NovelToon NovelToon
Kami Yang Kau Buang

Kami Yang Kau Buang

Status: tamat
Genre:Anak Yatim Piatu / Single Mom / Wanita Karir / Nikahmuda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Maya memiliki 3 orang anak saat dirinya diusir oleh suaminya karena pengaruh dari keluarganya, dia berjuang untuk membesarkan ketiga anaknya yang masih kecil hingga tumbuh menjadi anak-anak yang hebat dan berprestasi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Adopsi

Keempatnya sangat asyik menikmati perjalanan mereka membeli perlengkapan sekolah mereka. Maya membeli banyak perlengkapan untuk ketiga anaknya dari perlengkapan sekolah, perlengkapan jualan yang akan mereka buka nantinya.

Hasil penjualan perhiasan mereka sangat banyak ditambah dengan uang celengan anaknya membuatnya bisa membeli perlengkapan untuk mereka bertahan hidup dan menyekolahkan sang anak. Tak lupa juga dia membeli makanan jadi untuk mereka karena setelah sampai dirumah mereka pasti harus istirahat dan berbenah nantinya.

Setelah semuanya selesai, mereka pulang menggunakan mobil terbuka untuk mengangkut semua barang-barang yang telah dibeli.

Sesampainya dirumah mereka langsung makan siang karena memang sudah menunjukkan waktu siang hari, tak lupa Maya mengajak ketiga anaknya untuk menunaikan kewajibannya sebagai seorang Muslim.

"Kalian suka dengan pakaiannya nak?? ". Ucap Maya begitu melihat kedalam kamar Sasya. Ternyata ketiga anaknya berkumpul di kamar ini.

" Kami senang bunda, sepatu dan tasnya cantik, kami pasti akan belajar dengan semangat!! ". Seru ketiganya sangat heboh.

Mereka seolah menunjukkan pada bundanya bahwa mereka sangat semangat bersekolah

Maya ikut tertawa melihat kebahagiaan yang mereka dapatkan hari ini. Bahkan anak-anak nya mencoba apa yang mereka beli tadi.

" Ingat nak, kita harus selalu bersyukur dengan apa yang kita terima dan miliki karena banyak orang diluar sana lebih miskin dan lebih tidak punya dari kita". Nasehatnya kepada ketiga anaknya itu sedangkan si bungsu tengah terlelap di kamar nya.

Rumah yang mereka tempati ini lumayan besar karena memiliki 5 kamar dengan 2 kamar mandi. Mereka semua akan mendapatkan kamar masing-masing setelah ini.

" Terima kasih telah menerima dan merawat ku Bunda, dan kalian juga". Ucap Rara dengan senyum dan tangis Haru.

Dia beruntung malam itu sang paman yang hendak menjual rumah ini mengurungkan niatnya karena kasihan kepadanya dan juga keluarga barunya ini. Dia akhirnya memberikan persyaratan kepada Bundanya untuk menerimanya, agar dirinya bisa mendapatkan sosok ibu karena dia sendiri akan berangkat ke kalimantan untuk bekerja.

Flashback On.

"Permisi, apakah anda tahu dimana ada kontrakan dekat sini?? ". Ucap seorang ibu yang tengah menggigil beserta ketiga anaknya.

" Ibu mencari kontrakan?? Tanya sang pemuda berusia 20 tahun itu.

"Iya saya mencari kontrakan yang bisa ditempati malam ini. Kasihan anak-anak saya sudah kedinginan". Ucapnya mengalihkan pandangannya kepada kedua anaknya yang telah memeluknya.

Hati pemuda itu ibah melihatnya, nasib mereka lebih baik dibandingkan keponakannya yang tak memiliki orang tua dan akan ikut dengannya ke kalimantan untuk bekerja.

"Ibu bisa membeli rumah ini tanpa membayar sepeserpun, tapi saya punya beberapa persyaratan, jika ibu sanggup, saya akan membuatkan akta jual belinya besok. Bagaimana?? ".

" Membeli tanpa membayar?? ". Cicitnya dengan pelan tapi masih terdengar.

" Kita duduk dulu di teras rumah, agar tidak menjadi Fitnah!! ". Ajaknya saat melihat ekspresi Ibu muda dihadapannya ini seperti tidak percaya.

" Rara sayang bawah teman-teman kamu masuk ya dan pinjamkan pakaianmu, kasihan mereka nanti sakit!! ". Perintah sang paman dengan lembut kepada keponakan satu-satunya itu.

Maya mengangguk dan mengikutinya sedangkan kedua anaknya masuk kedalam rumah untuk mengganti pakaian keponakan pemilik rumah.

" Memang kenapa bisa anda berpikir memberikan rumah ini secara cuma-cuma dengan beberapa persyaratan??". Tanya Maya dengan sangat penasaran.

"Rumah ini sebenarnya adalah milik orang tuaku, dan aku menempati ini bersama kedua orangtua kami sedangkan mas ku dan istrinya tinggal dikota kalimantan karena bekerja disana. Aku yang sedang berkuliah mendapatkan kabar jika mereka mengalami kecelakaan bus saat akan berkunjung kerumah kerabat kami". Sang Pemuda menerawang sambil bercerita kemudian meneteskan air matanya.

"Mereka semua meninggal kecuali Rara, keponakanku yang tadi ibu lihat".

" Maaf ya, saya tidak tahu. Saya turut berduka cita mendengarnya". Ucap Maya menyampaikan bela sungkawanya.

" Terima kasih bu, itulah yang menjadi masalahnya sekarang ini ". Cicitnya lagi.

" Masalah seperti apa yang kamu maksud?? ". Tanya Maya dengan penasaran.

" Saya masih seorang mahasiswa dan saya juga belum punya pekerjaan sedangkan saya punya keponakan yang masih kecil. Ibu pasti sangat tahu, jika kita bekerja tidak bisa membawa anak-anak, Saya berhenti kuliah dan akan merantau ke kalimantan menggantikan tugas mas ku dan akan menempati tempat tinggal mas disana dengan membawa Rara bersamaku".

" Jika ibu bersedia merawat Rara dan membesarkannya dengan kasih sayang tanpa membedakannya dengan anak-anak ibu, maka saya memberikan rumah ini untuk ibu secara cuma-cuma anggaplah sebagai bayaran untuk membesarkan Rara. Bagaimana??, Apa ibu bersedia??

Maya memandang pemuda dihadapannya ini berharap ini hanya bohongan semata, tapi yang dia lihat hanya melihat kesungguhan dari ucapannya.

"Kamu yakin memberikan rumah ini cuma-cuma jika saya membesarkannya seperti anak saya sendiri??". Tanya Maya dengan penuh perhatian.

" Tentu ibu, tapi aku ingin membuat perjanjian agar kelak tidak ada yang saling dirugikan. Bagaimana ?? ". tanyanya dengan tidak sabar.

" Baiklah saya akan melakukannya, kelihatannya anak itu anak yang penurut dan baik hati". Ucap Maya melihat ketiga anak itu telah keluar dari rumah.

" Baiklah Ibu, Ibu menginap saja disini. Besok pagi saya akan membuat surat perjanjian dan sorenya akan berangkat ke kalimantan".

"Baiklah, aku anggap kita sudah sepakat, saya akan kemari besok pagi membawahkan surat perjanjiannya sekaligus surat akta jual beli nantinya.

" Terima kasih sudah mau menjaga dan merawat keponakan saya, Kalau begitu saya pamit dulu. ini ada uang untuk membeli perlengkapan sekolah dan biaya sekolah Rara sampai ibu bisa mendapatkan pekerjaan atau usaha ". Sang Pemuda memberikan uang dalam amplop itu kemudian menghampiri sang keponakan untuk berpamitan

Flashback Off

" Kalau begitu kalian istirahat dulu agar badannya segar lagi, kan kita mau bangun warung sebentar sore sesuai kesepakatan". Ucap Sang Bunda mengelus kepala mereka satu persatu.

"Siap Bunda, kami akan bantuin Bunda untuk mengurus warung agar kita bisa buka besok pagi. Oh iya bunda, apa pamanku sudah berangkat??". Tanya Rara dengan senyuman.

" Iya nak, paman kamu sudah berangkat. Dia akan naik pesawat, mungkin sekarang dia ada di dalam pesawat". Ucap Sang bunda dengan hangat.

Mereka semua menuruti apa yang diperintahkan bundanya untuk beristirahat dan memasuki kamar masing-masing yang telah diatur oleh Maya.

Sebelum Pergi paman Rara telah membantunya membangun warung kecil dengan halaman rumah sebagai tempat makannya karena rumah ini full kanopi sampai pagar rumah.

"Ya Allah mudahkanlah segala urusan ku dan lancarkan lah apa yang akan sedang aku usahakan nantinya. Berikan lah jalan keluar dari semua masalah yang kamu hadapi nantinya". Maya berdoa dalam hati ketika dia tengah menyiapkan keperluan jualan.

Sore hari menjelang dan mereka berkumpul di teras rumah kemudian berbenah untuk persiapan warung yang akan mereka buka esok hari.

"Bunda kita nanti akan jualan apa??". Tanya sang anak disela-sela pekerjaan mereka.

" Jualan makanan nak, supaya cepat habisnya karena bunda juga akan jemput kalian semua pulang sekolah nantinya".

" Makanan??". Cicit Rara melihat saudaranya.

" Tenang, makanan buatan bundaku itu paling enak jadi pasti laris dan ramai".

"Benar kakak, jualan bunda pasti ramai karena masakan bunda sangat enak". Sonya bersorak dengan heboh dan melanjutkan pekerjaan nya.

Maya yang mendengar percakapan ketiga anaknya, dia hanya mengaminkan apa yang dikatakan anak-anak nya.

Tiba-tiba terlintas dipikirannya tentang suami dan keluarganya yang tengah mengusirnya, apa kabar mereka??.

1
Randa kencana
ceritanya sangat menarik
Zizie Malek
ceritamu memeningkan kepala aku Thor 😊😊😊. terlalu berantakan. moga kedepannya lebih hati-hati & moga success selalu ya.
💟노르 아스마💟
ini baru bener👏👏👏
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru menamatkan cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Yuliati Soemarlina
kenapa maya sbg ibunya blm mengobati ke 3 anaknya yg sakit jiwanya..dia punya rs internasional..jd malas juga lama" bc nya..emosi aja yg didahulukan ...
Yuliati Soemarlina
terlalu banyak pemeran..jadi berbelit..
Yuliati Soemarlina
teliti dlm menuls thor..masa sasya melakukan operasi..sedangjan rasya baru dibopong sama mahendra mau di bawa ke rs..
Yuliati Soemarlina
sasya seorang dr n anak jenius..kedua adikmu yg sakut jiwanya..n kamu juga sama mengalami trauma..kalian secepatnya terapi ke psikiateur..uang aja menggunung...thor..thor ..kok jd begini alur ceritanya...
Yuliati Soemarlina
kok maya tdk mengobati trauma anak" nya ke psikiater?..mereka sekarang org kaya..
Yuliati Soemarlina
kel erlangga kaya tapi tdk punya harga diri n mattabat..bisanya ngemis..mau uang dg instan tanpa mau bekerja..
Yuliati Soemarlina
ialah rasya ..ingat perlakuanmu pd anak" n mantan istrimu maya..diusir tengah mlm saat hujan tanpa kamu kasih uang..kamu suami n ayah yg kejam n tdk bertg jwb...
Yuliati Soemarlina
rasain tuh orang" sombong..jgn merehkan perempuan...maya n marsha udah bergerak kerasa kan ?
Yuliati Soemarlina
ibu n anak sama" durhaka
Yuliati Soemarlina
nah bagus marsya..mertua begitu harus diberi pelajaran...
Yuliati Soemarlina
masa thor usia 17 thn sdh kuliah S2 ?..umur brp tamat sma nya...
Sayekti 0519
akhirnya selesai jg terimakasih telah menghadirkan cerita apik dan indah.bravo...authoor.
Sayekti 0519
pamannya Rara kok g muncul ya,apa terlewatkan??
Nurjannah Haris
Cerita yang sangat bagus
Tamirah
Moga-moga Ini hanya ada didunia halu, kalau ada di dunia nyata betapa mengenaskan punya mertua dan kakak ipar yg serakah dan berhati iblis.
Nurain Bajuka
ceritanya memprihatinkan klo krakter bu maya aku tak suka lembek mau saja ingat anak ayahnya preet
Nurain Bajuka
betul jgn lembek bunda maya tegas dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!