NovelToon NovelToon
Gadis Cantik Milik Jendral Vampire

Gadis Cantik Milik Jendral Vampire

Status: sedang berlangsung
Genre:Vampir / Cinta Terlarang / Identitas Tersembunyi / Dunia Lain / Kutukan / Raja Tentara/Dewa Perang
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: bbyys

Saat Sora membuka mata, dia terkejut. Dia terbangun di sebuah hutan rindang dan gelap. Ia berjalan berusaha mencari jalan keluar, tapi dia malah melihat sebuah mata berwarna merah di kegelapan. Sora pun berlari menghindarinya.

Disaat Sora sudah mulai kelelahan, dia melihat sesosok pria yang berdiri membelakanginya. "Tolong aku!" tanpa sadar Sora meminta bantuannya.
Pria itu membalikkan badannya, membuat Sora lebih terkejut. Pria itu juga memiliki mata berwarna merah.

Sora mendorongnya menjauh, tapi Pria itu menarik tangannya membuat Sora tidak bisa kabur.

"Lepaskan aku." Sora terus memberontak, tapi pegangan pria itu sangat erat.

"Kau adalah milikku!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bbyys, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 Memberikan Hasil Buruan

Para wanita itu tampak gaduh sejak kehadiran Ashley. Pipi mereka memerah hanya dengan memperhatikan wajah dan tubuh Ashley. Mereka semua memiliki pendapat yang sama dengannya. Ashley terlihat keren memakai pakaian itu.

"Jendral!"

Tiba-tiba para wanita bergerombol menghampirinya. Sora terdorong hampir membuatnya terjatuh. Untungnya Javier dengan sigap menahan punggungnya. Sora mengambil langkah mundur menjauh dari kerumunan.

Kini Ashley di kelilingi para wanita itu.

"Jendral terimalah gelangku."

"Tidak, terima gelangku saja."

Para wanita itu mendorong satu sama lain. Menyodorkan gelang milik mereka.

Sora melihat para wanita itu memegang sebuah gelang tali dengan permata bulat ditengahnya. Warna batu permatanya berbeda-beda.

"Gelang apa itu?" tanya Sora penasaran.

"Itu adalah gelang keselamatan. Gelang itu disebut braslet. Dulu ratu memberikan gelang itu kepada raja untuk mendoakan keselamatannya. Dan itu menjadi populer dikalangan kaum muda dan menjadi kebiasaan saat acara berburu." Javier menjelaskan dengan detail.

Ashley terlihat tampak kewalahan menghadapi mereka. Mereka terus mendorong satu sama lain.

"Jangan lupa memakainya ya jendral."

Akhirnya para wanita itu pergi. Rambut silver Ashley jadi berantakan, wajahnya juga tampak kusut. Sora terkekeh saat melihat penampilannya itu.

"Jangan tertawa." ujarnya, berjalan mendekat.

Ashley memberikan semua gelang yang ia terima kepada Javier. "Mana hadiah untukku?" la menyodorkan tangannya.

Sora hanya melihatnya tak mengerti apa yang ia mau. Sora bolak balik memandangi ke arahnya dan tangannya. "Hadiah apa?"

"Tentu saja hadiah untuk mendoakan keselamatanku." ujar Ashley kesal. "Mungkin nanti akan ada bahaya, yang menanti di dalam hutan itu." Rengeknya.

"Aku tidak memiliki hadiah apapun." sahut Sora.

Hari ini saja dia baru tahu tentang memberikan gelang sebagai doa keselamatan. Lagipula apa yang bisa dia berikan kepadanya, ia memiliki banyak uang dan bisa membeli barang apapun yang ia inginkan. Kenapa harus meminta kepadanya yang hanya seorang pelayan.

Ashley kecewa ketika mendengar jawaban Sora.

"Raja dan Ratu Altair telah tiba." Tiba-tiba seseorang berteriak menginformasikan kehadian pemimpin kerajaan ini.

Pria paruh baya serta wanita yang terlihat cantik meskipun sudah berumur, berjalan memasuki arena. Diikuti 3 orang yang sangat mirip dengan mereka. Mereka adalah anak-anak dari raja dan ratu.

"Aldrich!" Sora kaget. Dia terkejut ketika melihat Aldrich ada diantara anggota kerajaan itu. Dia tahu Aldrich seorang bangsawan, tapi siapa yang menyangka ia adalah anggota kerajaan.

Sora jadi teringat kata-kata Aldrich kalau mata biru miliknya adalah berkah dari dewa dan hanya keluarganya yang memilikinya.

Sora memperhatikan mata mereka. Ternyata benar mata mereka semua berwarna biru laut.

Seperti permata aquamarine. Dia kembali memperhatikan bangsawan lain tapi tidak ada satupun yang memiliki mata berwarna biru.

"Mana mungkin aku adalah seorang anggota kerajaan juga." Kelit Sora.

Dia dari dunia lain. Mana mungkin memiliki keluarga di sini. Tapi dia juga meragukan kepercayaannya itu, masalahnya, warna rambut serta warna matanya berubah semenjak dia tiba di dunia ini. Membuatnya bingung dan mana yang harus dia percaya.

Sang raja memberikan pidato singkat dan acara pun dimulai. Semua orang berpamitan dengan anggota keluarga mereka dan masuk kedalam hutan untuk berburu.

"Sora!" Aldrich datang menghampiri.

"Salam pangeran ke-4." sambut Javier, memberi salam.

"Salam pangeran ke-4." Sora mengikuti Javier, wajah Aldrich tampak tak senang tapi ia tidak bisa mengomelinya karena ada banyak orang yang melihat.

"Aku tidak menyangka kau akan datang ke sini juga." ucap Aldrich dengan wajah yang ceria.

"Jendral yang menyuruhku untuk ke sini." sahut Sora.

"Kalian saling kenal?" ucap Ashley. la kembali mengerutkan keningnya, wajahnya terlihat tidak suka.

"Tentu. Aku berteman baik dengannya." ucap Aldrich sambil merangkul bahu Sora.

Wajah Ashley semakin kesal, ia menyipitkan matanya dan memandang Sora dengan tatapan tajam.

"Aku tidak tahu kau memiliki teman sepertinya." tukas Ashley.

"Aku juga kebetulan bertemu dengannya." jawab Sora santai.

"Itu karena kami memiliki hobi yang sama." sambung Aldrich.

"Hobi yang sama?"

Jawaban Aldrich semakin membuat Ashley marah. Wajahnya mengeras dengan tatapan yang tajam. Membuat Sora sedikit takut.

"Sudah waktunya. Ayo kita pergi juga, pangeran." Ashley menarik Aldrich mengajaknya pergi. la pergi dengan keadaan marah.

"Sampai jumpa lagi Sora. Aku akan memberikan hewan buruan untukmu." teriak Aldrich sambil melambaikan tangannya. Sora hanya bisa tertawa melihat tingkah lucunya itu.

Ashley berbalik, memandangi Sora tajam. Membuat Sora berhenti tertawa. la berjalan menghampiri Sora lagi.

"Ada apa? Apa ada yang tertinggal?" Sora bingung ketika Ashley menghampirinya.

Ashley tidak menjawab hanya memandangi Sora. "Aku akan ambil ini." la mengambil pita biru yang melingkar dileher Sora. Lalu mengikatnya di pergelangan tangannya menjadikannya sebagai gelang. "Aku akan berikan hewan buruan yang bagus untukmu." ucapnya sambil mengelus kepala Sora dengan lembut. lalu beranjak pergi masuk ke dalam hutan.

"Siapa gadis itu?"

"la terlihat cukup dekat dengan Jendral Ashley dan pangeran ke-4."

Para wanita itu melihat keakraban yang tidak biasa. Mereka saling berbisik. Sora mendengar bisikan mereka. Meskipun mereka berbisik tapi suaranya terlalu keras untuk disebut sebuah bisikan.

Beberapa dari mereka menatapnya dengan tatapan penasaran, ada yang menatap dengan iri dan ada yang menatapnya dengan tatapan tajam tak suka.

"Ayo kita menunggu di tenda." ajak Javier, membuat Sora bernafas lega. Sebenarnya dia tidak nyaman dengan tatapan mereka.

Ternyata setiap keluarga sudah disiapkan tenda sebagai tempat menunggu anggota keluarga mereka yang sedang berburu.

Dari luar tendanya terlihat sangat besar berbeda dengan tenda kemah saat dia mendaki dulu.

"Mari masuk!" Javier membuka tirai tenda. Sora masuk kedalam dan kembali dikejutkan. Ternyata dalam tendanya lebih menakjubkan.

Didalam tendanya sangat hangat. Tendanya juga dihias dengan sangat cantik dan bagus. Ada banyak barang-barang disana serta ada sebuah sofa besar ditengah ruangan. Diatas meja terlihat banyak sekali camilan serta buku.

"Jendral sengaja menyediakan semua ini, agar nona tidak bosan saat menunggunya." ujar Javier.

"Kalau begitu, ayo Javier ikut makan juga." tawar Sora. Dia merasa makanannya terlalu banyak bahkan jika dimakan bersama.

"Terima kasih nona, tapi makanan itu khusus untuk nona. Saya akan menunggu diluar." tolak Javier.

"Kenapa tidak menunggu didalam. Diluar kan dingin."

"Saya baik-baik saja." Javier tidak mau mendengarkan permintaan Sora, ia pun keluar ruangan dan berjaga di depan tenda.

Sora merasa tidak enak karena menikmati kehangatan tenda ini. Sedangkan Javier menunggu diluar ditengah cuaca yang dingin.

Dengan ragu-ragu, Sora duduk diatas sofa. Dia mengambil buku yang menarik baginya. Camilan itu tidak dia sentuh sama sekali. Dia akan memakannya bersama Ashley jika ia sudah kembali.

Perutnya sejak tadi terus berbunyi, dia tetap tidak menyentuhnya meskipun merasa lapar.

Waktu sudah lama berlalu, Sora tidak tahu sudah menunggu berapa lama. Setengah halaman buku sudah dia baca.

"Nona, sepertinya mereka sudah kembali." Panggil Javier memberitahu.

Sora langsung meletakkan bukunya dan berlari keluar. "Ayo kembali ke sana." Bersama Javier, Sora kembali ke arena.

"Sora!" Aldrich melambaikan tangan kearahnya dan datang menghampiri. Sora melihat ia membawa burung elang besar.

"Hewan ini untukmu." Sodor Aldrich. Sora memandanginya dengan tatapan geli. Hewan itu sudah mati, anak panah menancap ditubuhnya. Membuat darahnya berceceran.

"Untuk apa?" timpal Sora.

"Kau bisa mengawetkannya dan menjadikan pajangan di kamar."

Sora hanya tersenyum tipis. Dia tidak suka tawaran itu. Pajangan seperti itu hanya akan mengganggu.

"Itu adalah buruan yang buruk." Tiba-tiba Ashley datang. "Punyaku lebih bagus." Ia membawa seekor rubah berbulu oranye. "Jika menguliti hewan ini. Kulitnya bisa dipakai menjadi jubah bulu yang hangat."

Rubah itu juga sudah mati, tapi bulunya terlihat masih bersih tidak ada noda darah yang mengenai bulunya.

Keduanya saling menyodorkan hasil buruannya kepada Sora.

"Aku tidak suka itu." sahut Sora. "Mau hewan apapun itu aku tidak suka."

"Tak apa. Lain kali aku akan memberikan hadiah yang lebih bagus yang pasti kau suka." jawab Aldrich.

"Aku juga akan memberikan hadiah yang lebih baik daripada darinya." timpal Ashley.

Entah mengapa keduanya saling bertengkar hanya untuk memberikan hadiah kepadanya. Sikap mereka berdua sangat aneh.

1
Aksara_Dee
kalau baru pertama biasanya tangan dan bahu jarem
Aksara_Dee
waah perkebunan apel, inget waktu ke malang
Aksara_Dee
lampu otomatis 😅
Aksara_Dee
Nama pacarku disebut ...
Aksara_Dee
sampai sini dulu ya Thor, nanti lanjut lagi..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!