NovelToon NovelToon
Obsesi Sang Wali : Jatuh Dalam Jerat Gairah

Obsesi Sang Wali : Jatuh Dalam Jerat Gairah

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Terlarang / Anak Yatim Piatu / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Pengasuh
Popularitas:32.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mul_yaa

Dia amanah yang harus dijaga, sekaligus godaan neraka!.

12 tahun yang lalu sebuah insiden kecelakaan yang merenggut nyawa sepasang suami istri , namun sebelum kepergian nya presiden direktur menitipkan putrinya sekaligus semua harta warisan untuk nya pada Hans yang berstatus sebagai asisten pribadi .

Sebagai balas budi Hans menerima tanggungjawab itu mengingat jasa Pak Bobby yang sudah membesarkan dan menyekolahkan nya hingga bisa seperti sekarang.

" Iya Pak, Saya akan menjaga dan Melindungi Ayra seperti bapak menjaga nya " ucap Hans ketika Pak Bobby menggenggam tangan nya dengan nafas tersengal.

" Sa, sayangi , dia , " pesan terakhirnya presiden direktur mengelus kepala putri kecilnya yang sudah menangis sesenggukan memeluk nya sementara sang ibu sudah pergi lebih dulu .

" Papa" teriak Ayra ketika Papa nya juga pergi meninggalkan nya .

" Tenang kamu masih punya Om " ucap Hans memeluk gadis kecil itu.

Tapi bagaimana jika gairah Hans muncul disaat gadis itu menginjak dewasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mul_yaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31 Surprise untuk Hans

" Maaf Om , Aku gemas banget lihat nya " kata Ayra yang tidak sadar telah menggigit Hans .

" Mmmm, tidak apa-apa" ucap Hans hanya tersenyum.

" Astaga Om ada bekas nya " ucap Ayra yang melihat gigitan nya ternyata membekas di dada Hans

"Udah biarin aja, nanti juga hilang sendiri " ucap Hans .

" Pergilah tidur , ini sudah malam " ucap Hans lagi .

" Iya baiklah, selamat malam Om " ucap Ayra akan segera pergi tapi sebelah tangan nya di pegang Hans .

" Kenapa Om?" tanya Ayra kembali duduk di sebelah Hans .

" Mau kecup pipi Om dulu ?" pinta Hans .

" Mau " kata Ayra mengangguk polos dan mengecup pipi kanan Hans .

" Sebelah lagi?" Hans menyodorkan pipi kirinya yang dikecup Ayra dengan cepat .

" Aku sayang banget sama Om, aku mau Om bahagia " kata Ayra memeluk Hans dengan erat .

" Sekarang aku udah berdamai dengan keadaan Om boleh nikah sekarang " kata Ayra yang berada dalam pelukan Hans .

" Maksud kamu?" pertanyaan Hans mengelus punggung Ayra .

" Iya, mulai sekarang Om kalau punya pacar nggak perlu cari yang bisa terima aku cukup cari yang mencintai dan bisa terima Om" ucap Ayra dengan tulus.

" Ooooh, jadi kamu udah ikhlas Om keluar dari rumah ini dan pergi sama istri Om?" pertanyaan Hans.

" Gimana ya Om, mungkin sepenuhnya ikhlas enggak tapi kita udah sama-sama dewasa setelah aku pikir-pikir nggak ada gunanya aku egois, lagian kebahagiaan Om lebih penting " ucap Ayra memegang kedua tangan Hans .

" Om udah berkorban banyak untuk aku selama ini mulai dari merawat , mengayomi dan juga menjaga semua aset warisan aku . Sekarang aku nggak ingin Om jadi mengorbankan juga kebahagiaan Om demi aku " ucap Ayra .

" Om juga berhak bahagia dan terimakasih untuk semua kasih sayang Om dari aku kecil sampai dewasa " ucap Ayra mengecup kedua tangan Hans yang dipegang nya .

" Enggak Ay, kamu nggak bisa lepasin Om begitu aja , pokoknya sampai kapanpun kita akan tetap bersama" tegas Hans .

" Tapi Om,"

" Udah Om mau tidur , keluarlah " ucap Hans naik keatas ranjang dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.

" Om, dengerin aku dulu " kata Ayra ikut naik keatas ranjang mencoba melepaskan selimut yang menutupi wajah Hans .

" Ommmm" rengek Ayra bersandar pada Hans yang tidak mau keluar dari selimut itu .

" Ini sudah malam , tidur sana" ucap Hans dari balik selimut merasakan Ayra yang malah bersandar manja di punggung nya .

" Mmmmh, nggak bakal pergi sebelum Om bicara " rengek Ayra malah berbaring menjadikan punggung Hans sandaran nya.

" Kamu ingin Om bicara apa lagi, tidur sana " kata Hans benar-benar tidak mengeluarkan kepalanya dari dalam selimut.

" Ya keluarin dulu kepala Om , ayo " rengek Ayra .

" Om mau tidur " kata Hans

" Yaudah , aku disini aja kalau gitu " ucap Ayra benar-benar nggak mau keluar dari kamar Hans .

" Baiklah jika kamu memang ingin tidur sini " kata Hans mengeluarkan tangan nya dari balik selimut dan mematikan lampu utama kamar nya .

" Hwaaaa, Om kok matiin lampunya" rengek Ayra yang takut ikut masuk kedalam selimut Hans .

" Dari tadi Om suruh keluar nggak mau?" ucap Hans tersenyum melirik Ayra yang kini bersembunyi dibalik punggung nya .

.....

2 Minggu kemudian.

" Kenapa Hans?" tanya Dave melihat sahabat nya yang lesu sekali setelah keluar dari ruang meeting.

" Tidak , aku hanya memikirkan beberapa hal" ucap Hans menarik nafas berat berkali-kali.

" Masalah apa?" tanya Dave yang baru kemarin pulang dari luar negeri sehingga dia tidak tau apa yang terjadi belakangan ini .

" Aku akan menceritakan nya ketika kita sampai diruangan nanti " kata Hans terus berjalan cepat .

" Apa yang terjadi?" pertanyaan Dave begitu sampai diruangan Hans dan duduk berhadapan.

" Alga Dirgantara udah tau semuanya" ucap Hans yang membuat Dave terkejut .

" Bahkan dia mengatakan semuanya pada Ayra " ucap Hans sampai Dave menutup mulut mendengar nya .

" Lalu bagaimana reaksinya, hubungan kalian bermasalah sekarang?" kesimpulan Dave .

" Ayra mempercayai ku bahkan dia tidak menyalahkan aku walaupun Alga mengatakan semua kebenaran " ucap Hans .

" Benarkah?" Dave langsung mengangkat sebelah alisnya.

" Iya , bahkan dia menampar pria itu karena berkata buruk tentangku " ucap Hans tersenyum dan juga bahagia karena Ayra membelanya .

" Kalau begitu apa lagi yang kau takutkan, Ayra milikmu " ucap Dave .

" Keluarga Dirgantara tidak akan menyerah semudah itu " ucap Hans menarik nafas panjang.

" Jika itu permasalahan nya maka sekarang yang harus kau kendalikan adalah Ayra " ucap Dave memberi saran .

" Masalahnya Ayra menyuruh aku menikah " ucap Hans dengan tatapan sendu , sakit sekali rasanya disuruh mencari wanita lain oleh wanita yang akan dia jadikan tujuan .

" Kau sudah melakukan trik-trik yang aku suruh?" tanya Dave yang diangguki Hans .

" Lalu bagaimana hasilnya?" tanya Dave yang membuat Hans langsung tersenyum lebar mengingat Ayra yang kini mengecup pipi nya setiap pagi dan mereka semakin dekat saja .

" Tapi Alga akan terus berusaha mempengaruhi Ayra , aku takut dia mengambil Ayra dariku " ucap Hans dengan sendu .

" Dengar Hans , sedari awal sudah aku katakan padamu jika kau merebut apa yang seharusnya menjadi milik orang lain maka kau juga harus siap dengan segala resikonya " tegas Dave .

" Tapi jika kau sadar itu salah maka mengalah lah " nasehat Dave sebagai seorang sahabat karena bagaimanapun Ayra memang sudah dijodohkan oleh Papa nya sejak kecil .

" Tidak , kali ini aku tidak akan mengalah lagi atas Ayra , aku sudah kalah atas segala hal dalam hidupku dan aku tidak akan mengalah kali ini " tegas Hans dengan begitu keras .

" Ayra milikku , selamanya akan begitu dan dia akan tetap menjadi istriku bagaimana pun nantinya " ucap Hans yang membuat Dave melotot .

" Hans sadarlah jangan biarkan Obsesi dalam diri membuat kau menyakiti Ayra " tegas Dave yang merasa Hans mulai salah jalan hingga menghalalkan segala cara.

" Aku harus bagaimana lagi Dave , aku tidak bisa hidup tanpa Ayra , jika dia tidak menjadi milikku maka aku akan mati dan kehilangan harapan dalam hidupku" ucap Hans .

" Aku hanya punya Ayra, aku tidak akan membiarkan siapapun mengambil nya dariku " pernyataan Hans .

" Hans bisa gila jika Ayra benar-benar pergi darinya " batin Dave melihat Hans yang terlihat begitu hancur hingga dia harus memikirkan sebuah cara .

Tok

Tok

" Siapa itu" Hans menghapus air matanya yang menetes .

" Masuk " jawab Hans dari dalam .

" Ayra, Sayang , kenapa wajahnya sedih gitu ?" ucap Hans langsung berdiri menghampiri Ayra yang berdiri dengan mata sembab .

" Mmmmh, Om perut aku sakit " keluh Ayra mengadu dan mengeluh pada Hans .

" Sakit kenapa?" tanya Hans khawatir memeluk Ayra yang terlihat sangat bad mood .

" Mmmmh, sakit " rengek Ayra membalas pelukan Hans dan menangis sejadi-jadinya.

" Ada apa, sini bilang sama Om?" Hans mengangkat Ayra dan membawanya duduk ke sofa .

" Akhhhh, Om perut aku sakit banget " tangis histeris Ayra sampai Hans panik dibuatnya dan berlari keluar mencari dokter .

" Kenapa bocil?" tanya Dave menatap Ayra yang tadi mengeluh sakit perut langsung duduk begitu Hans pergi .

" Diam Om , aku ada suprise" senyum nakal Ayra

1
Yel
yuk bisa yuk luluh ayra 😭
Widia Aldiev
berlagak ketus,judes endingnya nanti bucin akut sama Hans kamu Ayra...jika sesuatu yg buruk terjadi pada Hans kamu akan menyesalinya Ayra 🤣🤣🤣
Yel
ayra udh yuk gengsi nya 🤣 pgn liat ayra bucin
Choirul Anam
sudah menunggu 3hari kok GK up tor kenapa
Widia Aldiev
lanjut Pepet terus Hans sampe Ayra hamil lagi 🤣🤣🤣
Widia Aldiev
udahan dong gengsinya Ayra kasihan Zoe baru ketemu papanya...kembali bersatu aja sama Hans membina rumahtangga yg sakinah mawaddah wa Rohmah ❤️❤️❤️
Widia Aldiev
ayo Hans taklukkan Ayra yg manjanya amit" jabang bayi
Widia Aldiev
Alhamdulillah akhirnya Hans ketemu Zoe juga 😭😭😭
D_wiwied
tahaaan om, ya emang gitu cewek tu om.. dia yg usir kamu dia pula yg merasa tersakiti saat ditinggalkan, kamu harus paham om kalo cewe ditanya apa dan jawabnya apa artinya itu bisa sebaliknya, wes gitu aja pokoknya intinya ribet banget😁😆🤣🤣
Yel
author jgn cepet2 end ya 😭 manja2 sebagai pasangan nya msih kurang huhu. maaf request 🙏
D_wiwied
akhirnya Zoe bertemu dg baba nya 😆
Widia Aldiev
Ayra itu cinta mati sama Hans hanya saja dia gengsi setinggi gunung Semeru buat ngaku di depan Hans 😌 sampai kapan Hans tidak tahu jika ada Zoe di antara mereka
Yel
ga sabar nunggu part ayra manja sm hans pas udh balikan 😭
Widia Aldiev
waaaaaaah Hans bikin Ayra cemburu nih...kenapa jadi drama kamu Hans tidak tahukah Ayra sudah melahirkan anak kamu hasil dari menyemai benih satu malamnya denganmu 🤧🤧
Marini Suhendar
wah..seru nih
Miss Typo
ngamuk gak Hans nanti 😁
Widia Aldiev
emang gacor banget benihmu Hans lihatlah tumbuh menjadi Zoe 🤣🤣🤣
Widia Aldiev
usia 20th kok masih kekanakan 😌😌
Widia Aldiev
awok awoooook bener bener hot hot rock ini mah mana bacanya pas pagi hari di bulan puasa lagi 🤣🤣🤣 tersenut senut q yg baca makasih kak author ❤️❤️❤️
Widia Aldiev: eh iya ya 🤦😅😅
total 2 replies
Marini Suhendar
wah...sebelum pergi udah nitip saham dulu ya hans ..jd dech hans junior#Tebak" aj ya thor🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!