NovelToon NovelToon
Dibuang Saat Kusam, Kini Aku Jadi Ratu Kemewahan

Dibuang Saat Kusam, Kini Aku Jadi Ratu Kemewahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Single Mom
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Tina Mehna 2

"Wanita yang dulu kau buang seperti sampah, kini menjadi Ratu yang tak sanggup kau beli!"
Demi Fandi, Maya rela melepas statusnya sebagai supermodel ternama dan menjadi ibu rumah tangga biasa. Namun, pengorbanannya dibalas penghinaan. Begitu penampilannya tak lagi segar, Fandi menceraikannya demi wanita lain dan mengusirnya tanpa membawa apa pun.
Fandi mengira hidup Maya sudah hancur. Namun, ia salah besar.
Di balik kehancurannya, Maya bangkit merintis kembali kerajaannya. Ketika Maya berdiri di puncak kejayaan sebagai wanita paling berpengaruh, Fandi merangkak dalam penyesalan yang tak bertepi.
Sayangnya... Ratu yang dulu disia-siakannya kini melayang terlalu tinggi untuk kembali.

bagaimana ceritanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tina Mehna 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31. DSKKR

"Kok gitu mas? Sekalian aja loh.. intan kan juga perlu bayar kuliah."

"Ntan.. tolong ngertiin sekali aja. Uang kita sekarang harus di hemat. Apalagi kan ini uang hutang. Kalau enggak bisa bayar gimana tuh. Kan malu sendiri."

"Mas.. memang intan bener-bener harus cuti kah atau di DO? Intan juga mau jadi orang sukses.. apalagi kan kalau intan sukses nanti intan bisa angkat derajat keluarga" Ucap Intan malah menangis.

"Ntan.. jangan maksa kehendak ya! Sekarang yang terpenting itu bertahan hidup. Apalagi kamu kalau habis dapat duit langsung belanja engga pake mikir. Sudahlah nurut aja. Kalau mas sudah punya kerjaan baru kamu kuliah lagi." Ucap Fandi lalu dia melangkah keluar rumah.

"Sudah ntan.. yang dikatakan mas mu itu bener.. Sebaiknya kita simpan uang ini buat kebutuhan kita. Percaya saja sama mas mu itu. Dan soal maya, sini kirim nomer nya. Ibu ingin nagih dia uang fandi selama nikah sama dia" Ucap ibu Ratna lalu melancarkan aksinya.

"Hey.. maya! Jangan dikira kamu sudah pisah sama fandi jadi bebas ya! Kamu bayar semua pengeluaran waktu kamu masih jadi istri fandi sekarang!" Ibu Ratna mengetik itu lalu mengirim nya ke nomer maya.

"Memang total pengeluaran mas fandi dulu waktu sama mbak maya berapa bu?" Tanya intan.

"Ya di total lebih dari 2 M dong.." Ucap ibu ratna dengan percaya diri.

"Gila.. kalau bener di bayar, kita engga perlu tinggal disini dong bu? Terus intan juga engga perlu ambil cuti" Ucap intan.

"Iyaa maka nya.. Kalau nyuruh Fandi tagih ya pasti engga mau. Mending ibu aja yang nagih."

"Ya.. masa engga punya malu ya bu? Dulu kan mbak maya numpang hidup ke mas Fandi. Mana sekarang udah kaya engga mau nolong kita lagi ya bu"

"Nah itu.. tunggu saja balesan nya kalau engga di bales, ibu teror aja spam telpon. Nanti lama-kelamaan dia risih dan mau engga mau dia transfer deh" Ucap Ibu Ratna licik.

"Iya bu.. kita tunggu aja.. sekarang kita belanja sama makan yuk bu ke mall.. aku udah pengen banget steak sama ramen nih.. sekalian aja belanja buat bahan makanan." Ajak Intan.

Mereka pun dengan bangga berganti pakaian waktu mereka masih punya harta lalu menuju ke mall.

Sementara Fandi, yang mencoba melamar pekerjaan di studio lagi pun akhirnya berjalan lemas menyusuri jalanan kecil yang becek. Pakaiannya tampak lusuh bercak kotoran, dan matanya merah kurang tidur. Dia baru saja ditolak saat melamar menjadi asisten fotografer di sebuah studio kecil karena rekam jejaknya yang sudah hancur.

Langkahnya terhenti saat melewati sebuah toko majalah di pinggir jalan raya. Matanya tertuju pada poster besar majalah terbaru yang baru saja dipajang di kaca depan.

Di poster itu, wajah Maya terpampang sangat jelas. Maya tampak begitu cantik jelita, elegan, dan sangat mewah. Tubuh indahnya dibalut gaun maroon yang memukau, memancarkan aura seorang ratu yang tak tersentuh. Di bawah foto itu terukir tulisan bercetak tebal: "Maya Kartika: Dari Titik Terendah Menuju Tahta Kejayaan."

Fandi mematung. Dadanya bergemuruh hebat, napasnya tercekat di tenggorokan. Melihat mantan istri yang dia lukai hati dan perasaan nya kini sangat luar biasa menjadi pisau tajam yang kini menancap ke dadanya.

Dia tiba-tiba teringat kata-katanya dulu saat mengusir Maya dari rumah: "Kamu itu udah melar, kusam, gak ada nilainya lagi! Kamu cuma bikin aku malu di depan orang-orang!"

Kini, kata-kata itu balik menghantam mukanya seperti cambuk besi. Wanita yang dulu dihina dan dicampakkannya kini dipuja-puja oleh seluruh negeri. Wanita yang dianggapnya tak bernilai kini telah menjelma menjadi sosok berharga tinggi yang bahkan untuk melihatnya dari jauh pun Fandi sudah tak pantas.

Tak lama kemudian, Ponsel murah di saku Fandi bergetar. Tertera nama 'Siska' di sana.

"Halo sis.. mau apalagi kamu" Ucap Fandi.

"Engga mau apapun mas.. lagipula kamu kan udah miskin. Aku cuma mau kasih tau, ada selembar uang 20 ribu di kotak kado yang waktu itu kamu kasih ke aku. Kamu mau atau engga? Kan lumayan buat beli 3 bungkus mi ihihi" Ucap Siska meledek.

Mata fandi membara, "Enggak gak perlu.. kamu simpan saja uang itu. Dan kamu simpan saja tas mewah yang aku belikan itu. Aku engga butuh. Anggap saja aku sedekah ke janda miskin dan anak Lc nya." Ucap Fandi lalu mematikan telpon itu.

Fandi sangat marah mendengar perempuan yang dulu dia bela bahkan sampai membuang istri yang luar biasa seperti maya kini menghina nya.

Fandi memukul-mukul tangan nya ke sebuah pohon. Namun dia sadar dan kembali berjalan lurus sampai menemukan pekerjaan.

Sudah hampir jam 5 sore Fandi berjalan, Namun tak ada satu pun studio atau pekerjaan serabutan yang menerima dia. Sampai dia berjalan di dekat proyek pembangunan, Fandi melihat lowongan pekerja pengaduk semen. Tanpa berfikir lama, dia masuk ke area proyek itu dan bertemu dengan mandor.

"Permisi pak.. permisi sekali.." Ucap Fandi sopan.

"Iya? Kamu mau kerja?" Tanya mandor itu.

"Iya pak mau mau.. saya bisa kalau mengaduk semen" Ucap Fandi.

"Ya sudah, kamu besok langsung kerja." Jawab Mandor itu singkat.

"Benar pak? Allhamdulillah.."

"Nama kamu siapa?" Tanya mandor itu.

"Fandi pak.."

Mandor itu langsung menulis nama Fandi ke daftar pekerja. "Ya besok datang jam 7 yah."

"Siap pak. Terimakasih.."

Mandor itu hanya mengangguk lalu berjalan pergi. Fandi sangat senang karena akhirnya dapat pekerjaan. Saking senang nya fandi berjalan sesekali melompat. Hingga akhirnya dia melihat kedai ayam goreng. Fandi merogoh uang yang ada di dalam saku nya.

"Tinggal 30 ribu.. Aku belikan ibu dan intan ayam.. besok aku sudah kerja juga.." ucap Fandi lalu beraksi.

Setelah fandi membeli itu, pukul 6 sore dia pulang ke rumah kosong itu lagi.

"Bu.. Intan..." Seru Fandi dengan gembira.

Fandi pun membuka pintu rumah itu, "Ya ampun banyak sekali.." Ucap Fandi yang terkejut melihat banyak makanan, camilan hingga pakaian tergeletak random.

"Eh ndi.. kamu udah pulang? Sini makan dulu.. Ibu sama Intan habis belanja nih." Ucap Ibu Ratna.

"Bu.. ntan.. Boros sekali si.." Ucap Fandi.

"Kok boros sih ndi. Kan ini semua kebutuhan kita" Ucap Ibu membela.

"Bu apa boneka, make up, hingga alat pemijat otomatis itu kebutuhan prioritas kita bu? Kan ibu tau kondisi kita lagi gimana sekarang."

"Ya ampun berisik kamu mas. Tinggal nikmati aja juga.." Sahut Intan.

"Diam kamu ntan! Kan.. kalau mas transfer semua pasti udah habis uang nya"

"Siapa bilang habis mas. Suudzon aja" Jawab Intan.

"Ini semua habis berapa coba mas mau lihat"

"Aapaan sih mas.. biasa aja kali. Lagian ini kan uang tadi.. ada makanan juga kok banyak buat stok"

Fandi memijat pelipis nya mendengar jawaban blenger dari adik nya. Sementara ibunya hanya membenarkan tindakan adiknya.

"Ya sudah.. ini makan dulu. Aku beli ayam goreng tadi"

Intan menerima itu dan mencela ayam goreng yang fandi beli. "Ih ayam murahan.. engga enak mas.. enakan ini Kf*.. buang aja kalau ayam begini mah.. udah kecil, kaya tulang aja, agak gosong lagi"

"Intan!" Ucap Fandi dengan amarah.

"Sudah sudah lah.. berisik nanti ada orang yang tau kalau kita tinggal disini lagi. Sudahh, Fandi makan ini juga. Sudah jangan berantem"

~Bersambung~

1
Heny
Sdh pergi baru nyesal
Heny
Sudah sukses lupa daratan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!