anak seorang tukang becak
Nisa adalah seorang anak sangat baik, namun sayangnya dia memiliki kehidupan keluarga yang sangat miskin, sehingga keluarga dari ibunya pun tak mau mengakui mereka karena merasa malu jika memiliki keluarga miskin seperti Nisa hingga dia harus di paksa dewasa oleh keadaan di kala usianya menginjak angka sebelas tahun Di usia yang terbilang masih sangat muda itu dia harus di paksa dewasa oleh keadaan di kala usianya menginjak angka sebelas tahun harus mengurus kedua adiknya yang masih kecil, dan merelakan masalah kecilnya yang tak seindah teman-teman yang lain, bapaknya hanyalah seorang pria tua yng bekerja sebagai tukang becak Namun kehidupan Nisa berubah setalah bertemu dengan seorang pria kaya raya tempat Nisa mengikuti sebuah kompetisi, akan kah hubungan mereka mendapat restu dari keluarga sang pria ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliyah Ramahdani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Seminggu kemudian rumah bibi siska benar benar telah di sita oleh bank, mereka hanya menerima pengembalian dana yang tak banyak dari bank
Dengan terpaksa mereka keluar dari rumah dan mencari kontrakan yang tak jauh dari rumah mereka. Keluarga nisa juga sudah mendengar kabar tersebut, namun mereka tak ingin lagi mencampuri urusan keluarga bi siska
"Mah, masa kita harus tinggal di rumah yang kecil ini? Mana gak ada AC lagi ma" ucap Aura
" Kamu pikir mamah juga senang tinggal di sini?"
" Ya trus gimana? Ini semua Karena papa dan Yudi, aku bakal kasi pelajaran buat mereka"
" Iya bener, kita harus balas si Yudi itu, mamah gak rela dia memakai uang rumah kita untuk mendapatkan pekerjaan nya yang sekarang"
" Iya mah, aku juga sama, Tapi kita emang harus tinggal di sini ya mah? Coba deh mama pinjem uang di mbak Karin buat kita beli rumah, aku gak mau tinggal di sini mah, banyak nyamuk trus kamarnya kecil banget" ucap aura kesal
" Mbak mu itu lagi bangun rumah, jadi gak mungkin dia akan memberi kita uang aura"..
" Trus kita terpaksa tinggal di sini gitu?"
" Gak tau lah Ra,, mamah juga pusing, mamah mau tidur dulu, siapa tau kalau sudah bangun bisa dapat ide" Ucap bi siska berlalu masuk ke dalam kamar
" Gw harus minta bantuan ke siapa ya buat pinjem duit"... Gumamnya
Aura kini membuka ponsel nya dan melihat story para penghuni WhatsApp nya, dan dia tertuju pada story mbak dewi yang menampilkan sebuah video dirinya sedang memamerkan isi rumah mewahnya dan
beberapa binatang mahal peliharaannya
" Wiiihhh hebat juga mbak Dewi, punya rumah mewah di sana, mana suaminya ganteng lagi" Ucap aura kembali
" Kayak nya gw harus deketin mbak dewi nih, kali aja bisa di manfaatin, secara dia kan lahir dari rahim yang sama dengan nisa, otomatis pasti begonya juga sama, hahaha"... Gelak tawa aura terdengar hingga di luar kontrakan
*****
Jasmin tengah berada di dalam butiknya, dia masih saja memikirkan cara untuk
melenyapkan Nisa, Otak nya berputar untuk mencari jalan keluar, namun tak ada ide yang dindapatkan
Dia pun kepikiran pada sosok aura, dan berharap gadis itu bisa membantunya kali
ini, Dengan segera menghubungi aura melalui ponsel
" Halo, ini gw Jasmin"
" Iya gw tau, Napa lagi?"
" Gw butuh bantuan Lo?"
" Gak bisa, gw gak bisa lagi bantuin Lo"
" Kenapa? Lo takut sama wanita udik itu?"
" Jujur saja, gw takut sama dia, dia udah megang kartu as gw, dia ngancam kalau ganggu dia lagi video gw bakal di sebarin"
" Hahahaha.... Kena mental juga Lo sama ancaman wanita udik itu, Kalau Lo bantuin gw, video Lo gw yakin gak akan ada lagi dan gak akan pernah tersebar"
" Benarkah? "
" Iya, dan Lo mau tau sekarang si udik
itu tinggal dimana?" Tanya Jasmin pada aura
" Dimana emangnya? "
" Sekarang dia tinggal di apartemen mewah, Rio sudah menyiapkan itu semua untuk si udik, kamu gak apa apa kalau misalkan hidup dia lebih enak dan terjamin di bandingin Lo"? Hasut Jasmin
" Ap_apaaaa? Nisa udah punya apartemen? Yang bener Lo? Kalau emang benar gak bisa di biarin"
"Makanya gw minta bantuan Lo buat nyingkirin si udik itu, Kalau perlu seluruh keluarganya sekalian juga"
" Tapi caranya gimana?"
" Yah... Mana gw tau, kan gw minta bantuan Lo, jadi Lo yang harus pikirin caranya, bego banget sih" Ucap Jasmin
" Ya udah, nanti gw kasi kabar kalau udah ada ide"
" Okay" ucap Jasmin sebelum menutup telponnya
" Kurang ajar si nisa, enak aja dia tinggal di apartemen sedangkan gw tinggal di gubuk reyot ini, lebih baik gw bantuin si Jasmin, setidaknya gw mesti dapat uang dari Jasmin, Soal video terserahlah yang penting gw bisa dapat uang terus beli rumah lagi" Ucap aura yang merasa panas karena mendengar kabar dari Jasmin
*****
Malam hari, aura mencoba untuk mengirim pesan pada mbak dewi dengan bertanya kabar, sedikit memuji kecantikan mbak dewi dengan begitu mbak dewi pun pasti meladeninya
Dengan sedikit memancing, aura bertanya pada mbak dewi
[ Mbak, kenapa kok gak nyuruh nisa buat nikah aja, padahal ada loh juragan kaya yang ingin melamar nisa dengan mahar yang besar, tapi dia gak mau, katanya udah tua] tulis pesan aura yang berbohong
[ Masa sih? Kok mbak gak tau, Kalau mbak tau pasti mbak nikah kan dia aja biar bisa dapat duit ]
[ Iya mbak, padahal aku juga mau, tapi juragan menolak karna aku udah gak virgin lagi mbak ]
"[ Ya ampun aura,,, kamu udah gak virgin? Astagaaa gimana cara nya dapat cowok tajir kalau gitu?]
[ Iya mbak, aku kemarin kan jadi korban pemerkosaan mbak ] tulisnya berbohong lagi
[ Ya ampun aura, kasihan sekali kamu dek]
[ Iya, mbak mau gimana lagi namanya juga musibah, dan jujur sekarang aku sama mamah lagi butuh duit, soalnya rumah kami di sita sama bank mbak ]
[ Kok bisa? ]
[ Iya mbak, soalnya jujur saja ya mbak, kita gadeiin rumah buat bayarin semua utang ibunya mbak, waktu masih muda dulu, Mamah gak tega kalau Sampai arwah ibu mbak gak tenang di sana karena utangnya mbak] isi pesan aura Lisa dengan penuh sandiwara menjelaskan pada Dewi
Sedangkan Dewi merasa sedikit bersalah karena mereka telah menjual rumahnya demi utang ibunya, biar bagaimana pun dewi memang sangat menyayangi ibu nya, tapi tidak dengan bapaknya karena bapaknya hanyalah seorang tukang becak
[ Ya ampun aura, kalian baik banget sama ibu mbak, trus gimana biar mbak bisa membalas kebaikan kalian?]
[ Gak usah di bales mbak, tapi Gimana kalau mbak nikahin nisa dengan orang kaya mbak? Mbak kan tau adik mbak itu cantik, dari pada nanti dia nikah sama pacarnya di sini, jelek miskin lagi mbak]
[ Benarkah? Tapi iya juga sih kata mu aura, kalau begitu nanti mbak akan cari pria kaya yang ingin menikahi nisa, tapi tolong kamu juga bantuin mbak, buat nisa mau datang ke mbak sini ]
[ Oke mbak, mbak tenang aja, nanti aku kasi kabar ya]. Pesan pun berhenti Sampai di situ...
" Yes, akhirnya mbak Dewi mendukung gw, sekarang gw harus menggabungkan rencana gw sama Jasmin dan mbak Dewi" Ucap aura yang di dengar oleh mamahnya
" Kenapa kamu aura, kok senyum senyum sendiri?"
" Ma sini dulu, aku mau ngomong" ucapnya sembari menceritakan rencananya pada
mamahnya dan tentu saja mamahnya sangat mendukung nya"
" Ya sudah gimana kalau besok kita jalankan saja rencana kita" tanya mamahnya
" Ntar ma, aku bilangin ke Jasmin dulu".. kemudian segera menghubungi Jasmin, dan menjelaskan rencana yang akan di lakukan, Jasmin pun menyetujui ide aura itu
*****
Akhirnya rencana aura untuk menjalankan perintah jasmin akan di mulai malam hari ini
Dengan sedikit gugup karena takut ketahuan oleh warga.. dia segera melemparkan bom molotov yang di buatnya sendiri, dengan cepat api menyebar membakar rumah, Pak yunus dan kedua anaknya segera bangun dan meminta pertolongan
Sementara aura sudah melarikan diri bersama mamahnya
Antusias warga membantu memadamkan api namun sayang api yang semakin besar tak bisa menyelamatkan barang barang pak Yunus, Hingga rumahnya pun kini hanya tinggal puing puing saja
Sedih sekali rasa hatinya pak yunus, dia tak tau lagi harus kemana, Hingga malam
itu mereka menginap di rumah Bu haji
******
Nisa mendengar kabar bahwa rumahnya telah kebakaran pun segera pulang kampung lagi saat itu juga tanpa di temani Rio, sebab Rio tak menjawab telpon Nisa
Namun sayang sesampainya di sana, dia tak lagi mendapati bapak dan kedua adiknya, rumah Bu haji pun tak ada orang, bahkan ponsel Arya pun tak dapat di hubungi
Tak lama kemudian aura datang dan memberitahu kalau bapak dan kedua adiknya kini bersama mamahnya, nisa yang mengira bahwa aura sudah tak berani mengganggu nya lagi dan memilih ikut bersama dengan aura, tanpa dia tau bahwa aura akan membawanya pergi bertemu dengan mbak Dewi