NovelToon NovelToon
Kesempatan Kedua Untuk Menikahimu

Kesempatan Kedua Untuk Menikahimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Time Travel / Aliansi Pernikahan / Mengubah Takdir / Kelahiran kembali menjadi kuat / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Pada kehidupan sebelumnya Ashilla dipaksa menikah dengan seorang pria yang dikabarkan kejam dan diduga sadis namun secara tegas Ashilla melawan keinginan ayahnya itu sehingga ia malah dibebankan hutang yang sangat besar karna sudah dibesarkan oleh keluarga Clinton namun tidak membalas budi.

Bertahun-tahun kemudian saat ia hendak membayar hutang tersebut, ibu tirinya datang dan memaksanya untuk menanggung kesalahan atas putrinya yang menabrak seseorang saat mengendarai mobil dengan ugal-ugalan.

Saat itulah kehidupannya hancur, untungnya waktu kembali berputar pada hari dimana semua tragedi tersebut belum terjadi dan kali ini Ashilla bertekad untuk menikahi pria tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 - Justru Kalianlah Pembawa Sial

Harlan hendak memarahinya, namun begitu matanya menyapu layar, wajahnya berubah drastis. Kata-kata tersangkut di tenggorokan, wajahnya memucat keunguan.

Camila masih tidak menyadari dan berkata sinis, “Kau bahkan berani menjawabnya di depan kami? Kau benar-benar tidak tahu malu—”

“Diam!” bentak Harlan tiba-tiba.

Camila terkejut.

“Ayah?”

Harlan segera berkata gugup, “Tuan Ken, saya minta maaf. Anak saya masih muda dan impulsif. Dia tidak bermaksud menyinggung Anda.”

Ia melotot ke arah Camila.

“Cepat minta maaf pada Tuan Ken!”

Ken mengerutkan kening, ekspresinya dingin dan jelas tidak senang.

“Apa yang sedang kalian lakukan?” tanyanya. “Putrimu tidak bermaksud menyinggungku, lalu kenapa kau memarahi tunanganku seperti itu?”

Harlan berkeringat dingin, tak mampu memberi alasan.

Camila membeku. Baru sekarang ia menyadari—orang itu benar-benar Ken.

Ia panik. Namun tiba-tiba ia memperhatikan pakaian Ken…

Itu pakaian yang sama dengan “pria liar” di foto.

Laura pun menyadarinya, wajahnya langsung pucat.

Saat Harlan juga menyadari hal itu, ia berbalik dan menatap Camila dengan pandangan tajam penuh amarah.

Laura memejamkan mata dengan perasaan tak berdaya. Ia merasa Ashilla dan Camila memang memiliki ketidakcocokan sejak awal, seolah secara alami tak pernah bisa rukun.

Harlan tidak langsung berkata apa pun, namun Ashilla sama sekali tidak memberinya muka. Ia mengabaikan ekspresi kesal anggota keluarga Clinton dan menatap layar, lalu berkata langsung kepada Ken dengan suara tenang namun jelas,

“Camila melihat kita sore tadi. Dia hanya mengenaliku, bukan dirimu, jadi dia mengira aku berselingkuh. Dia memotret kami diam-diam lalu pulang untuk mengadu. Aku sudah bilang itu kamu, tapi mereka tidak percaya. Mereka menghukumku sepihak dan bahkan berniat menahanku di rumah sampai pernikahan.”

Begitu mendengar penjelasan itu, ekspresi Ken langsung menggelap. Aura dingin yang terpancar darinya membuat ketiga orang di ruangan itu semakin tertekan—dan, tanpa sadar, semakin membenci Ashilla.

“Sepertinya Nyonya Clinton tidak terlalu pandai mendidik putrinya,” ujar Ken datar.

“Usianya hanya terpaut setahun dari Ashilla, tapi karakternya jauh lebih buruk.”

Nada suaranya tenang, hampir hambar, namun justru itulah yang membuat tekanan dan penghinaan terasa berlipat ganda.

Camila dan Laura menunduk, wajah mereka memanas karena malu, tetapi tak satu pun berani membantah.

Harlan diam-diam mengembuskan napas lega. Setidaknya, Ken masih menjaga wibawa sebagai calon menantu dan hanya menyudutkan Laura serta Camila sebagai pelaku utama.

Ashilla lalu berkata pelan namun menusuk, “Lupakan Camila. Dia memang selalu mencari masalah denganku. Tidak aneh jika pikirannya kotor. Tapi kau, Ayah, lebih memilih percaya pada kata-kata sepihaknya daripada kebenaran dariku. Rupanya aku memang selalu orang luar di keluarga ini.”

Ia mencibir tipis dan melanjutkan, “Aku sudah berjuang mati-matian membicarakan proyek itu di depan Tuan Ken, tapi pada akhirnya kalian bahkan tidak memberiku sedikit kepercayaan.”

Nada Ashilla terdengar seolah benar-benar terluka—seakan ia ingin diakui sebagai bagian dari keluarga Clinton, namun justru dikecewakan.

Padahal kenyataannya, ia sudah lama memutuskan bahwa keluarga Clinton bukan lagi keluarganya. Ia tidak membutuhkan kepercayaan mereka. Semua ini hanyalah bagian dari perangkap yang sengaja ia pasang untuk Harlan.

Ken pernah mengatakan padanya:

Sesuatu yang datang terlalu mudah akan selalu mencurigakan. Namun jika seseorang telah berjuang keras untuk mendapatkannya, maka saat muncul kejanggalan, orang itu justru akan menipu dirinya sendiri—enggan percaya bahwa semua usahanya sia-sia.

Karena itulah, jika mereka ingin Harlan benar-benar terjerat dalam proyek resor yang telah mereka siapkan, cara terbaik adalah membuatnya datang dan memohon dengan sukarela.

Sikap Ashilla barusan memang sengaja dibuat seolah-olah ia akan mempersulit Harlan mendapatkan proyek itu.

Dan benar saja.

Begitu mendengar kata “proyek”, mata Harlan langsung berbinar. Pada saat itu, Ken ikut memainkan perannya dan berkata dengan nada dingin,

“Tanah di Jalan Hanhui memang tidak bisa aku putuskan. Karena itu, aku menyiapkan proyek lain dengan prospek yang sama baiknya sebagai kompensasi. Tapi melihat situasi sekarang, sepertinya aku perlu mempertimbangkannya lagi.”

Mendengar tanah Jalan Hanhui tak mungkin didapatkan, wajah Harlan sempat menggelap. Namun saat mendengar kata “proyek kompensasi”, harapan kembali muncul—hanya untuk kembali runtuh ketika Ken mengatakan akan memikirkannya ulang.

Ekspresi Harlan berubah-ubah seperti papan warna. Ia membuka mulut hendak memohon, namun Ken sudah lebih dulu menutup panggilan video.

“Aku harap Tuan Clinton bisa mendidik anak-anaknya dengan baik ke depannya,” kata Ken sebelum memutus sambungan.

“Tunanganku bukan seseorang yang bisa diganggu oleh siapa pun. Jika dia tidak bahagia tinggal di keluarga Clinton, aku tidak keberatan membawanya ke keluarga Adam lebih dulu.”

Wajah Harlan membeku.

Ashilla mengangkat alis, lalu menoleh ke Camila sambil tersenyum tipis.

“Meimei (panggilan untuk adik), bukankah kau tidak senang melihatku? Apa kau ingin aku pindah ke keluarga Adam dan memberi ruang untukmu?”

Itu adalah pertama kalinya Ashilla memanggil Camila dengan sebutan meimei, namun jelas sama sekali tidak membawa kehangatan kakak-adik seperti yang diharapkan Harlan.

Karena Ken sudah terang-terangan membela Ashilla, dan memang merekalah yang bersalah, Harlan tak berani meluapkan amarah pada Ashilla. Maka seluruh kemarahannya diarahkan pada Camila.

“Aku sudah menyuruhmu meminta maaf, tapi kau malah berdiri di sana seperti orang bodoh!” bentaknya.

“Sekarang, cepat minta maaf pada kakakmu!”

Semakin dipikirkan, semakin marah Harlan. Semua ini terjadi karena Camila mencari masalah dengan Ashilla, membuatnya dipermalukan di hadapan Ken dan bahkan hampir menggagalkan proyek besar.

“Kau hanya tahu menghamburkan uang! Tidak pernah belajar hal yang benar! Mulutmu kotor, bicara soal pria liar dan zina—kau sama sekali tidak pantas disebut wanita! Kau membawa sial ke keluarga ini! Kau bilang Ashilla pembawa sial? Menurutku, justru kaulah pembawa sial!”

Lalu ia menunjuk Laura dengan tajam.

“Dan kau! Apa kau pernah benar-benar mendidiknya? Kepribadiannya rusak! Dengan sikap seperti ini, siapa yang mau menikah dengannya? Bahkan jika menikah, mungkin itu bukan pernikahan, tapi permusuhan! Lebih baik tidak dibesarkan sekalian!”

Camilla terpaku. Selama ini, ayahnya selalu memanjakannya. Ia tak pernah membayangkan akan dimarahi sekeras ini.

Laura pun terdiam, matanya memerah.

1
Rossy Annabelle
ooh bahagianha hatiku 🥳melihat penderitaan orang lain/Facepalm/
Rossy Annabelle
next,,klo bs Doble up deh 😁tiap hari /Chuckle/
Rossy Annabelle: oke lah,, ditunggu karya lainnya mungkin.semngt 💪😁
total 2 replies
Rossy Annabelle
ditunggu next-nya😁
Lynn_: Ok kak🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!