NovelToon NovelToon
Dead As A Human, Reborn As The Heir

Dead As A Human, Reborn As The Heir

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Kelahiran kembali menjadi kuat / Perperangan / Summon / Dunia Lain / Tamat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: ANWAR MUTAQIN

aku tak pernah menyangka memiliki kesempatan kedua untuk kembali hidup

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWAR MUTAQIN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Volume II — The Weight of Survival Chapter 18 — Tempest of Resolve

Volume II — The Weight of Survival

Chapter 18 — Tempest of Resolve

Sub-Bab 1: Kota di Ambang Kehancuran

Kota barat malam itu hening, namun ketenangan hanyalah tipuan. Reruntuhan gedung dan jalanan yang rusak membentuk labirin yang sempurna untuk perang gerilya. Daniel, Aurelia, dan Selena bergerak perlahan, mata mereka menelusuri bayangan. Segel Kedua di dada Daniel berdenyut dengan ritme yang stabil, aura biru dan kilatan guntur menari di sekitar tubuhnya, siap memuntahkan energi kapan pun diperlukan.

“Mereka akan datang lebih kuat kali ini,” kata Daniel, suaranya tenang tetapi penuh kewaspadaan.

“Dan kita akan menghadapi mereka,” Aurelia membalas, menaruh tangan di lengan Daniel. Sentuhan itu memberi Daniel ketenangan dan fokus, sekaligus memicu resonansi emosional yang membuat gelombang guntur lebih stabil.

Selena memantau radar energi yang tercipta dari Segel Kedua. “Ini berbeda… mereka bergerak terkoordinasi. Ini bukan serangan acak, ini operasi penuh strategi. Kita harus hati-hati.”

Dari reruntuhan, bayangan muncul. Pasukan elite Antares yang lebih terorganisir dan cerdik bergerak cepat, mengepung kota dan menekan medan tempur. Daniel menelan ludah, merasakan tantangan baru—ini bukan sekadar serangan fisik, tapi ujian strategi, refleks, dan pengendalian emosional.

Segel Kedua… guntur… semua kemampuan kita… ini waktunya diuji maksimal, pikir Daniel.

Sub-Bab 2: Pertarungan yang Lebih Kompleks

Elite Antares muncul dalam formasi rapi. Mereka membawa aura unik, masing-masing dengan kemampuan untuk menetralkan sebagian energi Hunter. Daniel menatap timnya, lalu mengangguk. Aurelia menyalurkan cahaya di sisi kanan, menciptakan lapisan perlindungan tipis. Selena menempatkan reruntuhan sebagai perisai dinamis, memaksimalkan medan untuk memisahkan musuh.

“Kita harus sinkron. Jangan beri mereka celah,” kata Daniel sambil merasakan gelombang energi guntur menari di lengan dan punggungnya.

Pertarungan dimulai. Serangan pertama dari elite itu begitu cepat dan kompleks sehingga hampir memecah formasi tim. Daniel mengaktifkan Thunder Barrier, menciptakan perisai guntur yang memantulkan energi musuh. Setiap tebasan katana menyalurkan gelombang Chain Lightning Strike, memantul dari satu musuh ke musuh lain, menghancurkan koordinasi mereka dan memecah barisan.

Aurelia menyalurkan cahaya bersamaan, memperkuat gelombang energi, sementara Selena menyeimbangkan medan agar reruntuhan tidak menimpa sekutu. Sinkronisasi ini membuat Daniel merasakan pengendalian penuh atas medan tempur, meski musuh semakin cerdik dan agresif.

Di tengah pertempuran, Daniel melihat Aurelia hampir tersapu gelombang energi musuh. Tanpa berpikir, ia menyalurkan guntur ke arah iblis, memotong jalur serangan dan melindungi Aurelia. Mata mereka bertemu sekejap, dan jantung Daniel berdetak kencang. Romansa halus muncul, tapi tidak mengurangi fokusnya—malah menambah energi emosional yang memperkuat segel.

Kepercayaan dan ikatan ini… membuat segel bekerja lebih maksimal, pikir Daniel.

Sub-Bab 3: Teknik Lanjutan Guntur dan Segel Kedua

Pertarungan terus berlangsung, semakin brutal. Daniel menyadari bahwa ia harus menggabungkan semua teknik yang ia pelajari:

Chain Lightning Strike — Gelombang listrik memantul dari musuh ke musuh, menghancurkan koordinasi pasukan elit.

Resonant Pulse — Tebasan katana yang menciptakan gelombang energi presisi, memotong jalur serangan musuh.

Thunder Barrier — Perisai dinamis yang menahan serangan fisik dan energi sekaligus.

Electro Surge — Teknik baru yang memungkinkan Daniel menyalurkan energi guntur melalui tubuhnya dan katana, menciptakan ledakan listrik area besar.

Daniel mengkombinasikan semua teknik ini, menciptakan medan tempur yang semakin kompleks dan sulit ditembus. Elite Antares mulai kehilangan koordinasi, beberapa mundur sementara yang lain terjebak dalam ledakan listrik yang memecah formasi mereka.

Aurelia menatap Daniel, kagum dan sedikit tersipu. “Daniel… kau… luar biasa,” katanya, pipinya memerah samar.

Daniel menatapnya, tersenyum tipis. “Aku melakukan ini karena kau di sisiku,” gumamnya hanya untuknya. Momen itu singkat, tapi energi emosional yang mereka bagikan langsung meningkatkan stabilitas dan kekuatan Segel Kedua.

Sub-Bab 4: Ujian Ekstrem

Elite terakhir yang tersisa adalah yang paling kuat. Aura gelapnya menekan dan hampir menyerap cahaya di sekitarnya. Daniel menatapnya, sadar bahwa ini adalah ujian ekstrem bagi Segel Kedua dan pengendalian guntur.

Ia menyalurkan semua energi yang ia miliki—Chain Lightning Strike, Resonant Pulse, Thunder Barrier, dan Electro Surge—menciptakan ledakan energi biru dan kilat yang menyelimuti medan tempur. Elite itu menyerang dengan kombinasi kecepatan dan kekuatan, memaksa Daniel bergerak cepat, menyesuaikan strategi, dan terus menjaga sinkronisasi dengan Aurelia dan Selena.

Ini lebih dari sekadar pertempuran fisik… ini ujian psikologis juga, pikir Daniel. Ia harus menjaga fokus, mengendalikan amarah, dan menyalurkan energi tanpa kehilangan kendali.

Di tengah serangan, Daniel merasakan koneksi emosional yang lebih kuat dengan Aurelia—bukan sekadar perlindungan, tapi juga kepercayaan dan kedekatan. Setiap sentuhan energi mereka meningkatkan kekuatan gelombang listrik, membuat serangan lebih presisi dan mematikan.

Sub-Bab 5: Kemenangan dan Refleksi

Pertarungan berakhir setelah elite itu mundur, kalah strategi dan kekuatan. Segel Kedua Daniel bersinar terang, sekarang sepenuhnya menyatu dengan pengendalian guntur dan energi emosionalnya. Aurelia dan Selena mendekat, wajah mereka menunjukkan kagum, lega, dan hangat.

“Kau benar-benar menakjubkan, Daniel,” kata Aurelia, menatap mata Daniel dengan campuran kekaguman dan kasih sayang.

Daniel tersenyum, pipinya memerah samar. “Aku hanya bisa melakukannya karena kalian bersamaku,” katanya. Ia menyadari bahwa romansa halus dan ikatan emosional ini bukan kelemahan, tapi kekuatan yang membuat Segel Kedua bekerja optimal.

Selena tersenyum, menambahkan, “Energi kalian saling menguatkan. Inilah yang membuat tim ini berbeda.”

Daniel menatap langit malam yang dipenuhi kilatan guntur dari tangannya. Ia sadar, Segel Kedua dan pengendalian guntur adalah simbol tanggung jawab, strategi, dan hubungan yang membuatnya siap menghadapi pasukan Antares yang lebih besar.

Ini baru permulaan… Antares pasti akan kembali dengan pasukan lebih besar dan strategi lebih licik. Tapi aku akan siap. Aku harus siap. Dan aku tidak akan membiarkan mereka jatuh.

Di reruntuhan kota, kilatan listrik yang menari di udara bukan hanya simbol kekuatan, tapi juga tekad Daniel—tekad untuk melindungi timnya, menghadapi musuh yang lebih kuat, dan menjaga ikatan yang kini menjadi kekuatan terbesarnya.

Catatan Chapter 18:

Daniel menghadapi pasukan elite Antares yang lebih terorganisir dan cerdik, diuji strategi dan pengendalian emosional.

Teknik guntur lanjutan digunakan maksimal: Chain Lightning Strike, Resonant Pulse, Thunder Barrier, Electro Surge.

Sinkronisasi tim dan romansa subtil Daniel-Aurelia menjadi kunci stabilitas dan efektivitas Segel Kedua.

Foreshadow ancaman Antares semakin nyata, menyiapkan Volume III.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!