Ternyata, teori tentang benang merah itu memang ada. Sejauh dan selama apapun berpisah, jika ada yang belum selesai makan akan tetap bertemu dengan cara yang terkadang tak masuk dalam logika.
Siapa yang sangka, Bianca akan kembali bertemu , mantan tunangan yang dulu dijodohkan dengannya dalam keadaan Bianca yang sudah tidak seperti dulu lagi.
Tunangan yang dulunya pergi meninggalkannya karena alasan tidak mencintainya, kini justru selalu terlihat dalam hidup Bianca yang begitu pelik.
Padahal mantan tunangannya itu sudah memiliki wanita yang dicintai sejak dulu menjalin hubungan dengan Bianca.
"Bisakah kau melewatiku begitu saja saat melihatku? Jangan mendekat dan jangan ikut campur terlalu jauh ke dalam hidupku!" - Bianca -
Apa jadinya jika dua orang itu justru terikat oleh sebuah teori benang merah yang tidak pernah putus diantara mereka?
Apakah mereka akan kembali bersama meski benang merah sudah terlalu rumit mengikat mereka berdua?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Batalnya pertunangan
Bug...
Elgard menerima pukulan dari Ayahnya tanpa berniat membalasnya sama sekali.
"Dasar bocah s*alan!" Joshep sudah bersiap ingin menarik baju Elgard kembali namun di halangi oleh Ami.
"Jangan Ayah, jangan sakiti Elgard!" Amin sudah menangis melihat suami dan juga putranya berseteru seperti itu.
"Jangan halangi aku! Aku akan memberikan pelajaran pada anak tidak tau diri ini!"
Bug...
Joshep benar-benar marah besar karena acara pertunangan yang akan menjadi jembatan untuk perusahaannya semakin melambung tinggi telah gagal dan berantakan. Semua itu karena ulah Elgard yang sengaja menyebarkan berita buruk tentang Meriana yang sebelumnya telah diperlihatkan oleh Elgard kepadanya.
"Kenapa Ayah harus menyalahkan Elgard? Bukannya itu lebih baik karena Elgard sudah tau keburukan Meriana sebelum mereka menikah? Justru Elgard beruntung sudah tau sejak awal!"
"Kalau kau tidak tau apa-apa lebih baik diam! Kau tidak tau bagaimana mengatasi suatu masalah. Semua itu bukan hanya tentang penyelesaian akhir, tapi juga harus memikirkan bagaimana cara mengatasinya dengan baik!" Amarah Joshep benar-bener meledak di ruang ganti untuk keluarga.
Elgard tersenyum sinis sembari mengusap ujung bibirnya yang berdarah.
"Kanapa kau marah seperti ini Ayah? Bukannya kau sendiri yang bilang kalau terjadi sesuatu pada Meriana kau bisa membatalkannya sewaktu-waktu?"
"Tapi bukan seperti ini caranya?!"
"Lalu seperti apa? Tadi aku sudah datang padamu dan seperti apa jawabanmu? Bukannya dulu kau juga melakukan hal yang sama pada Bianca? Sekarang kenapa terlihat berbeda?"
"Kau!!" Joshep menunjuk wajah putranya.
"Kenapa? Kau tidak bisa mengatur ku lagi Ayah! Aku punya pilihan sendiri dan aku tidak mau lagi kau mengatur hidupku!"
"Semua ini pasti karena anak koruptor itu!"
"Jangan bawa-bawa dia!" Elgard mulai geram karana Ayahnya membawa tentang Bianca, padahal sejak tadi Elgard sudah begitu tenang menghadapi pria keras kepada di hadapannya.
Ami sempat terkejut karena semua ini ternyata ada hubungannya dengan Bianca. Ternyata diam-diam putranya menjalin hubungan dengan Bianca lagi namun entah hubungan apa yang terjalin di antara mereka.
"Jadi kau benar-bener melakukan ini untuk wanita itu? Ancamanku ternyata tidak berarti apa-apa untumu!"
"Sudah aku katakan untuk jangan membawanya ke dalam masalahku apalagi menyentuhnya!" Elgard mengepalkan kedua tangannya dengan kuat. Rasanya ingin melayangkan tangannya pada Ayahnya itu.
"Silahkan lakukan sesukamu, asal tinggalkan keluargaku. Tinggalkan semua fasilitas yang aku berikan dan tinggalkan rumah sakitku!"
"Ayah!!" Ami berseru tak terima karena rumah sakit itu, dulu adalah milik keluarga Ami.
"Baiklah!" Elgard mengangguk setuju.
"El!!" Ami tak menyetujui keputusan putranya.
"Sudah Bu, biarkan saja. Aku tidak butuh apapun dari orang keras hati seperti dia!" Elgard melirik Ayahnya dengan sinis.
"Tapi El.."
"Biarkan dia pergi! Jangan halangi anak bodoh itu!" Joshep menarik Ami menjauh dari Elgard.
Tak ada yang bisa Ami lakukan saat ini. Dia tak ingin suaminya tambah murka dan justru mempersulit Elgard. Ami percaya kalau putranya pasti sudah berpikir dengan matang atas apa yang sudah menjadi keputusannya.
Sementara itu, Stephanie sang Kakak hanya bisa diam meski dia sendiri mendukung penuh atas keputusan adiknya itu. Menurutnya Elgard adalah seorang pria dan seharusnya dia tegas pada keputusannya sendiri dan tidak mudah diatur oleh Ayah mereka.
Lain halnya dengan Elgard yang merasa bebas dengan pertunangan itu, Meriana saat ini justru sedang mengamuk di ruangannya.
Dia sudah berdiri di hadapan semua orang dengan begitu percaya diri karena sebentar lahir hubungannya dengan Elgard akan diresmikan. Langkahnya untuk menjadi Nyonya muda keluarga Rodriguez tinggal di depan mata. Tapi sayang semua itu harus hancur sekarang.
"Akkhhhh!! Kenapa semua jadi seperti ini?!!" Meriana mengacak rambutnya yang sebelumnya telah ditata rapi oleh hair stylish terkenal.
"Semua ini karena wanita itu! Kalau bukan karena dia, Elgard tidak mungkin mencari tahu semua tentangku! Buktinya selama bertahun-tahun hubunganku dengan Elgard baik-baik saja!"
"Kau tenang dulu Mer! Sekarang ada yang lebih penting daripada hanya menyalahkan wanita itu. Pikirkan dulu karirmu yang terancam hancur karena foto-fotomu dengan banyak pria tadi!"
Meriana terdiam, dia menarik nafasnya dengan panjang. Dia mencoba untuk menenagkan dirinya terlebih dahulu.
Foto-foto yang tadi diperlihatkan oleh Elgard di depan semua orang, itu memang benar dirinya. Dia hanya berhubungan dekat dengan mereka sebentar saja sampai proyeknya selesai.
Meriana memang menggunakan mereka sebagai cara agar dirinya tidak tersaingi oleh model yang satu projek dengannya. Dia ingin selalu didahulukan dan diprioritaskan dalam setiap pekerjaan. Makanya Meriana mencoba untuk mendekati mereka demi keuntungannya sendiri.
Selama ini semuanya berjalan dengan rapi dan tidak pernah sekalipun Elgard curiga kepadanya. Tapi setelah kehadiran Bianca dalam hidup Elgard kembali semuanya mulai berubah. Elgard malah terlihat berbeda dan mulai menjauh dari Meriana.
Meriana sampai membujuk Ayahnya Elgard agar secepatnya melangsungkan pertunangannya dengan Elgard. Tapi semua itu justru menjadi awal kehancuran Meriana.
"Kau benar. Sekrang kita harus mencari cara demi menyelamatkan nama baikku. Aku tidak mau jatuh sendirian, minimal aku harus mencari korban yang lain!"
🌻🌻🌻
Elgard sudah ada di depan gedung apartemen kumuh milih Bianca. Dia hanya berdiri sambil bersandar di pintu mobil dengan rokok yang masih menyala di sela jarinya.
Tatapannya kini hanya tertuju pasa lantai kamar yang memiliki ballon dengan lampu yang cukup redup dibandingkan dengan yang lainnya
Rasanya ingin sekali naik ke sana untuk menemui pemiliknya. Namun Elgard dengan kejadian tadi, rasanya tak mungkin. Meski rasanya dia ingin menemani Bianca, mendengarkan semua isi hati dan kesedihannya, meminta maaf atas semua kesalahannya, tapi Elgard ingat kalau dirinya penyebab Bianca kembali jatuh seperti ini.
"El!" Panggil sesorang.
Bug...
Belum juga Elgard menoleh dengan sempurna, wajahnya sudah mendapat pukulan yang begitu keras.
Kamu udh pernah mengalami hal tersulit, harusnya sekarang bisa lebih kuat.. gak mudah terpengaruh.. jadi makin terlihat lemah, gak ada apa2 nya km Bee..
Elgard jatuh saat sedang memperjuangkan km, harusnya jadi sumber kekuatan.. bukan malah jadi penoreh luka...
sadar banget Klo mereka saling cinta zaa
semoga kamu yg akhirnya melepaskan dan memudahkan Bianca kembali Pd El Royyy
jahat banget Ndak sie ini Bianca
jangan bohongi hatimu Beeee
ini akan membuat rumit
Royyyy Bianca tidak cinta sama kamu!
kamu menitipkan Bianca Pd Roy
gak kebayang hancurnya kamu 😬😬💔💔💔💔