NovelToon NovelToon
Rembulan Tertusuk Ilalang

Rembulan Tertusuk Ilalang

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romantis / Cintapertama / Nikah Kontrak / Dendam Kesumat / Roh Supernatural
Popularitas:101
Nilai: 5
Nama Author: Cathleya

Rembulan Senja adalah anak yatim-piatu di sebuah panti di kota pesisir pantai. Hidupnya selalu diliputi kemalangan. Suatu hari, dirinya melihat mobil mewah terbalik dan mengeluarkan api, milik orang kaya dari kota.

Dibalik kaca, dia mengintip, tiga orang terjebak di dalamnya. Tanpa keraguan, tangan mungilnya membuka pintu yang tak bisa dibuka dari dalam. Akhirnya terbuka, salah satunya merangkak keluar dan menolong yang lainnya. Kedua orang kaya itu ternyata pemilik panti dimana dia tinggal. Lantas, dirinya dibawa ke kota, diadopsi dan disematkan nama marga keluarga angkat. Tumbuh bersama anggota keluarga, jatuh cinta dan menikah dengan salah satu pewaris. Malangnya, ada yang tak menyukai kehadirannya dan berusaha melenyapkannya!

Tiga tahun menghilang, kemudian muncul dan menuntut balas atas 'kematiannya'. Bangkit dan berjaya. Harus memilih antara cinta dan cita. Yang manakah pemenangnya!? Siapa jodoh yang diberikan Tuhan padanya? Akankah dia menjemput kebahagiaannya!?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cathleya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31. Mysterious Owner.

Zakaria atau Jacky, maju ke depan ke arah petinggi Ransen Corporation yang sudah lowong, tidak dikelilingi kolega. Sang asisten yang sebelumnya telah memperkenalkan diri kemudian memberitahukan bahwa atasannya ingin berkenalan lebih dekat. Begitu dipersilahkan, Jacky kembali ke tempat semula dan membawa sahabatnya ke hadapan petinggi Ransen.

"Perkenalkan nama saya Reynand Armano Ambrosia, presiden Ambrosia group dan ini kartu nama saya!" ucapnya ramah Reynand memperkenalkan diri begitu berhadapan langsung dengan petinggi perusahaan berjumlah lima orang.

Pihak Ransen membalas salam sapa, presiden direktur dihadapannya. Tidak menyangka bertemu dengan orang nomor satu Ambrosia Group.

"Oh Iya! Salam kenal. Saya Andrew Aliando. Saya Direktur Utama. Dan keempat yang berdiri di kanan kiri saya adalah rekan-rekan di perusahaan!" ujarnya sambil memperkenalkan yang lain.

Yang berdiri di kanan saya Marcel Harahap, Direktur Keuangan. Di sebelah kanan beliau Laksamana Fitzgerald Direktur Pemasaran, di sebelah kiri Hendrik Kusuma Direktur Hukum, di sebelah beliau Braja Mustika Direktur Perencanaan.

"Salam kenal! ujar keempatnya sambil berjabat tangan dan memberikan kartu nama serta menerima kartu dari Reynand.

"Mohon maaf, saya tidak langsung mengenali anda. Tadi ada yang berbincang dengan kami Ambrosia juga!?" ucap Andrew Aliando.

"Mereka orangtua saya. Penerus perintis Ambrosia group. Marina dan Jonathan Ambrosia. Kakak pertama Ellena Ambrosia dan suaminya, Damian Orion dari Orion Group!" ucap Reynand memperkenalkan keluarganya yang sempat berbincang Andrew Aliando.

"Oh iya pak Reynand, mari kita duduk di kursi supaya bisa berbicara dengan leluasa!" ajaknya tanpa sadar.

"Oh anda lupa pak Andrew! Saya sudah duduk di kursi sedari tadi he he!" kekeh Reynand, mencoba mencairkan suasana.

"Ha ha ha. Oh maaf! Bukan begitu maksud saya. Aduh, saya salah, nih! Maksud saya ...

Reynand buru-buru memotong ucapan Andrew yang terlihat kikuk.

"It's oke. Saya juga becanda. Tidak masuk ke hati, kok. Saya tahu anda tak ada maksud apapun dengan berkata seperti itu!" ujarnya dengan tertawa.

"Aaaha ... ha ...ha ... ha! Terima kasih pak Reynand atas pengertiannya!" ucapnya malu.

"Oh ya, pak Reynand. Apa ada yang bisa saya bantu sehingga anda begitu repot menemui saya. Padahal tinggal membisikan pada asisten anda pasti saya datang ke tempat anda!" ucap Andrew tidak enak hati.

"Tidak apa. Biar kita pun saling mengenal. Nanti bila bertemu di jalan bisa bertegur sapa!" ucap Reynand berbasa-basi.

"Oh ya, begini maksud saya menemui anda. Saya ingin sekali dipertemukan dengan owner Ransen group. Mungkin kita bisa bekerjasama. Kebetulan kita berada di bidang yang sama. Dan saya memiliki tambang dan mineral. Secara legal, tentunya!"

"Ransen saja, mohon maaf, pak presdir. Beliau pemilik saham tunggal perusahaan!" klarifikasi Andrew.

"Oh ya! Maaf. Saya baru mengetahui hal tersebut!" unggah Reynand pura-pura terkejut.

Tentu saja dia sudah tahu dari data yang diberikan Zakaria perihal saham tunggal dari kepemilikan Ransen Corporation.

"Jadi, kalau memungkinkan, bisa saya bertemu secara pribadi!? Tempat dan waktu silahkan pihak Ransen yang menentukan!" ungkapnya.

CEO dan wakilnya saling berpandangan. Dan mengkode mengangguk.

"Saya izin menelepon beliau akan kesediaannya menemui anda!" pamitnya.

"Oh silahkan!" ucap Reynand.

Andrew pun pergi ke tempat agak jauh sehingga suaranya tak terdengar, untuk melakukan panggilan telepon. Tubuhnya berdiri menyamping sehingga mukanya masih terlihat dari kejauhan. Andrew bersender pada pilar besar. Dari tempatnya, Reynand bisa melihat gerakan bibir Andrew Aliando sebab pria itu menempatkan gawainya di kuping sebelah kanan.

"Selamat malam, bu Senja! Maaf mengganggu waktu istirahatnya!" sapa Andrew pada Rembulan yang ada di apartemennya.

"Oh ya, selamat malam juga, pak Andrew!Kebetulan saya sedang santai. Ada yang bisa saya bantu!?" ucap ramah Rembulan kepada CEO di kantor pusat.

"Begini, bu!"

Andrew pun menyampaikan permintaan dari Reynand. Mereka berbincang sekitar 20 menit.

Tanpa diketahui pihak Ransen Corporation, Reynand memiliki kemampuan membaca gerak bibir (fonetik), kemampuan membaca ekspresi wajah (micro expression) dan kemampuan bersuara perut (ventriloquist) yang dia pelajari sedari kecil hingga remaja.

Setelah masuk kuliah, ketiga ilmu tersebut ternyata sangat bermanfaat ketika memasuki perusahaan untuk mengenali bahaya yang akan mengancamnya baik dalam maupun luar perusahaan.

Sebagai, anak lelaki satu-satunya, dia sudah dipersiapkan sebagai pemimpin Ambrosia di masa akan datang dengan matang dan cermat oleh kedua orangtuanya.

Ketiga kakak wanitanya sudah memiliki usaha sendiri dari orangtua mereka seperti salon dan klinik kecantikan untuk puteri pertama, family restauran dan waralaba untuk puteri kedua, toko pastry dan minuman kekinian untuk puteri ketiga.

Dari perusahaan, anak wanita, mendapat saham 5℅ berupa deviden yang dibagikan setiap tahun. Untuk dirinya mendapat 25% beserta usaha tambang dan mineral, orangtuanya memiliki saham 25% dan jaringan hotel, sisanya investor.

Jonathan dan Marina telah menyiapkan segala hal termasuk termasuk menyuruhnya mempelajari tiga ilmu tersebut dengan memanggil guru tutorial berlisensi dari luar negeri. Juga ilmu bela diri. Walaupun sudah dikelilingi bodyguard terlatih dan kompeten, ketangkasan pribadi juga mutlak diperlukan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang tidak diinginkan.

Saat petinggi Ransen berbicara, dia dapat membaca setiap kata dari gerakan mulutnya. Dari ekspresi wajahnya dia berkata jujur dan berbicara dengan pemilik perusahaan.

"Baiklah, bu. Nanti saya akan sampaikan pada beliau!"

Andrew pun berjalan menemui Reynand dan asistennya setelah memutuskan hubungan telepon dengan pemilik perusahaan tempat dia bernaung.

"Presdir Reynand, saya mohon maaf. The owner dari Ransen Corp. belum bisa menemui anda dalam waktu dekat. Nanti beliau akan menghubungi anda sendiri jika beliau sudah siap!" ungkap Andrew penuh penyesalan.

Reynand pun tersenyum penuh arti. Sebenarnya, dia sudah mengetahui jawaban wanita pemilik perusahaan. Dan dia pun memaklumi.

"Tidak apa, pak Andrew. Saya bisa mengerti. Saya tunggu kabar baiknya dari beliau!" ucap Reynand merendah.

"Kalau begitu, saya pamit permisi disaat acara belum selesai. Sampaikan salam pada pemilik perusahaan ... Ibu Senja!" ucapnya sambil tersenyum dan menjabat tangan Andrew.

Para petinggi pun kaget mendengar Reynand menyebutkan nama Senja, padahal mereka tidak menyebutkan kepada pria muda yang duduk di kursi roda. Dan tidak ada seorang pun di ruangan ini yang mengetahui pendiri RanseN Corporation juga media!

Yang berhak mengumumkan kepemilikan perusahaan adalah pemiliknya sendiri. Maka itu mereka kaget karena merasa tidak membocorkan.

Ketiganya hanya saling pandang. Reynand pun tersenyum melihat ekspresi ketiganya yang terheran-heran karena dia mengetahui pemilik Ransen.

Reynand pun berlalu bersama Jacky menuju pulang ke mansion Ambrosia. Dan dua petinggi Ransen pun sangat terkejut bahwa presiden utama Ambrosia Group mengetahui The Mysterious Owner yang selama setahun ini belum bersedia membuka jati diri.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!