NovelToon NovelToon
Dead As A Human, Reborn As The Heir

Dead As A Human, Reborn As The Heir

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Kelahiran kembali menjadi kuat / Perperangan / Summon / Dunia Lain / Tamat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: ANWAR MUTAQIN

aku tak pernah menyangka memiliki kesempatan kedua untuk kembali hidup

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWAR MUTAQIN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Volume II — The Weight of Survival Chapter 17 — The Trial of the Elite

Volume II — The Weight of Survival

Chapter 17 — The Trial of the Elite

Malam itu kota barat kembali diselimuti kegelapan, namun udara terasa tegang. Setelah pertempuran sebelumnya, reruntuhan gedung dan jalanan pecah menjadi labirin berbahaya. Daniel, Aurelia, dan Selena melangkah perlahan, sadar bahwa pasukan Antares tidak hanya mundur—mereka menunggu momen untuk menyerang lagi. Aura gelap di udara terasa pekat, mengisyaratkan kehadiran iblis elit yang jauh lebih cerdik daripada sebelumnya.

Daniel merasakan denyut Segel Kedua di dadanya. Aura biru dan kilatan guntur yang menari di kulitnya kini stabil, tetapi ada sesuatu yang berbeda—gelombang energi dari iblis elit ini terasa menantang segel dan pengendalian guntur yang baru ia kuasai. Daniel menatap Aurelia, yang berdiri di sisinya, menyalurkan cahaya tipis ke sekeliling mereka. Mata mereka bertemu dan dalam sekejap itu, Daniel merasakan energi emosional yang memberinya fokus baru.

“Ini akan sulit… lebih sulit dari sebelumnya,” bisiknya lembut.

Aurelia tersenyum, meski wajahnya terlihat tegang. “Aku percaya padamu, Daniel. Kita bisa melakukannya.”

Selena menatap radar energi, melihat pola pergerakan iblis elit dari reruntuhan. “Mereka cerdik. Jangan anggap remeh mereka. Tapi aku yakin dengan segel dan sinkronisasi kalian, kita punya peluang.”

Daniel menarik napas dalam-dalam, menutup mata sejenak untuk merasakan aliran energi segel dan guntur di tubuhnya. Gelombang listrik yang mengalir dari tangannya kini menyatu dengan aura biru, menciptakan energi resonansi yang lebih kuat. Ia tahu, ini bukan sekadar pertarungan fisik—ini ujian pengendalian dan strategi.

Tak lama kemudian, dari bayangan reruntuhan muncul elite Antares. Sosoknya besar, dengan sayap gelap yang menyebarkan aura tekanan. Tubuhnya dipenuhi energi yang menghalangi cahaya, seolah menelan langit malam. Daniel menatapnya, merasakan energi yang hampir menyaingi Segel Kedua miliknya.

“Ini… dia berbeda,” gumam Daniel di dalam hati.

“Fokus,” bisik Aurelia. “Kita harus tetap bersama.”

Pertarungan dimulai. Elite itu menyerang dengan kecepatan luar biasa, setiap gerakan mengirim gelombang tekanan yang bisa memecah formasi tim. Daniel menebas katana, menciptakan gelombang guntur yang membelah udara, tetapi iblis elit itu menghindar dengan gesit, menunjukkan kecerdikan dan pengalaman tempur tinggi.

Daniel menyadari satu hal: ia harus menggunakan Segel Kedua secara maksimal, tetapi juga harus mengatur strategi tim dengan cermat. Ia mulai mengeluarkan Chain Lightning Strike, menyerang beberapa iblis bersamaan dan memaksa elite itu mundur sementara. Aurelia menyalurkan cahaya, menahan gelombang energi dan meningkatkan kekuatan serangan, sementara Selena menjaga reruntuhan agar medan tetap stabil.

Pertarungan semakin intens. Daniel merasakan tekanan dari elite itu—ia bukan hanya menyerang fisik, tapi juga menyentuh sisi psikologis Daniel, mencoba membuatnya kehilangan fokus. Daniel menutup mata sejenak, mengambil napas, dan memusatkan pikirannya pada Aurelia dan timnya. Aura emosional mereka mengalir ke dalam segel, memberi stabilitas yang membuat guntur dan energi segel bersatu sempurna.

Ini bukan hanya tentang kekuatan… ini tentang kontrol, strategi, dan kepercayaan, pikir Daniel.

Ia menggabungkan Resonant Pulse dengan gelombang guntur, memanfaatkan reruntuhan sebagai jebakan dan jalur sempit untuk memisahkan elite itu dari pasukannya. Aurelia menatapnya kagum. “Daniel… kau… begitu berbeda,” katanya, pipinya memerah samar saat energi mereka saling bersinergi.

Daniel menatapnya sebentar, senyum tipis muncul di wajahnya. “Aku… aku melakukan ini karena kau di sisiku,” bisiknya, suara hanya terdengar untuk Aurelia. Momen itu singkat, tetapi energi emosional itu langsung meningkatkan efektivitas segel kedua, membuat gelombang guntur lebih presisi dan kuat.

Elite itu mencoba menyerang lagi, kali ini dengan strategi yang lebih kompleks, menyerang dari beberapa arah sekaligus. Daniel bergerak cepat, memanfaatkan Thunder Barrier, menciptakan perisai dinamis yang menahan sebagian besar serangan. Chain Lightning Strike diarahkan kembali, memantul dari satu musuh ke musuh lain, menghancurkan formasi mereka. Aurelia menyalurkan cahaya ke gelombang energi itu, memperkuat efeknya. Selena menyeimbangkan medan, menjaga reruntuhan agar tidak menimpa sekutu.

Pertarungan mencapai puncak saat elite itu berusaha memusatkan energi gelap ke satu titik untuk menyerang Daniel dan Aurelia sekaligus. Daniel merasakan tekanan hebat, tetapi ia menggabungkan semua teknik segel kedua—Chain Lightning Strike, Resonant Pulse, Thunder Barrier, dan sinkronisasi tim—dan melancarkan serangan gabungan yang menahan gelombang energi elite dan mendorongnya mundur.

Elite itu terhuyung, menyadari bahwa strategi tim Daniel dan penguasaan guntur kini melesat jauh di atas prediksi mereka. Dengan satu teriakan amarah, elite itu mundur, menghilang ke bayangan reruntuhan, meninggalkan medan sunyi.

Ketika debu dan reruntuhan mengendap, Daniel berdiri di tengah kota yang remuk, tubuhnya lelah tetapi aura biru guntur masih menyala. Aurelia dan Selena mendekat, wajah mereka penuh kekaguman dan kelegaan.

“Kau… sungguh menakjubkan, Daniel,” kata Aurelia, menatap mata Daniel dengan campuran kekaguman dan kehangatan.

Daniel tersenyum, pipinya memerah samar. “Aku hanya bisa melakukannya karena kalian bersamaku,” katanya, matanya menatap Aurelia seakan menegaskan ikatan yang tumbuh di antara mereka.

Selena tersenyum, menambahkan, “Kalian berdua… energi kalian saling menguatkan. Itu yang membuat tim kita berbeda.”

Daniel menatap langit malam yang dipenuhi kilatan petir kecil dari tangan dan aura segelnya. Ia sadar, penguasaan Segel Kedua dan guntur bukan hanya tentang kekuatan—ini adalah simbol tanggung jawab, strategi, dan ikatan emosional yang membuatnya siap menghadapi pasukan Antares yang lebih besar di masa depan.

Aku akan terus menguasainya… aku akan melindungi mereka… dan aku tidak akan membiarkan mereka jatuh.

Malam itu, di reruntuhan kota, Daniel menyadari satu hal: iblis elit ini hanyalah awal dari ujian yang lebih besar, dan pengendalian guntur bersama segel kedua adalah kunci untuk menghadapi ancaman yang jauh lebih dahsyat. Ia menatap Aurelia, tersenyum tipis, menyadari bahwa di tengah kekacauan ini, ikatan mereka menjadi kekuatan terbesar yang ia miliki.

Catatan Chapter 17:

Daniel menghadapi elite Antares yang lebih cerdik, diuji fisik dan psikologis.

Segel Kedua dengan pengendalian guntur sepenuhnya digunakan, dengan teknik lanjutan: Chain Lightning Strike, Resonant Pulse, Thunder Barrier.

Koordinasi tim semakin matang, sinkronisasi emosional meningkatkan efektivitas segel.

Romansa Daniel dan Aurelia muncul subtil tapi signifikan, memberi efek psikologis pada kekuatan segel.

Foreshadow ancaman Antares semakin berat, mempersiapkan Volume III.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!