NovelToon NovelToon
Kembalinya Pelindung Masa Kecil

Kembalinya Pelindung Masa Kecil

Status: tamat
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / CEO / Kisah cinta masa kecil / Romansa pedesaan / Penyesalan Suami / Teman lama bertemu kembali / Tamat
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

"Jika dunia membuangmu, ingatlah ada satu orang yang akan menghancurkan dunia demi menjemputmu kembali."
Bagi Kyrania Ruella, masa kecil di desa Sukamaju adalah satu-satunya memori indah yang tersisa. Di sana ada Herjuno Allegra, bocah dekil pembawa ketapel yang selalu melindunginya dari nyamuk hingga anak-anak nakal. Namun, takdir memisahkan mereka secara paksa saat Kyra diseret kembali ke kota oleh ayahnya yang serakah. Hidup Kyra bak di neraka. Menjadi istri dari Nathan Sagara, pria kaya yang patriarki dan pelit, Kyra diperlakukan lebih rendah dari pelayan. Ia terjebak dalam pernikahan hampa, bahkan nyaris dijual oleh suaminya sendiri demi menutupi hutang keluarga.
Di saat Kyra nyaris menyerah pada hidupnya, Juno kembali. Namun, ia bukan lagi bocah desa pembawa ketapel. Ia kini adalah Herjuno Allegra, pewaris tunggal kerajaan bisnis raksasa yang dingin, berkuasa, dan sangat protektif.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menghapus Jejak Najis

Dokter pribadi Juno datang dengan tergesa, menyiapkan suntikan penenang untuk meredakan histeria Kyra. Namun, saat jarum itu hampir menyentuh kulitnya, Kyra meronta. Ia tidak mau melepaskan pegangannya pada kemeja Juno yang sudah basah kuyup.

"Jangan... jangan biarkan aku tidur sendiri, Jun. Aku takut..." bisik Kyra dengan mata yang memerah.

Akhirnya, dokter hanya memberikan dosis ringan dan beberapa obat oles untuk luka di leher dan bibirnya. Setelah dokter pergi, Juno membawa Kyra ke tempat tidur besar mereka.

Tengah malam, trauma itu kembali menyerang. Dalam tidurnya, Kyra menjerit. Keringat dingin membanjiri dahinya. Ia meracau tentang Nathan yang menguncinya dan tangan Wijaya yang kasar. "Jangan... lepas... kotor..."

Juno, yang tidak pernah sedetik pun memejamkan mata, segera memeluk Kyra. "Ra, bangun. Ini aku. Ini Juno."

Kyra terbangun dengan napas memburu. Ia menatap lehernya di cermin samping tempat tidur, lecet-lecet kemerahan itu masih ada. "Rasanya masih ada, Jun. Bekas bibirnya... aku merasa jijik pada tubuhku sendiri."

Juno terdiam, hatinya sakit melihat wanitanya hancur. Ia tahu satu-satunya cara menyembuhkan Kyra adalah dengan mengganti memori buruk itu dengan memori yang baru. Dengan sangat lembut, Juno menarik dagu Kyra.

"Boleh aku menghapusnya?" tanya Juno dengan suara bariton yang dalam dan penuh perasaan.

Kyra mengangguk pelan. Juno mulai menciumi leher Kyra, tepat di atas bekas luka dan jejak Wijaya tadi. Ciuman Juno tidak kasar; itu adalah ciuman yang memuja, penuh kelembutan yang intim. Ia menghisap pelan kulit leher Kyra, seolah ingin menarik keluar semua racun dan rasa jijik yang tertinggal di sana.

Juno sebenarnya berusaha keras menahan hasratnya yang meledak melihat Kyra yang begitu rapuh di bawahnya. Namun, saat tangan Kyra mulai masuk ke rambut Juno dan menariknya lebih dekat, Juno tahu Kyra mengizinkannya. Kyra butuh merasa diinginkan dengan cara yang benar.

"Juno... ahh... buat aku lupa..." desah Kyra lirih.

Malam kedua yang sangat intim pun berlanjut. Kali ini bukan hanya tentang gairah, tapi tentang penyembuhan. Juno menelusuri leher Kyra dengan bibirnya yang hangat, meninggalkan jejak ciuman ringan yang membuat kulit Kyra merinding enak. Tangan Juno menyusuri bahu Kyra, memijat pelan otot-otot yang tegang karena mimpi buruk, seolah setiap sentuhan adalah janji bahwa ia aman sekarang.

Kyra menarik napas dalam, matanya setengah terpejam saat Juno turun ke dada, bibirnya menyentuh kulit di antara payudaranya. "Kamu indah, Ra. Setiap bagianmu," bisik Juno, suaranya seperti belaian. Ia mengangkat wajah Kyra lagi, mencium bibirnya pelan, lidahnya menyapa lidah Kyra dengan lembut, tidak memaksa, hanya mengajak menari dalam ritme yang lambat.

Tubuh Kyra mulai rileks di pelukan Juno. Ia merasakan kehangatan yang menyebar dari perutnya, mengusir dinginnya trauma. Tangan Kyra menyusup ke bawah kemeja Juno, meraba dada bidangnya yang kokoh, mencari kepastian dalam detak jantung pria itu. Juno membantunya melepas kemeja, membiarkan tangan Kyra menjelajah bebas, merasakan setiap garis otot yang menjanjikan perlindungan.

Juno membaringkan Kyra perlahan di atas seprai sutra, tubuhnya menaungi tanpa menindih. Ia mencium perut Kyra, lidahnya menelusuri garis pinggang celana dalamnya yang tipis. "Biarkan aku rawat kamu malam ini," gumamnya, jarinya menyentuh pinggiran kain itu, menariknya turun dengan hati-hati. Liang milik Kyra terpapar udara malam, sudah sedikit lembab karena kelembutan yang mulai membangunkan hasratnya.

Juno menunduk, napasnya hangat menyentuh bibir liang milik Kyra. Ia tidak langsung menyerbu; malah, ia mencium paha dalam Kyra dulu, naik perlahan ke selangkangan. Lidahnya menyentuh klitorisnya dengan ringan, mengelus pelan seperti menyapa bunga yang baru mekar. Kyra mendesah pelan, "Jun... enak... terus..." Pinggulnya bergoyang tipis, mencari lebih banyak sentuhan yang menenangkan.

Dengan telaten, Juno menjilat liang milik Kyra, lidahnya menelusuri lipatan-lipatan yang basah, menghisap klitorisnya lembut tanpa tergesa. Jari-jarinya ikut bermain, satu jari menyusup masuk pelan, merasakan dinding liang milik yang hangat dan lembut, menggerakkannya maju mundur dengan irama lambat yang membangun kenikmatan bertahap. Kyra meremas seprai, napasnya menjadi desahan panjang, air matanya yang tersisa kini bercampur dengan senyum kecil.

"Kamu rasanya manis, Ra. Seperti madu yang aku rindukan," bisik Juno, matanya menatap Kyra penuh cinta saat ia menambahkan jari kedua, mengisi liang miliknya dengan kelembutan yang membuat Kyra menggelinjang pelan. Tubuhnya mulai bergetar, bukan karena takut lagi, tapi karena gelombang hangat yang naik dari dalam.

Kyra menarik Juno naik, menciumnya dalam-dalam, merasakan rasa dirinya sendiri di bibir pria itu. "Aku mau kamu, Jun. Masuk ke aku... pelan aja..." Juno mengangguk, melepas celananya sendiri. Batangnya sudah tegang, tapi ia tidak mendorong kasar. Ia menggesekkan ujung batangnya di bibir liang milik Kyra, membiarkan cairan pra-ejakulasinya membasahi, menciptakan gesekan licin yang menenangkan.

"Aku masuk ya, sayang," katanya lembut, mendorong pelan. Kepala batangnya membelah liang milik Kyra yang basah, masuk inci demi inci, merasakan pelukannya yang hangat. Kyra mendesah, "Ahh... Juno... penuh..." Batang Juno mengisi sepenuhnya, tapi gerakannya lambat, seperti ombak yang menyapa pantai, maju mundur dengan ritme yang menjaga kontak intim.

Juno menopang tubuhnya di siku, menatap mata Kyra sambil menggerakkan pinggulnya pelan. Setiap dorongan menyentuh titik dalam yang membuat Kyra merasakan gelombang kenikmatan murni, membersihkan sisa-sisa trauma. Tangan Juno meremas payudara Kyra lembut, jempolnya mengelus puting yang mengeras, menambah sensasi yang membara tapi terkendali.

"Kamu milikku sekarang, Ra. Hanya aku yang boleh sentuh kamu seperti ini," bisik Juno, suaranya serak karena usaha menahan klimaks. Kyra melingkarkan kakinya di pinggang Juno, menariknya lebih dekat, "Ya... hanya kamu... buat aku milikmu lagi..." Mereka bergerak bersama, ritme lambat yang membangun, desahan Kyra semakin dalam, tangisannya kini lepas sebagai ekspresi kebebasan.

Juno mempercepat sedikit, tapi tetap lembut, batangnya bergesek dinding liang milik Kyra yang semakin licin. Kyra orgasme pertama datang pelan, tubuhnya menegang, liang miliknya berdenyut di sekitar batang Juno, cairannya membasahi pangkalnya. "Jun... aku... ahh..." Ia menangis pelan, tapi kali ini bahagia, tangannya memeluk leher Juno erat.

Juno tidak berhenti, terus menggerakkan batangnya dengan penuh kasih, membawa Kyra ke puncak kedua yang lebih dalam. Akhirnya, ia merasakan klimaks mendekat, "Ra... aku mau keluar... di dalam ya?" Kyra mengangguk, "Ya... isi aku... buat aku penuh sama kamu." Juno dorong terakhir, batangnya berdenyut, menyemprotkan sperma hangat ke dalam liang milik Kyra, mengisi dengan kehangatan yang menenangkan.

Mereka terengah, tubuh saling menempel, Juno tetap di dalam Kyra sebentar, membiarkan denyutannya mereda bersama. Ia mencium kening Kyra, "Kamu aman sekarang. Aku di sini." Kyra tersenyum lemah, trauma malam itu pudar, diganti memori baru yang penuh cinta dan kelembutan. Di bawah sentuhan Juno, ketakutan Kyra perlahan memudar, berganti dengan gelombang kenikmatan yang jujur. Juno memperlakukan setiap inci tubuh Kyra seolah itu adalah benda paling berharga di jagat raya. Isak tangis trauma Kyra perlahan berubah menjadi desahan kepuasan yang membebaskan batinnya.

Setelah kyra mulai terlelap dan tenang Juno mengeluarkan ponselnya, mengirim pesan singkat ke asisten pribadinya.

"Beli semua hutang perusahaan Nathan Sagara malam ini juga. Besok pagi, aku ingin dia bangun di rumah yang sudah bukan miliknya lagi."

Di Tempat Lain, Pagi Hari.

Nathan terbangun di sofa apartemennya dengan perasaan menang. Ia mengira semalam Kyra telah berhasil memuaskan Wijaya dan kontraknya akan kembali aman. Ia pulang ke rumah dan tidak menemukan Kyra, berpikir bahwa Wijaya mungkin "menikmati" istrinya sampai pagi di hotel.

"Dasar wanita murahan, tapi setidaknya dia berguna untuk bisnisku," gumam Nathan sambil menuang kopi.

Namun, ketenangannya hancur saat ponselnya berdering. Nama WIJAYA tertera di layar.

"Halo, Tuan Wijaya? Bagaimana semalam? Puas—"

"PUAS MATAMU?!" teriak Wijaya dari ujung telepon dengan suara parau. "Aku di rumah sakit, Nathan! Kepalaku bocor dihantam botol! Istrimu itu... dia membawa preman! Kamu menjebakku ya?! Urusan kita selesai! Besok aku akan tuntut kamu ke polisi!"

BIP. Panggilan diputus sepihak.

Nathan mematung. Wajahnya pucat pasi. Ia segera menelpon Kyra berkali-kali, namun tidak ada jawaban. Amarahnya memuncak. Ia merasa dipermalukan dan dirugikan. Dengan tangan gemetar karena emosi, ia mengetik pesan ancaman terakhir yang selalu menjadi kartu as-nya.

Nathan: "Sialan kamu, Kyra! Berani-beraninya kamu mencelakai Wijaya! Kamu pikir kamu hebat bisa kabur? Ingat ibumu! Kalau dalam satu jam kamu tidak pulang dan menjelaskan semuanya, aku akan telpon panti jompo sekarang juga untuk membuang ibumu ke selokan! Aku tidak akan bayar sepeser pun lagi!"

Nathan menunggu dengan senyum licik, yakin Kyra akan merangkak pulang seperti biasa. Namun, satu menit, sepuluh menit, hingga satu jam berlalu, tidak ada balasan.

Nathan tidak tahu bahwa di penthouse Juno, Kyra sedang duduk tenang di meja makan sambil menikmati sarapan yang disiapkan Juno. Ia melihat pesan ancaman itu masuk, namun kali ini ia tidak gemetar.

Kyra menyesap teh hangatnya, lalu menatap Juno yang sedang sibuk dengan laptopnya.

"Juno," panggil Kyra.

"Ya, Sayang?"

"Nathan mengancam akan membuang Ibu lagi," Kyra menunjukkan ponselnya dengan senyum tipis yang dingin.

Juno berhenti mengetik, ia menyeringai. "Kirimkan dia foto ibumu yang sedang tersenyum di taman rumah sakit Singapura. Beri dia sedikit kejutan sebelum dia kehilangan rumahnya siang ini."

Kyra mengangguk. Ia mengetik balasan singkat untuk pertama kalinya dengan nada menantang.

Kyra: "Silakan saja telpon pantinya, Nathan. Tapi sepertinya mereka akan bilang kalau tempat tidurnya sudah kosong sejak kemarin. Sama seperti hidupmu yang sebentar lagi akan kosong. Selamat tinggal, monster pelit."

Nathan di apartemennya hampir melempar ponselnya saat membaca pesan itu. Ia kehilangan segalanya. Senjatanya, aset tukarnya, dan kini... harga dirinya.

1
Naufal hanifah
bagus thoor,ceritanya menarik /Good//Good//Good/
Ariska Kamisa: terimakasih kakak🙏
total 1 replies
aditya rian
semangat thorr....
umie chaby_ba
Juno the best lah...😍
Ariska Kamisa
semoga berkenan juga di hati pembaca /Pray/
falea sezi
lagi lagi
Lina Octavianti
mantap thor, semangat 🫰🫰🫰
Ariska Kamisa: terimakasih banyak /Applaud/
total 1 replies
Lina Octavianti
so sweet banget sihh si juno
😍😍😍
didunia nyata ada gak sihh cowok kayak juno 🤭🤭🤭
Lina Octavianti
thor, please lah jangan sampe si nathan oon itu ngapa2 in kyra...
kasihan kyra udah terlalu banyak menderita apalagi lg hamil skrng 🥹🙏
umie chaby_ba
Juno ini definisi cowok apa yaa...
cintanya ugal-ugalan bet daahh....
baguslah.... buang eek ayam dapet berlian nih si Kyra.. /Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
umie chaby_ba
Juno strong amat /CoolGuy/
umie chaby_ba
/Whimper//Whimper//Whimper//Whimper/
umie chaby_ba
Haryanto kocagghh /Facepalm/
umie chaby_ba
hmmm /Shame/
umie chaby_ba
Nathan Sialan /Panic/
umie chaby_ba
PEA emang Nathan/Left Bah!/
umie chaby_ba
udah sama Juno aja Kyra...
daripada sama cowok pelit/Bye-Bye/
umie chaby_ba
/Brokenheart/
umie chaby_ba
yyaaa... pisah /Whimper/
umie chaby_ba
Satria Fu pada masa Jamet /Curse/
umie chaby_ba
Darah Suci ceunah... /Left Bah!/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!