NovelToon NovelToon
The Gods World

The Gods World

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Raja Tentara/Dewa Perang / Kultivasi
Popularitas:509
Nilai: 5
Nama Author: Dyo Erdika

Selama ribuan tahun, Kekaisaran Shen berdiri di Benua Zhanxi, melewati perang, pergantian kaisar, serta zaman yang terus berubah. Namun di balik sejarah panjang itu, terdapat satu nama yang hanya dianggap sebagai legenda.

Shen Hao Feng.

Kaisar pertama sekaligus pendiri Kekaisaran Shen—seorang Dewa Fana yang telah menghilang selama lebih dari sepuluh ribu tahun.

Ketika perang kembali menghancurkan wilayah Kekaisaran Shen dan musuh mulai menginjak tanah yang dahulu ia bangun dengan tangannya sendiri, sosok yang seharusnya hanya tinggal dalam sejarah itu akhirnya kembali.

Ia melihat bagaimana kekaisarannya berubah. Ia melihat rakyatnya menderita. Dan ia melihat tanah yang pernah ia lindungi dihancurkan oleh tangan musuh. Kini, Shen Hao Feng tidak kembali untuk merebut takhta. Ia kembali untuk mencari tahu siapa yang berani menghancurkan Kekaisaran Shen.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dyo Erdika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25. Pertarungan Kota Yanhu

"2.300.000 Yuanbao pertama!."

"2.300.000 Yuanbao kedua!."

Jing Li tersenyum licik di ruangnya. "3.000.000 Yuanbao!."

"Ada penawaran baru! 3.000.000 Yuanbao!."

"Hm?." Alis Shen Hao Feng berkerut. "3.100.000 Yuanbao!."

"3.200.000." Jing Li terus menambah harga saat Shen Hao Feng menaikan harga. Tentu saja itu membuat wajah Shen Hao Feng berubah gelap.

"3.300.000 Yuanbao!."

"3.400.000 Yuanbao."

"E-eh tuan Shen Niu hentikan sekarang sebelum seluruh uang anda habis." cegah Xin Lia dengan cemas.

"Hahaha saudara di ruang 4 sepertinya sangat butuh dengan telur itu ya?." ucap pria tua di ruang 1.

Hei Jian sendiri diam saja di tempat lalu berdiri dan menyuruh semua pengawalnya kembali ke Klan untuk menyiapkan rencana malam berdarah.

Dahi Shen Hao Feng berurat kesal. "Saudara perempuan disana jika anda hanya bermain-main dan tidak memiliki uang itu maka kamulah yang rugi."

Jing Li tersenyum licik lalu membalasnya. "Bagaimana kau bisa tahu aku tidak memiliki uang sebanyak itu?."

"Kau menantangku?." Shen Hao Feng berbicara nada dalam. "Oke kalau begitu kau saja yang terima telur itu."

Jing Li tersentak. "Tunggu bukankah barusan kau bilang menantang? Kenapa sekarang kau menyerah?." Jing Li tersenyum tipis. "Maaf aku sama sekali tidak ada uang sebanyak itu maka telur itu untuk saudara di ruang 4 saja."

Shen Hao Feng mendengus. "Baguslah kalau sudah memgaku. 3.500.000 Yuanbao!."

"3.500.000 Yuanbao pertama! 3.500.000 Yuanbao kedua!."

Kebanyakan kultivator sudah pergi karena telur Naga Bencana Yin sudah tentukan siapa pemiliknya. Tentunya ada yang tak terima dan menyiapkan penyergapan sama halnya dengan Klan Hei.

"3.500.000 Yuanbao ketiga selamat anda mendapatkan Telur Naga Bencana Yin!."

Shen Hao Feng tersenyum puas lalu berdiri. "Ayo Xin Lia kita ambil telur milikku."

"Baik tuan Shen Niu." Xin Lia bergegas mengikuti Shen Hao Feng ke pembayaran di ruang belakakang.

Saat sampai, Shen Hao Feng segera membayar dan kemudian menerima telur itu dan memasukkan ke cincin penyimpanan.

"Xin Lia terimakasih sudah menemaniku di pelelangan ini." Shen Hao Feng tersenyum. "Tapi sudah waktunya untuk berpisah."

"Eh? secepat ini?." Xin Lia merasa kecewa. "Aku pikir aku bisa menemuimu lebih sering jika tuan Shen Niu ada di Kota Benteng Yanhu."

"Maaf ya Xin Lia tapi aku seorang penggembara. Aku akan berkeliling ke seluruh tempat benua ini. Tapi jika ada kesempatan aku pasti akan kembali ke Kota Benteng Yanhu." Shen Hao Feng menepuk kepala Xin Lia dengan lembut.

Xin Lia menghela nafas menahan malu. "Baik tuan Shen Niu. Sampai jumpa."

Shen Hao Feng mengangguk lalu berbalik badan dan saat itu juga ada satu sosok perempuan yang menghalangi jalannya. "Hoh ternyata pria yang masih cukup muda ya?." Jing Li tersenyum licik melihat penampilan Shen Hao Feng.

Wajah Shen Hao Feng dingin padanya. "Ada urusan apa? Aku sedang terburu-buru. Jangan halangi jalanku."

"Haha." Jing Li tertawa rendah. "Aku tidak menghalangi jalanmu silahkan saja pergi." Jing Li tersenyum tipis saat Shen Hao Feng berjalan melewatinya. "Tapi aku peringatkan satu hal saat kau keluar mungkin sudah ada ratusan Klan Hei yang akan memenggal kepalamu."

Shen Hao Feng terus berjalan tak peduli dengan ancaman kotor itu. "Klan Hei atau apa bahkan Dewa langit sendiri yang turun aku akan membunuhnya." dia menatap mata Jing Li dengan mata emas nya.

Jing Li terkejut sesaat merasa tatapan Shen Hao Feng begitu berbahaya namun bibirnya tetap tersenyum. "Semoga beruntung."

Shen Hao Feng kembali berjalan menuju pintu keluar. Memang ia sendiri pernah membunuh Dewa langit yakni Dong Fu rivalnya sejak lama.

Saat keluat Shen Hao Feng disambut 3 pria iblis tinju berapi menghantam tempatnya berdiri. Akan tetapi Shen Hao Feng lebih dulu menghindar dan berdiri di salah satu atap rumah.

"Wah wah... Coba lihat kalian mengumpulkan banyak sekali orang hanya untuk merebut Telur Naga Bencana Yin ku?." Shen Hao Feng tersenyum mengejek pada ratusan iblis yang mengepungnya.

Hei Jian muncul dari barisan menunjuk Shen Hao Feng. "Serahkan telur itu segera atau kau akan mati dengan mengenaskan! Aku sudah berimu kesempatan sekarang patuhi aku!."

Namun bukannya takut Shen Hao Feng justru memberinya jempol ke bawah. "Bersujud dulu di kakiku dan sembah aku dengan sebutan kakek."

"Apa?." Hei Jian semakin marah. "Kau sudah membuat kesalahan! Semua seranh dia bersama-sama!."

"Siap!."

Sebanyak 10 iblis mengelilingi Shen Hao Feng berbagai tempat. Shen Hao Feng tahu mereka di ranah Bintang tahap 4 dan paling banyak ranah Langit puncak.

"Kalian bukanlah lawanku meski sebanyak apapun jumlah kalian!." Shen Hao Feng meraih tangan dua orang dari 10 iblis lalu memutarnya hingga 8 iblis terhempas.

"Rasakan ini!." Shen Hao Feng melepas kedua iblis itu dan menendangnya dengan keras sampai menabrak beberapa atap rumah.

Hei Jian agak terkejut tapi ia menggeram marah. "Selalu harus aku yang bertindak." ia melompat ke atas dan jatuh tepat di bawah Shen Hao Feng. Atap rumah hancur dan keduanya jatuh ke bawah.

Jing Li dari atap lainnya menonton keributan yang terjadi sambil makan kue apel. "Lumayan... Kau bisa saja membunuh Hei Jian itu." tersenyum penasaran. "Tapi apa kau berani melakukan itu?."

Saat debu mengepul tiba-tiba debu itu beterbangan ke segala arah karena tinju berapi besar Hei Jian di tahan dengan satu tangan kosong Shen Hao Feng.

"Sudah?." ejek Shen Hao Feng.

"Apa?." Hei Jiian mundur dan memerintah semuanya untuk menyerang bahkan Hei Jian berubah dari jarak dekat menjadi jarak jauh untuk mencari kelemahan Shen Hao Feng.

Shen Hao Feng meledakkan energi emasnya hingga kedua matanya memancarkan energi emas. Ia menghajar ratusan oranh sendirian dengan cepat dan brutal bahkam sampai Jing Li berhenti menggigit kue apelnya.

Hei Jian melompat ke atas langit dan melancarkan serangan energi tinju berapi yang sangat besar.

"Kau pasti akan mati!." teriak Hei Jian. "Ratapilah nasibmu di alam baka karena mencari masalah dengan Klan Hei!."

"Hm..." Shen Hao Feng menatap ke atas dimana energi pukulan berapi itu terus jatuh dan akan menabrak daratan dalam beberapa saat.

"Huft harusnya aku tidak mau melakukan ini tapi karena terpaksa biarlah." Shen Hao Feng mengeluarkan pedang Naga kegelapan milik Mong Haochen.

Energi emas yanh terpancar dari tubuh nya serta matanya berubah hitam energi iblis. Bahkan Hei Jian termasuk Jing Li terbelalak sebab energi iblis itu terlalu besar!.

Shen Hao Feng menebas energi pedangnya ke atas. "Bom!..." tebasan itu menabrak energi tinju berapi dan semakin lama energi itu mulai retak dan tebasan Shen Hao Feng bergerak mendekati Hei Jian.

Hei Jian tersentak namun dia tidak sempat menghindar hingga berpikir ini adalah kesempatan terakhirnya menarik nafas.

"Hei Jian!." suara menggelegar di penjuru Kota Benteng Yanhu terdengar dan tebasan itu hilang karena tekanan.

Tekanan itu menargetkan semua mahluk hidup di Kota Benteng Yanhu hingga terjadi gempa besar. Hanya Shen Hao Feng yang masih berdiri stabil walau dia tahu ini tekanan dari Dewa Fana.

Matanya menatap tajam langit gelap di atas. "Siapa kau berani ikut campur." ia menebas beberapa kali ke atas.

"Lancang!." sebuah hujan energi tinju berapi tak terhitung jumlahnya terutama tinju energi paling besar berpusat di tengah. "Aku adalah kepala Klan Hei saat ini. Aku pasti akan mencincangmu menjadi ribuan bagian!."

Banyak orang yang takut mendengar nama itu bahkan Jing Li sendiri tahu dia akan mati dalam sekejap jika melawannnya. "Bagaimana dia akan mengatasi ini sekarang?." Jing Li berpikir Shen Hao Feng akan meminta maaf tapi matanya melihat senyum mengerikan Shen Hao Feng.

"Aku telah hidup selama 25.000 tahun dan baru kali ini aku mendapat lawan setara setelah habiskan banyak tahun." ucap Shen Hao Feng pada pria tua di atas langit.

Naga Kegelapan juga muncul di atas kota menatap ribuan tinju berapi yang terus berjatuhan.

"Krarhk!!..."

Shen Hao Feng menancapkan pedangnya ke tanah. "Aku menantikan kekuatanmu. Jangan mengecewakanku."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!