"Kau pikir kau mencuri masa depanku malam itu, Nick? Tidak. Kau hanya memberi saya alasan untuk menikmati Rasa sakit di masa depan." — Nedine.
Di balik gemerlap statusnya sebagai putri dari seorang ibu tunggal yang sukses, Nadine Saville menyimpan rahasia yang menghancurkan dirinya secara perlahan. Sejak bangku SMA hingga memasuki dunia kampus yang liar di Amerika, ia terikat dalam hubungan gelap dengan Nickholes Teldford.
Bagi dunia, mereka adalah orang asing. Namun di balik pintu tertutup, Nadine adalah pelampiasan nafsu Nickholes yang tak pernah puas. Terjebak dalam kenaifan dan cinta yang buta, Nadine rela dijadikan alat pemuas demi mempertahankan pria yang ia cintai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Suasana hangat di apartemen Cheryl seketika membeku saat ponsel di atas meja bergetar hebat. Nama yang muncul di layar membuat Cheryl pucat pasi: "Dad Abbey".
Daven menatap layar ponsel itu, lalu menatap Cheryl yang tampak gemetar. Ia tahu ini adalah momen yang krusial. Tanpa ragu, Daven mengambil ponsel itu sebelum Cheryl sempat menolaknya.
"Jangan, Daven... kalau dia tahu aku di sini—"
"Ssh," potong Daven lembut namun tegas.
"Biarkan aku yang urus. Sudah kubilang, aku tidak akan membiarkanmu menghadapinya sendirian lagi."
Daven menekan tombol hijau dan mendekatkan ponsel itu ke telinganya.
"Cheryl? Kenapa lama sekali mengangkatnya? Dan kenapa asistenmu di Oxford bilang kau tidak masuk kelas seni hari ini? Jelaskan sekarang!" suara berat dan penuh otoritas milik Abbey Alton menggelegar dari seberang telepon.
Daven menarik napas panjang, menenangkan gejolak emosinya. "Selamat malam, Tuan Alton. Ini bukan Cheryl."
Keheningan mencekam terjadi di seberang sana selama beberapa detik. "Siapa ini? Di mana putriku? Kenapa kau memegang ponselnya?!"
"Ini Daven Teldford," jawab Daven dengan nada tenang namun sedingin es, aura pewaris tunggal keluarga Teldford terpancar kuat dari suaranya. "Cheryl ada bersamaku, di New York. Dan dia tidak akan kembali ke penjara yang kau bangun di Brooklyn, apalagi ke Oxford yang kau paksakan itu."
"Daven Teldford?! Beraninya kau! Kembalikan ponsel itu pada Cheryl! Aku akan menjemputnya sekarang juga dan..."
"Tuan Alton," Daven memotong dengan nada bicara yang sangat berwibawa, persis seperti ayahnya, Nick, saat sedang menegosiasikan bisnis besar.
"Kau tidak akan menjemput siapa pun. Cheryl sedang menempuh pendidikannya di NYU, tempat yang dia inginkan. Dan perlu kau tahu, dia berada di bawah perlindungan penuh keluarga Teldford sekarang. Jika kau mencoba menyentuhnya atau memaksanya kembali, kau bukan hanya berurusan dengan seorang mahasiswa, tapi kau akan berurusan dengan seluruh kekuatan hukum dan bisnis ayahku."
Abbey Alton terdiam. Nama Teldford di New York bukanlah nama yang bisa dianggap remeh. "Kau... kau menghasutnya untuk membangkang, Daven! Dia anakku!"
"Dia anakmu, tapi dia bukan properti mu," balas Daven tajam. "Dia sudah cukup menderita selama tiga tahun ini. Sekarang, biarkan dia hidup. Atau aku sendiri yang akan memastikan seluruh skandal manipulasi dokumen yang kau lakukan di Brooklyn terbongkar ke publik."
Daven melirik Cheryl yang menatapnya dengan kekaguman sekaligus ketakutan.
"Berikan ponselnya pada Cheryl," suara Abbey kini terdengar sedikit bergetar, egonya mulai goyah.
Daven memberikan ponsel itu pada Cheryl. Cheryl menerimanya dengan tangan gemetar, namun saat ia melihat tatapan meyakinkan dari Daven, ia menarik napas panjang.
"Dad," ucap Cheryl, suaranya kini lebih stabil.
"Aku di sini karena aku ingin bebas. Aku mencintai seni, dan aku mencintai hidupku di New York. Daven benar... aku tidak akan lari lagi. Jika Dad ingin menemuiku, temui aku sebagai putri Dad, bukan sebagai bidak catur Dad. Aku menutup teleponnya sekarang."
Klik.
Cheryl memutuskan sambungan telepon itu. Ia langsung lemas dan terduduk di sofa. Daven segera duduk di sampingnya, merangkul bahunya erat.
"Kau hebat, sayang," bisik Daven.
"Dia akan sangat marah, Daven. Dia pasti akan datang ke sini," ucap Cheryl cemas.
Daven tersenyum penuh arti, lalu ia merogoh ponselnya sendiri. "Biarkan dia datang. Aku baru saja mengirim pesan pada Ayahku. Nick Teldford sedang dalam perjalanan ke sini untuk mengobrol dengan ayahmu jika dia berani muncul. Kurasa ayahmu akan berpikir dua kali untuk membuat keributan di depan seorang Nickholes Teldford."
Cheryl menatap Daven, lalu tertawa kecil di tengah sisa tangisnya. "Keluargamu benar-benar sangat riweh, ya?"
"Sangat riweh," Daven mencubit pipi Cheryl dengan gemas. "Tapi setidaknya sekarang kau tahu, keriwehan ini adalah milikmu selamanya. Tidak akan ada lagi Abbey atau siapa pun yang bisa menjauhkanmu dariku."
Malam itu, di apartemen kecil di New York, keriwehan Teldford resmi menjadi benteng pelindung bagi kebebasan Cheryl Alton. Dan bagi Daven, perjuangan selama tiga tahun ini akhirnya terbayar lunas dengan keberanian gadis yang paling dicintainya itu.
🌷🌷🌷🌷
Happy reading dear 🥰