NovelToon NovelToon
Salah Hati, Tepat Cinta

Salah Hati, Tepat Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / BTS
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Rania Venus Aurora

Ryn Moa memilih kampusnya demi satu alasan: Kim Taehyung, pria yang telah lama ia sukai. Namun upayanya mendekati Taehyung justru membawanya pada ketertarikan lain-J-Hope, sahabat Taehyung yang ceria.

Di tengah perasaan yang berubah-ubah itu, hadir Kim Namjoon, teman mereka yang tidak setampan dua pria sebelumnya, tetapi memiliki ketenangan, kecerdasan, dan senyum manis yang perlahan merebut hati Ryn Moa.

Tanpa disadari, pencariannya akan cinta membawanya menemukan sosok yang paling tepat, justru dari arah yang tak pernah ia duga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rania Venus Aurora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.17

...TENANG YANG MENGUSIK...

Disuatu malam, Ryn Moa bangun dengan perasaan kacau.

Bukan kacau yang membuat seseorang ingin menangis sambil menatap langit-langit kamar dan merenungi keputusan hidup. Bukan juga kacau yang membuatnya ingin membatalkan kuliah dan berpura-pura sakit demam berdarah. Ini jenis kacau yang jauh lebih berbahaya. Kacau yang membuat dada terasa penuh, pipi panas tanpa sebab, dan kaki ingin menendang udara kosong karena terlalu banyak emosi yang menumpuk di satu tempat. Tapi bukan kacau sedih, lebih ke kacau ingin teriak sambil guling-guling di kasur.

Ryn Moa benar-benar melakukannya. Ia menjerit ke dalam bantal, lalu berguling ke kanan, ke kiri, kembali ke kanan, hingga selimutnya terpelintir seperti korban bencana alam. Karena setiap kali ia menutup mata, ia selalu teringat kejadian kemarin.

ketika J-Hope muncul dengan gaya paling ceria sedunia… dan meminta LINE-nya. Adegan itu terputar ulang di kepalanya seperti video pendek yang diputar tanpa izin.

Dengan senyumnya yang lebar dan nada suara yang cerah. Cara J-Hope menyebut namanya seolah mereka sudah berteman lama. Dan bagaimana jantungnya, yang seharusnya sudah terbiasa menghadapi manusia tampan, malah berdebar tidak masuk akal.

Lalu, Ada Namjoon.

Namjoon yang entah kenapa muncul pada momen itu, duduk di sampingnya, dan memandangnya dengan mata yang terlalu tenang. Tenang yang membuat jantungnya justru tidak tenang sama sekali. Bukan tatapan agresif. Bukan tatapan menggoda. Tapi tatapan seseorang yang seolah melihat lebih banyak daripada yang seharusnya terlihat.

“Oh my God…” Ryn Moa menutup wajahnya dengan bantal. “Jangan bilang aku suka tiga orang sekaligus. Aku bukan tokoh drama, aku cuma mahasiswa biasa….”

Ia mengintip dari balik bantal, menatap langit-langit kamar asramanya yang penuh stiker bintang. Sejak kapan hidupnya berubah jadi plot rom-com kampus berbiaya rendah tapi penuh komplikasi emosional? Tapi pikirannya tidak mau diam.

Tentang J-Hope? Jelas bikin deg-degan. Cara dia tertawa. Cara dia menyapa. Cara dia memperlakukan Ryn Moa seolah kehadirannya penting, Itu menyenangkan. Terlalu menyenangkan.

Tentang Taehyung? Jelas masih bikin jantungnya jatuh. Taehyung adalah alasan ia berada kampusnya yang sekarang. Cinta lama. Kagum lama. Perasaan yang tidak pernah benar-benar mati, hanya tertidur.

Tentang Namjoon…? Hah. Apa yang harus ia lakukan dengan pria itu? Namjoon tidak pernah melakukan hal besar. Tidak pernah terlalu dekat. Tidak pernah terang-terangan.Tapi justru itu yang mengganggu.

...⭐⭐⭐...

Hari ini kelas dimulai jam 9, tapi Ryn Moa sudah tiba jam 8.30 karena tidak ingin bertemu siapa pun. Ia berangkat lebih pagi, mengenakan hoodie favoritnya, rambut diikat asal, berharap bisa menyatu dengan bangku dan menjadi benda mati. Ia duduk di sudut bangunan fakultas, dekat jendela, tempat cahaya pagi masuk lembut dan biasanya sepi. Ironisnya, setiap kali ia mencoba menghindari masalah, masalah selalu menemukan dia duluan. Seperti sekarang misalnya, seseorang dengan suara bariton lembut terdengar di belakangnya.

“Kamu datang pagi juga?”

Suara itu tidak keras. Tidak mengejutkan. Tapi cukup untuk membuat tulang punggung Ryn Moa menegang, Ia refleks berputar. Dan di sana, dengan sweater abu-abu sederhana dan rambut sedikit berantakan, Namjoon berdiri sambil menyeruput kopi yang ada ditangannya dengan senyap dan tenang. Seolah kehadirannya tidak seharusnya membuat gadis mana pun gugup, padahal justru itulah masalahnya. Ia terlihat seperti ilustrasi pria intelektual dalam buku sastra.

Sederhana. Bersih. Tidak berusaha. Dan sangat, sangat berbahaya bagi kestabilan emosi Ryn Moa.

“A, aku… eh…” Ryn Moa kehilangan kemampuan bahasa. “Iya.”

Ia mengutuk dirinya sendiri. Kenapa satu kata pun bisa terdengar seperti presentasi gugup?

Namjoon mengangguk pelan.

“Aku juga.”

Itu saja? Bagaimana mungkin pria itu hanya butuh dua kata tapi sudah membuat udara berubah jadi dramatis? Ryn Moa merasa seolah mereka bukan sedang duduk di kampus, tapi di sebuah adegan film indie dengan musik piano pelan di latar belakang.

“Boleh duduk?” tanya Namjoon.

“Silakan!” jawab Ryn Moa cepat. Terlalu cepat. Bahkan burung merpati pun mungkin terkejut. Namjoon duduk di sampingnya dengan cara yang sederhana. Tidak ada jarak berlebihan, tapi juga tidak terlalu dekat. Proporsional banget. Masalahnya, proporsional itu justru mengusik. Ryn Moa bisa mencium aroma kopi dan sedikit wangi citrus yang menguar dari tubuh pria itu. Baunya tidak menyengat. Tapi cukup untuk membuat pikirannya gagal fokus.

“Aku lihat kamu kemarin sama Hobi,” katanya sambil menyeruput kopi lagi.

Hobi? Oh, J-Hope. Ryn Moa hampir tersedak udara.

“Ha, hah? Iya. Teman baru.”

Ia merasa seperti tertangkap basah melakukan sesuatu, padahal ia sendiri tidak tahu apa. Namjoon menoleh sedikit.

“Hm.”

Itu saja? Apa arti “hm” itu?? Kenapa dunia memberi pria satu ini kemampuan membunuh dengan satu suku kata?!

“Apa kalian dekat?” tanya Namjoon akhirnya.

suaranya tenang, tapi ada sentuhan halus yang sulit dijelaskan. Sentuhan itu bukan tuduhan. Bukan kecemburuan terang-terangan. Lebih seperti ingin tahu, tapi tidak memaksa.

“Bi, biasalah…” Ryn Moa memainkan jari karena gugup. “Baru kenal.”

Namjoon mengangguk perlahan.

“Ya. Hobi memang gampang dekat dengan orang baru. Dia ceria.”

“Ahaha… iya….”

Jantung Ryn Moa berdetak keras seolah berkata, Kenapa aku merasa diinterogasi lembut?

“Kalau Taehyung?” Namjoon menatap lurus ke depan. Nada suaranya tetap netral. “Sudah bicara lagi?”

Nama itu seperti tombol rahasia. Sekali ditekan, seluruh sistem gugup Ryn Moa seakan aktif.

“Belum,” gumam Ryn Moa. “Aku malu.”

“Kamu malu?” Namjoon tersenyum kecil. “Padahal dia yang harusnya malu karena bikin kamu gugup setengah mati.”

Ryn Moa langsung menoleh cepat.

“Hah?!”

Namjoon menaikkan alis sedikit.

“Aku lihat jelas kemarin. Kamu hampir nabrak tiang.”

Ryn Moa menutupi wajah dengan tangan karena malu.

“Aku mau pindah negara.”

Namjoon tertawa dengan suara yang pelan, rendah, juga nyaman didengar. Dan Ryn langsung salah fokus. Tawa itu bukan tawa mengejek. Lebih seperti tawa seseorang yang menikmati momen kecil tanpa niat menyakiti.

“Moa” katanya dengan suara yang hangat.

“Hm?”, namun tiba-tiba matanya membesar. “Eh.., kenapa kau memanggilku begitu ?”

“Bukan kah itu nama panggilan akrabmu ? Kudengar, teman-temanmu memanggilmu begitu !”

“..Ah..i, iya, kau benar”. Ryn Moa tersenyum canggung, namun ia tetap merasa ada yang aneh saat Namjoon memanggilnya dengan sebutan itu.

“Hati-hati jatuh lagi,” ujar Namjoon. “Tapi kalau jatuhnya ke arah orang yang tepat… tidak apa-apa.”

EH. APA TADI!? Ryn Moa merasa dunia berhenti sepersekian detik. Jantungnya berdebar terlalu cepat. Kata-kata itu terngiang, berulang, menolak hilang. Ryn Moa ingin bertanya apakah ia salah dengar. Ingin meminta penjelasan. Ingin memastikan apakah itu nasihat atau sesuatu yang lain. Tapi Namjoon sudah berdiri.

“Aku ambil air dulu. Tunggu sebentar.”

Dan meninggalkan Ryn Moa yang membeku di kursinya seperti patung. Ia menatap punggung Namjoon yang menjauh, otaknya penuh tanda tanya, pipinya panas, dan hatinya, benar-benar kacau.

...⭐⭐⭐...

Bersambung....

1
Amiera Syaqilla
romantis 💕
Rania Venus Aurora: terimakasih 🙏🏻
total 1 replies
falea sezi
author penggemar bts ya/Scream/
Rania Venus Aurora: Aku pernah dimasukan ke grup ARMY, karena teman-temanku ARMY semua. Cerita yang ada tentang BTS juga terinspirasi dari para ARMY disana.😊
total 1 replies
Ai_Li
Namanya unik-unik yaa
Ai_Li
Saya mampir kak, bagus ceritanya
Rania Venus Aurora: Makasih, kalau suka ceritanya 🥰
total 1 replies
Livia Aira
Lanjut thor 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!