NovelToon NovelToon
Jangan Ambil Anakku

Jangan Ambil Anakku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengganti / Cerai / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Penyesalan Suami
Popularitas:263
Nilai: 5
Nama Author: VISEL

Hana dan Aldo mempunyai seorang anak laki-laki bernama Kenzo. Mereka adalah sepasang suami istri yang telah menikah selama 6 tahun, Kenzo berusia 5 tahun lebih dan sangat pandai berbicara. Kehidupan Hana dan Aldo sangat terjamin secara materi, Aldo mempunyai perusahaan batu bara di kota kalimantan...kehidupan rumah tangga mereka sangat rukun dan harmonis, hingga suatu hari musibah itu menimpa dalam rumah tangga mereka...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VISEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30 Suasana Tenang Di Rumah Sari

Suster Siska penasaran dengan Aldo, ia telah mengetahui jika Aldo masih mencintai Hana. Baginya, Aldo merupakan sebuah tantangan yang harus ia taklukan. Suster Siska sangat percaya diri dengan kecantikannya karena usianya memang masih lebih muda dari Sari dan Aldo. Hari itu adalah hari minggu, Aldo tidak bekerja dan Sari mencoba berdamai dengan Aldo, ia merasa sangat lelah untuk selalu memusuhi suaminya sendiri.

  Sari: "Hari ini kamu antar aku, ya, mas." pintanya dengan manja.

  Aldo: "Ke mana?" tanyanya dengan rasa ingin tahu.

  Sari: "Kita sudah lama tidak pergi jalan-jalan berdua, mas. Semenjak aku hamil dan melahirkan, aku selalu di rumah saja." ucapnya dengan perasaan bosan. Aldo cukup lelah untuk berpergian, baginya hari minggu adalah hari panjang baginya untuk beristirahat di rumah. Aldo tidak ingin menolak dan membuat hati Sari kecewa, ia selalu berusaha menyenangkan hati Sari walaupun bertentangan dengan hatinya sendiri.

  Aldo: "Kamu mau ke mana, Sari?" tanyanya lagi.

  Sari: "Kita ke bioskop, mas." ucapnya dengan antusias. Aldo menghela nafas ringan, ia menganggukkan kepalanya tanda setuju walaupun sebenarnya ia tidak ingin keluar rumah hari itu.

  Aldo: "Baiklah, Sari." sahutnya pelan. "Jam berapa kita ke bioskop?" tanyanya.

  Sari: "Sekitar jam 4 sore, mas." sahutnya sambil tersenyum tipis. "Sekarang jam 2 siang, aku akan bersiap dulu, mas." ucapnya sambil menatap ke arah jam dindingnya. Sari melangkah dengan pelan ke kamarnya, sedangkan Aldo masih duduk di ruang tengah sambil bermain game. Suster Siska berdiri di balik pintu dapur sambil terus memperhatikan Aldo dari kejauhan. Mbok Surti memperhatikan Siska sambil menggelengkan kepalanya tanda tidak senang.

  Mbok Surti: "Mengapa kamu menatap tuan Aldo seperti itu, suster? Apakah kamu menyukai tuan Aldo?" tanyanya dengan rasa ingin tahu dan wajah yang cemberut.

  Siska: "Ti...dak, mbok." sahutnya dengan gugup. Mbok Surti menatap tajam pada Siska sambil tersenyum sinis.

  Mbok Surti: "Kamu jangan macam-macam, ya. Kamu akan berurusan dengan nyonya nanti." ucapnya sambil menatap tajam kedua mata Siska. "Kamu urus saja Anita dengan baik, suster. Jangan berpikir aneh-aneh." ucapnya lagi dengan tegas.

  Siska: "Iya, mbok." sahutnya pelan. Suster Siska melangkah pelan kembali ke kamar Anita. Mbok Surti menghela nafas panjang setelah suster Siska masuk kembali ke dalam kamar bayi Anita.

  Mbok Surti: "Suster Siska jatuh cinta pada tuan Aldo. Jika nyonya sampai tahu, suster itu akan menanggung akibatnya." gumannya. "Ia akan menanggung resikonya jika berani macam-macam pada tuan Aldo." ucapnya lirih. Mbok Surti tidak tahu jika Aldo sudah berada di belakangnya sambil membawa gelas bekas kopi di tangannya.

  Aldo: "Ada apa, mbok? Mengapa kamu mengomel sendiri?" tanyanya dengan heran. Mbok Surti terkejut, ia tidak melihat kedatangan Aldo yang sudah berada di belakangnya. Mbok Surti menoleh ke belakang dan melihat Aldo berdiri tepat di belakangnya.

  Mbok Surti: "Eh...tuan. Aku tidak melihat tuan datang." ucapnya gugup sambil menatap wajah Aldo.

  Aldo: "Aku membawa gelas bekas kopiku, mbok." ucapnya. "Ada apa, mbok? Apakah Sari memarahimu?" tanyanya lagi dengan rasa penasaran.

  Mbok Surti: "Tidak, tuan. Nyonya sangat baik padaku, kok." ucapnya sambil tersenyum tipis.

  Aldo: "Barusan aku mendengar mbok Surti menyebut nama suster Siska." ucapnya. "Apakah Siska melakukan kesalahan padamu, mbok?" tanyanya pelan.

  Mbok Surti: "Tidak, tuan. Kami berteman baik, kok." ucapnya.

  Aldo: "Ya, sudah. Aku dan Sari akan keluar. Jangan masak terlalu banyak malam ini, ya." ucapnya.

  Mbok Surti: "Baik, tuan." sahutnya. Aldo kembali melangkah masuk ke dalam kamarnya untuk bersiap-siap, di dalam kamar Aldo melihat Sari sedang berdandan.

  Sari: "Aku mendengar kamu bicara dengan mbok Surti, mas." ucapnya sambil menatap wajah Aldo.

  Aldo: "Aku hanya berpesan padanya saja." ucapnya.

  Sari: "Tentang apa?" tanyanya dengan rasa ingin tahu.

  Aldo: "Untuk tidak masak terlalu banyak nanti malam, Sari. Aku pikir kita pasti akan makan di luar." ucapnya dengan penuh keyakinan.

  Sari: "Aku juga berpikir hal yang sama, mas. Kita akan membeli makanan untuk mbok Surti dan suster Siska, ya." sahutnya sambil tersenyum kecil.

  Aldo: "Iya, Sari. Aku mandi dulu, setelah itu kita pergi." ucapnya sambil melangkah masuk ke dalam kamar mandi. Sari dan Aldo selalu memperlakukan asisten rumah tangga mereka dengan baik, terlebih Sari yang selalu baik pada mbok Surti yang sudah bekerja padanya selamanya bertahun-tahun. Sari hanya membutuhkan cinta yang tulus dari Aldo, namun Aldo belum bisa melupakan Hana sepenuhnya dan hal itulah yang membuat Sari terkadang uring-uringan dan cemburu buta terhadap Aldo. Setelah berdandan dan berganti pakaian, Sari melangkah keluar dari dalam kamarnya untuk melihat putrinya. Sari masuk ke dalam kamar Anita dan melihat suster Siska sedang menggendong Anita dengan botol susu di tangannya.

  Sari: "Apakah Anita tertidur, Siska?" tanyanya pelan sambil menatap wajah mungil Anita.

  Siska: "Anita sudah kenyang, bu. Ia baru saja menghabiskan susunya dan tertidur lagi dengan pulas." ucapnya sambil tersenyum kecil menatap wajah Anita. Sari mengelus kepala Anita dengan lembut dan mencium kening Anita dengan penuh kasih sayang.

  Sari: "Aku akan keluar bersama bapak sampai malam." ucapnya.

  Siska: "Selamat bersenang-senang, ya, bu." ucapnya sambil tersenyum.

  Sari: "Aku akan membelikan kamu dan mbok Surti makanan, ya. Jangan makan malam dulu." ucapnya dengan lembut. "Kamu mau makan apa, Siska?" tanyanya.

  Siska: "Terima kasih sebelumnya, bu. Ibu sangat baik. Terserah ibu mau membeli makanan apa, aku dan mbok Surti pasti memakannya." ucapnya sambil tersenyum bahagia.

  Sari: "Baiklah, jaga Anita dengan baik. Aku pergi dulu." ucapnya.

  Siska: "Hati-hati di jalan, ya, bu." ucapnya. Sari hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum tipis pada Siska dan melangkah keluar dari dalam kamar Anita. Sari juga menemui mbok Surti di dapur dan menitipkan pesan pada mbok Surti.

Pukul 3.30 sore, Sari dan Aldo akhirnya pergi ke bioskop. Mbok Surti ikut bahagia melihat Sari pergi bersama Aldo untuk menghabiskan waktu bersenang-senang.

Mbok Surti: "Nyonya pasti bahagia karena pergi berdua dengan tuan Aldo. Selama ini ia selalu uring-uringan karena cemburu." ucapnya lirih.

Suster Siska keluar dari dalam kamar Anita setelah menidurkan bayi itu. Siska melangkah ke dapur untuk mengambil air putih, ia melihat mbok Surti duduk dengan santai setelah membersihkan ruangan dapur.

Siska: "Apakah ibu dan bapak sudah pergi, mbok?" tanyanya dengan rasa ingin tahu.

Mbok Surti: "Iya, baru saja mereka pergi. Aku ikut senang melihat nyonya bahagia." ucapnya pelan. "Nyonya hanya membutuhkan cinta dari tuan Aldo." ucapnya lagi.

***********************************

1
tia
dunia nyata dunia novel sama istri pertama pasti ada ruang khusus 😁😁
tia
tambah lg updatenya thor
tia
karma di bayar lunas ,, kehilangan bayi kakiny lumpuh ,,, syukurin
tia
kasihan hana 😭😭,,moga kenzo cepat sembuh.
tia
lanjut Thor,,buktikan hana bahwa qmu hebat
tia
lanjut Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!