NovelToon NovelToon
Lentera Abadi Di Makam Bintang

Lentera Abadi Di Makam Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Action / Sistem
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Yuzuki chan

​Xing Shenyuan, pangeran kesembilan Dinasti Bintang Agung, dikhianati oleh saudaranya sendiri. Tulang Surgawi miliknya dicabut, basis kultivasinya dihancurkan, dan dia dibuang ke Makam Leluhur yang terlarang untuk menjadi pelayan nisan seumur hidup. Di tengah keputusasaan, sebuah suara kuno bergema di jiwanya. Dengan sistem "Masuk Log" (Sign-In), setiap inci tanah pemakaman menjadi gudang harta karun ilahi.
​"Masuk Log di Makam Kaisar Pertama, hadiah: Tubuh Kekacauan Primordial!"
"Masuk Log di Gundukan Pedang Dewa, hadiah: Niat Pedang Penghancur Cakrawala!"
​Sepuluh ribu tahun berlalu dalam sekejap mata. Dunia luar telah berganti zaman, kekaisaran runtuh, dan dewa-dewa baru bermunculan , ketika musuh dari langit mencoba mengusik ketenangan makam leluhur nya, xing shenyuan bangkit dari debu hanya satu jentikan jari untuk meratakan seluruh galaksi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuzuki chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 21 nyala api dari bintang yang gugur

Angin di Puncak Pedang Patah berhenti berhembus. Bukan karena badai telah usai, melainkan karena tekanan energi yang terpusat di tengah dataran tinggi itu telah menciptakan sebuah zona hampa udara. Di tengah zona tersebut, Xing Shenyuan duduk bersila, dikelilingi oleh pusaran cahaya ungu dan perak yang beradu.

Di depannya, Inti Besi Bintang Jatuh tidak lagi berbentuk bongkahan logam yang keras. Berkat api pemurnian dari Sutra Penelan Bintang, logam astral itu telah mencair menjadi gumpalan cairan merkuri yang bersinar terang. Cairan itu perlahan-lahan merambat, menyelimuti rangka Lentera Abadi yang lama, mengisi setiap retakan kecil dan memperkuat strukturnya.

"Fokus, Shenyuan. Jangan biarkan energi astral menguap," batinnya.

Dahinya dibanjiri keringat. Menempa ulang artefak tingkat tinggi sambil menjaga kestabilan Dantian yang berada di ambang Ranah Jiwa Baru Lahir adalah tugas yang hampir mustahil bagi kultivator biasa. Namun, Shenyuan memiliki keuntungan: Lentera Abadi bukan sekadar benda baginya, melainkan perpanjangan dari jiwanya sendiri.

Login: Saat Penempaan Puncak

Tiba-tiba, sebuah resonansi muncul dari dalam tanah Puncak Pedang Patah. Seolah-olah gunung itu memberikan restunya pada proses penempaan ini.

> [Sistem Login Harian Makam Bintang]

> [Lokasi: Altar Penempaan Langit (Status: Penempaan Aktif)]

> [Status: Siap untuk Check-in.]

>

"Login sekarang!"

> [Ding! Check-in berhasil!]

> [Selamat, Tuan mendapatkan: "Api Esensi Sembilan Langit" (Satu Kali Pakai) dan "Fragmen Jiwa Pandai Besi Kuno".]

> [Deskripsi Item:]

> * Api Esensi Sembilan Langit: Api tingkat tertinggi yang mampu menyatukan material dari dunia berbeda. Akan meningkatkan tingkat keberhasilan penempaan hingga 100%.

> * Fragmen Jiwa Pandai Besi Kuno: Memberikan insting penempaan tingkat master selama 30 menit.

>

Shenyuan merasakan lonjakan pengetahuan yang tiba-tiba. Tangannya bergerak secara otomatis, membentuk segel-segel rumit yang belum pernah ia pelajari sebelumnya. Api Esensi Sembilan Langit—sebuah kobaran api berwarna putih murni—meledak dari telapak tangannya, menelan lentera dan cairan logam bintang itu sepenuhnya.

Wuuussshhh!

Cahaya putih itu membubung tinggi ke langit, membelah awan mendung dan bisa terlihat dari jarak ratusan mil. Di kejauhan, para penduduk desa dan kultivator pengembara berlutut, mengira itu adalah tanda turunnya dewa.

Kedatangan Utusan Kaisar: Sang Jenderal Bayangan

Cahaya yang membelah langit itu menarik perhatian yang tidak diinginkan. Hanya satu jam setelah penempaan selesai, saat Shenyuan sedang mengatur napasnya yang tidak stabil, sebuah bayangan besar menutupi matahari yang pucat.

Seekor elang raksasa dengan bentang sayap sepuluh meter mendarat dengan dentuman keras di tepi dataran tinggi. Di atas punggung elang itu, berdiri seorang pria paruh baya dengan baju zirah hitam legam yang memiliki simbol matahari terbenam—lambang Jenderal Bayangan, pasukan khusus yang hanya tunduk pada perintah langsung Kaisar.

Jenderal Wei, seorang ahli Ranah Jiwa Baru Lahir Tahap Menengah, melompat turun. Matanya yang tajam segera tertuju pada Shenyuan yang masih duduk bersila, dan pada lentera baru yang kini melayang di sampingnya.

Lentera itu kini memiliki rangka perak gelap yang elegan dengan ukiran rasi bintang yang tampak hidup. Apinya tidak lagi sekadar ungu, melainkan memiliki inti putih yang memancarkan aura kehancuran sekaligus penciptaan.

"Jadi, laporan itu benar," Wei berbicara dengan suara yang dalam dan berwibawa. "Pangeran Ketujuh yang dibuang tidak hanya masih hidup, tetapi juga sedang mencoba menantang hukum alam. Pangeran Shenyuan, atas perintah Kaisar, Anda diminta untuk menyerahkan artefak itu dan kembali ke Ibu Kota untuk diadili atas pengkhianatan di Sekte Lembah Hijau."

Shenyuan perlahan membuka matanya. Ia berdiri, mengibaskan debu dari jubahnya. "Jenderal Wei. Aku ingat kau dulu adalah instruktur bela diri yang paling sering menghinaku karena 'tubuh tanpa bakat' milikku. Bagaimana rasanya melihat murid yang kau anggap sampah kini berdiri lebih tegak darimu?"

Wajah Wei mengeras. "Bakat atau tidak, perintah Kaisar adalah mutlak. Jika Anda menolak, saya diberi izin untuk menggunakan kekuatan mematikan."

Pertempuran di Puncak Salju: Ujian Pertama Lentera Baru

Wei tidak menunggu jawaban. Ia mencabut tombak panjangnya yang terbuat dari Besi Meteorit. Dengan satu hentikan kaki, ia melesat ke arah Shenyuan seperti kilat hitam.

"Tombak Pemecah Langit!"

Shenyuan tidak menghindar. Ia hanya menyentuh gagang Lentera Abadi-nya yang baru.

"Wilayah Makam: Penjara Bintang."

Tiba-tiba, area dalam radius lima puluh meter di sekitar Shenyuan berubah. Tanah yang tadinya berbatu dan bersalju lenyap, digantikan oleh hamparan ruang hampa yang dipenuhi dengan nisan-nisan bercahaya ungu. Jenderal Wei merasa tubuhnya tiba-tiba menjadi sangat berat, seolah-olah ia sedang memikul beban seluruh gunung di pundaknya.

"Apa?! Wilayah Kekuasaan (Domain)? Bagaimana mungkin seorang kultivator di bawah Ranah Transformasi Roh memiliki Domain?!" Wei berteriak tak percaya. Kecepatannya melambat drastis.

Shenyuan berjalan tenang di dalam wilayahnya sendiri. "Ini bukan Domain biasa, Jenderal. Ini adalah proyeksi dari Makam Bintang Agung. Di sini, aku adalah hukumnya."

Shenyuan mengangkat tangannya. Di belakangnya, ribuan gema pedang yang tertancap di Puncak Pedang Patah mulai bergetar. Berkat penempaan baru, lenteranya kini bisa memerintah sisa-sisa niat bertarung di sekitarnya.

"Tebasan Pemutus Takdir!"

Shenyuan menggunakan hadiah dari sistem yang ia simpan. Niat pedang kuno yang dahsyat berkumpul menjadi satu garis cahaya putih yang sangat tipis.

Wei mencoba menangkis dengan tombaknya, mengeluarkan seluruh Qi Jiwa Baru Lahir-nya untuk membentuk perisai. Namun, serangan itu tidak memotong fisik. Serangan itu memotong 'takdir' serangan Wei.

Krak!

Tombak meteorit yang sangat keras itu hancur menjadi debu. Wei terlempar ke belakang, zirah hitamnya retak, dan ia memuntahkan darah segar yang segera membeku di salju.

"Kau... kau bukan lagi manusia..." Wei terengah-engah, matanya dipenuhi ketakutan yang murni.

"Kembalilah pada ayahku," ucap Shenyuan dingin. Ia tidak membunuh Wei, bukan karena belas kasihan, tapi karena ia butuh saksi untuk menyebarkan ketakutan di istana. "Katakan padanya, mainan yang dia buang telah kembali untuk mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi miliknya. Dan katakan padanya... jangan mengirim anjing lagi. Kirimlah seseorang yang layak."

Di Ibu Kota: Langkah Catur Su Yan

Sementara itu, di dalam tembok istana yang dingin, Su Yan sedang duduk di taman rahasia bersama Permaisuri Wei, ibu dari Pangeran Mahkota. Su Yan kini telah mendapatkan kepercayaan penuh dari lingkaran dalam istana berkat ramuan kecantikannya yang "ajaib".

"Nona Su, apakah benar Pangeran Ketiga sedang berhubungan dengan kekuatan di luar kekaisaran?" tanya Permaisuri dengan nada khawatir yang dibuat-buat.

Su Yan menunduk dengan hormat. "Hamba hanya mendengar bisikan di antara para pedagang, Yang Mulia. Mereka bilang ada aliran dana besar yang masuk ke kediaman Pangeran Ketiga dari arah Utara. Dan kita semua tahu... siapa yang dibuang ke Utara."

Permaisuri Wei mengepalkan tangannya. "Xing Shenyuan? Anak haram dari pelayan rendah itu? Jika Feng berani bekerja sama dengan sampah itu untuk menggulingkan putraku, aku akan memastikan mereka berdua membusuk di penjara bawah tanah terdalam."

Su Yan tersenyum tipis di balik cadarnya. Semuanya berjalan sesuai rencana. Permaisuri kini akan menekan Kaisar untuk bertindak keras terhadap Pangeran Ketiga. Perang saudara hanya tinggal menunggu satu percikan lagi.

Penutup Bab: Pintu Menuju Lantai Ketiga

Kembali di Puncak Pedang Patah, setelah Jenderal Wei melarikan diri, Shenyuan melihat ke arah sebuah gua kecil yang muncul setelah Altar Pedang meledak akibat penempaan tadi. Di dalam gua itu, ada sebuah tangga batu yang menurun tajam ke kegelapan.

Shenyuan merasakan tarikan yang sangat kuat dari bawah sana.

"Guru, apakah itu..." Xiaoyue mendekat, wajahnya masih pucat setelah melihat gurunya mengalahkan seorang Jenderal Jiwa Baru Lahir dengan begitu mudah.

"Ya," jawab Shenyuan, menggenggam lenteranya yang kini bersinar tenang. "Pintu masuk menuju Lantai Bawah Tanah Ketiga: Aula Jiwa-Jiwa yang Terlupakan."

Ia tahu, di lantai ketiga, ia tidak akan lagi menemukan buku atau senjata biasa. Ia akan menemukan rahasia tentang asal-usul sebenarnya dari Makam Bintang Agung, dan alasan mengapa ayahnya begitu takut pada tempat ini.

"Ayo, Xiaoyue. Waktunya kita kembali ke rumah dan membuka lembaran baru."

Shenyuan melangkah masuk ke dalam kegelapan, lenteranya menerangi jalan dengan cahaya yang tidak bisa dipadamkan oleh apa pun di dunia ini.

* Kultivasi: Setengah Langkah Jiwa Baru Lahir (Kejernihan Jiwa 90%).

* Artefak: Lentera Abadi Bintang Jatuh (Berevolusi).

* Misi Berhasil: Mengusir Utusan Kaisar.

* Tujuan Berikutnya: Eksplorasi Lantai Bawah Tanah Ketiga.

1
Seorang Penulis✍️
Tess
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!