Adven Mahardhika Alkhatiri, seorang lelaki yang penuh rahasia dalam hidupnya. Bahkan keberadaan anaknya juga menjadi rahasia dan teka teki tersendiri untuk keluarga Alkhatiri yang begitu terpandang.
Rahasia besar apakah yang selama ini dia simpan? dan mampukah dia mendapatkan jawaban dari rasa penasarannya terhadap seorang perempuan bernama Sukma Paramitha?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32 ( Teror semakin keras )
Kedua orang itu masih bisa tertolong, mereka masih kritis karena meminum cairan racun yang mereka bawa di dalam jaket mereka, keduanya panik saat mereka di kepung polisi, tadinya mereka di tugaskan untuk membawa Anita ke markas kelompok Budi untuk membuat kesepakatan dengan Akhtar dan Adam, tapi mereka gagal dan meskipun mereka berhasil lolos, mereka pasti akan di bunuh oleh Budi.
"Sepertinya mereka sudah terikat sumpah atau perjanjian tertulis, tidak mungkin mereka akan tiba tiba saja meminum racun, mereka bisa saja membantu kita supaya hukuman mereka di ringankan" ungkap Adven
"Kamu benar, mereka sepertinya juga terancam kalau sampai berkhianat, seperti terikat perjanjian atau ancaman karena Vian pernah bilang kalau Budi akan menghabisi seluruh keluarga orang yang tidak dia sukai atau berkhianat padanya, contohnya Om Luis" jawab Adam
"Levina katanya selamat karena tepat sebelum kontrakannya di bakar orang tidak di kenal, David berhasil menolongnya dan kelompok Budi mengira dia meninggal" bisik Adven
"Itu bagus, minta David tinggal sementara di sana supaya Levina aman, setelah kondisi di sini lebih nyaman baru bawa pulang, sebaiknya adiknya Tsania juga di jaga" ucap Adam
"Tara katanya sudah di bawa keluarga Munir, mereka akan menyembunyikan Tara di rumah mereka" jawab Adven
Ceklek.
Afandi keluar dari ruang rawat dua penjahat yang mencoba menculik Anita, wajahnya terlihat serius karena ternyata kedua orang itu tidak bisa bicara, racun itu selain merusak organ dalamnya, pita suara mereka juga rusak.
"Sepertinya mereka tidak bisa bertahan lama meskipun mereka berhasil selamat dokter bilang organ dalam mereka rusak" ungkap Afandi
"Racun apa yang mereka minum?"
"Racun sianida" jawab Afandi membuat Adven dan Adam terkejut
Padahal mereka hanya tinggal satu langkah lagi bisa menemukan keberadaan kelompok Budi tapi mereka gagal, orang yang menjadi supir juga tidak mengatakan apapun, dia hanya mengatakan kalau dia hanya di minta dua orang itu untuk mengantar mereka ke rumah sakit, bahkan mengatakan kalau dia tidak mengenal dua orang itu, meskipun Anita mengatakan kalau mereka terlihat akrab dan si supir memberikan sapu tangan yang sudah di lumuri obat bius.
"Sebaiknya memang kita harus bersabar menunggu penyelidikan kelompok Dark Dragon, mereka pasti sudah mulai bergerak" ungkap Adven
"Daddy sudah sampai di Ciremai?" tanya Adam
"Mommy tadi menelpon katanya sudah sampai pukul tiga sore, mereka aman di sana, Axel dan Abimanyu juga di rumah bersama Paramitha dan Anita" jawab Adven
"Ayo kita pulang, kita jangan sampai meninggalkan mereka terlalu lama, orang orang Budi mungkin sedang mengincar rumah kita" ajak Adam dan Adven setuju.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Di rumah Akhtar.
"Abi, kamu sudah mengerjakan tugas sekolah kamu nak?" tanya Anita
"Sudah ma, tadi di bantu Tante Mitha" jawab Abimanyu
Saat itu masuk pikul 20:00, mereka sedang menonton televisi sambil menunggu suami mereka pulang, Paramitha baru selesai menelpon Leni yang menginap di rumah sakit, dan sekarang sedang menepuk nepuk punggung Axel yang baru selesai makan dan mengantuk.
"Axel pasti ngantuk karena tadi dia tidak tidur siang" ucap Anita
"Iya, Axel katanya ingin menunggu mas Adven pulang, tapi mas Adven mengurus para penjahat itu, jadi Axel sedikit kesal, tidak apa, karena nanti setelah mas Adven pulang bisanya Axel akan kembali ceria" jawab Paramitha
"Syukurlah kalau Axel tidak marah" ungkap Anita.
Prang.
"Aakhhh!" teriak Abimanyu langsung memeluk Anita
"Apa itu?" tanya Paramitha memeluk Axel yang terusik karena suara pecahan kaca.
Tiba tiba saja ada yang melempar kaca jendela rumah Akhtar dengan batu, arahnya dari lantai dua dan bodyguard yang ada di luar juga di dalam langsung sigap memeriksa CCTV dan mengamankan para wanita juga anak anak di sana.
"Nyonya, sebaiknya kalian masuk ke ruangan rahasia supaya aman, kami akan memeriksa sekitar, mungkin ada penyusup" ucap Niko
"Baiklah, kalian hati hati" jawab Anita dan Niko mengangguk
"Ayo Mitha, jangan sampai anak anak terluka, kita tunggu mas Adam dan Adven di sana" ajak Anita yang sudah di beri tahu ruangan rahasia di rumah Akhtar.
"Mommy, Axel takut"
"Tenang sayang Daddy sebentar lagi datang" bujuk Paramitha
Di luar para bodyguard berpencar mencari ke setiap sudut rumah, ada banyak batu yang di Lempar bahkan pos satpam juga di lempari dan batu itu tidak hanya batu biasa, batu batu itu panas saat di pegang seperti sudah di bakar terlebih dahulu sebelum di lempar secara serentak ke rumah Akhtar.
"Di setiap sudut kosong, di luar juga tidak ada orang ataupun kendaraan yang lewat, sepertinya mereka menaiki truk yang tadi sempat berhenti di depan gerbang" ucap Sapto
"Tetap waspada, dan segera hubungi tuan besar" jawab Niko
"Baik"
Lima menit kemudian Adven dan Adam datang, mereka langsung khawatir karena melihat halaman rumah dalam keadaan berantakan, di tambah kaca kaca jendela yang pecah membuat mereka semakin khawatir.
"Ada apa? dan kenapa tangan kalian terluka" tanya Adven
Tangan para bodyguard yang tidak tahu kalau batu batu itu panas mengalami luka bakar ringan, telapak tangan mereka melepuh dan memerah, itu menarik perhatian Adven karena mengira mereka di serang banyak orang.
"Ada orang tak di kenal melemparkan batu batu panas ke arah rumah tuan besar, tapi karena pagar dan gerbang yang cukup tinggi sepertinya mereka mengalami kesulitan, batu itu hanya berhasil merusak pos satpam dan jendela di lantai dua tuan, lantai satu aman dan nyonya sudah kami tempatkan di ruangan rahasia" jawab Niko
"Segera obati, jangan di biarkan dan minta orang yang tidak terluka untuk membersihkan sisa sisa batu ini, besok para anggota Dark Dragon akan membantu kita" ucap Adven
"Baik tuan muda" jawab semuanya merasa senang karena para anggota Dark Dragon terlatih seperti seorang tentara.
"Malam ini akan aman kan?" tanya Adam
"In sya Allah kak, mereka tidak akan menyerang dua kali setelah ketahuan, kalau mereka pintar karena kita pasti akan lebih waspada" jawab Adven
"Sekarang dia sudah mulai menyerang secara terang terangan, Budi Budi ini ternyata sangat berbahaya karena dia mampu mengendalikan Monica, setelah Dark Dragon selesai dengan penyelidikannya, kakak harap Budi bisa tertangkap dan di penjara, kelompoknya juga harus di bubarkan" ungkap Adam.
"Aamiin, Adven juga berharap begitu" jawab Adven
Adven dan Adam segera masuk ke ruangan rahasia, Paramitha langsung berhambur ke pelukan Adven karena bahagia melihat suaminya itu kembali dengan selamat', begitupun dengan Anita dan Abimanyu yang memeluk Adam sambil menangis terisak.
"Kita tidur di sini untuk sementara sampai rumah di bersihkan" ucap Adven
"Para asisten rumah tangga tidak apa apa kan mas? Mereka tadi kami minta untuk bersembunyi di dalam kamar ini juga tapi mereka menolak" ucap Paramitha
"Mereka baik baik saja, dan sedang membersihkan rumah" jawab Adven