Baskoro pada istrinya.

Arini memukul lengan suaminya pelan sambil tertawa geli.

"Jangan macam-macam Mas, biarkan saja dia menikmati peran barunya sebagai kakak yang baik," balas Arini.

Keluarga Ayodhya malam ini mengabaikan sejenak ancaman dari Perusahaan Matahari.

Mereka hanya ingin menikmati malam penyambutan putri bungsu mereka dengan suka cita.

Meski mereka tahu, besok pagi perang bisnis yang sesungguhnya dengan Surya akan segera dimulai.

Di sisi lain kota Jakarta, Surya sedang duduk di kursi kebesarannya dengan wajah frustrasi.

Pria itu baru saja mendapat kabar bahwa Adrian Ayodhya selamat dari kecelakaan maut itu tanpa cacat sedikitpun.

"Bagaimana mungkin dia bisa selamat dari tabrakan truk sebesar itu?!" teriak Surya sambil membanting gelas ke dinding.

Anak buahnya yang berdiri di depannya hanya bisa menunduk ketakutan.

"Kami juga tidak mengerti Bos, informan di rumah sakit bilang kondisinya sudah sangat kritis tadi siang."

"Tapi tiba-tiba sore harinya dia sudah bisa berjalan pulang seolah tidak terjadi apa-apa," lapor anak buah itu gemetar.

Surya mengusap wajahnya dengan kasar.

"Baskoro pasti merencanakan sesuatu yang lebih besar, dia sedang menyembunyikan sesuatu dariku," gumam Surya curiga.

"Mulai besok pantau terus kediaman keluarga Ayodhya, cari tahu apa rahasia di balik kesembuhan mustahil itu."

"Siap Bos, kami akan memperketat pengawasan," jawab anak buahnya sebelum pamit mundur.

Surya menatap layar komputernya yang menunjukkan grafik saham perusahaannya yang mulai turun.

Grup Lentera rupanya sudah mulai melakukan serangan balik secara diam-diam.

"Kau ingin bermain kasar Baskoro? Baiklah, mari kita lihat siapa yang akan hancur lebih dulu," desis Surya penuh dendam.

Kegelapan malam Jakarta menyembunyikan rencana-rencana jahat yang mulai dirajut oleh musuh.

Namun keluarga Ayodhya tidak akan mudah ditumbangkan selama mereka memiliki malaikat kecil pelindung di rumah mereka.

1
Siti Solikah
apakah lencana bahaya nya ga dipakai lagi
Siti Solikah
wah bahagia nya lula aku ikut senang
Siti Solikah
lucunya kakak kakaknya lula memperebutkan lula
Siti Solikah
tapi kan papa baskoro berjuang keras membangun kerajaan bisnis nya untuk masa depan anak anaknya
Siti Solikah
wah papa baskoro menyimpan barang2 anak anaknya saat masih kecil so sweet
Siti Solikah
untung pas Cakra dansa dengan lula ditahan sama dewa jadi ga nubruk tiang lampu
Siti Solikah
pasti Adrian yang akan jadi pasangan dansa pertama lula
Siti Solikah
bagus
Siti Solikah
nenek lampir datang ke pesta baskoro
Siti Solikah
emang lula the best
Siti Solikah
keren keluarga Ayodya untung lula diadopsi keluarga Ayodya
Siti Solikah
Alhamdulillah Riko dan lula selamat,cuma yang bikin aku heran kok bisa pas dewa menangkap lampu nya
Siti Solikah
ayo lula selamatkan riko
Siti Solikah
hanya dihukum tidak makan es krim selama 3 hari aja sedihnya minta ampun lula lula hadeh
Siti Solikah
makan semuanya aja lula
Siti Solikah
lula sangat disayang keluarga ya
Siti Solikah
lula kamu bikin kak Cakra dan kak dewa panik nyariin kamu
Siti Solikah
Alhamdulillah Ciko selamat dan dibawa pulang lula
Siti Solikah
semoga anak anjingnya selamat dan dibawa pulang oleh lula
Siti Solikah
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!