Di dalam hening dan gelapnya malam, akhirnya Shima mengetahui sebuah rahasia yang akan mengubah seluruh hidupnya bersama Kim
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaLibra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Mantan
Sepanjang jalan menuju rumah baru yang akan ditempati oleh Shima, Zayn sempat rewel. Sampai Kim turun tangan untuk menenangkan baby Zayn. Kim melantunkan shalawat dengan suaranya yang merdu. Baby Zayn perlahan - lahan mulai tidur kembali dan mereka melanjutkan perjalanan. Kim menyadari betapa sulitnya hidup Shima, jika ia harus mengurus sendiri baby Zayn sendirian tanpa adanya dukungan dari keluarga.
Setelah menempuh perjalanan hampir tiga puluh menit, mereka sampai pada rumah minimalis yang berdiri kokoh bercatkan putih. Kim menuntun Shima untuk memasuki kawasan rumah tersebut.
Shima sejenak terdiam. Sudah benarkah keputusannya menerima semua kebaikan Kim yang ia belum tentu bisa mewujudkan harapan - harapan Kim padanya?.
Shima meletakkan baby Zayn di box bayi yang sudah disiapkan oleh Kim sebelumnya. Sedetail ini, Kim memperhatikan baby Zayn dan dirinya membuat matanya kembali berkaca - kaca.
Terdengar suara notifikasi panggilan dari ponsel Kim, ternyata sang Ibunda Ratu yang menjadi pemanggil.
"Selamat siang Ibunda tercinta"
"Bahagia sekali kamu. Cepat pulang. Hiks hiks hiks. "
"Loh mamah kenapa? "
"Perempuan yang sempat mau mamah jodohkan sama kamu, dia menghilang Kim. Kata tetangga sebelah rumahnya, dia sudah pindah"
"Lalu? Biarkan saja janda itu pergi Mah. Kim memang tidak berjodoh sama dia. "
"Bantu Mamah cari dia"
Kim merotasi bola matanya. Setelah percakapannya dengan Mamahnya, Kim pamit pada Shima untuk pulang. Ada - ada saja. Tinggal di telepon kan bisa si janda.
*
Shima memutuskan untuk mencari baby sitter untuk Zayn. Tak mungkin juga ia akan membawa baby Zayn ke tempat kerja. Jika di kontrakannya yang dulu, ia akan menitipkan Zayn pada tetangga kontrakannya. Kebetulan tetangganya tersebut seorang wanita paruh baya yang tinggal dengan anak perempuannya saja. Anak perempuannya bekerja sebagai buruh pabrik.
Setelah menghubungi agen penyalur jasa yang resmi, besok pagi agen tersebut akan mengirimkan seseorang yang menjadi kriteria pilihan Shima.
_______
Di tempat lain.
Cello terbangun dan mengukir senyum indah di bibirnya. Gadis yang selama ini ia dambakan akhirnya menjadi istrinya juga. Ia tak pernah merasa sebahagia ini. Beberapa hari ini, ia merasa hidupnya sangat beruntung karena bisa memperistri wanita seperti Nadia.
Nadia yang merasakan pergerakan di sebelahnya, perlahan membuka matanya.
"Pagi Mas"
"Pagi sayang" Cello mengecup kening Nadia dan menatap dalam mata Nadia. Sedangkan yang di tatap hanya tersipu malu. Entah siapa yang memulai, bibir mereka saling menempel. Dan Cello amat sangat kaget karena Nadia sudah lihai, berbeda dengan Shima dahulu yang amat sangat kaku.
Kegiatan mereka berakhir dan mereka memutuskan untuk pergi jalan - jalan mencari baju baru sesuai permintaan Nadia kemarin.
Nadia merengek pada Cello agar ia di belikan gamis yang ada di Sofeea Boutique. Memang selain baju pengantin, Sofeea Boutique juga terkenal dengan gamis yang mempunyai desain yang luar biasa indah.
Cello turun dari mobil bersama Nadia dan bergandengan mesra memang layaknya pengantin baru.
Saat menapakkan kakinya di lantai dasar, mata Nadia sudah akan juling melihat baju - baju, gamis maupun kebaya modern yang terpajang dengan indah.
"Selamat siang. Selamat datang di Sofeea Boutique, ada yang bisa dibantu"
Deg
Cello mengenali suara itu. Ia segera memutar tumitnya dan alangkah terkejutnya kedua manusia tersebut mengetahui lawan bicara di hadapannya.
Tak berbeda dengan Cello, Shima pun sama - sama terkejutnya namun ia tetap bersikap profesional. Ia berpura - pura tidak mengenal Cello.
Sejenak Cello terpukau dengan mantan istrinya, yang nampak lebih cantik dari istrinya. Kulit Shima yang terawat dan rambut indah tergerai serta outfit fan parfume yang digunakan, Cello tahu semuanya tidak ada yang murah. Memang benar, sesuatu akan terlihat lebih indah jika kita sudah tidak memilikinya lagi.
Cello segera menggelengkan kepalanya. "Pasti dia jadi simpanan Om - Om" Batin Cello mencemooh. Tapi logikanya tidak seiring dengan hatinya. Dalam logikanya, Sofeea Boutique yang sudah terkenal hingga ke negara tetangga, tidak akan sembarangan menerima karyawan.
Nadia mulai tak suka cara pandang Cello pada wanita di hadapannya.
"Eheeem" Nadia berdehem.
"Tolong tunjukkan aku, gamis yang paling bagus dan yang paling mahal."
Shima mengangguk.
"Baik silakan. Sebelah sini" Shima menuntun Nadia dan Cello ke jajaran gamis dan menunjukkan beberapa pilihan gamis terbaru di butik tersebut.
"Pilihkan yang terbaik untuk istriku. Dia wanita suci dan wanita terbaik yang Tuhan kirimkan untukku. Aku beruntung memilikinya. Tidak seperti mantan istriku " Ucap Cello memanasi Shima.
Nadia tersipu malu dan menggelendot manja pada Cello dan Cello mengecup keningnya.
Shima jengkel dengan pasangan seng_klek di depannya yang sebentar - sebentar Cello mengecup kening istrinya. Dan si istri kerap melempar tatapan sinis pada Shima. Dia belum tahu saja siapa Shima. Jika nanti tahu, apa tidak makin nempel seperti di beri lem itu Nadia pada Cello.
Nadia memilih di temani oleh karyawan yang lain saja karena ia cemburu buta pada Shima. Shima pun bersyukur karena sedari tadi, ia pun sebenarnya ingin menghindar dari pasangan som_plak di depannya. Bukan cemburu, tapi Shima malas melihat sorot permusuhan di mata Nadia. Siapa juga yang mau sama Cello. Shima sudah pernah dan ia menyesal karena dulu diam saja saat Cello memperlakukannya sesuka hati saat ia masih menjadi istrinya.
Sementara Nadia memilih gamis, Cello mengikuti Shima yang beranjak ke lantai dua.
Cello menarik tangan Shima dan tubuh Shima membentur dada Cello. Cello sungguh terpesona dengan wangi tubuh Shima yang memabukkan.
Shima mundur beberapa langkah dan menyentak pegangan tangan Cello pada tangannya.
"Kamu apa - apaan sih?"
"Laki - laki mana yang saat ini kamu tipu Shima. Aku tahu baju dan sepatumu itu bukan harga yang murah"
"Bukan urusanmu"
"Ooh.. Ternyata benar kamu melac_ur kan? Berapa tarifmu? Aku akan membayar mahal"
Shima dengan kekuatan ninja hatori, meninju wajah Cello yang sok kegantengan.
Buugggh
Cello meringis merasakan hidungnya yang perih.
"Makan tuh bogem. Punya mulut dijaga. Kalau gak tahu mending diam. Jangan kira aku akan melac_ur jika tak hidup tanpamu. Jangan kamu pikir aku sekotor itu, karena bisa jadi wanita yang tertutup malah lebih rendah dari pada aku" mata Shima menyorot tajam.
"Jaga ucapanmu. Siapa kamu berani menghina istriku? Istriku wanita baik - baik dari keluarga baik - baik bukan seperti kamu yang tidak jelas"
Bibir Shima mengecimus menirukan gaya bicara Cello.
"nye nye nye nye nye. Sudah pergi sana, urus saja istri baik - baikmu itu."
Belum sempat Shima beranjak, Nadia berteriak dan menangis.
"Kamu mau menggoda suamiku? Dasar wanita rendahan"
Nadia akan menjambak rambut Shima tapi teman Shima lebih dulu menginjak gamis panjang Nadia yang terlalu panjang hingga mengepel lantai. Shima menghindar dan menatap Nadia dengan senyum meremehkan.
"Buat apa aku merayu suami jelekmu itu. Bukan seleraku." Shima mengibaskan rambutnya.
"Ajak istrimu pergi dari sini. Jangan membuat keributan." Shima mengusir pasangan gemblung itu dari tempat itu.
"Akan aku laporkan kamu sama atasanmu" Ancam Nadia.
"Laporkan saja. Aku punya banyak saksi dan ada juga rekaman CCTV. Memangnya aku takut" Ucap Shima masa bodoh sambil memainkan kuku cantiknya.
Nadia semakin panas melihat Shima yang tak takut sama sekali.
"Dasar kau anj_ing kau ba_b*. Kau wanita penggoda suami orang. Lon*e kau bia_dab" Nadia dengan segala mulut kotornya memaki Shima.
Shima menatap Cello dengan tersenyum smirk nya. Rupanya inilah sosok istri suci dan anugrah terbaik mantan suaminya. Shima geli hati.