Radit, seorang pemuda yang dikhianati dan dipandang rendah, mendadak mendapatkan sistem misterius yang mengubah nasibnya. Dari mahasiswa biasa, kini bangkit menjadi sosok bertopeng putih yang bengis. Seluruh kekuatan, duniah bawah, dan kejayaan diraihnya.
Di tengah puncak, ia kembali menemukan arti hidup melalui cintanya pada Rania. Namun, tragedi kampus merenggut segalanya. Amarah dan dendam bangkit kembali menghancurkan dunia.
Setelahnya pembalasan tersebut, Radit memulai hidup baru dan meninggalkan segalanya hanya demi satu hal. Dirinya yang kuat dan menemukan kembali cintanya yang hilang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aprilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Anak itu menggigil, mundur hingga punggung nya menyentuh tembok.
" Berhenti. "
Satu kata namun cukup untuk membuat udara membeku. Ke tiga pria itu menoleh bersamaan, Radit berdiri di mulut gang, payung hitam dj tangan nya, wajah nya datar, tak ada aura , tak ada tekanan.
" Hah? Anak kampus ? " Ejek salah satunggota Falcon. " Pergi kalau tak mau mati ! "
Radit melangkah maju satu langkah, langkah itu melipat jarak. Pria Falcon terdekat tiba - tiba terangkat bukan oleh tenaga kasar , melain kan oleh tekanan ruang yang terkunci sempurna . Tulang nya retak tanpa suara. Ia pingsan sebelum semoat berteriak. Dua orang lain nya mundur panik.
" Apa.....? "
Radit sudah ada di hadapan mereka , satu sentuhan di dada, satu ketukan ringan di dahi. Ke dua nya ambruk ke tanah, napas terputus oleh penyegelan meridian sementara.
Hujan terus turun , kemudian Radit berbalik ke anak itu.
" Kau terluka ? " Tanya nya datar.
Anak itu menggeleng cepat, mata nya melebar penuh keterkejutan.
" A..... Aku.... Terima masih. "
" Nama mu? ''
" I - Indra. " Jawab nya. " Aku dari keluarga Candra.
Radit sudah tahu.
" Falcon tidak bergerak tanpa kontrak besar. " Ujar Radit. " Seseorang mengiginkan warisan mu. "..
Indra mengepal kan tangan. " Mereka membunuh pengawal ku. "
Radit terdiam sejenak.
" Ikut aku! "
Ia melepas kan jaket jual nya lalu memakai kan nya ke bahu Indra.
" Aku akan mengantar mu pulang. "
Di kejauhan . salah satu anggota Falcon yang setengah sadar menatap punggung Radit dengan kekuatan murni.
" Itu bukan mahasiswa.... " Gumam nya lemah.
" Itu monster yang menyamar. "
Malam itu organisasi Falcon kehilangan jejak target nya. Dan keluarga Candra tanpa mereka sadari baru saja berhutang nyawa kepada seseorang yang bernama Radit.
Kediaman utama keluarga Candra di selimuti aroma kayu gaharu. Formasi pelindung tingkat tinggi berlapis - lapis aktif penuh. Para tetua berkumpul di aula daun giok ruangan yang hanya di buka saat keluarga menghadapi ancaman besar. Di tengah ruangan Indra berdiri dengan kepala ter tunduk.
" Ayah. " Ucap nya. " Aku hidup kerena seseorang.... "
Tetua pertama keluarga Candra, Candra Agung, membuka mata perlahan. Aura nya tenang, dalam dan menekan ranah master akhir.
" Ceritakan. " Perintah nya.
Indra menghela napas dan mencerita kan semuanya. Gang sempit, kejaran Falcon. Sosok pria muda yang muncul tanpa aura, tanpa nama namun menghancur ka para pemburu bayaran hanya dengan satu langkah dan sentuhan.
" Dia tidak memakai topeng ? '' lanjut Indra ragu. " Tapi... Aku merasa dia sengaja menutupi segala nya... Seolah.... Wajah nya pun palsu. "
Seluruh orang di aula terdiam.
" Tidak ada simbol keluarga ? " Tanya tetua ke dua.
" Tidak. " Jawab Indra. " Tidak ada tanda, tidak ada tekanan ranah . Tapi seluruh anggota Falcon tadi sangat ketakutan. "
Seorang tetua wanita menyipit kan mata. " Pemburu Falcon hanya takut pada satu jenis orang. "
" Yang jauh lebih kuat dari mereka. " Lanjut tetua ke tiga. " Dan memilih menyembunyikan diri. "
Tetua Agung berdiri.
" Kita tidak tahu nama nya. " Ucap nya pelan. " Tidak tahu ranah nya, tidak tahu afiliansi nya. "
Ia menatap para tetua satu persatu.
" Namun kita tahu satu hal. "
" Dia bisa membunuh. " Lanjut nya. " Namun memilih untuk tidak.. . "
Keheningan kembali turun.
" Falcon tidak akan berani bergerak lagi tanpa dalang. " Ujar tetua ke dua. " Kontrak ini pasti berasal dari keluarga besar. "
Tetua Agung menganggik. " Dan orang yang menolong Indra .. . Tidak ingin di kenali. "
Ia menoleh kepada putra nya. " Apa pesan terakhir nya ? "
Indra mengingat sosok itu, jaket hangat yang di sampirkan ke bahu nya.
" Dia bilang... Pulang lah dengan selamat. "
Sederhana, namun cukup untuk membuat para tetua saling bertukar pandang.
" Kita berutang nyawa. " Ucap tetua ke tiga berat.
" Dan utang kepada orang tanpa nama. " Tambah tetua wanita.
Tetua agung menutup mata sejenak, lalu membuka dengan keputusan bulat.
" Mulai hari ini. " Kata nya tegas. " Siapa pun yang berurusan dengan orang bertopeng putih, atau sosok misterius yang beroprasi di bayangan.... "
" Keluarga Candra tidak boleh menjadi musuh nya. "
Para tetua terkejut.
" Bahkan jika dia menganggu kepentingan kita. " Lanjut nya. " Kita akan memilih jalan damai. "
Ia menoleh kepada Indra.
" Dan kau. " Kata nya lembut. " Jika suatu hari nertemu dengan nya lagi. "
" Tanya kan nama nya. "
Indra mengangguk kuat. Sore menjelang malam, langit kota di selimuti dengan warna jingga pucat. Lalu perlahan menggelap. Jalan kecil dekat kawasan kampus mulai lengang, hanya beberapa orang yang berjalan kaki melintas.
Radit berjalan sendirian, tangan di masukan di saku jaket. Pikiran nya ringan , tentang tugas kuliah, tentang Rania, tentang jadwal besok pagi. Ia sengaja menekan semua hal lain, membiarkan diri nya kembali menjadi mahasiswa biasa.
" Ka.. . . Kak.. ! "
Suara itu membuat nya berhenti. Radit menoleh. Di seberang jalan, seorang pemuda berdiri kaku. Rambut nya rapi , wajah nya tegang, namun mata itu .. . Radit langsung mengenali nya.
Indra ! Anak keluarga Candra.
Candra menyebrang dengan cepat , lalu berhenti di depan Radit. Dada nya naik turun seolah menahan keberanian.
" Kak.... Waktu itu. " Kata nya terbata - bata. " Yang menolong ku... "
Radit menatap nya datar. Aura nya tetap kosong, tak ada tekanan , tak ada getaran.
" Kalau kau mau berterima kasih. " Ujar Radit tenang. " Kau sudah pulang dengan selamat. Itu sudah cukup. "
Indra menggenggam liontin di leher nya, lalu mengangkat wajah nya.
" Nama kakak siapa ? "
Hening..... Lampu jalan menyala satu per satu. Radit memandang wajah pemuda itu ia. Bisa merasakan, ketulusan, rasa ingin tahuan juga rasa takut yang masih tersisa.
" Apa penting nya? " Tanya Radit.
" Karena keluarga Candra berutang nyawa. " Jawab Indra cepat. " Dan kami tidak tahu kepada siapa utang itu harus di kembalikan. "
Radit tersenyum tipis, senyum yang nyaris tak terlihat.
" Kalau begitu . " Kata nya pelan. " Anggap saja utang ini sudah lunas. "
Indra terdiam... " Tapi.... "
Radit melangkah melewati nya. Namun setelah dua langkah , ia berhenti.
" Jangan cari aku lagi. " Ujar nya tanpa menoleh. " Dunia yang kau tinggali dan dunia yang ku lalui... Tidak seharus nya bertemu. "
Indra mengepal kan tangan. " Kalau suatu hari aku cukup kuat! "
" Kalau hari itu datang . " Potong Radit lembut. " Kau tidak akan perlu menanyakan nama. "
Radit kembali berjalan. Indra berdiri terpaku. Menatap punggung nya yang menjauh. Untuk pertama kali nya ia menyadari kekuatan sejati tidak selalu ingin di kenali.
Namun saat Radit hampir menghilang di tikungan. ..
" Aku Radit. "
Suara itu terdengar pelan hampir tertelan angin. Indra tersentak. Ia menoleh namun Radit sudah pergi. Nama iti sederhana, tidak agung, tidak bergema.
Namun entah mengapa nama itu terasa lebih berat dari gelar apa pun. Di kejauhan, Radit melangkah semakin jauh. Wajah nya tenang.
Bersambung.....
lanjut kk, tetap semangat ya. saran aja sih, kalau ada waktu, sebelum lempar up, sebaiknya swasunting dulu, biar nggak terlalu banyak typo. 😊🙏🙏
ada beberapa typo ya thor, kalau sempet, ayo kita revisi. 💪
ceritanya bagus Thor, langsung subscribe, satu vote, dan dua iklan, untukmu. 😊.
ayo kita saling mendukung ya😊