Seorang pemuda biasa yang memiliki mimpi untuk menjadi Kultivator terkuat untuk suatu kedamaian alam semesta
Namun semua itu harus terhalang banyak nya kultivator serakah dan iri pada dirinya.
Karna tubuh spesial dan juga memiliki 4 dantian di tambah lagi dia juaga memiliki garis darah yang sangat kuat
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MR.QUINZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gedung Pelelangan Danfei
"Ternyata nama mu adalah Qin shan.
Sangat bagus!"
Wu Xue bergerak cepat setelah tahu nama Qin shan.
"Benar, itu adalah nama ku!" Qin shan juga melesat ke arah yang sama.
Wuush..
Wu Xue tersenyum jahat sembari membentuk jejak tinju.
"Perkenalkan, aku adalah Wu Xue, seorang murid jenius dari Sekte Monster Darah yang akan mengajari mu untuk melihat betapa tingginya langit!"
Wuush..
Kedua pemuda itu saling mengayunkan tinju masing-masing.
Telapak tinju Wu Xue menghasilkan simbol ukiran darah yang terhubung langsung ke 10 nadi meridiannya.
Sedangkan Qin shan mengaktifkan simbol naga.
Dari setiap ayunan lengannya, samar-samar seseorang akan mendengar raungan naga.
Wu Xue berteriak.
"Tinju Segel Darah Kematian!"
Qin shan juga berteriak.
"Tinju Naga Sejati!"
Kedua pemuda itu sama-sama berteriak. Hingga ketika sudah waktunya, tinju ganas keduanya saling bertemu dan bertabrakan.
Bang..
Dari tabrakan kedua tinju ini menghasilkan deru angin yang cukup dasyat.
Dua murid, Cang Yan, mereka terpental.
Bamm..
Beberapa pohon di sekitar langsung tumbang.
Bentrok tinju ini terbilang cukup dasyat di ranah nadi meridian.
"Kuat sekali?" Kedua murid tidak bisa untuk tidak memujinya.
Mereka tidak pernah menyangka, kalau Wu Xue atasan mereka akan mendapatkan lawan seimbang.
"Qin shan, apakah kamu bisa memenangkan pertarungan ini?"
Cang Yan tampak khawatir.
Dia belum bisa sepenuhnya yakin, kalau Qin shan akan menang, karena menurut apa yang orang tahu, Wu Xue sendiri sudah mengaktifkan 10 nadi meridian.
Kembali di pertarungan.
Qin shan baik Wu Xue, keduanya sama-sama menggertakkan gigi.
Berusaha mendorong, melepaskan kekuatan penuh, tidak ada satupun dari mereka yang mengalah.
"Qin shan!"
Wu Xue berteriak keras.
"WU Xue!"
Begitupun sebaliknya, Qin shanberteriak, hingga mereka saling meneriaki nama lawan masing-masing.
Simbol darah di tangan Wu Xue mulai meredup. Begitupun dengan simbol naga Qin shan.
Serangan fisik keduanya seolah-olah akan sama-sama kehilangan dominasinya.
Namun pada pertarungan ini, Qin shan teringat dengan kemampuan jiwanya.
“Sekarang adalah saatnya!"
Qin shan mengaktifkan simbol aneh di dahinya.
Itu adalah titik merah, melambangkan kemampuan jiwa.
"Serangan Jiwa!"
Shoott..
Napas aneh yang tak terlihat segera memasuki kepala Wu Xue dan menghunus pikirannya.
Wu Xue tentu saja kaget, karena pada saat serangan jiwa tingkat 1 itu memasuki pikirannya, kepalanya langsung terasa pusing dan kehilangan konsentrasinya.
"In—lni, ini adalah kemampuan jiwa? Bagaimana mungkin?"
Begitu Wu Xue lengah, secara tiba salah satu kaki Qin shan melayang ke wajah Wu Xue. Bamm..
"Ahhhhh!"
Wu Xue terbanting ke samping dengan cara terguling-guling.
Begitu ia berusaha bangkit, dan saat akan berjongkok, tiba-tiba Qin shan sudah berada di depannya, hingga tinju naga milik Qin shan kembali di lepaskan.
Baamm..
"Ahhhhh!"
Tinju itu tepat mendarat mengenai rahang di wajah Wu Xue.
Wu Xue sekali lagi terbanting belasan meter. Begitu dia bangkit, dirinya langsung batuk beberapa teguk darah.
"Uhuk.. Uhuk.."
Sementara di sisi lain, Cang Yan dan dua murid terkejut melihat adegan itu.
Mereka memandang Qin shan dengan tatapan tidak percaya.
Siapa yang pernah menyangka, kalau Wu Xue ternyata kalah dari Qin shan.
Ini sungguh sangat memalukan, seorang yang sudah membangkitkan 10 nadi bisa kalah dengan seorang yang baru mengaktifkan 9 nadi.
"Kemampuan jiwa, sialan bagaimana bisa anak ini telah menguasainya?"
Wu Xue memandang Qin shan dengan tatapan tidak percaya.
Dia belum pernah mendengar bahwa ada seorang generasi yang belum mencapai Kondensasi Qi, tetapi orang itu sudah dapat menguasai kemampuan jiwa.
Qin shan ini benar-benar generasi muda yang sulit ditebak.
Wu Xue berusaha bangkit seraya mengusap noda darah di sudut bibirnya.
Begitu Wu Xue ingin kembali menyerang, dia mendapati token giok di dalam tas penyimpanannya merespon.
Responan ini sebagai peringatan dari para tetua sekte, agar Wu Xue segera sampai ke pelelangan.
Wu Xue menggenggam tinjunya erat-erat.
Memandang kedua bawahannya seraya berkata.
"Tidak ada waktu untuk mengurus mereka. Ayo pergi dari sini!"
Wu Xue mengatakan itu dengan tidak puas. Karena bagaimana pun juga, dia belum membalas Qin shan yang telah memukulnya.
"Baik, bos!"
Kedua murid pergi dari tempatnya, hingga mereka melompat dan naik ke atas boneka kelelawar.
Qin shan melirik boneka kelelawar dengan tatapan aneh.
"Tunggu sebentar!"
Qin shan menghentikan mereka.
Wu Xue kesal dan segera bertanya.
"Bocah, apalagi yang kamu inginkan?"
Qin shan dengan tenang menunjuk ke arah boneka tunggangan yang mereka naiki.
"Berikan kami tumpangan hingga sampai ke kota.
Dengan begitu, masalah hari ini akan aku lupakan?"
"Kamu!" Wu Xue dan kedua bawahannya kesal.
Namun apalah daya, Qin shan dengan tidak ada rasa malu melompat naik bersama Cang Yan.
Mereka duduk di paling belakang.
Momen ini semakin membuat kelompok Wu Xue kesal.
Qin shan layaknya seperti penumpang,sedangkan Wu Xue seperti yang bertugas mengantar kedua pemuda itu sampai ke tujuan dengan selamat.
ini juga bisa dibilang sebagai penghinaan secara tidak langsung.
Beberapa saat kemudian.
Qin shan dan yang lainnya akhirnya tiba di suatu kota.
Kota bagian barat dari Negera Zhao.
Sedangkan untuk bagian timur, wilayahnya lebih luas, dan disanalah merupakan pusat kota terbesar.
Sementara itu.
Merasa kalau tujuan mereka sama, Wu Xue memandang Qin shan dengan curiga seraya berkata.
"Jangan bilang kalau kalian juga ingin menghadiri acara pelelangan?"
Qin shan dan Cang Yan melompat turun dari boneka kelelawar.
"Benar sekali
. Tujuan kami datang ke kota ini sebenarnya memang untuk memang untuk menghadiri pelelangan.
Oh, ya,,,Terimakasih banyak atas tumpangannya!"
Qin shan melambaikan tangan lalu pergi dari sana.
Dua murid mengepalkan tinju dengan kesal,sedangkan Wu Xue tersenyum meremehkan.
"Aku ingin melihat, orang-orang payah seperti mereka, apa yang dapat mereka beli?"
Wu Xue bergumam.
DIa berpikir kalau kedatangan Qin shan hanya akan mengotori Gedung Danfei, sebab kedua orang itu hanya akan melihat barang dan tidak membelinya.
Qin shan dan Cang Yan telah tiba di depan bangunan besar dan megah.
Itu adalah Gedung Danfei.
Rumah perdagangan terbesar di kota bagian barat.
"Wah! Bangunan ini benar saja sangat menakjubkan Cang Yan memuji kemegahan Gedung Danfei.
Dirinya sendiri bahkan baru pertama kali mengunjungi tempat ini.
Seseorang yang datang ke gedung ini minimal harus memiliki cukup banyak sumber daya, karena barang yang di tawarkan terbilang cukup mahal.
Meski banyak barang mahal, Gedung Danfei selalu ramai pengunjung.
"Ayo, kita masuk."
Qin shan mengajak Cang Yan untuk segera masuk.
Tujuan Qin shan selain menghadiri acara pelelangan, dirinya juga ingin mencari tungku pil.
Ketika mereka baru saja melangkah beberapa meter,terdengar keributan dari belakang.
"Minggir kalian semua!"
Orang-orang pada minggir saat suara beberapa penjaga pria menegur orang-orang di sana.
Qin shan dan Cang Yan berhenti.
Mereka yang penasaran langsung berbalik dan melihat.
Cukup jauh di depan mereka, terdapat sekelompok pria yang sedang menjaga seorang pemuda gemuk berpakaian kuning.
Hanya melihatnya sekali, orang-orang disana langsung mengenali siapa pemuda gemuk itu.
"Bukankah dia adalah Tuan Muda Huo.
Apakah dia akan menghadiri acara lelang kali ini?"
"Kemungkinan begitu, karena kalau tidak, sesorang dengan reputasi penting sepertinya tidak akan mau menginjakkan kaki ke kota ini!"
"Husstt.. Pelankan ucapan mu, bagaimana jika dia mendengarnya kalau dirimu sedang membicarakan tentangnya."
“Semua orang tahu, pria ini bukan hanya dikenal sebagai pria mesum, dia juga merupakan murid penting di sekte Hengyue cabang pertama.
Bahkan di katakan juga, bahwa pria ini menduduki posisi peringkat murid berprestasi!"
Qin shan dapat mendengar cibiran dari orang-orang disana.
Dia dan Cang Yan sedikit kaget, mereka tak menyangka akan bertemu salah murid yang berasal dari cabang pertama Hengyue.
Hingga ketika Qin shan tak sengaja melirik ke arah perut besar pria itu menggunakan persepsi jiwanya, ja menemukan sumber Qi yang sangat melimpah.
Qin shan sekali lagi kaget.
"Apakah pria gemuk ini telah mencapai Kondensasi Qi.