NovelToon NovelToon
Azalea : Aku Menjadi Karakter Teman Tokoh Utama Perempuan Yang Mati Di Ending Novel

Azalea : Aku Menjadi Karakter Teman Tokoh Utama Perempuan Yang Mati Di Ending Novel

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Mengubah Takdir / Fantasi Isekai / Masuk ke dalam novel / Menjadi NPC / Fantasi Wanita
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Azalea Rhododendron

Aku mengalami kecelakaan saat menyelamatkan anak dari kakak laki-lakiku. Aku yang saat itu melihat Keponakanku nyaris ditabrak oleh mobil yang melaju kencang di jalanan, refleks mendorong dia menjauh sehingga aku yang ditabrak mobil. Secara samar-samar aku melihat kakak laki-lakiku datang dan meneriakkan namaku. Akan tetapi, pandanganku sudah gelap. 'Apakah aku akan bertemu Papa dan Mama sekarang?'

Begitu membuka mata, aku berada di sebuah tempat yang hanya ada satu cahaya terang tepat di atas kepalaku tetapi di sekelilingku gelap. Sebuah suara mengatakan bahwa aku bisa kembali, asalkan aku harus bisa melaksanakan misi kehidupan dari diriku yang dulu.

Ini kan tubuh Azalea Lorienfield, teman pemeran utama perempuan dalam novel favoriteku yang mati di ending novel! Apakah maksud suara misterius itu aku harus menyelamatkan diriku agar tidak mati seperti dalam novel?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azalea Rhododendron, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 12 : Kedatangan

...Happy Reading^^...

...💮...

Terlihat Tuan Count Lorienfield dan Countess Lorienfield berdiri di depan Gerbang masuk Mansion Lorienfield, keduanya ditemani dua penjaga Gerbang sekaligus beberapa pengawal mereka.

Mereka tampaknya tengah menantikan kedatangan seseorang. Tepat sebuah kereta kuda keluar dari balik Hutan Lorienfield dan berjalan pelan menuju Gerbang Mansion sebelum berhenti.

Salah satu pengawal membuka pintu kereta kuda, keluarlah seorang perempuan yang berpakaian serba putih dengan kalung salib merah di lehernya.

"Selamat datang di kediaman kami, kak Edel!" seru Countess Lorienfield, yang langsung sedikit berlari menuju seseorang yang dia panggil 'kak Edel'

Tanpa aba-aba, Countess Lorienfield segera memeluk perempuan itu dengan senang hati.

"Oh, astaga! Kamu memelukku terlalu erat! Seneng bertemu denganmu lagi, Daisy!" serunya juga ikut senang dan membalas pelukan dari Countess Lorienfield tak kalah erat.

Lalu mereka tertawa berdua. "Aku yang harusnya bilang seneng bertemu denganmu, kak Edel!" lalu keduanya melepaskan pelukan, namun tangan mereka tetap saling menggenggam.

"Harusnya kamu tidak bersiap seperti ini! Kamu adalah seorang Countess, jaga wibawamu, Daisy!" ceramah dari Edelweiss sang kakak perempuan Daisy Lorienfield.

"Biarkan saja, lagipula apa mereka berani mengkritikku ketika suamiku adalah pemilik wilayah ini?" ucap Countess Lorienfield yang direspon gelengen kepala tidak habis pikir Edelweiss.

Sementara di sisi lain, Count tersipu malu karena Countess Lorienfield secara tidak langsung memuji dirinya sebagai suami.

"Dari kecil kamu memang selalu begini ya, suka membalikkan kata-kata orang. Dan lagi, aku heran kenapa aku selalu dipanggil setiap satu bulan sekali ke sini. Entah karena kau atau karena anak-anakmu sakit, apakah kalian sengaja sakit agar aku kunjungi?" mendengar penjelasan itu, Countess yang awalnya cerita berubah muram.

Clara Lorienfield teringat keadaan putrinya sekarang yang terbaring berhari-hari di kasurnya. Kemuraman adiknya itu membuat Edelweiss menjadi bingung.

"Ada apa? Kenapa wajahmu jadi begini? Kali ini siapa yang sakit? Asher atau Azalea? Mengingat mereka tidak ikut menyambutku?" pertanyaan Edelweiss tetap membuat Countess Lorienfield bungkam, bahkan melepaskan kedua tangan milik kakaknya.

"Kali ini yang sakit adalah Azalea kak," Daisy menjawab dengan nada getir, Edelweiss melihatnya menjadi sangat penasaran.

"Ceritakan padaku, sembari kita berjalan menuju kamar Azalea!" perintahnya yang langsung berjalan lebih dulu meninggalkan yang lain.

Count dan Countess Lorienfield mengikutinya dari belakang, lalu diikutin pengawal dan pelayan di belakang mereka.

"Ada apa dengan anak itu? Apa demamnya lebih parah dari biasanya?" tanya Edelweiss ketika mereka sudah berjalan beberapa menit memasuki Kastil Lorienfield.

Kali ini Count Lorienfield yang menjawab. "Azalea tidak demam, Edelweiss. Tapi dia sakit yang cukup parah,"

"Seberapa parah?"

Kedua orangtua Azalea itu saling bertatapan. Count menganggukkan kepalanya pada istrinya.

"Dia tidak bisa bangun dari tempat tidur setelah koma, bahkan dia tidak bisa menggerakkan tubuhnya dengan leluasa seperti itu. Karena jika dipaksakan maka Azalea akan merasakan sakit," jelas Daisy Lorienfield tentang kondisi putrinya.

Penjelasan dari sang adik mengenai kondisi keponakan perempuannya membuat Edelweiss berhenti dan langsung menoleh ke belakang, kepada pasangan Count dan Countess Lorienfield tersebut. Dia sangat terkejut mendengar keadaan keponakannya yang sangat parah.

"Azalea lumpuh setelah koma?"

"Benar Edel," jawab Count.

"Bagaimana bisa?! Bagaimana bisa dia kecelakaan dan berakhir koma? Mau pergi ke mana? Jawab!" Edelweiss mengajukan pertanyaan bertubi-tubi.

Pasangan itu saling bertatapan, di belakang mereka para pengawal dan dayang menundukkan kepala mereka menyaksikan perdebatan keluarga penguasa mereka di depan mata mereka sendiri.

"Kami sebenarnya tidak tahu Azalea awalnya ingin pergi ke mana. Tapi menurut kejujuran Kusir, Azalea minta diantarkan ke Wilayah Selatan tempat temannya berada. Tapi kami tidak tahu siapa temannya dari wilayah Selatan itu,"

"Kalian pergi ke mana sampai tidak mengawasi perginya Azalea? Lalu kenapa kalian membiarkannya pergi, jika kalian tidak kenal dengan temannya itu?!"

"Kami tidak bermaksud membela diri, Edel!" jawab Daisy pada kakaknya tersebut.

"Tapi saat itu kami tengah pergi mengunjungi beberapa desa untuk sekedar mengawasi atau melihat ada kah kekurangan di desa itu seperti biasa. Dan di hari itu juga, Asher sibuk merapikan berkas-berkas jadi kami semua lengah dalam mengawasi Azalea. Anak itu juga pergi tanpa izin dari Ketua Pelayan, dia juga tidak membawa satu pun dayang atau pelayan saat pergi. Tentang kusir kuda, dia meminta pada anak magang yang jelas takut jika tidak menuruti perintah Azalea."

Kini Count Lorienfield yang melanjutkan cerita. "Kusir magang itu mengatakan ada sesuatu yang seperti menahan kereta dan menyebabkan kereta terguling di jalanan. Kusir magang itu baik-baik saja, namun keadaan Azalea yang sangat parah hingga dia tidak bangun selama beberapa hari."

"Kusir itu tidak berkhianat kan?"

"Jelas tidak, kami memberikan ramuan kejujuran padanya."

"Lalu kenapa kalian tidak bertanya pada Azalea tentang apa yang menimpanya?"

"Azalea hilang ingatan," Daisy mengatakannya dengan nada getir.

Edelweis langsung menutup mata ketika mendengarnya, dua tetes air mata jatuh ke kedua pipinya. "Ya, ampun. Keponakanku,"

Menghapus air matanya yang membasahi pipinya, dia menatap tajam kepada kedua orangtua Azalea tersebut.

"Kenapa kalian tidak memberitahu pada surat?" setelah mengatakan itu, Edelweiss kembali berjalan lebih dulu, diikuti yang lainnya di belakang.

"Kami terlalu panik, jadi tidak bisa memikirkan kalimat yang lebih selain meminta anda datang cepat ke sini Edel." jawab Count Lorienfield.

"Jika saja kalian menuliskan bila Azalea koma karena kecelakaan, itu mungkin bisa membuatku untuk segera sampai lebih cepat dengan kereta sihir. Aku kira kali ini hanya demam biasa, ternyata sampai Azalea koma hingga lumpuh." Daisy menautkan kedua tangannya di depan dada sambil menatap ke atas.

"Malangnya keponakanku."

Mereka semua mempercepat langkah kaki mereka mengikuti Edelweiss.

...💮...

Di dalam kamarnya, Azalea tengah mengobrol dengan Asher yang masih betah menemani Azalea di kamarnya.

"Berarti beberapa hari ke depan kak Asher akan pergi?"

"Iya, adik. Aku akan pergi selama beberapa hari untuk mengawasi pelabuhan di wilayah kita," aku tersenyum sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.

Namun, Azalea merasa ada yang tidak beres tapi dia tidak tahu apa yang tidak beres itu.

Di dalam kamar Azalea, bukan hanya Asher yang ada di sana. Tapi ada dua pelayan yang cukup sibuk bekerja. Satu pelayan tengah mengelap beberapa barang di kamar Azalea dan satunya sedang membawa ember kecil.

Tanpa aba-aba, pintu kamar Azalea dibuka dengan kasar dari luar.

BRAK!

Semua orang dalam ruangan itu terkejut bukan main, bahkan pelayan yang membawa ember air nyaris melepaskan ember di tangannya saking terkejutnya.

"AZALEA!" teriak seorang wanita berpakaian serba putih yaitu Edelweis.

Begitu melihat Azalea yang terbaring di kasur dengan Asher di sampingnya, Edelweiss langsung bergegas berjalan mendekat pada keduanya. Di belakang Edelweiss, terlihat Count dan Countess Lorienfield mengikuti Edelweiss. Kedua pelayan itu langsung memberikan salam pada kedua penguasa wilayah mereka.

...💮...

...Bersambung....

...Thanks For Reading My Story^^...

...Dipublikasikan pada tanggal 23 Januari 2026....

1
Alishe
masi kaku dia wkwk menanti gebrakannya deh😘
Azalea Rhododendron: oke siap^^
total 1 replies
Alishe
w demen nih kluarga bucin bontot gini🤣🤣🤣
Azalea Rhododendron: iya, nantikan terus keluarga cemara ini ya^^
total 1 replies
Alishe
mampirrr
Azalea Rhododendron: Terima kasih sudah menyempatkan ke cerita ini😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!