NovelToon NovelToon
Suara Hati Aluna

Suara Hati Aluna

Status: tamat
Genre:Pembaca Pikiran / Si Mujur / Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:171.5k
Nilai: 5
Nama Author: samudra lee

Di kehidupan sebelumnya, Aluna dibenci dan dikucilkan oleh keluarga kandungnya sendiri karena hasutan Chika–anak yang diadopsi oleh Keluarga Anggara hingga tewas mengenaskan. Tidak hanya itu, Chika yang memang sudah mengincar harta kekayaan Keluarga Anggara pun akhirnya menghabisi semua anggota keluarga Anggara tanpa sisa. Hal tersebut membuat Aluna menyesal akan sikapnya yang selalu diam dan menerima saat ditindas.

Saat takdir memberi Aluna kesempatan untuk hidup kembali, Aluna berjanji untuk mengubahnya.

"Aku pasti bisa melindungi dan mempertahankan keluargaku! Pasti!" ucap Aluna penuh keyakinan.


Tapi, lho kok? Kenapa sikap semua orang tidak sama seperti di kehidupan sebelumnya? Sebenarnya apa yang terjadi?



Yuk, ikuti kisah SUARA HATI ALUNA. Jangan lupa like, komen, dan rate bintang 5 nya ya. Terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samudra lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Aluna memutar kedua bola matanya ketika melihat tubuh Chika menggeliat. Gadis licik itu hanya pingsan, tapi bisa-bisanya sudah membuat semua asisten rumah tangga kelimpungan karena ketakutan, terutama Bi Nani karena wanita itu yang mencambuknya. Bahkan membuatnya dan Armand harus pulang dengan terburu-buru.

Iya, gara-gara Bi Nani yang takut melihat Chika tak lagi bergerak setelah berlutut lama dan beberapa kali mendapatkan cambukan darinya, membuat Aluna dan Armand meminta sopir dari Marvin untuk mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.

"Sudah sadar, kamu?" tanya Aluna tanpa sedikitpun menunjukkan wajah peduli.

Toh dia memang tidak peduli dengan Chika.

"Kak, maafkan aku karena berbuat salah padamu. Aku memfitnah Kakak dan menjelekkan Kak Luna di hadapan Marvin. Itu aku lakukan karena aku sudah menyukai Marvin sejak zaman sekolah dulu Tapi, Kak, sekarang aku sadar kalau perasaan tidak dapat dipaksakan. Jadi, Kak Luna bisakan, memaafkan aku?" ucap Chika–seperti biasa dengan wajah menyedihkan.

"Selama ini aku terbiasa dimanja oleh papa dan mama, juga kakak-kakakku. Aku hanya belum rela kasih sayang mereka terbagi," tambahnya dengan wajah yang makin terlihat memelas.

Aluna menggeleng, ia sampai tak habis pikir kenapa Chika selalu suka berakting menyedihkan seperti itu. Memang dia tidak lelah apa? Aluna yang melihatnya saja merasa lelah dan muak.

"Kak Luna, aku benar-benar minta maaf. Mulai sekarang aku janji akan berusaha menjadi saudara yang baik buat Kak Luna. Kak Luna bisa kan memaafkan aku?" pinta Chika yang lagi-lagi menunjukkan wajah sedih seolah tak berdaya.

Armand yang memiliki hati sedikit lembut dibandingkan dengan Andi itu pun terlihat mulai goyah. Dia merasa tidak enak hati saat melihat adik angkatnya yang terlihat sangat menyedihkan itu.

"Aku yakin, saat ini Kak Armand mulai kasihan padaku. Aku akan buat dia kembali menyayangiku lagi seperti dulu." Chika membatin.

Menatap Armand dengan ekor matanya. Ia tahu kakak keduanya tersebut sudah mulai goyah. Dan ia harus bisa memanfaatkan itu semua agar Armand berbalik menjadi pendukungnya seperti dulu.

"Kak Luna, tolong maafkan aku. Kalau perlu aku akan berlutut lagi agar bisa mendapatkan maaf dari Kak Luna."

Dengan sedikit kepayahan, Chika bangun dari tempat tidur kemudian kembali berlutut tepat di hadapan Aluna.

"Hump!" Aluna mendengkus.

"Kamu kira aku tidak paham dengan trik basimu ini. Aku yakin sebentar lagi kamu akan pura-pura jatuh saat aku akan menyentuhmu," batin Aluna.

Trik seperti itu sudah Chika lakukan entah berapa kali. Aluna sampai menghapalnya.

"Tapi, baiklah. Aku akan coba melihat bagaimana Kakakku yang baik hati ini tertipu lagi olehmu," lanjutnya.

Aluna bangun dari tempat duduknya. Gadis itu sedikit membungkuk untuk membantu Chika berdiri. Namun, sebelum tangan Aluna menyentuh pundak.Chika, Chika sudah terlebih dulu berpura-pura jatuh.

"Kak, Kakak beneran masih marah sama aku? Kalau Kakak masih belum puas dengan hukuman yang Kakak berikan, aku akan lakukan lagi asal Kakak tidak marah padaku. Aku beneran sudah sadar, Kak, kalau perbuatanku selama ini salah," ujar Chika.

Ia melirik Armand. Tadi kakak keduanya itu tetlihat ingin membantunya berdiri.

"Ternyata Luna benar. Chika masih belum berubah." Armand membatin.

"Kita lihat, apa kali ini provokasiku gagal seperti sebelumnya?" batin Chika. "Kali ini bukan hanya Kak Armand yang akan kembali percaya kepadaku. Tapi, Marvin pasti tidak akan senang melihat calon tunangannya memiliki temperamen yang sangat buruk."

Gadis manipulatif itu diam-diam menarik sudut bibirnya. Chika sudah sangat yakin kalau kali ini, Armand pasti kembali berpihak padanya dan pandangan Marvin terhadap Aluna pun berubah.

"Baiklah karena kamu senang dihukum, maka aku tidak akan sungkan lagi padamu."

Aluna mengangkat tangannya setinggi mungkin kemudian mengayunkannya ke pipi kanan Chika dan membuat sudut bibir gadis itu berdarah.

Chika tersenyum, ia sangat yakin kalau kakaknya–Armand kali ini akan membelanya. Dan Marvin, pria itu pasti akan ilfil melihat tingkah kasar Aluna.

"Kakak, kamu menamparku?" tanya Chika dengan ekspresi terluka.

Gadis itu memegangi pipinya yang terasa panas.

Untuk beberapa detik, Armand dan Marvin terkejut melihatnya. Namun, ekspresi keduanya kembali seperti tidak pernah terjadi sesuatu saat Chika melihat ke arah mereka meminta pembelaan.

"Bukankah kamu senang sekali memfitnah dan berakting. Jadi, supaya aktingnya terlihat nyata dan tidak jadi fitnah, maka aku harus membantumu mewujudkan itu, kan?"

Aluna berkata seperti itu sambil menyeringai.

"Kak Armand, Vin, lihat, Kak Luna memukulku," adu Chika pada dua laki-laki yang sejak tadi berdiri di dekat pintu.

Aluna menoleh ke arah dua laki-laki itu sambil bertanya, "kalian marah aku memukulnya?"

Armand dan Marvin saling melempar pandangan sebelum memberikan jawaban.

"Itu urusan keluarga kalian dan bukan hak saya ikut campur," jawab Marvin.

Kedua tangannya yang sejak tadi berada di saku diangkat seperti orang yang menyerah.

"Chika, sudah lupakan. Luna hanya emosi sesaat tadi," jawab Armand. "Aku mau ke kamar, mau istirahat. Kamu, Marvin, kalau tidak ada urusan lagi, pulang sana!" usir Armand.

Sebagai kakak dia masih belum rela adiknya akan bertunangan dengan Marvin padahal, ia belum lama menghabiskan waktu bersama adik bungsunya itu.

Marvin melihat ke arah Aluna.

"Sebelum pergi, bisa saya bicara denganmu, Luna?" tanyanya.

"Tentu," jawab Aluna. "Ayo, kita keluar dari ruangan pengap ini!"

Aluna dengan sengaja memeluk lengan Marvin untuk membuat Chika semakin kesal.

Chika menggeram kesal. Rencananya tak berjalan lancar malahan dia harus merasakan panasnya telapak tangan dari Aluna.

"Lihat saja, aku pasti akan membalasmu berkali-kali lipat!" gumam Chika.

***

Marvin tersenyum melihat Aluna masih memeluk lengannya padahal mereka sudah berada di luar rumah.

"E.., maaf-maaf," ucap Aluna saat menyadari dirinya masih memeluk lengan calon tunangannya itu.

Buru-buru gadis itu melepaskannya.

"Kenapa bisa sampai keterusan sih? Pasti Marvin akan berpikir kalau aku wanita yang agresif dan tidak sabaran," rutuk Aluna dalam hati.

Marvin kembali tersenyum mendengar suara hati Aluna itu.

"Kalau kamu masih ingin memeluk lenganku, peluk saja. Aku tidak keberatan kok," ucap Marvin.

Aluna menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Tidak usah," tolaknya.

"Ohya, katanya ada yang ingin kamu bicarakan denganku, apa itu?" tanya Aluna mengingat ucapan Marvin saat berada di kamar Chika tadi.

"Saya cuma ingin tahu, apa ada permintaan khusus darimu untuk acara pertunangan kita minggu depan nanti?"

"Kenapa dia harus bertanya seperti itu sih. Kan aku jadi merasa bersalah. Gimana ya kalau dia tahu, aku tidak begitu tertarik dengan pertunangan ini? Aku setuju bertunangan hanya untuk membalas dendam pada Chika karena sepertinya dia begitu menginginkan Marvin." Aluna membatin.

Gadis itu menatap Marvin dengan perasaan bersalah.

Marvin mengepalkan tangannya mendengar suara hati dari Aluna itu. Satu sisi dia kecewa, tapi, disisi lain, ia masih berharap kalau Aluna akan mengingat janji mereka waktu kecil dulu. Atau memang hanya dirinya yang menganggap janji itu serius sementara Aluna tidak?

Memikirkan kemungkinan itu, Marvin merasa sedikit sesak di dadanya.

"E... tidak ada permintaan khusus. Lakukan saja sesuai keinginanmu," jawab Aluna.

"Baiklah, saya akan menyerahkan segala urusannya pada WO, biar mereka yang mengatur."

Aluna kembali menatap Marvin. Dari nada bicaranya, Aluna tahu kalau Marvin sepertinya kecewa mendengar jawaban darinya.

"Luna, bolehkah saya bertanya satu hal lagi padamu?" tanya Marvin.

"Silakan!"

"Apa kamu ingat dengan kejadian penculikan waktu kecil dulu?" tanya Marvin.

Aluna menggeleng pelan. "Aku sama sekali tidak ingat," jawabnya dengan hati-hati.

Pria itu kembali menatap Aluna dengan tatapan kecewa. Aluna sama sekali tidak mengingat kejadian itu, bukankah artinya kejadian itu bukan hal penting? Ternyata benar, dirinyalah yang menganggap serius janji kecil mereka.

"Saya pamit, istirahatlah dengan baik. Kalau ada sesuatu, hubungi saja saya. Saya akan selalu ada buat kamu," ucap Marvin.

Pria itu melangkah meninggalkan Aluna.

"Kenapa hatiku sakit melihat ekspresi wajahnya?"

Aluna memegang dadanya sendiri.

"Siapa sebenarnya Marvin itu? Apa sebelumnya kami pernah bertemu? Tapi, dimana? Kejadian penculikan? Kapan? Kenapa aku sama sekali tidak ingat?"

1
✧・゚: ✧・゚: Nelly Widiany :・゚✧:・
/Heart//Heart//Heart//Heart/
LEECHAGYN
gemes bgt 😍
☠ᵏᵋᶜᶟℛᵉˣ🍾⃝ ͩ ʏᷞᴜͧɴᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰
kurang banget author sih Chika belum dihukum dengan benar,si Luna sama apin belum nikah dan punya anak😄
☠ᵏᵋᶜᶟℛᵉˣ🍾⃝ ͩ ʏᷞᴜͧɴᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰
tidak ngerti aja kalian,kapan ngerti nya
Nuraishah❤💚
👍🏻
Lee 0893
mati kah???
yx ampun koq secepat itu ,, 🤭🤣🤣
Lee 0893
benar2 bukan hanya Luna yg terlahir kembali ,, tp Marvin juga ,,,
semoga ap yg mereka rencanakan di kehidupan ini lancar jaya👍👍👍💪
Lee 0893
seperti ny Marvin taau yx kalo Luna terlahir kembali ,,
/Chuckle/
Nia Sabrania
Makasih ya buat karyanya Thor, kalau bisa banyakin cerita tipe kayak gini🤭
Raisha Mieyka
terbaikk
Anime aikō-kā
p
Lila El Rachmad
lah gak sampai nikah sama punya anak ya
IG:samudra_lee_19: Takut kepanjangan dan bosan😄
total 1 replies
frina ayu
Luar biasa
A.R
knp ngk nyewa heker saja tuk membobol hpx sih parasit
Travel Diaryska
bagus ✨
A.R
wahhh sama2 terlahir kembali😍
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
makasih untuk karya nya thor dan kalo bisa banyakin kisah yang bisa denger suara hati
S: 👍 semangat thor
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
kebenaran akan selalu menang, walau banyak rintangan yang menghadang
Musdalifa Ifa
bagus
Jenny Mustika
bagus banget ceritanya 👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!