Yang Chi, seorang mahasiswi sekaligus penulis novel amatir, terbangun di dalam dunia ceritanya sendiri setelah menyelesaikan bab tragis tentang kematian sang Permaisuri, Yang Nan. Namun, bukannya menjadi pahlawan, ia justru terjebak dalam tubuh Xiao Xi Huwan, putri dari kerajaan tetangga sekaligus antagonis utama yang baru saja membunuh Permaisuri tersebut.
Kini, Yang Chi harus berhadapan dengan murka Kaisar Long Wei, pria yang seharusnya menjadi pelindung permaisurinya namun kini bersumpah akan memenggal kepala Xiao Xi dengan tangannya sendiri. Berbekal pengetahuannya sebagai penulis tentang rahasia istana dan plot masa depan, Yang Chi harus memutar otak untuk membersihkan namanya, menghindari hukuman mati, dan mengungkap konspirasi gelap yang ternyata jauh berbeda dari apa yang ia tulis di atas kertas
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Sabrina Rasmah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
aku akan menikahinya
Mendengar tuduhan balik dari Yang Nan, suasana di halaman istana yang sudah tegang menjadi semakin ricuh. Para pejabat mulai saling berbisik, ragu akan kebenaran yang baru saja mereka dengar.
"Ibu! Aku difitnah!" teriak Yang Nan dengan isak tangis yang pecah, suaranya terdengar sangat memilukan. Ia bersimpuh di depan Ibu Suri dengan tangan yang masih terborgol. "Dia... wanita itu sengaja membuat skenario ini! Dia membunuh pelayanku dan membuat pelayan itu seolah-olah adalah aku. Aku terpaksa bersembunyi di hutan selama ini agar tidak dibunuh olehnya!"
Ibu Suri tampak goyah. Ia menatap Yang Nan dengan iba, lalu beralih menatap Yang Chi dengan pandangan yang penuh kebencian. "Long Wei! Kau dengar itu? Istrimu sendiri yang bicara! Bagaimana kau bisa lebih percaya pada wanita asing ini?!"
Yang Chi merasa jantungnya berdegup sangat kencang. Wah, akting Yang Nan benar-benar level oscar! Kalau aku tidak bicara sekarang, aku bisa benar-benar tamat, batin Yang Chi panik.
"Itu bohong!" seru Yang Chi dengan berani, meski tangannya sedikit gemetar. Ia melangkah maju dari belakang punggung Long Wei. "Ibu Suri, jika dia memang bersembunyi karena takut dibunuh, kenapa dia ditemukan di pondok tersembunyi bersama Pangeran Deng Xiaoping? Apakah bersembunyi dari pembunuh harus ditemani oleh kekasih gelap?"
Seluruh pejabat terkesiap. Nama Deng Xiaoping membuat suasana semakin panas.
"Kau... kau memfitnahku lagi!" jerit Yang Nan, wajahnya memerah.
Long Wei yang sejak tadi diam, kini melangkah maju dan mencengkeram rantai borgol Yang Nan dengan kasar. "Cukup sandiwaramu, Yang Nan. Aku menemukan surat-surat cintamu dan rencana pelarianmu dengan Deng Xiaoping di dalam pondok itu. Apakah kau ingin aku membacakannya di depan seluruh rakyat sekarang juga?"
Yang Nan seketika terbungkam. Wajahnya pucat pasi, tak mampu lagi mengeluarkan kata-kata.
Long Wei kemudian berbalik menatap para pejabat dan Ibu Suri dengan otoritas penuh. "Mulai hari ini, Yang Nan akan dijebloskan ke penjara bawah tanah atas tuduhan pengkhianatan tingkat tinggi. Dan siapa pun yang berani menghina Xiao Xi lagi, akan berurusan langsung dengan pedangku."
Yang Chi tertegun. Ia menatap Long Wei yang kini memegang tangannya dengan sangat erat di depan semua orang. Tuan Kaisar... dia benar-benar melindungiku sampai akhir, batin Yang Chi dengan perasaan terharu yang luar biasa pada hari ini, 25 Januari 2026.
"Aku akan menikahinya besok!" ucap Long Wei dengan suara menggelegar, mutlak tanpa bantahan.
Deggg!
Jantung Yang Chi seakan mencelos ke perut. Ia mematung, menatap profil samping wajah Long Wei yang begitu tegas di bawah sinar matahari sore , di tahun ini .
Wahahah, gila! Ini benar-benar gila! batin Yang Chi histeris. Di draf novel asliku, butuh 50 bab untuk mereka saling suka, ini baru awal tapi dia sudah mau menikahiku besok? Plot novelku benar-benar sudah hancur lebur!
Ibu Suri dan para pejabat di halaman istana hanya bisa ternganga, tak mampu mengeluarkan satu kata pun. Namun, Long Wei tidak memedulikan reaksi mereka. Dengan gerakan yang sangat protektif dan penuh otoritas, ia menggenggam tangan Yang Chi, lalu dalam sekejap lengannya meraih pinggang gadis itu.
Long Wei langsung menggendong Yang Chi (gaya bridal style) di hadapan seluruh rakyat dan petinggi istana. Tanpa menoleh lagi ke arah Yang Nan yang sedang diseret ke penjara, Long Wei melangkah lebar membawa Yang Chi kembali ke dalam istana, menuju kamar pribadinya.
Sepanjang perjalanan di koridor, Yang Chi hanya bisa menyembunyikan wajahnya yang sudah semerah tomat di dada bidang Long Wei. "T-tuan... Tuan serius? Besok? Itu terlalu cepat! Saya belum luluran, belum persiapan apa-apa!" bisik Yang Chi dengan suara yang kacau karena canggung dan panik.
Long Wei tidak berhenti melangkah. Ia menunduk sedikit, menatap Yang Chi dengan tatapan yang sangat intens dan posesif. "Aku tidak butuh persiapanmu, Xiao Xi. Aku hanya butuh kehadiranmu. Aku ingin seluruh dunia tahu bahwa kau adalah milikku sebelum ada pengkhianat lain yang mencoba mengambilmu."
Sesampainya di kamar, Long Wei menendang pintu hingga tertutup rapat dan menguncinya. Ia menurunkan Yang Chi perlahan ke atas ranjang, namun tidak langsung menjauh. Ia mengurung tubuh Yang Chi dengan kedua tangannya, membuat Yang Chi kembali merasa sesak napas karena jarak mereka yang sangat dekat.
"Besok, kau tidak akan lagi menjadi tawananku," bisik Long Wei tepat di depan bibir Yang Chi. "Kau akan menjadi permaisuriku."
Yang Chi menelan ludah, ia merasa dunianya benar-benar sudah berubah total. Selamat tinggal tugas kelompok tahun ini , sepertinya aku akan benar-benar jadi istri kaisar galak ini, batinnya pasrah namun ada rasa bahagia yang menyelinap.