NovelToon NovelToon
Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Penyesalan Suami / Menikah dengan Musuhku
Popularitas:34.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bilqies

Arrkkhhh sakit! Tuan tolong lepaskan aku, aku mohon. Delisa Jenifer


Diam! Kau sekarang adalah istriku, dan aku berhak melakukan apapun terhadap dirimu. Bahkan sampai melenyapkan mu pun aku sanggup. Albert Halston Xanders


Delisa gadis cantik yang tiba-tiba di culik dan dipaksa menikah dengan seorang pria yang tidak dia kenal sama sekali.


Menjalani pernikahan dengan Tuan Muda yang kejam, membuat hari-hari Delisa seperti di neraka.


Mampukah Delisa bertahan dengan pernikahan ini?
Atau mampukah Delisa mengubah sosok Tuan Muda yang kejam menjadi pria yang baik?


Yang penasaran dengan ceritanya, langsung saja kepoin ceritanya disini yuk.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bilqies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dimana Gadis Itu?

"Jangan harap itu Ferdi ... kau tahu sendiri sesuatu yang sudah menjadi milikku, tidak boleh di miliki oleh orang lain. Meskipun kau sepupuku tapi itu tidak akan terjadi."

"Beri aku waktu satu bulan untuk membuktikan bahwa orang tuanya tidak bersalah. Dan jika itu terbukti lepaskan Delisa, biarkan dia hidup tanpa bayang-bayangmu," pinta Ferdi.

DEG!

Albert terdiam mendengar ucapan Ferdi, entah kenapa jantungnya berdegup sangat cepat dari biasanya. Seakan ada perasaan yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata, jika Delisa akan pergi.

"Satu bulan dari sekarang, aku akan membuktikan semuanya kak," ucap Ferdi kembali menyadarkan Albert dari lamunannya.

"Baiklah, tapi jika itu tidak terbukti. Maka kau akan mendapatkan hukuman, camkan itu!" Dengan terpaksa Albert mengiyakan keinginan Ferdi.

"Dan dia ...," tunjuk Albert pada Delisa.

"Dia akan menjadi sandraanku seumur hidup jika kau tidak bisa membuktikannya," sambung Albert kemudian berlalu.

Suasana menjadi hening setelah kepergian Albert. Delisa tampak bingung sampai-sampai tidak ada sepatah kata pun yang terlontar dari bibirnya. Sungguh Delisa benar-benar takut jika Ferdi tidak dapat menemukan bukti perihal kematian orang tua Albert.

"Ferdi, kenapa kau begitu berani memberikan waktu sebulan?" tanya Delisa membuka suara.

"Karena aku tidak tega melihatmu terus-menerus mendapat siksaan seperti ini," jawab Ferdi mengutarakan isi hatinya.

"Tapi Ferdi apa kau bisa membuktikannya?" terlihat jelas keraguan yang ada di raut wajah Delisa.

"Aku janji, aku bisa melakukannya. Asal itu untukmu Delisa," ucap Ferdi sungguh-sungguh.

"Makasih Ferdi." Delisa langsung memeluk erat tubuh kekar Ferdi.

"Delisa, berjanjilah padaku. Jika aku bisa membuktikannya, kau harus ikut denganku. Menjauh lah dari Kak Albert ...," pinta Ferdi yang masih memeluk erat tubuh Delisa.

🌷PT. XANDERS CORPERATION🌷

"Apa itu Ferdi?" tanya Albert pada amplop coklat yang di berikan Ferdi di atas meja kerjanya.

"Lihat dan buka saja," ucap Ferdi sambil mendudukkan tubuhnya di kursi, berhadapan dengan Albert, dan hanya sebuah meja kerja yang menjadi batas antara keduanya.

Albert membuka amplop tersebut, melihat foto Laura bersama dengan Papanya Bagas.

"Apa maksud dari foto ini Ferdi? Bukankah ini foto Laura dengan Papanya." Albert mengerutkan keningnya, tatapannya masih lurus ke arah sebuah foto yang ada di tangannya.

"Kak Albert, lebih baik kau jauhi Laura. Dia bukan perempuan yang baik seperti yang kau kira selama ini," kata Ferdi memperingati Albert.

"Apa maksudmu Ferdi?" bentak Albert dengan sorot mata yang menyala.

"Laura dan Papanya hanya ingin merebut hartamu saja. Coba dengar ini ...," ucap Ferdi lalu menyerahkan ponselnya ke Albert.

"Laura bukan gadis yang selama ini kau cari Kak Albert. Bagas yang tahu kau sedang mencari seorang gadis di masa lalu mu, langsung mengambil kesempatan itu. Dia bahkan rela membeli kalung yang sama persis dengan milikmu yang kau berikan pada gadis kecil itu agar Laura bisa memiliki kalung tersebut," jelas Ferdi.

Albert yang mendengar ucapan Ferdi, langsung naik pitam. Terlihat sorot matanya memerah memancarkan sebuah amarah di dalamnya, kedua tangan nya pun mengepal, serta terdengar gigi yang bergemeletuk di dalam sana.

"Laura, Bagas berani sekali kau bermain denganku," ucap Albert dengan amarah yang memuncak.

"Toni ...," teriak Albert memanggil pengawal pribadinya.

Teriakan Albert terdengar hingga di luar ruangan sampai sang empu nama pun mendengar, dengan langkah lebar Toni pun masuk ke dalam ruangan Albert.

"Iya Tuan." Toni berdiri di hadapan Albert dengan wajah menunduk menatap lekat lantai.

BRUK!

Albert melempar Toni dengan berkas-berkas yang ada di meja kerjanya.

"Kenapa kau begitu bodoh dan ceroboh Ton?" bentak Albert.

"Aku membayar mu mahal, tapi apa hasilnya hah? Kau mencari seorang gadis saja tidak becus, Dasar pria tidak berguna!"

"Maaf Tuan," ucap Toni pelan dengan wajah yang masih menunduk.

"Jangan salahkan Toni, dia hanya salah dalam mencari informasi. Dan Toni lah yang membantuku mencari kebenaran tentang Laura," bela Ferdi.

"Aku tidak mau tahu, pokoknya beri pelajaran yang setimpal untuk Laura dan juga Bagas," ucap Albert berapi-api.

"Baik Tuan," sahut Toni mengangguk mengiyakan perintah Albert, lalu dia melangkah keluar dari ruangan Albert yang membuatnya sesak.

"Oh iya, ingat tiga minggu lagi aku akan membebaskan Delisa," ucap Ferdi mengingatkan kembali janji Albert.

"Apa maksudmu?" tanya Albert kedua alisnya saling bertautan.

"Seperti yang ku duga, orang tua Delisa tidak ada sangkut pautnya dengan kematian Om dan Tante, mereka di jebak. Dan aku masih belum bisa memberikanmu bukti yang akurat."

"Kau tidak bohong kan Ferdi?" Albert memicingkan matanya menatap wajah Ferdi, seakan mencari kebenaran di dalam sana. Dan benar saja hanya ada kejujuran yang ada di dalamnya.

"Apa kau pernah melihatku berbohong kak?" jawab Ferdi dengan melayangkan sebuah pertanyaan yang berhasil membuat Albert diam membeku.

Albert terdiam saat mendengar ucapan Ferdi, karna memang benar jika Ferdi selama ini tidak pernah berbohong kepadanya. Dan jika kali ini Ferdi benar itu artinya Albert akan kehilangan Delisa. Entah kenapa ada hati yang merasa mulai gelisah. Gelisah karena tidak akan ada lagi orang yang membuatnya marah.

"Lakukan apapun yang terbaik Ferdi. Aku ingin melihat kehancuran Bagas karena telah berani membohongiku," titah Albert.

"Kau tenang saja Kak, Toni sudah mengatur semuanya. Oh iya, bagaimana dengan gadis jadi-jadian itu?"

"Dia juga harus mendapat pelajaran yang setimpal karena sudah berani membohongiku. Pantas saja selama ini aku tidak memiliki ikatan perasaan saat pertama melihatnya. Dan dia pun tidak ingat kejadian masa lalu, padahal aku selalu mengingat kejadian itu, kejadian dimana gadis itu menolongku." Albert mengeluarkan semua unek-uneknya yang kian lama bersarang di benaknya.

"Baiklah, aku dan Toni akan memberikan pelajaran yang berharga untuk Laura karena sudah berani membohongi mu," ucap Ferdi.

"Kalau begitu aku pamit dulu, ada hal yang harus ku kerjakan," pamit Ferdi yang kemudian beranjak dari tempatnya.

"Ferdi ...," panggil Albert.

"Ada apa kak?" Ferdi menghentikan langkahnya, lalu berbalik menatap wajah Albert.

"Apa kau tahu dimana gadis kecilku berada?" tanya Albert tiba-tiba dan membuat Ferdi terdiam.

"Ferdi, katakan dimana gadis kecilku? Kau tahu kan dimana gadis kecilku berada?" tanya Albert kembali menyadarkan Ferdi dari lamunannya..

"Iya aku tahu, memangnya kenapa?" tanya Ferdi sinis.

"Katakan padaku Ferdi, dimana gadis kecilku?" tanya Albert yang sangat penasaran akan keberadaan gadis kecilnya.

"Maaf kak, aku sudah berjanji padanya untuk tidak memberitahumu," ucap Ferdi.

"Kenapa Ferdi? Kenapa ... bukankah kau tahu, jika aku mencarinya selama belasan tahun. Ayo Ferdi katakan dimana gadis itu?" desak Albert.

"Maaf kak, jika waktunya tiba suatu saat kau akan tahu siapa gadis itu."

"Sejak kapan kau menemukan gadis itu Ferdi?" tanya Albert penasaran

"Sejak kau memperkenalkan Laura padaku," jawab Ferdi.

"Akkkhh ... sialan. Kenapa kau merahasiakan nya selama ini Ferdi." Albert menjambak kasar rambutnya karena frustasi.

"Karena gadis itu tidak ingin kau tahu akan dirinya."

🌷Mansion Albert🌷

Di sebuah ruangan yang begitu luas, tampak seorang pria yang tengah duduk di atas sofa, dia adalah Albert. Tatapannya fokus ke ponsel yang ada di genggaman tangan besarnya. Entah hal apa yang menarik perhatiannya membuat dirinya tak sekalipun mengalihkan pandangannya ke arah lain.

"Sayang ...," sapa Laura dengan nada manjanya, berjalan mendekati Albert, lalu mendudukkan tubuhnya di atas sofa, dan tak lupa Laura mencium kedua pipi Albert.

Albert menoleh ke arah bunyi suara, dan mendapati Laura yang sudah duduk di sampingnya. "Laura, apa yang kau lakukan disini?" tanya Albert mengerutkan keningnya sebagai tanda bahwa dia terkejut akan kedatangan Laura secara tiba-tiba di mansionnya.

"Aku merindukanmu, sayang ...," ucap Laura, lalu menenggelamkan wajahnya ke dada bidang Albert.

"Laura, lepaskan!" Albert berusaha melepaskan tangan Laura dari tubuhnya.

"Pulanglah sekarang, jangan ganggu aku. Masih ada pekerjaan yang harus ku selesaikan," kata Albert yang segera beranjak dari tempatnya.

"Tapi Sayang ...."

"Nanti malam, aku janji akan berkunjung ke apartemen mu," ucap Albert yang membuat Laura merasa bahagia.

"Janji ...?" tanya Laura memastikan kembali ucapan Albert.

"Ya, aku janji."

"Makasih sayang, kalau begitu aku pamit." Laura mencium kembali pipi Albert, kemudian berjalan keluar menuju pintu utama mansion.

.

.

.

🌷Bersambung🌷

1
Uthie
nexxxttt 💞
Kaizy celine
Syukurlah viona tdk merasa dihiniati delisa karna skenario ninggalin flo dan albert .. smiga smuanya baik2 saja .. dan mreka hidup bahgia🥹
ora
Paling sedih dengan Flo. Semoga Flo bisa memahami semuanya dan menerima Delisa....
Aini~
Halah... kamu duluan kan Ferdi yang ngajak main rahasia2an
Aini~
makanya orang ngomong tuh di dengerin dulu tohh bert...bert...😑
👣
padahal Ferdi juga maen rahasia menyembunyikan Delisa dari Al, yaaa meskipun itu demi kesembuhan Del
Kaizy celine
Ayoo gag sabarr apakah delisa akan mucul kembali atau pura2 jadi wanita lain🤨
ora
Semoga Al nggak marah, ya. Sejauh ini Al nggak marah dan masih berusaha menemukan Delisa🤲🙂
Bilqies: si Albert rindu berat kakak 😌
total 1 replies
ora
🥰😘❤️
ora
Berharga atau berharap?🧐🙏
Bilqies: berharap kakak, terimakasih atas koreksinya ❤️😘

sudah revisi ya 🙏🥰
total 1 replies
Kaizy celine
Ayo lah delisa temui anakmu ... kasian floo ...🥹🥺
Kaizy celine
Ooouuuhhh🥺🥺🥹🥹
Kaizy celine
Sudah besarr ya kamuu floo🥹
ora
Kasihan banget Flo.
Nggak tahu deh bagaimana reaksi Al kalau tahu Delisa masih hidup dan selama ini Ferdi yang bantuin.

Aku tahu niat Delisa, tapi apa pun yang Delisa lakuin juga nyakitin hati, terutama hatinya Flo.
Semoga semuanya baik-baik aja setelah semuanya terbongkar🤲🥲🥲🥲
ora
aku atau kau?🧐🙏
Bilqies: terimakasih kakak sudah di ingatkan, udah aku perbaiki kak barusan 🥰🙏
total 1 replies
ora
Jadi Delisa masih hidup dan selama ini menjalani pengobatan?
Seneng karena Delisa masih hidup, tapi kasihan Al sama Flo😭😭😭

Semoga Delisa segera pulih seutuhnya🤲🤲
Bilqies: iya masih kakak,
amin 🤲🤲
total 1 replies
ora
Kak jadi beneran Delisa pergi. Tega banget. Air mata ku keluar😭😭😭
Bilqies: sama aku juga kak huhuhuhu
total 1 replies
ora
Kak, kasihan Al🥺🥺🥺
Kaizy celine
Nah gini dong .. kan seru klo ada delisa😅
Kaizy celine
3 tahun apa 2 tahun thor ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!