NovelToon NovelToon
Kami Yang Kau Buang

Kami Yang Kau Buang

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Single Mom / Anak Yatim Piatu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Wanita Karir / Penyesalan Suami
Popularitas:225.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Maya memiliki 3 orang anak saat dirinya diusir oleh suaminya karena pengaruh dari keluarganya, dia berjuang untuk membesarkan ketiga anaknya yang masih kecil hingga tumbuh menjadi anak-anak yang hebat dan berprestasi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Adopsi

Keempatnya sangat asyik menikmati perjalanan mereka membeli perlengkapan sekolah mereka. Maya membeli banyak perlengkapan untuk ketiga anaknya dari perlengkapan sekolah , perlengkapan jualan yang akan mereka buka nantinya.

Hasil penjualan perhiasan mereka sangat banyak ditambah dengan uang celengan anaknya membuatnya bisa membeli perlengkapan untuk mereka bertahan hidup dan menyekolahkan sang anak. Tak lupa juga dia membeli makanan jadi untuk mereka karena setelah sampai dirumah mereka pasti harus istirahat dan berbenah nantinya.

Setelah semuanya selesai, mereka pulang menggunakan mobil open Cup untuk mengangkut semua barang-barang yang telah dibeli.

Sesampainya dirumah mereka langsung makan siang karena memang sudah menunjukkan waktu siang hari, tak lupa Maya mengajak ketiga anaknya untuk menunaikan kewajibannya sebagai seorang Muslim.

"Kalian suka dengan pakaiannya nak?? ". Ucap Maya begitu melihat kedalam kamar Sasya. Ternyata ketiga anaknya berkumpul di kamar ini.

" Kami senang bunda, sepatu dan tasnya cantik, kami pasti akan belajar dengan semangat!! ". Seru ketiganya sangat heboh.

Mereka seolah menunjukkan pada bundanya bahwa mereka sangat semangat bersekolah

Maya ikut tertawa melihat kebahagiaan yang mereka dapatkan hari ini. Bahkan anak-anak nya mencoba apa yang mereka beli tadi.

" Ingat nak, kita harus selalu bersyukur dengan apa yang kita terima dan miliki. Karena banyak orang diluar sana lebih miskin dan lebih tidak punya dari kita". Nasehatnya kepada ketiga anaknya itu sedangkan si bungsu tengah terlelap di kamar nya.

Rumah yang mereka tempati ini lumayan besar karena memiliki 5 kamar dengan 2 kamar mandi. Mereka semua akan mendapatkan kamar masing-masing setelah ini.

" Terima kasih telah menerima dan merawat ku Bunda, dan kalian juga ". Ucap Rara dengan senyum dan tangis Haru.

Dia beruntung malam itu sang paman yang hendak menjual rumah ini mengurungkan niatnya karena kasihan kepadanya dan juga keluarga barunya ini. Dia akhirnya memberikan persyaratan kepada Bundanya untuk menerimaku, agar aku bisa mendapatkan sosok ibu karena dia sendiri akan berangkat ke kalimantan untuk bekerja.

Flashback On.

"Permisi, apakah anda tahu dimana ada kontrakan dekat sini?? ". Ucap seorang ibu yang tengah menggigil beserta ketiga anaknya.

" Ibu mencari kontrakan?? Tanya sang pemuda berusia 20 tahun itu.

"Iya saya mencari kontrakan yang bisa ditempati malam ini. Kasihan anak-anak saya sudah kedinginan". Ucapnya mengalihkan pandangannya kepada kedua anaknya yang telah memeluknya.

Hati pemuda itu ibah melihatnya, nasib mereka lebih baik dibandingkan keponakannya yang tak memiliki orang tua dan akan ikut dengannya ke kalimantan untuk bekerja.

"Ibu bisa membeli rumah ini tanpa membayar sepeserpun, tapi saya punya beberapa persyaratan, jika ibu sanggup, saya akan membuatkan akta jual belinya besok. Bagaimana?? ".

" Membeli tanpa membayar?? ". Cicitnya dengan pelan tapi masih terdengar.

" Kita duduk dulu di teras rumah, agar tidak menjadi Fitnah!! ". Ajaknya saat melihat ekspresi Ibu muda dihadapannya ini seperti tidak percaya.

" Rara sayang bawah teman-teman kamu masuk ya dan pinjamkan pakaianmu, kasihan mereka nanti sakit!! ". Perintah sang paman dengan lembut kepada keponakan satu-satunya itu.

Maya mengangguk dan mengikutinya sedangkan kedua anaknya masuk kedalam rumah untuk mengganti pakaian keponakan pemilik rumah.

" Memang kenapa bisa anda berpikir memberikan rumah ini secara cuma-cuma dengan beberapa persyaratan??". Tanya Maya dengan sangat penasaran.

"Rumah ini sebenarnya adalah milik orang tuaku, dan aku menempati ini bersama kedua orangtua kami sedangkan mas ku dan istrinya tinggal dikota kalimantan karena bekerja disana. Aku yang sedang berkuliah mendapatkan kabar jika mereka mengalami kecelakaan bus saat akan berkunjung kerumah kerabat kami". Sang Pemuda menerawang sambil bercerita kemudian meneteskan air matanya.

"Mereka semua meninggal kecuali Rara, keponakanku yang tadi ibu lihat".

" Maaf ya, saya tidak tahu. Saya turut berduka cita mendengarnya". Ucap Maya menyampaikan bela sungkawanya.

" Terima kasih bu, itulah yang menjadi masalahnya sekarang ini ". Cicitnya lagi.

" Masalah seperti apa yang kamu maksud?? ". Tanya Maya dengan penasaran.

" Saya masih seorang mahasiswa dan saya juga belum punya pekerjaan sedangkan saya punya keponakan yang masih kecil. Ibu pasti sangat tahu, jika kita bekerja tidak bisa membawa anak-anak . Saya berhenti kuliah dan akan merantau ke kalimantan menggantikan tugas mas ku dan akan menempati tempat tinggal mas disana dengan membawa Rara bersamaku".

" Jika ibu bersedia merawat Rara dan membesarkannya dengan kasih sayang tanpa membedakannya dengan anak-anak ibu, maka saya memberikan rumah ini untuk ibu secara cuma-cuma anggaplah sebagai bayaran untuk membesarkan Rara. Bagaimana??, Apa ibu bersedia??

Maya memandang pemuda dihadapannya ini berharap ini hanya bohongan semata, tapi yang dia lihat hanya melihat kesungguhan dari ucapannya.

"Kamu yakin memberikan rumah ini cuma-cuma jika saya membesarkannya seperti anak saya sendiri??". Tanya Maya dengan penuh perhatian.

" Tentu ibu, tapi aku ingin membuat perjanjian agar kelak tidak ada yang saling dirugikan. Bagaimana ?? ". tanyanya dengan tidak sabar.

" Baiklah saya akan melakukannya, kelihatannya anak itu anak yang penurut dan baik hati". Ucap Maya melihat ketiga anak itu telah keluar dari rumah.

" Baiklah Ibu, Ibu menginap saja disini. Besok pagi saya akan membuat surat perjanjian dan sorenya akan berangkat ke kalimantan.

"Baiklah, aku anggap kita sudah sepakat, saya akan kemari besok pagi membawahkan surat perjanjiannya sekaligus surat akta jual beli nantinya.

" Terima kasih sudah mau menjaga dan merawat keponakan saya, Kalau begitu saya pamit dulu. ini ada uang untuk membeli perlengkapan sekolah dan biaya sekolah Rara sampai ibu bisa mendapatkan pekerjaan atau usaha ". Sang Pemuda memberikan uang dalam amplop itu kemudian menghampiri sang keponakan untuk berpamitan

Flashback Off

" Kalau begitu kalian istirahat dulu agar badannya Segar lagi, kan kita mau bangun warung sebentar sore sesuai kesepakatan". Ucap Sang Bunda mengelus kepala mereka satu persatu.

"Siap Bunda, kami akan bantuin Bunda untuk mengurus warung agar kita bisa buka besok pagi. Oh iya bunda, apa pamanku sudah berangkat??". Tanya Rara dengan senyuman.

" Iya nak, paman kamu sudah berangkat. Dia akan naik pesawat, mungkin sekarang dia ada di pesawat". Ucap Sang bunda dengan hangat.

Mereka semua menuruti apa yang diperintahkan bundanya untuk beristirahat dan memasuki kamar masing-masing yang telah diatur Maya.

Sebelum Pergi paman Rara telah membantunya membangun warung kecil dengan halaman rumah sebagai tempat makannya karena rumah ini Full kenopi sampai pagar rumah.

"Ya Allah mudahkanlah segala urusan ku dan lancarkan lah apa yang akan sedang aku usahakan nantinya. Berikan lah jalan keluar dari semua masalah yang kamu hadapi nantinya". Maya berdoa dalam hati ketika dia tengah menyiapkan keperluan jualan.

Sore hari menjelang dan mereka berkumpul di teras rumah kemudian berbenah untuk persiapan warung yang akan dia buka esok hari.

"Bunda kita nanti akan jualan apa??". Tanya sang anak disela-sela pekerjaan mereka.

" Jualan makanan nak, supaya cepat habisnya karena bunda juga akan jemput kalian semua pulang sekolah nantinya".

" Makanan?? ". Cicit Rara melihat saudaranya.

" Tenang, makanan bundaku itu paling enak jadi pasti laris dan ramai".

"Benar kakak, jualan bunda pasti ramai karena masakan bunda sangat enak". Sonya bersorak dengan heboh dan melanjutkan pekerjaan nya.

Maya yang mendengar percakapan ketiga anaknya, dia hanya mengaminkan apa yang dikatakan anak-anak nya.

Tiba-tiba terlintas dipikirannya tentang suami dan keluarganya yang tengah mengusirnya apa kabar mereka??.

1
Putri Laely
lanjut Thor
Tini Uje
jgn lah gitu thor...mudahan bisa sembuh ya anak2 ibu maya
Giantini
serem penyuka sesama jenis....
Giantini
harus nya anak"Maya jangan dikasih penderitaan lg,apa Lom cukup dari kecil dah menderita, sedangkan anak"Marsya selalu happy dan bahagia..GK adil buat Maya..dan anak"nya.
Putri Laely
lanjut Thor
Machmudah
Author sih gak kasih pengganti rasya buat Maya Dan anak2 jdnya kekurangan banget kasih sayang seornag ayah jdnya jd melencong😁
Ummu Umar: bukan Authornya ga mau tapi Maya nya juga trauma makanya tidak mau nikah lagi, 😁😁
total 1 replies
Rani10 Mumtaz
anak nya namanya safa apa salwa ni
Aji Priatun
Luar biasa
ika ramadani
ceritanya menarik & garis besar konfliknya sangat jelas...

tapi kita perlu tau sebelum membuat masalah untuk orang lain maka jangan lah membuat luka kepadanya ... karena menyembuhkan luka sangat sulit , kita bsa bilang iya kita maafkan tapi dihati kita juga terselip kalimat " kenapa ini harus terjadi ? teramat sulit untk memaafkan karena luka lama dipendam bertahun sulit untk dilupakan.
Mariaangelina Yuliana
bawaan 😭🤧
Cookies
next up
Ummu Umar
Benar, aku mengambil kisah ini dari bebrapa teman yang memliki rasa trauma mendalam dan kisah mereka kujadikan satu dan kujadikan saudara di cerita ini, ini adalah kisah perjalanan mereka yang sama, dengan usia yang berbeda.
Sonya Nada Atika
mf thor terlalu sadis meskipun ini ada di real kehidupan...
Galuh Setya
lanjut thor....

wajar sich sonya marah besar. umur dia masih kecil banget tp disiksa cinta pertamanya and keluarganya puncaknya diusir dr rumah secara kasar. jadi traumanya pasti dalem banget n dia jauh lebih hancur drpd sasya yg lebih besar
evi carolin: teramat sangat hingga mendarah mendaging sdh dendam dan sakit yg teramat sangat menyatu dalam diri dan fikiran sonya
total 1 replies
Putri Laely
lanjut Thor
Rhan
Ini gimana ceritanya, tolong lah kasih solusinya 😦😳
Rina Nurvitasari
ceritanya bagus dan menguras emosi tapi keren👍👍👍
Soraya
gak bisa menyalahkan Sonya juga itu semua karena kesalahan orang tua nya
Lala Kusumah
astaghfirullah...
Giantini
ya Alloh kasihan Sonya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!